
Shu'er tidak ragu, dia tahu jika Jun Kaili adalah pria baik yang akan memperlakukannya dengan baik dan lembut.
Meski Jun Kaili merupakan ras demon, itu tidak menjadi masalah besar.
"Ayah! Kapan aku akan memiliki sepasang kaki seperti dirimu?"
Karena tidak ada orang lain di ruangan, Shu'er hanya memanggil Jiang Hao dengan sebutan ayah tanpa embel-embel Kaisar.
"Kau ingin memiliki kaki?"
"Ya, Shu'er ingin melihat daratan tanpa harus ditangkap oleh orang tak bertanggung jawab..."
Jiang Hao tersenyum dan memandang putrinya dengan penuh kasih sayang.
"Ayah akan memberitahu padamu ketika penyerangan Tengkorak merah berhasil digagalkan.."
Meski Jiang Shu sedikit kecewa, tapi dia sangat senang. Sebelum dia menginjak daratan dan bertemu Jun Kaili, dia tidak pernah berpikir untuk memiliki sepasang kaki.
Namun, sekarang dia telah berubah pikiran dan sangat bersemangat untuk memiliki sepasang kaki.
"Sekarang kembali ke kamarmu dan beristirahat! Cedera internal yang kau alami belum sepenuhnya pulih.."
"Ya Ayah.." Jiang Shu segera berenang menuju kamarnya sendiri untuk berisitirahat. Senyum manis tidak pernah hilang dari bibirnya.
Hanya dengan satu kali pandangan, semua langsung dapat menebak jika Putri kerajaan dalam suasana hati yang baik.
Setelah kepergian Jiang Shu, Jiang Hao segera berdiri dari singgasana miliknya. Kakinya juga dengan segera berubah menjadi ekor dengan warna emas.
Ras duyung memiliki berbagai warna ekor, untuk ras duyung bangsawan rata-rata memiliki ekor berwarna Hijau dan biru serta tato kebangsawanan di lengan mereka.
Ekor juga akan secara otomatis berubah menjadi emas, jika duyung tersebut dengan sah mewarisi tahta.
Ekor Jiang Shu sendiri memiliki dua warna yaitu biru dan emas karena dia seorang putri kerajaan.
...
Setelah beberapa hari, Drone milik Jin Lien kembali dan langsung memberikan semua rekaman pada Jin Lien.
Jin Lien melihat hal itu segera tersenyum miring, hanya dengan pasukan yang berjumlah sekian dan mereka berani ingin menyerang kekaisaran duyung, mereka memang sudah gila.
Jin Lien hanya menggeleng melihat hal tersebut. Dongfang Ye ini sengaja mengorbankan orangnya atau memang berniat merebut mutiara kehidupan?
Melihat jumlah yang dikirim, Jin Lien dapat mengatakan dengan pasti jika orang-orang tersebut hanya dikirim sebagai tumbal.
Jika jumlah pasukan hanya segitu, maka pasukan paman Kaisar dapat mengatasi mereka tanpa perlu bantuan.
Namun, Jin Lien tetap harus mengirim informasi tersebut kepada Jin Tian, agar Jin Tian dapat membunuh Jin Hao Li dengan tangannya sendiri.
Jika tak seperti itu, Jin Tian tak akan puas.
__ADS_1
Segera Jin Lien menulis surat dan langsung mengirimnya pada Jin Tian, dia menggunakan Drone miliknya untuk mengirim surat tersebut.
...
Li Yong yang merupakan guru Jin Lien yang sempat dilupakan oleh Jin Lien, saat ini tengah berada diambang pintu untuk memasuki Ranah Reinkarnasi.
Tepat saat dia maju ke ranah Reinkarnasi, Li Yong merasa jika tubuhnya tersedot oleh sesuatu hingga ia seolah melayang.
Dia membuka matanya dan mendapati sosok yang tampak tak jelas, hanya menampilkan seberkas cahaya.
"Apa pilihanmu?"
"Pilihan?"
"Abadi dengan kesendirian atau bereinkarnasi tanpa ingatan?"
Li Yong memandang seberkas cahaya itu dengan senyum tipis.
"Jika boleh, yang kecil ini ingin hidup di dunia modern.."
"Kau yakin?"
"Ya.."
"Masuklah ke pintu berwarna biru, dan kau akan berada di dunia modern!"
"Baik.."
"Ya, Terima kasih.."
Li Yong berbalik dan melihat pintu berwarna biru, dengan perlahan dia melangkah mendekati pintu tersebut.
Ketika dia ingin berbalik, dia teringat pesan untuk tidak berbalik. Li Yong akhirnya memilih untuk terus maju hingga pintu terbuka dengan sendirinya.
Li Yong melangkah masuk, dan tubuhnya langsung seolah tersedot oleh sesuatu yang sangat kuat.
....
Dunia modern pukul 21.00 waktu setempat.
Karena hari telah malam, sudah tidak banyak lagi kendaraan berlalu lalang. Jalan raya yang biasanya ramai pada jam seperti itu, juga telah sepi.
Hingga sebuah pusaran mengeluarkan seorang pria tampan dengan pakaian compang-camping.
Pria itu tidak lain adalah Li Yong yang saat ini tidak sadarkan diri.
Dari jauh, terlihat mobil mewah secara perlahan mendekati lokasi di mana Li Yong tengah pingsan.
Seseorang yang tengah mengemudikan mobil tersebut merupakan seorang gadis cantik yang tengah mengenakan gaun.
__ADS_1
Gaun yang dia kenakan berasal dari merek terkenal, dari pakaian yang dia kenakan, sudah bisa dipastikan jika gadis itu baru saja pulang dari suatu pesta.
Dia mengernyit saat melihat sosok yang tengah berbaring tak sadarkan diri.
Gadis itu menghentikan mobilnya tepat di samping tubuh Li Yong.
Ketika dia turun, dia sangat terkejut mendapati seorang pria tampan dengan pakaian tampak berantakan.
Tidak membuang waktu lebih banyak, dia memapah Li Yong untuk memasuki mobilnya.
Dia kembali mengernyit ketika melihat kertas yang digenggam erat oleh Li Yong, seolah kertas itu adalah kertas berharga.
Setelah memasukkan Li Yong ke dalam mobil, gadis tersebut segera mengemudikan mobil menuju rumah sakit, tapi dalam perjalanan menuju rumah sakit, Li Yong tersadar dari pingsannya.
Dia memandang gadis yang tengah menyetir.
"Uhuk.."
Dengan suara batuk Li Yong, gadis itu kembali menepikan mobilnya. Dia segera memberikan Li Yong air mineral.
"Anda tak apa-apa?"
"Terima kasih, aku sudah baik-baik saja.."
"Sebenarnya apa yang anda alami hingga pingsan di pinggir jalan?"
Li Yong terdiam sejenak, lalu kembali berkata.
"Aku baru saja tiba dari negara A untuk mencari kerabatku, tapi semua barangku dirampok. Aku memutuskan untuk ke kantor polisi dan membuat ini.." seraya menyerahkan kertas yang digenggamnya
"Karena semua hilang, aku tidak tahu harus ke mana dan juga aku tidak mengetahui alamat pasti dari kerabat ku itu, hingga ada sekelompok orang membawaku dan memukuliku hingga aku tak sadarkan diri.."
Gadis itu mengambil kertas yang diberikan Li Yong yang tidak lain adalah surat kehilangan.
Dia merasa iba dengan apa yang dialami oleh Li Yong. Tanpa mengetahui jika apa yang dikatakan Li Yong hanyalah kebohongan yang diajarkan oleh Zheng Jue..
"Untuk malam ini, anda bisa tinggal di kediamanku. Besok aku akan menemani anda untuk mengurus semua kartu identitas dan yang lainnya.."
"Terima kasih. Aku Li Yong, anda bisa memanggilku Li Yong atau Li juga tidak masalah.."
Gadis itu tersenyum dan juga memperkenalkan diri.
"Aku Shen Aining.."
"Ya nona Shen, Terima kasih karena sudah membantuku.."
"Bukan apa-apa.."
Shen Aining kemudian kembali mengemudikan mobilnya menuju kediaman miliknya, karena melihat kondisi Li Yong yang sudah stabil, dia tidak jadi membawa Li Yong ke Rumah sakit.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan, tidak ada yang berbicara. Li Yong tidak tahu apa yang harus mereka bahas, sedangkan Shen Aining merasa bingung dengan pria tampan yang tertimpa sial..
...