
Markas Tengkorak Merah.
Bangau kertas terus mengikuti Dongfang Ye tanpa ketahuan hingga Dongfang Ye berhenti di depan pintu hitam.
Ketika Dongfang Ye membuka pintu dan berjalan masuk, dia segera mengikuti sebelum pintu tertutup dan mencari sudut terpencil agar tidak ditemukan oleh Dongfang Ye.
Dongfang Ye menatap ke arah pohon hitam yang masih menutup matanya.
"Ayah!"
Pohon hitam yang tengah menutup mata, kini menatao Dongfang Ye dengan dingin.
"Ada apa?"
"5 hari dari sekarang, aku akan membawa pasukan utama dan menyerang Kekaisaran Xiling, meninggalkan dirimu dengan beberapa pasukan terkuat untuk menjagamu, apa itu tidak masalah?"
Pohon hitam itu terdiam sejenak seolah berpikir.
"Tidak masalah, hal yang paling penting adalah sesuatu yang berada di balik tahta. Hal itu dapat membantuku menyatu kembali dengan tubuhku."
"Baik."
"Kali ini jangan gagal! Jika kita gagal kali ini, maka kita akan hancur dan tidak memiliki kesempatan lain."
"Ya, putramu patuh."
"Pergilah!"
Bangau kertas dengan cepat mengikuti Dongfang Ye tanpa menunda.
....
Istana Naga di mana Tang Tang berada.
Ketika bangau kertas mengikuti Dongfang Ye memasuki ruangan terbuka di mana pohon hitam berada, seluruh tubuh tegang dan kaku.
Dia melihat jika pohon hitam itu tidak biasa dan mungkin di sanalah jiwa orang-orang tertentu berakhir.
Menunggu beberapa saat lagi untuk mendapatkan informasi terakhir, Tang Tang berusaha menenangkan jantungnya yang berdetak kencang.
Tidak bisa dipungkiri, jika aura kematian yang dipancarkan oleh pohon hitam itu sangat pekat dan membuatnya berkeringat dingin.
Meski dia hanya mengawasi melalui bangau kertas, tapi itu sangat menakutkan.
__ADS_1
Hingga beberapa saat, bibir Tang Tang elengkung membentuk senyum yang dipenuhi rasa teror bagi siapa saja yang memandang.
Dia segera mengambil posisi untuk mengirim kabar dengan Cepat.
"Bos, di markas Tengkorak merah, aku melihat pohon hitam aneh yang memiliki wajah, Dongfang Ye menyebutnya ayah dan berbicara tentang sesuatu yang dapat membantu wajah itu menyatu dengan tubuh aslinya ada di balik tahta kaisar. Aku menduga jika pohon itu yang menyerap jiwa tertentu untuk dikumpulkan. Juga bos, Dongfang Ye akan menyerang Kekaisaran Xiling dalam lima hari dengan 8.000 anggota utama tengkorak merah dan hanya menyisahkan beberapa saja di markas untuk menjaga agar tidak terjadi sesuatu pada pohon hitam. Jika untuk sekutu Dongfang Yuan, anda bisa bertanya pada Mo Bersaudara. Bos, aku juga akan bersiap bersama empat saudara yang lainnya, kami menunggu Anda."
Setelah mengirim informasi, Tang Tang keluar dari kamarnya diikuti oleh beberapa pengawal bayangan yang selalu setia pada Kaisar.
Dia berjalan menuju Ruang kerja miliknya dan memerintahkan Kasim yang selalu melayaninya untuk memanggil pangeran dan putri yang merupakan samaran dari empat anggota Dark Eagle lainnya.
...
Di sisi lain, Dongfang Yuan mengadakan pertemuan dengan beberapa tetua yang berada di pihaknya.
"Yang mulia, bagaiamana itu?"
"Rencana kita akan dilakukan lima hari kemudian. Siapkan pasukan kalian untuk menyerang istana!"
Mendengar apa yang dikatakan Dongfang Yuan, mereka semua menyeringai.
Para tetua ini sudah lama tidak puas dengan kaisar Sekarang selain pangeran pertama yang lemah dan tidak bisa mengolah, ada juga pangeran yang lebih suka menghabiskan uang untuk bersenang-senang.
"Baik. Lima hari lagi kita akan bertemu."
"Orang-orang bodoh. Setelah berhasil merebut tahta, aku hanya akan mengambil jiwa kalian untuk diberikan pada ayah."
....
Begitu Jin Lien mendapat kabar dari Tang Tang, seringainya semakin melebar.
Semua yang berada di Aula telah menunggu 3 jam hingga mereka melihat senyum kejam Jin Lien melengkung dengan pesona jahat tak tertandingi seolah akan membunuh siapa saja yang menghalangi dirinya.
Hong Zhuang juga tersenyum, tebakannya jika Jin Lien telah mendapatkan kabar.
Niu'er juga tersenyum, bahkan dia telah memakai identitas dirinya sebagai seorang demon. Di sampingnya ada Mo Fai yang selalu memandang dirinya dengan cahaya memanjakan.
"Bagaimana itu Lien kecil?"
Jin Lien menatap mereka semua dengan jahil dan senyum menggoda membuat siapa saja menelan ludah dengan susah payah.
"Mereka akan bergerak dalam lima hari, Dongfang Ye membawa semua pasukan sebanyak delapan ribu. Dia juga hanya menyisahkan sedikit saja untuk menjaga sesuatu di markas mereka."
"Sesuatu?"
__ADS_1
Jun Kaili segera menyuarakan apa itu sesuatu yang disebutkan oleh Jin Lien.
"Itu pohon hitam legam di mana jiwa yang lepas dari tubuh para anggota Tengkorak merah tersedot dan beberapa Jiwa yang diberikan langsung oleh Dongfang Ye."
Segera mereka menghirup udara dingin. Mereka tidak pernah berpikir jika ada sesuatu yang begitu menyeramkan.
Tengkorak merah benar-benar tidak bisa tinggal. Mereka harus di hancurkan hingga akar-akarnya.
"Jadi apa strategi mu?"
"Ayah Tahan, tidak perlu terburu-buru. Aku akan memikirkan strategi yang cocok untuk menangani mereka. Selama Tang Tang dan yang lainnya masih di sana, kita bisa tenang."
Jin Lien terdiam tanpa perubahan expresi di wajahnya, namun Hong Zhuang dan dua puluh bocah tertentu tahu jika otak Jin Lien mulai memikirkan strategi yang cocok.
Dua puluh bocah tertentu terus menatap Jin Lien dengan Bintang di mata mereka, selalu mereka melihat seorang dewi.
Jin Lien melambai hingga papan putih besar keluar dari dimensi lotus.
Di tangannya ada spidol hitam dan dia mulai menulis strategi di papan.
Setelah dia selesai menulis, dia berbalik dan menatap seisi ruangan.
"Mo Feng dan paman Jun, kalian akan membawa pasukan kalian untuk menghadang pasukan tengkorak merah." Ujar Jin Lien sambil menunjuk salah satu titik yang kira-kira akan dilalui oleh tengkorak merah.
"Jiejie, bibi, dan kakak ipar juga akan mengikuti kelompok Mo Feng dan kalian yang akan menangani Dongfang Ye."
"Tidak masalah."
"Kakak Bing, kakak Yao, Shanshan, dan ayah akan menyusup ke dalam istana bersama 15 orang Dark Eagle."
"Blood Eagle dan Skull Eagle berbaur dengan masalah dan kerahkan mereka tanpa mereka sadari di tempat yang cukup aman, perhatikan juga jangan sampai ada mata-mata."
Pandangan Jin Lien langsung menatap dua puluh anaknya dengan serius.
"Apa kalian ingin ikut?"
"Ya." Mereka menjawab dengan tegas.
"Baik, lima dari kalian akan mengikuti Mo Feng, sepuluh dari kalian akan mengikuti Blood Eagle dan skull Eagle untuk bercampur dengan rakyat dan sisanya akan mengikutiku ke markas Tengkorak merah. Setelah ini, kalian diskusikan bagian kalian!"
"Ya."
Jin Lien kemudian memandang beberapa orang yang belum mendapat tugas.
__ADS_1
"Aku, Hong Zhuang, Ye Mi dan Ye Lu serta Ye Chen akan pergi ke markas Tengkorak merah. Sisanya tetap di kediaman untuk berjaga-jaga."