Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Tanda2


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu, kehamilan Airin telah menginjak enam bulan, mama Arini dan papa Sean selalu disibukan dengan ngidam Arsen yang mengesalkan.


"Sungguh kesal sekali dengan Arsen," kata Papa Sean.


"Airin urusi suami kamu, papa angkat tangan," imbuh papa Sean.


Mama Arini hanya tertawa, gemas rasanya melihat suaminya dikerjai anak dan calon cucunya.


"Sabar sayang demi calon cucu kita," hibur mama Arini.


"Masih di perut saja sudah membuat opa nya seperti ini apalagi kalau sudah lahir," omel Papa Sean.


"Sabar dong pa," sahut Arsen dengan tertawa.


Kehamilan kembar memang lebih menyiksa, Airin juga gampang lemah dan terasa berat sekali.


Berat badannya naik drastis sehingga membuat dirinya seperti bola.


Pagi ini Airin ingin sekali ikut Arsen ke kantor, dia ingin menemani sang suami bekerja.


"Baiklah tapi bawa bantal dan juga guling serta selimut. Aku nggak mau kamu kecapekan," kata Arsen.


"Sekalian ranjangnya bawa, lebay sekali," omel papa Sean.


"Papa ini, kelihatan kalau dulu nggak sayang sama mama," sahut Arsen.


"Siapa bilang, papa dulu care banget sama kamu, setiap malam papa selalu jenguk kamu di dalam, meskipun dokter melarang papa selalu jenguk kamu," timpal papa Sean.


Arsen dan Airin saling pandang.


"Astagfirullah papa," kata Arsen sambil memijat pelipisnya yang pening.


Tak hanya Arsen mama Arini juga, memang dulu suaminya sampai menghubungi Dokter dan merayunya saat akan menjenguk Arsen.


"Ayo berangkat sayang, sudah siang. Aku ada meeting dengan Aaron dan juga Arthur." ucap Arsen.


Sebelum Arsen berangkat tak lupa cium mama dan papanya.


Sesampainya di kantor Arsen meminta satpam untuk membawakan bantal serta guling ke ruangannya.


"Aku bisa membawanya sendiri sayang," kata Airin.


"Nggak nanti kamu bisa capek," sahut Arsen.


Baru sesaat Arsen dan Airin masuk ke kamar Rungan Presdir, Aaron, Arthur dan Arcelo masuk.


"Istri kamu seperti bola Arsen," ejek Arthur.


"Bola bola, toren," sahut Arsen dengan tertawa.


Airin memberengut kesal, bisa-bisanya Arsen mengejeknya seperti toren.


"Kalian ini, pamali mengejek orang hamil," sahut Arcelo.


"Bukannya seperti bola dan Toren lebih tepatnya seperti gajah," imbuh Arcelo yang semakin membuat ngakak Arthur dan Arsen.


"Awas kalian," ucap Airin dengan kesal.


Aaron tersenyum lalu mendekati Airin.


"Sabar memang mereka seperti itu," hibur Aaron.

__ADS_1


"Hanya kamu Aaron yang mengerti aku," kata Airin lalu memeluk Aaron.


"Tapi kenapa dulu nggak mau menikah dengan aku," bisik Aaron yang membuat Airin mendongakkan kepala.


"Maaf," ucapnya.


Arsen yang melihat Aaron memeluk Airin jadi kesal lalu menarik Airin dan memeluknya.


"Dia milik aku, punyamu Yulia," sahut Arsen.


"Tapi kamu jahat, ngatain aku seperti toren kan aku seperti ini juga karena kamu yang manjat aku setiap hari tanpa henti," kata Airin.


Semua tertawa


"Padahal lebih tepatnya seperti truk molen," kata Aaron.


Airin melepas pelukan Arsen.


"Udah sana-sana, bola, toren, gajah dan Truk molen mau bobok, puas kalian!" ucap Airin.


"Ini semua gara-gara Arthur," kata Arcelo.


"Loh kok aku, kan aku cuma bilang bola la kalian malah Aaron bilang truk molen," protes Arthur.


Airin yang kesal menyelimuti tubuhnya dengan selimut lalu memejamkan mata.


Aaron hanya tersenyum lalu mengelus rambut Airin.


"Maaf, tadi cuma bercanda. Kamu itu cantik dan menggemaskan, semakin berat semakin seksi," kata Aaron dengan tertawa.


"Udah deh sana, lebih baik kalian meeting daripada godain aku," usir Airin.


A4 pun bersiap untuk meeting tak lupa Arsen mengecup kening sang istri.


Bibir Airin yang maju ke depan membuat Arsen gemas dan langsung saja menyambar bibir istrinya tersebut.


"Hem, dasar ketua geng messsuuummm," kata Arthur.


"Mangkanya pacarin sana Ayda," ucap Aaron.


"Mana sih orangnya?" tanya Arcelo yang mulai kepo dengan Ayda.


"Entar kalo jadi istri Arthur pasti kan tau," jawab Aaron.


Mereka segera menuju ruang meeting untuk membahas kelanjutan bisinis mereka.


"Eh gabriel mana?" tanya Arcelo.


"Mungkin nggak datang, dia sibuk dengan sekertaris asistennya," jawab Arcelo.


"Astaga semua udah dapat jodoh, aku kenapa belakang sendiri," kata Arthur


Di sisi lain, Yulia yang tidak ada kegiatan merasa boring.


"Ayda tumben-tumbenan liburan ke luar kota, aku kan jadi nggak punya teman," gerutu Yulia.


Memang semenjak cintanya bertepuk sebelah tangan, Ayda memilih menenangkan liburan ke luar kota. Dia ingin mencari tempat baru untuk melupakan cintanya yang belum sempat membesar.


Yulia yang asik memainkan ponselnya tiba-tiba merasa mual.


"Kenapa kok mual?" batin yulia.

__ADS_1


Yulia minum air putih berharap mual yang di deritanya hilang namun bukannya hilang dia malah ingin muntah.


"Aku kenapa ini." Yulia bermonolog dengan dirinya sendiri.


Merasa badannya tidak fit, Yulia memutuskan untuk istirahat.


Satu jam istirahat tubuh Yulia belum juga fit, malah dia semakin pusing.


Yulia keluar untuk makan siapa tau karena lapar dia kurang fit, pas memasukkan makanan ke dalam mulutnya Yulia malah muntah-muntah.


"Aku kenapa sih," katanya lagi.


Yulia meminum obat dan istirahat lagi, apa yang terjadi dengannya Yulia tidak tau.


**********


Arcelo, Aaron dan Arsen sibuk dengan pasangan masing-masing begitu pula dengan Gabriel dia mulai jarang keluar semenjak ada Yulia dan ini membuat Arthur sedih.


"Gimana ya kabar orang-orangan sawah," batin Arthur.


"Aargg kenapa aku memikirkannya," kata Arthur lagi.


Sudah hampir sebulan Arthur tidak bertemu dengan Ayda, saat Ayda pergi membawa sakit hati karena kata-katanya.


"Tapi emang dia bukan tipe aku," ucap Arthur dengan memegangi gelas yang berisi minuman.


Saat asik melamun datanglah Gabriel dengan Laura, mereka datang ke club' Arthur untuk minum.


Arthur menatap Laura, dia baru ingat kalau Laura adalah seorang wanita malam di Kanada waktu itu.


"Gimana bro?" tanya Gabriel.


"Apanya?" hanya Arthur.


"Belum dapat cewek?" tanya Gabriel.


"Belum," jawab Arthur dengan melemas.


Gabriel memperkenalkan Laura pada Arthur.


"Bukannya dia wanita yang ada di bar malam itu?" tanya Arthur.


"Iya, kami akan segera menikah Arthur," jawab Gabriel yang membuat Arthur membulatkan mata.


Dia semakin sedih karena satu persatu temannya telah menikah.


"Ada apa sih dengan jodohku?" kata Arthur yang membuat Gabriel dan Laura tertawa.


Hai kak, dua episode lagi udah tamat ya kak.


Siap-siap untuk pembagian G.A,jangan lupa aku akan memilih komen kak semau.


Udah tau akan komen seperti apa yang akan aku pilih.😂😂😂


Oh ya kak mau promosi nih, novel kelanjutan A4 , aku bawa nama Arcelo ya kak 🤣🤣🤣🤣.


Jangan lupa mampir di novel baru aku yang berjudul


Maduku ternyata Readerku


Siapa sangka, reader yang selalu support aku dalam menulis, reader yang selalu bercanda dengan aku di kolom komentar ternyata maduku sendiri.

__ADS_1


Wanita yang telah aku anggap sebagai seorang saudara ternyata benalu dalam rumah tanggaku. Akankah Celo suamiku pilih satu diantara kaatau kami hidup rukun bersama?



__ADS_2