Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 100


__ADS_3

Kelompok Jin Gaoqi dan Zhang Yu tidak harus mengeluarkan energi banyak.


Setiap mereka bertemu para robot, Jin Gaoqi akan menembak mereka menggunakan bazoka yang diberikan Jin Lien padanya.


Jadi murid-murid dari Baihu Akademi tidak perlu bersusah payah mengerahkan Qi mereka.


Namun, ketika peluru dari Bazoka Jin Gaoqi habis, segera mereka dikeroyok oleh ratusan Robot.


Jin Gaoqi dan Zhang Yu hanya memandang datar pada semua robot itu, tapi ketika mereka telah bersiap untuk menyerang, para robot segera berhenti dan berbalik arah.


Seketika muncul tanda tanya besar di kepala mereka semua.


....


Drone yang terus merekam kejadian, terus terbang dengan santai hingga dia berhenti pada kelompok yang saling bertikai.


Kelompok tersebut merupakan Kelompok dari dari Qinglong Akademi dengan kelompok dari Kekaisaran Xiling.


Para pangeran dan Putri memandang rendah pada Mo Fai yang saat ini memandang mereka dengan dingin.


"Heh, pangeran sampah ternyata menjadi ketua dari tim elit Black Dragon, kau ternyata bersembunyi cukup dalam eh. Bahkan adik kesayanganmu meninggal, kau tidak pulang untuk melihat jazadnya.."


Mo Fai hanya tersenyum meremehkan.


"Zhuting meninggal? Khe, menggelikan. Kau dan J*lang itu akan mendapat balasan darinya. Karena, Zhuting tidak meninggal. Tubuh yang kalian lihat hanyalah cangkang kosong.."


Mo Fai kembali melanjutkan ucapannya setelah melihat reaksi mereka semua.


"Apakah kebencian Blue Feather padamu dan nona Gu hingga memperlihatkan bagaimana kau dan nona Gu membunuh Zhuting diperlihatkan pada semua masih belum cukup untuk menjadi bukti? Blue Feather masih utuh dan tentu tidak akan menerima jiwa lain untuk melakukan kontrak dengannya kecuali itu adalah jiwa milik Zhuting.."


Bibir Mo Fai terangkat dengan seringai. Di samping, Niu'er akhirnya mengerti bagaimana bisa Jin Shan menjadi sangat jenius di usia kecilnya.


Mo Gao Zhan mengepalkan tangannya hingga memperlihatkan buku jarinya yang memutih, Gu Haiyun juga sangat pucat setelah mendengar pengakuan Mo Fai.


Jadi, apa yang mereka lakukan untuk menyingkirkan Mo Zhuting hanyalah sia-sia? Sungguh ironis. Ternyata surga memilih untuk memberi kesempatan pada Zhuting untuk membalas dendam pada mereka.


Mo Gao Zhan memandang benci pada Mo Fai yang berdiri di depannya. Mo Fai secara alami mengingatkan dirinya pada hukuman sang ayah padanya.


Dia yang setelah kematian Mo Zhuting akan diberi gelar putra mahkota, telah dicabut oleh ayahnya. Gelar pangeran miliknya bahkan hampir diturunkan menjadi rakyat jelata jika ibunya tidak memohon pada ayahnya..


Sekarang dia mengetahui kebenaran tersebut, dia bertambah membenci Mo Zhuting yang tidak bisa dia singkirkan.


Meskipun ayahnya tidak mencabut gelar pangeran darinya. Ayahnya juga tidak memperdulikan dirinya, bahkan perhatian yang pernah dia dapatkan juga telah hilang.


Pangeran kedua yang berada di kelompok Kekaisaran Xiling hanya memandang Mo Fai dalam diam.

__ADS_1


Bukan karena dia takut jika dia akan dibunuh oleh Jin Shan, tapi kenyataan yang baru dia ketahui beberapa hari sebelum pintu dunia kecil terbuka.


Kenyataan jika dia dan Mo Fai adalah kembar yang sama sekali tidak diketahui Mo Fai ataupun ibu mereka.


Meskipun mereka kembar, tapi wajah mereka tidak seidentik wajah Mu Ye Lu dan Mu Ye Mi.


Selama beberapa hari itu, dia merasa bersalah telah menyiksa saudara kembarnya sendiri. Dalam tatapan Mo Bing, ada penyesalan dan kerinduan ingin memeluk saudara kandung yang tidak dia ketahui.


Niu'er mengernyit ketika melihat semua itu di dalam mata Mo Bing, dia menggelitik telapak tangan Mo Fai menggunakan jari telunjuknya.


Mo Fai menatap Niu'er sejenak.


"Ada apa?"


"Menunduklah sedikit!"


Mo Fai tidak menghiraukan orang-orang kekaisaran Xiling dan menunduk.


"Aku ingin mengobrol dengan saudaramu yang hampir dibunuh oleh Shan'er waktu itu, sepertinya ada yang salah dengannya.."


Mo Fai mengernyit sejenak lalu mengangguk.


Mendapat jawaban, Niu'er bahagia dan langsung mengecup pipi Mo Fai.


Anggota dari Qinglong Akademi terlebih Anggota Black Dragon, hanya memutar bola mata mereka bosan.


Berbeda dengan beberapa dari mereka, anggota Kekaisaran Xiling menatap mereka dengan kemarahan yang jelas terlihat di raut wajah mereka.


Meskipun begitu, hal tersebut tidak diperdulikan oleh Mo Fai dan Niu'er.


Niu'er memandang Mo Bing dengan remeh.


"Hei, kau yang hampir dibunuh Shan'er. Ikuti aku!"


Mo Bing menatap Niu'er sejenak lalu tanpa berbicara, dia mengikuti Niu'er dari belakang meninggalkan kelompok mereka.


Merasa jarak sudah cukup jauh, Niu'er berhenti, Mo Bing Juga berhenti saat melihat Niu'er berhenti.


"Ada apa?"


"Jelaskan semua padaku! Apa arti dari tatapanmu saat menatap Fai?"


Mo Bing membatu, dia tidak percaya jika Niu'er bahkan memperhatikan dirinya sampai sedetail itu.


Mo Bing tersenyum, karena ada seorang gadis yang begitu menyayangi saudaranya hingga begitu protektif.

__ADS_1


Dia mengeluarkan berkas dan batu suara yang merupakan bukti yang dia temukan.


"Semua jawaban ada di sini.."


Lalu memberikan semua bukti itu pada Niu'er. Niu'er menerima dan membaca apa semua yang tertulis di kertas. Selesai membaca isi dari kertas tersebut, dia melanjutkan pada batu suara yang merekam percakapan permaisuri kerajaan Xiling yang sekarang dengan seorang yang misterius.


Mendengar pembicaraan dari batu suara, hal itu sontak membuat Niu'er menjadi marah. Telinganya yang semula panjang dengan perlahan menjadi normal layaknya telinga manusia, matanya yang hitam perlahan berubah menjadi merah dan dia menampakan identitas dirinya yang merupakan seorang demon.


Tentu perubahan Niu'er mengejutkan Mo Bing. Gadis yang awalnya merupakan seorang Elf dengan sangat cepat berubah menjadi demon.


Kemarahan Niu'er bahkan membuat tumbuhan aneh yang berada disekitarnya bertambah besar dan menjalar seolah memuja Niu'er.


"Beraninya mereka melakukan hal itu, aku sendiri yang akan mencincang tubuh wanita j*lang itu.."


Mo Fai yang merasakan kemarahan Niu'er segera menghampirinya dan memeluknya untuk menenangkan Niu'er.


Dia bahkan tidak memperdulikan tumbuhan aneh yang berada di sekitar Niu'er yang seolah memuja Niu'er sebagai ratu mereka.


"Baby, tenang!"


"Aku tidak bisa tenang Fai, mereka sangat tidak memiliki hati hingga memisahkan seorang ibu dari anaknya.."


"Apa maksudmu?"


Niu'er yang dalam penampilan demon miliknya menatap Mo Fai dan Mo Bing, lalu dia memberikan semua bukti pada Mo Fai.


"Lihat sendiri!"


"Tapi, Baby! Bisakah kau tidak menggunakan mode demon milikmu? Kau akan mengejutkan semuanya.."


Niu'er akhirnya sadar dan dengan cepat kembali ke penampilan dirinya yang merupakan seorang Elf.


"Itu baru benar.."


"Maaf.."


Niu'er kemudian melihat tumbuhan aneh yang masih berada di sekitarnya. Dia tersenyum dan berjongkok.


"Ada apa dengan kalian?"


Beberapa tumbuhan aneh kembali menari-nari kemudian berubah menjadi sosok mungil.


"Yang mulia! akhirnya anda datang."


"Hah?" Niu'er tiba-tiba menjadi blank memandang sosok mungil tersebut.

__ADS_1


....


__ADS_2