Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Arsen ngidam


__ADS_3

Gabriel mengajak Laura untuk tinggal di apartemennya karena tidak mungkin membawa pulang ke rumahnya bisa-bisa Gabriel dimarahi Ibunda tercinta karena pulang membawa bule.


"Gimana semalam tidur kamu nyenyak kan?" tanya Gabriel.


"Nyenyak Gabriel, tapi di Indonesia agak panas ya," jawab Laura.


"Iya apalagi kota ini terkenal panas," sahut Gabriel.


"Oh ya Laura, mulai besok kamu bisa bekerja di kantor aku, untuk sementara kamu jadi sekertaris aku dulu," imbuh Gabriel.


"Siap Pak," ucap Laura dengan tertawa.


Laura sungguh bersyukur karena dia bisa bertemu dengan pria sebaik Gabriel, bagi Laura Gabriel adalah penyelamatnya sehingga dia mau melakukan apapun untuk Gabriel.


Laura memeriksa isi kulkas Gabriel dia hanya menemukan makanan frozen di sana.


"Aku masak mie instan dulu ya," kata Laura.


"Memangnya ada makanan di kulkas?" tanya Gabriel.


"Frozen foo dan mie instan," jawab Laura.


"Ok lah, lama juga nggak makan mie instan," sahut Gabriel.


Laura mulai memasak sedangkan Gabriel melihat Laura dari tempatnya.


Melihat body Laura yang aduhai membuat jiwa Casanova Gabriel bergelora, meronta untuk menikmati daging mentah yang ada di depannya.


"OMG, jangan Gabriel," kata Gabriel.


"Tapi dia pasti mau melayani kamu," imbuhnya.


Gabriel perang batin antara jiwa jahatnya dan jiwa baiknya.


"Aarrrggg," teriak Gabriel yang membuat Laura kaget.


"Ada apa?" tanya Laura dangan cemas.


"Tidak apa-apa," jawab Gabriel.


Masakan Laura kini telah siap dia menyajikan makanannya di atas meja, lagi-lagi hasrat Gabriel bergejolak melihat belahan dada milik Laura.


"Astaga, aku sungguh tak kuat lagi," batin Gabriel.


Laura melihat Gabriel yang sedari tadi melihatnya, dia tersenyum. Laura cukup tau kalau Gabriel berhasrat.


"Kamu mau makan?" tanya Laura.


"Iya ini mau makan," jawab Gabriel.


"Makan lainnya," sahut Laura.


"Maksud kamu?" tanya Gabriel.


Laura hanya tersenyum dan ini membuat Gabriel salah tingkah.


Tak bisa dipungkiri berapa hari bersama Laura membuat Gabriel bisa sedikit melupakan Airin, dia sendiri tidak tau apa rasa iba atau rasa lainnya yang kini ada di dalam dirinya.


"Memangnya boleh aku makan kamu?" tanya Gabriel.


Laura hanya tersenyum dan ini lagi-lagi membuat Gabriel tak enak.

__ADS_1


"Sudahlah ayo makan," kata Gabriel kemudian.


Gabriel makan dengan lahap begitu pula Laura, dalam waktu yang kurang dari setengah jam mereka sudah menghabiskan makanan mereka.


Laura dan Gabriel pindah tempat, mereka mengobrol di ruang tengah.


Entah apa saja yang mereka obrolkan sehingga mereka tertawa keras.


"Aku senang kamu sudah bisa ceria lagi Laura," kata Gabriel.


"Semua berkat kamu, entah bagaimana aku membalasnya," sahut Laura.


"Kamu mau berhenti dan menjadi manusia lebih baik itu sudah cukup buat aku," timpal Gabriel.


Laura terkesima dengan kata-kata Gabriel, bagi Laura Gabriel adalah seorang malaikat.


"Kalau kamu menginginkan aku untuk melepaskan hasrat kamu, aku siap Gabriel," kata Laura.


"Entahlah Laura, di sisi lain aku menginginkannya dan di sisi lain aku tidak enak padamu. Sungguh aku ikhlas membantu kamu bukan untuk menjadikan kamu teman ranjang aku," sahut Gabriel.


"Anggap saja aku pasangan kamu, yang mana memang harus melayani kamu Gabriel," timpal Laura.


Gabriel tersenyum lalu mengangguk.


Di sisi lain, di rumah Arsen tengah ada keributan siapa lagi pelakunya kalau bukan Arsen sendiri.


"Airin bingung ma," kata Airin.


"Perasaan Airin yang hamil lalu kenapa Arsen yang minta aneh-aneh?" imbuh Airin.


Mama Arini dan papa Sean menggelengkan kepala, sungguh kesal dengan anaknya yang ngidam.


"Siapa yang drama sih ma, Arsen ini lagi ngidam," protes Arsen yang kesal karena dikatai aneh-aneh.


"Ya sudah katakan kamu mau ngidam apa lagi?" tanya Papa Sean.


"Arsen ingin mangga muda pa," jawab Arsen.


"Ya sudah biar pelayan yang ambil," sahut papa Sean.


"Nggak nggak, Arsen minta papa yang manjat," ucap Arsen.


Sontak mama Arini dan Airin tertawa mendengar permintaan Arsen, bagaimana mungkin Arsen menginginkan hal itu.


"Kamu ingin membuat papa kamu mati Arsen," protes papa Sean.


"Dulu kamu minta aneh-aneh saat di dalam perut sekarang kamu minta papa manjat pohon mangga, jadi anak nggak ada henti-hentinya menyiksa orang tua," imbuh papa Sean.


"Ayolah pa, papa ini sayang nggak sih dengan cucu papa," bujuk Arsen.


"Nggak," ucap papa Sean dengan kesal.


Arsen gantian merayu mamanya.


"Mama kan pernah ngidam, ayolah ma bantu bujuk papa, Arsen tau dalam perut Arsen tidak ada bayinya tapi kan Arsen mengalami kehamilan simpatik ma, please ma," bujuk Arsen.


Melihat anaknya yang mengiba membuat mama Arini kasian.


"Baiklah," ucapnya.


Mama Arini memegangi tangan suaminya.

__ADS_1


"Ogah," kata Papa Sean sebelum mama Arini ngomong.


"Ogah juga jatah selama seminggu," sahut mama Arini.


"Kamu kok gitu sayang, mana boleh cabut jatah seenaknya seperti itu," protes papa Sean yang tidak terima jika jatahnya tidak diberikan.


"Mangkanya turutin keinginan cucu kita," ucap mama Arini.


Papa sean melemparkan tatapan mautnya pada Arsen, dia sungguh kesal sekali dengan anaknya tersebut.


"Baiklah baiklah," kata papa Sean.


Arsen memeluk mamanya tak lupa banyak kecupan mendarat sempurna di kening sang mama.


"Mama adalah mama terbaik," kata Arsen.


Papa sean yang kesal langsung saja pergi ke halaman belakang untuk mencari mangga muda untung saja saat ini tengah musim mangga.


"Untung saja Dewi Fortuna berpihak padaku," kata Papa Sean.


Papa Sean mulai memanjat mangga yang paling kerdil dan dengan mudah dia mengambil banyak buah mangga.


"Arsen!" teriak papa Sean.


Arsen, Airin dan Mama Arini mendekat. Melihat buah mangga yang tergeletak di tanah membuat mata Arsen hijau, air liurnya mengucur deras sehingga dia meminta pelayan untuk mengambil pisau.


Arsen langsung saja duduk di bawah pohon mangga dan memakan mangga mudanya.


"Astaga Arsen, lidah kamu terbalik ya," kata Papa Sean


"Enak pa, coba deh," sahut Arsen.


"Ogah, makanan asam kamu tawarkan," timpal Papa Sean.


Mama Arini dan Airin mendekat, mereka berdua tertawa melihat Arsen dan papa Sean.


"Sayang udah jangan banyak-banyak makan mangga mudanya," kata Airin.


"Enak sayang, coba deh," kata Arsen menyodorkan buah mangga pada Airin.


"Enggak mau, aku maunya buah anggur hijau bukan mangga muda," ucap Airin.


"Ya sudah setelah ini ayo kita beli," sahut Arsen.


Setelah pulang ke Indonesia beberapa waktu lalu ngidam Arsen sungguh aneh-aneh dan yang selalu menjadi korbannya adalah papa Sean.


"Lain kali ogah nurutin kemauan kamu," kata papa Sean.


"Ini Arsen lagi pengen asem masak dari pohonnya," sahut Arsen.


"Papa angkat tangan Arsen, minta saja mama kamu yang manjat," ucap papa Sean lalu pergi meninggalkan anak, mantu dan istrinya.


"Mama juga ogah, pohon asem tuh tinggi Lo," kata mama Arini.


Sean tersenyum licik, kali ini dia akan melibatkan A4 untuk memenuhi ngidamnya.


Selamat malam bestie, maaf ya komen kemarin nggak terbalas, tapi udah aku baca kok🤗🤗🤗❤️❤️❤️.


Maaf ya kak.


💕💕💕💕😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2