Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 98


__ADS_3

"Lalu kita beri mereka nama apa? Siapa juga yang akan menjadi anak pertama?


Di Hong Zhuang menatap 20 anak tersebut.


"Bisakah kau memberikan mereka pakaian, Lien kecil? Kau masih memiliki pakaian sewaktu kau berumur 5 tahun kan?"


"Ya, aku punya banyak.."


Jin Lien mengeluarkan 20 pasang pakaian anak berumur 5 tahun dan memakainya pada 20 anak yang masih berdiri di depan mereka..


"Mommy! Apa ini?"


"Ini namanya pakaian agar menutupi tubuh kalian.."


"Kami mengerti.."


Hong Zhuang sudah memutuskan siapa yang menjadi anak pertama.


"Baik, namamu mulai saat ini adalah Di Zheng Jue dan kau adalah anak pertama kami.."


Anak yang diberikan nama Di Zheng Jue memiringkan kepalanya bingung.


"Apa itu? Apakah itu sejenis makanan?"


Jin Lien dan Hong Zhuang sweatdrop mendengar penuturan polos Jue kecil


"Dengar! Nama adalah sebutan untuk memanggilmu.." Jue kecil masih memiringkan kepalanya


"Aku mengerti, jadi nama adalah cara seseorang dipanggil. Jadi, sekarang namaku adalah Di Zheng Jue.."


"Ya Jue kecil, mulai saat ini, namamu adalah Di Zheng Jue dan kau adalah kakak dari 19 adikmu. Mengerti?"


"Ya, Jue mengerti.."


"Anak baik.."


Di Hong Zhuang selanjutnya menentukan anak kedua dari urutan Jin Lien mengenakan pakaian pada mereka.


Ke-dua adalah anak perempuan dan Hong Zhuang segera memberinya nama Di Zhen Yue. Anak ke-tiga sampai ke-lima semua adalah anak laki-laki. Hong Zhuang memberikan mereka nama Di Zheng Mo, Di Zheng Liu dan Di Zheng Wu. Selanjutnya anak ke-enam sampai anak ke-sepuluh adalah perempuan, Di Hong Zhuang memberikan mereka nama Di Zheng Ling, Di Zheng Wei, Di Zheng Hua, Di Zheng Jiu dan Di Zheng Yao.


Anak ke-sebelas Sampai ke-enam belas adalah laki-laki, jadi Di Hong Zhuang memberikan mereka nama Di Zheng Xuan, Di Zheng Jun, Di Zheng Rui, Di Zheng Hui, Di Zheng Hao, Di Zheng Kun.


Anak ke-17 sampai ke-20 adalah perempuan, Di Hong Zhuang memberikan mereka nama Di Zheng Xia, Di Zheng Lei, Di Zheng Ruan, dan yang terakhir adalah Di Zheng Qing.


Memikirkan 20 nama dalam waktu singkat membuat Di Hong Zhuang pusing.


Dia senang memiliki anak-anak, tapi dengan 20 anak sekaligus, dia juga pusing memikirkan nama mereka. Dia mampu untuk memberi mereka makan, tapi apakah dia mampu menjadi seorang ayah yang baik untuk 20 anak tersebut.


Di Hong Zhuang memandang Jin Lien yang telah selesai memakaikan pakaian pada semua anak angkat mereka.


"Kalian lapar?"

__ADS_1


"Ya.."


"Kalau begitu ayo! Mommy masak buat kalian.."


"Yeiii.."


Sorak mereka semua barengan. Sedangkan Di Hong Zhuang terkekeh pelan.


Mereka semua menuju dapur, Di Zheng Jue dan 19 adiknya segera mengambil tempat duduk.


Jin Lien sendiri mengeluarkan bahan makanan dari dimensi lotus dan mulai mengolah mereka.


Memasak menggunakan kompor listrik telah lama dia rindukan.


Ada banyak makanan yang dia masak. Maklum anak 20 kalau masak sedikit tidak akan cukup.


Di Hong Zhuang tentu tidak hanya melihat saja, tapi dia juga ikut membantu Jin Lien memasak.


Zheng Yue dan Zheng Jiu yang penasaran, mereka segera mendekat dan memerhatikan Jin Lien memasak.


Mereka seolah merekam semua apa yang dilakukan Jin Lien dalam benak mereka.


"Kalian duduk saja ya!"


"No Daddy, kami ingin melihat cara Mommy memasak.."


"Baiklah! Kalian boleh melihat, tapi hati-hati.."


Jin Lien dengan telaten memasak makanan, dia kadang tersenyum memperhatikan 20 anak yang dia angkat.


Dia tidak pernah menyangka jika dirinya akan dipanggil mommy di usianya yang masih 15 tahun.


Tanpa sadar Jin Lien tersenyum lembut memandang ke-20 anak tersebut.


Hingga 1 jam akhirnya Jin Lien berhasil menyelesaikan masakannya.


Dia hanya membuat nasi dengan sayur sup saja. Karena anak-anaknya baru pertama kali makan setelah ribuan tahun berada di dalam tabung.


"Nah sudah selesai. Yue dan Jiu kembali ke tempat ya sayang!"


"Oke mommy.."


Segera Zheng Yue dan Zheng Jiu kembali ke kursi mereka dan menunggu Jin Lien membagikan makanan untuk mereka


Di Hong Zhuang tentu membantu Lien membagikan makanan pada anak-anak mereka.


"Kalian makan dulu ya! Mommy ingin ke ruangan pusat kendali dulu.."


"Baik.."


....

__ADS_1


Di sisi lain,


Jin Shan, Cao Jiang, Cao Xing, Dark Eagle dan Blood Eagle tengah menghadapai 2 robot berbentuk Harimau dan kadal, satu lagi adalah robot raksasa.


Pertarungan mereka sudah terjadi selama 2 jam tanpa henti, segala serangan dikeluarkan oleh Jin Shan dan yang lainnya, tapi mereka belum bisa menjatuhkan ketiga robot di depan mereka.


"Andai kita memiliki senjata seperti yang Er Jie gunakan tadi, kita pasti bisa menghancurkan mereka.."


Mereka tidak tahu lagi serangan seperti apa yang bisa menghancurkan 3 robot di depan mereka ini, mereka bahkan telah menggunakan serangan es dan Api untuk membuat robot-robot di depan mereka rusak. Namun, serangan tersebut tidak berhasil, memang serangan tersebut sedikit memperlambat gerakan robot, tapi tidak mampu menghancurkan robot-robot tersebut.


"Jangan mengeluh, ayo terus berusaha! Mungkin kita akan menemukan kelemahan dari robot-robot ini.."


"Baik Jiang Ge.."


Mereka segera melanjutkan pertarungan mereka, tapi mereka masih tidak mampu untuk menjatuhkan robot-robot tersebut..


Sudah hampir 3 jam mereka bertarung, namun mereka masih tidak menemukan kelemahan robot-robot tersebut.


Jin Shan dan yang lainnya telah kehabisan stamina, mereka merasa tak sanggup lagi untuk melanjutkan pertarungan.


Robot raksasa dari 3 robot tersebut telah menyiapkan serangan penghabisan untuk menyerang Jin Shan dan yang lainnya.


Jin Shan, yang masih tidak ingin menyerah, mengeluarkan Blue Feather dan Ingin memainkannya.


Bersamaan dengan itu, serangan robot raksasa juga telah siap diluncurkan.


Swuuuussssh


Boooooooom


Dhuaaaaaar.


...


Tengkorak merah juga tengah disibukan oleh robot-robot yang menghalangi mereka, namun robot yang mereka hadapi tidak sesulit robot yang di hadapi Jin Shan dan yang lainnya.


Meski mereka bertarung sengit, tapi mereka masih bisa menghancurkan robot-robot yang menghalangi mereka.


Mereka terduduk lemas setelah berhasil mengalahkan beberapa robot yang menghalangi mereka.


Chu Hua yang telah mengeluarkan banyak Qi saat pertarungan bersama para robot. Dia merasa jika tubuhnya tidak bisa lagi menanggung beban.


Dia membuka topeng perunggu miliknya dan tentu itu mengagetkan tengkorak merah yang lainnya.


Bagaimana tidak, Chu Hua memiliki wajah pucat dengan darah yang keluar dari hidungnya.


Kelopak mata hitam layaknya panda membuat semua anggota Tengkorak merah terkejut.


"Uhuk.."


Chu Hua terbatuk-batuk hingga mengeluarkan darah hitam dari mulutnya dan lagi-lagi mengejutkan semua anggota Tengkorak merah.

__ADS_1


....


__ADS_2