Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Kedatangan mama dan papa A4


__ADS_3

"Sinting," umpat Airin.


"Sumbang sekarang yuk sek, mumpung Arsen lagi lemas," goda Arthur.


Airin yang kesal menghentikan langkahnya dan menatap Arthur.


"Hayuk arthur ke ruang jenazah," kata Airin sambil menggoda arthur.


"Ngapain?" tanya Arthur balik.


"Katanya mau nyumbang, kan di sana pasti banyak mayat wanita daripada kecebong kamu salah masuk lubang," jawab Airin dengan kesal.


"Sadis kamu Sek," sahut Athur.


"La lagian kamu aneh-aneh tau nggak," timpal Airin.


Arthur terkekeh.


Tak terasa kini mereka sudah ada di kamar lagi, Airin dan Arthur nampak berbunga-bunga.


"Gimana sayang?" tanya Arsen.


"Aku, aku,..." kata Airin menggantung kata-katanya


"Halah kelamaan, dia hamil anak kembar," pungkas Arthur.


"Ih Arthur," sahut Airin dengan kesal.


Aaron yang ada didekat Airin langsung memeluknya.


"Aku senang banget tau nggak, ya Allah aku mau punya keponakan kembar," kata Aaron lalu mengecup kening Airin.


"Aaron hey jaga bibir kamu," teriak Arsen.


Arcelo yang tau kalau Yulia dan Arsen marah gantian mendekat.


"Gantian Aaron memangnya kamu saja yang mau memeluk Airin," protes Arcelo


"Selamat ya Airin, maksih udah ngasih keponakan kembar," kata Arcelo lalu dia mengecup kening Airin juga.


"Arcelo," teriak Arsen tak terima.


"Arthur dan Gabriel jangan mengecup keningnya, itu milik aku," sahut Arsen mencegah.


"Astaga Arsen, tega sekali kamu pada kita masa iya yang menang banyak Aaron sama Arcelo," protes Gabriel.


"Dari dulu beginilah nasib jomblo, penderitaannya tiada berakhir," sahut Arthur.


Semua pun tertawa.


Airin mendekat ke ranjang Arsen lalu memeluknya.


"Kita akan memiliki dua anak sayang," kata Airin.


"Iya, terima kasih ya," ucap Arsen dengan mata yang basah.


Pandangan Arsen dan Airin bertemu dan pautan tidak terelakkan.


"Astaga mereka, bener-bener," omel Arcelo.


"Woy woy woy, kita ini hidup bukan benda mati. Suka sekali lihat orang tersiksa batinnya," omel Arthur.


Aaron dan Arcelo mendekap pasangannya masing-masing.


"Jangan ikut-ikut," omel Arthur dengan melirik Arcelo dan Aaron.


Semua lagi-lagi tertawa mendengar ocehan Arthur.


*********


Semua mengobrol dengan asik mereka hingga tak terasa waktu sudah sore.


"Waktu cepat sekali berlalu," protes Arthur.

__ADS_1


"Iya," timpal Arcelo.


Yulia, Karin dan Airin mengobrol sendiri begitu pula dengan A4 dan Gabriel.


Tiba-tiba pintu kamar dibuka nampak mama Arini menatap Arsen dengan tatapan tak biasa.


"Bagus, udah nggak menganggap mama ya, sakit nggak bilang pernah tua, memangnya dari mana kamu lahir hah," maki mama Arini.


"Ini juga punya mantu satu, udah ditolongin kabur malah ga kabar-kabar," imbuh mama Arini.


"Haduh mama," ucap Airin.


"Oh oh jadi mama yang bantu Airin kabur," ucap Arsen.


"Ha ha Tante ketahuan bantu Airin kabur," ledek Arthur.


"Udah udah diam," omel mama Arini.


"Tante kesini sama siapa?" tanya Aaron.


"Tuh," semua rombongan Mama dan papa Somplak datang.


Semua masuk dan memeluk anak masing-masing, A4 heran bagaimana bisa mama dan papa mereka menyusul.


"Semua ngapain kesini?" tanya Arsen.


"Jenguk kamu lah Arsen, katanya kamu sakit," jawab mama Vani.


"Sebenarnya Arsen nggak sakit, tuh di pesek hamil kembar," kata Arthur yang membuat semua membola.


Papa Daffa, papa Nick dan papa Shane memeluk papa Sean, begitu pula dengan para mama yang memeluk mama Arini.


"Selamat ya Sean kamu akan memiliki cucu," kata papa Daffa.


"Selamat ya Arini," papa Daffa tak ketinggalan mengucap selamat untuk mama Arini.


"Terima kasih," sahut Airin.


"Hey ini istri aku," kata papa Sean lalu melerai pelukan mereka.


"Udah tua masih cemburu saja," kata Papa Shane.


"Hayo Aaron dan Arcelo gaskan biar cepat jadi kecebong kalian," ucap papa Shane.


"Ini sudah get om, sehari udah tiga kali," sahut Aaron.


"Busyet, seperti jadwal makan saja," sahut Arthur.


"Tunggu-tunggu, kamu menyuruh Arcelo dan Aaron untuk cepat gas la bagaimana dengan Arthur?" tanya Papa Nick.


Papa Shane hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil terkekeh.


"Kamu gimana sih Arthur, teman-teman kamu udah pada menikah kamu kok belum, jangan bikin papa malu dong," omel Papa Shane.


Mama Amira hanya bisa menggelengkan kepala.


"Entah pa," sahut Arthur dengan pasrah.


"Padahal papa sudah mengajarkan ilmu papa padamu Arthur," timpal papa Shane.


"Ya mau gimana lagi pa, memang belum ada jodoh," sahut arthur pasrah.


"Gembar gembornya play boy la kok ga punya cewek, Cemen lu," ejek mama Arini.


"Tante Vani jahat ma." Arthur seperti anak kecil yang mengadu pada mamanya.


Semua tertawa.


Awalnya para mama dan papa ingin memberi kejutan pada anak-anak mereka tapi malah mereka yang dapat surprise kehamilan Airin.


Arsen yang senang kini semangat sekali bahkan dia meminta untuk kembali ke hotel saat itu juga.


Sebelum datang papa Daffa menyewa villa besar jadi mereka tidak udah check in hotel.

__ADS_1


"Kami boleh nggak pa nebeng," kata Aaron.


"Boleh asal nanti yang bayar kalian," sahut papa Daffa dengan tertawa.


"Ok pa," timpal Daffa.


"Memangnya biaya sewa villa berapa?" tanya Aaron.


"Gaji kamu setahun," jawab papa Daffa.


"Gampang hanya 10 m kan?" tanya Aaron.


"Sembarangan tujuh kali lipatnya," jawab Papa Daffa.


Arcelo mengurus tagihan rumah sakit setelah itu mereka semua akan pergi ke villa yang disewa papa Daffa.


"Gabriel ayo ikut," ajak Airin.


"Nggak enak aku, lagian aku juga ada kerjaan," kata Gabriel.


"Nggak nggak, kamu sekarang bestie aku karena aku ditinggal selingkuh Arcelo," sahut Arthur.


"Sudahlah Gabriel ikut saja," pungkas Airin.


Gabriel akhrinya ikut rombongan keluarga besar A4 namun sebelumya dia check out dulu dari hotelnya sekarang begitu pula dengan Arsen Airin, dan Aaron Yulia.


"Terima kasih ya Airin kamu telah memberi mama cucu kembar," kata mama Arini lalu memeluk Airin.


"Iya ma," sahut Airin.


"Kapan ya kak Arini Aaron nyusul," kata mama putri.


"Bentar lagi pasti jadi tu cebong Aaron," timpal mama Arini.


"Amin semoga ya kak Arini," pungkas mama Putri.


Kini mereka semua menuju lokasi dengan menyewa mobil mansion besar. Karena jumlahnya banyak mereka menyewa dua buah mobil mansion.


"Aaron gaskan ya, itung-itung ini bulan madu kalian," kata mama Putri.


"Iya ma, mama juga gaskan memberi adik Aaron," ucap Aaron yang membuat mama putri mencubit perut anaknya.


"Dasar anak kurang ajar," omel mama Putri.


Hai Kak selamat malam.


Maaf up nya telatπŸ€£πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™βœŒοΈβœŒοΈβœŒοΈ


ni mau promo lagi kak


mampir ya



SUAMIKU SEORANG MAFIA: ZOMBIE THE SERIES


(Rahayu Ningtiyas Bunga Kinanti)



Rate 21+ ada adegan kekerasan juga kalimat vulgar!!


Calista seorang gadis berusia 24 tahun, memiliki sebuah tokok kue yang tidak terlalu besar namun dapat menghidupi sehari-hari untuk dirinya.


Calista seorang anak yatim piatu, orang tuanya meninggal ketika ia berusia 10 tahun. Ia di urus oleh neneknya yang seorang penjual roti namun sudah 1 tahun yang lalu neneknya meninggalkannya untuk selamanya.


Entah kesialan apa yang menimpa Calista sampai-sampai kesuciannya yang ia jaga di renggut saat terjebak hujan di tokok kuenya.


Dan tidak mengetahui jika orang yang suda merenggut kesuciannya adalah seorang mafia yang cukup di segani di beberapa negara.


Bagaimana kisah Calista? Apakah laki-laki yang sudah merenggut kesuciannya akan bertanggung jawab? Apakah ia akan bahagia setelah tinggal bersama laki-laki yang sudah merenggut kesuciannya? Cus langsung aja dari pada penasaran


__ADS_1


__ADS_2