
Gadis itu sangat marah dan ingin mencabik-cabik Jin Lien, tapi dia tahu harus menekan kemarahannya untuk saat ini.
Di sisi lain Di Hong Zhuang memiliki senyum lembut di bibirnya yang masih memandang Jin Lien.
"Lien kecil, aku akhirnya menemukanmu.."
Deg
Jantung Jin Lien berdebar kencang saat mendengar suara yang sangat dia kenali berasal dari depannya.
Dia mengangkat kepalanya dan tatapan keduanya bertemu. Untuk sesaat, keduanya saling menatap. Siapapun yang melihat tatapan kedua sosok tersebut, mereka akan segera tahu jika di dalam tatapan keduanya tersimpan kerinduan yang besar.
Jin Lien bahkan melempar Xi Mo ke arah Mu Ye Ran tanpa sadar, yang membuat Xi Mo menatap sedih hingga dirinya di hibur oleh Mu Ye Ran.
Jin Lien tersenyum kecil. Siapapun yang melihat senyumnya kembali berpikir, apakah gadis yang memberikan tatapan membunuh itu benar-benar gadis yang saat ini tengah tersenyum?
Jin Lien tidak menyadari situasi disekelilingnya. Ketika dia berdiri, dia langsung melempar dirinya ke dalam pelukan Di Hong Zhuang.
Karena Di Hong Zhuang yang mendatanginya, dia tidak lagi ragu untuk memeluk pemuda yang telah lama dia rindukan.
"Zhuang, kau akhirnya datang.."
"Ya, aku datang untukmu Lien kecil.."
Keduanya masih berpelukan untuk melepas rindu mereka yang telah lama menumpuk di hati mereka.
Jin Lien tersenyum lebar, dia tidak pernah menyangka jika hanya dengan bertemu, itu membuat perasaannya sedikit lega.
__ADS_1
Di Hong Zhuang juga tidak ragu mendaratkan kecupan singkat di kening Jin Lien.
"Zhuang, kenapa aromamu begitu manis?"
Di Hong Zhuang mematung di tempatnya. Dia juga sebenarnya telah mencium aroma tubuh Jin Lien yang sangat harum dan membuat dia ingin mengecap darah gadisnya itu, tapi dia berusaha menahan agar tidak menyakiti Jin Lien.
Ketika mendengar Jin Lien mengatakan jika aromanya sangat manis, dia membeku di tempatnya. Dia kemudian menatap Jin Lien dengan serius. Tanpa keduanya sadari, Xiao Yi dan Roh penjaga yang menjaga liontin Di Hong Zhuang telah membekukan waktu.
Semakin keduanya saling menatap, aroma mereka membuat pasangan mereka semakin tidak bisa menahan rasa haus itu.
Mata Jin Lien perlahan berubah menjadi merah dengan pupil vertikal dan secara alami pupil hitam vertikal itu perlahan meluas dan menutupi warna mata lainnya. Taring milik Jin Lien bahkan telah memanjang dan menghiasi sela bibirnya.
Jin Lien tanpa sadar menutup mata dan menghirup dalam aroma milik Di Hong Zhuang. Sungguh, aromanya terlalu manis seolah itu menjadi candu untuknya.
Perubahan Jin Lien juga merupakan akibat dari liontin yang dipakainya. Sebenarnya, liontin tersebut tidak di tujukan untuk dipakai oleh manusia. Jika manusia memakainya, bisa di pastikan jika dia kehilangan nyawanya detik itu juga saat liontin mengakuinya sebagai pemilik.
Di Hong Zhuang tentu sangat terkejut dengan perubahan Jin Lien. Dia tersenyum lembut dan juga memilih menggunakan wujud Vampirnya.
Dia juga menghirup aroma Jin Lien yang begitu harum yang bahkan hampir membuatnya gila. Aroma Jin Lien sudah pasti adalah candu bagi Di Hong Zhuang.
Di Hong Zhuang tersenyum lembut dan membelai pipi Jin Lien. Dia bahkan membuka topeng yang di pakai Jin Lien. Ketika topeng itu terbuka, Di Hong Zhuang tidak bisa tidak mengagumi kecantikan yang dimiliki Jin Lien. Ternyata adik kecilnya yang saat ini merupakan kekasihnya tumbuh menjadi gadis cantik yang bahkan tidak ada yang dapat menyaingi kecantikan itu.
"Lien kecil, aromamu membuatku hampir gila.." Jin Lien segera menatap Di Hong Zhuang. Dia agak terkejut mendapati penampilan Di Hong Zhuang, tapi dia dengan cepat tenang.
Dia kemudian sadar jika berada di area arena. Ketika keduanya melihat sekeliling, mereka kembali terkejut saat mendapati semua orang tidak bergerak atau dengan kata lain waktu telah membeku hanya untuk mereka berdua.
Tidak membuang kesempatan, Di Hong Zhuang mulai mengecup kening Jin Lien dan itu beralih pada kedua pipi dan mata serta hidung. Setiap kecupan yang di daratan Di Hong Zhuang sangat lembut dan tentunya penuh cinta untuk Jin Lien.
__ADS_1
Ketika akan mencapai bibir, Di Hong Zhuang berhenti dan mendapati Jin Lien yang telah memerah karena merasa malu.
"Aku tidak pernah bermimpi untuk menjadi priamu. Aku entah mengapa sudah mulai menyukaimu saat kau meletakkan bidak itu untuk pertama kalinya. Aku selalu mengatakan pada diriku sendiri jika aku tidak layak untukmu karena usia kita terpaut sangat jauh. Kau masih berusia 3 tahun saat itu dan aku berusia 18 tahun. Saat aku berpikir ketika kau menjadi gadis remaja, aku bahkan telah menjadi paman yang mungkin akan memiliki keriput. Aku bahkan selalu berusaha menekan rasa cemburuku saat kau memilih untuk berada di pangkuan Xioa An atau Xiao Zhan dan bahkan saat berada di gendongan Zhao Zhi Kun. Aku tidak berdaya dan memilih untuk tidak mengutarakan dan tetap berusaha terlihat biasa. Namun, ketika aku menemukan pernyataan mu di surat yang kau tinggalkan ketika ingin pergi membunuh 5000 prajurit, aku senang karena perasaanku terbalas. Ketika kau akan pergi saat itu, aku takut jika tidak bisa bertemu denganmu lagi, tapi siapa yang menyangka jika liontin yang aku berikan untukmu malah mengikatmu padaku. Tentu liontin tersebut merupakan identitasmu sebagai seorang ratu dari Kekaisaran Vampir. Ketika aku mengetahui kebenaran itu, aku memiliki harapan lebih besar untuk bersamamu dan menjadikanmu milikku seutuhnya.."
Jin Lien tidak pernah berpikir jika pemuda di depannya ini telah menyukainya saat pertama mereka bertemu. Dia juga sempat berpikir jika hubungan mereka tidak akan berhasil, tapi siapa yang menduga jika takdir menginginkan keduanya bersatu.
Jin Lien belum sempat merespon saat bibir Di Hong Zhuang telah mengunci bibirnya. Meski dia sangat sering menikmati BF untuk dirinya sendiri, dia bahkan tidak pernah berciuman ketika di kehidupan pertamanya.
Mengikuti apa yang pernah dia tonton, dia mulai menutup mata dan mengikuti ciuman lembut Di Hong Zhuang.
Dia tidak lagi pasif dan membalas, lidah keduanya bahkan telah terjalin, semakin dalam ciuman keduanya, semakin kuat aroma yang mereka keluarkan. Ciuman lembut keduanya tidak seperti ciuman normal dari ras manusia.
Baik Jin Lien atau Di Hong Zhuang, keduanya tidak lagi bisa menahan. Keduanya melepas ciuman mereka dan Di Hong Zhuang secara alami mengalihkan pandangannya ke leher Jin Lien yang putih bersih itu. Tatapan sayu Jin Lien bahkan telah membangkitkan gairahnya.
Jin Lien juga sama, dia tidak menunggu lama dan langsung berjinjit.
Craaaasss
Akhirnya Jin Lien lebih dulu menancapkan kedua taringnya ke leher Di Hong Zhuang. Ketika darah Di Hong Zhuang mengalir ke mulutnya, dia sangat gembira karena rasa manis yang di kecapnya.
Di Hong Zhuang mengernyit saat taring Jin Lien menembus kulit lehernya, merasa tak lagi bisa menahan lebih lama, dia juga mulai menunduk dan menggigil leher Jin Lien.
Di Hong Zhuang terdiam saat darah Jin Lien mengalir masuk ke mulutnya, ketika taring Di Hong Zhuang menembus kulit Jin Lien, Jin Lien tidak memiliki reaksi apapun dan masih terlarut dalam meminum darah Di Hong Zhuang.
Dia seolah mendapat banyak energi dan rasa haus akan darah akhirnya terpecahkan. Perlahan tato muncul di antara alis keduanya yang menandakan jika mereka telah menandai milik mereka.
....
__ADS_1
Dukung Aska dengan Like'dan Vote karya ini ya.