Antara 2 Billionaire

Antara 2 Billionaire
Ketagihan tapi malu


__ADS_3

"Kamu kenapa Yul?" tanya Eril.


"Nggak papa kok Mas," jawab Yulia.


Yulia segera masuk kampus untuk duduk, bagian sensitifnya sungguh perih.


"Rudalnya mas Aaron besar sekali, mengobrak abrik goa milik aku hingga sakit begini," batin Yulia.


Eril yang khawatir dengan keadaan Yulia ingin membawa Yulia ke UKK namun Yulia menolak.


"Nggak usah mas," kata Yulia.


Ayda yang baru datang segera menghampiri Yulia dan Eril.


"Siang Yul," sapa Ayda.


"Siang ay," balas Yulia.


Karena tidak enak dengan Ayda, Eril pamit ke ruangan Rektor untuk menemui ayahnya.


"Dia mau balik lagi?" tanya Ayda.


"Nggak kok," jawab Yulia.


Yulia mengajak Ayda ke kelas dan saat melihat Yulia berjalan dengan menahan sakit membuta Ayda heran.


"Kamu kenapa Yul? jalannya kok gitu," tanya Ayda.


"Digempur," jawab Yulia.


"Ups." Yulia lalu menutup mulut.


"Maksudnya habis jatuh, turus bagian itu aku terbentur bathub kamar mandi," jawab Yulia berbohong.


"Mangkanya hati-hati," sahut Ayda sambil menggelengkan kepala.


Di kantornya Aaron nampak risau dengan keadaan Yulia, meski tidak sepenuhnya sadar tapi dia masih dapat merasakan nikmatnya antara pangkal paha sang istri.


Arthur masuk ke dalam ruangan Aaron, dia melihat Aaron senyum-senyum sendiri.


"Duh yang sudah panjat gunung dan jebol gawang senyum senyum sendiri," goda Arthur.


"Brengsek kalian, apa yang kalian beri padaku semalam?" tanya Aaron dengan kesal.


"Eits, calm down bro, tenang tenang rileks jangan marah," kata Arthur dengan terkekeh.


"Apa yang aku dan Arcelo lakukan kan menguntungkan kamu kenapa harus marah-marah," sambung Arthur.

__ADS_1


"Iya tapi ya gak gini juga, kasian dia aku gempur sampai jalannya gitu," timpal Aaron.


"Cie cie yang mulai kasian," ledek Arthur.


"Apaan sih," ucap Aaron.


"Yulia tu bodynya bak gitar spanyol, lekuk lekuknya wao, dibanding ma Airin itu jauh. Airin itu seperti papan selancar datar, heran aku gitu kok dibuat rebutan," kata Aaron.


"Mulut kok lemes banget," ucap Aaron.


"Mulut papa," sahut Arthur.


Arthur dan Aaron kini fokus ke kerjaan dan jam empat Aaron pergi menjemput Yulia.


Dia menunggu di depan kampus lama menunggu tapi Yulia tak kunjung keluar sehingga Aaron nampak kesal karena sudah menunggu lama.


Aaron mengambil ponselnya namun saat ingin mengunjungi Yulia dia lupa kalau tidak punya nomer Yulia.


Tak berselang lama Yulia keluar dan Aaron membunyikan klakson supaya Yulia tau kalau dia menjemputnya.


"Itu siapa Yul?" tanya Ayda.


"Oh kakak sepupu aku datang menjemput, aku duluan ya," kata Yulia lalu bergegas naik.


Setelah Yulia naik Aaron segera melajukan mobilnya.


"Kakak sepupu yang jemput?" tanya Aaron.


Aaron hanya diam, dia memfokuskan diri ke depan begitu juga dengan Yulia yang melemparkan tatapannya keluar jendela.


"Mas, kita makan diluar yuk," ajak Yulia.


"Ok," sahut Aaron.


"Sekalian hutang kamu ya mas." Yulia mengingatkan hutang Aaron.


"Astaga, ingat saja," ucap Aaron.


"Hutang harus dibayar mas," kata Yulia.


"Iya iya," timpal Aaron.


Aaron mengajak Yulia makan ke sebuah, disini biasanya dia mengajak Airin untuk makan.


"Steak disini tu enak banget lo," kata Aaron.


"Benarkah," sahut Yulia.

__ADS_1


Kini steak sudah tersaji di meja, mereka berdua segera memakannya. Aaron yang melihat ada saus di bibir Yulia pun berinisiatif untuk mengusap dengan tisu.


"Ada saos," kata Aaron yang membuat Yulia gak enak.


"Haduh mas Aaron so sweet juga," batin Yulia.


Setelah habis kini mereka pergi ke taman untuk makan es krim, sungguh inilah momen momen yang sangat menyenangkan bagi Yulia.


Waktu sudah larut dan Aaron mengajak Yulia untuk pulang.


Berbeda dengan kemarin, mereka kini tidur di kamar masing-masing.


"Aku kok pingin ya," kata Aaron saat dia terbangun di tengah malam.


Setelah merasakan udang rambutan milik sang Aaron seakan ingin merasakannya lagi.


"Arrgggggg," Aaron mengusap rambutnya kasar.


Tak hanya Aaron Yulia juga terbangun, dia masih teringat pertempurannya kemarin.


"Aku kok ingin dibelai lagi ya," kata Yulia.


"Arrrggggg." Yulia mengusap rambutnya kasar.


"Gini banget sih nasib aku, mas Aaron," kata Yulia dengan mewek.


Keesokannya di kantor Aaron nampak murung, dia tidak semangat dan kurang bergairah.


"Ini berkasnya," kata Arthur.


"Oh ya tadi pihak kampus menelpon kalau ada undangan buat kita karena kita kan kini sekarang donatur resmi kampus B.C university," imbuh Arthur.


"Undangan apa lagi? kapan?" tanya Aaron.


"Nggak semua kok, perwakilan dari kita berempat," jawab Arthur.


"Ya sudah kamu saja," timpal Aaron.


"Kamu ini apa-apaan, kan itu kampus bini kamu Aaron," omel Arthur.


"Kamu atur saja waktunya," kata Aaron.


Aaron nampak murung lagi.


"Gak dapat jatah ya, kok kamu murung," goda Arthur.


"Cinta berawal dari bercinta, panjat gunung masuk hutan, keesokannya ketagihan kalau ga dikasih ya kaya kamu ini," sambung Arthur.

__ADS_1


"Brengsek kamu Arthur," umpat Aaron.


Arthur hanya tertawa melihat temannya yang masih saja jual mahal, lagian udah jadi pasangan sah kenapa malah nggak dimainkan, cinta pasti akan tumbuh dengan sendirinya.


__ADS_2