
Di Hong Zhuang telah menerima buku dari Jin Lien yang dititipkan pada Jun Kaili.
Dia membuka buku tersebut hingga dia mematung di tempatnya, di halaman pertama buku tersebut, Di Hong Zhuang bisa melihat pesan yang ditulis Jin Lien dalam tulisan abjad dan bahasa Inggris.
Di Hong Zhuang tentu bisa membaca tulisan tersebut, dia pernah meminta Jin Lien untuk mengajarinya saat mereka masih di daratan Lijing.
"Jadi, mereka berniat menyerang ras duyung hee. Kita lihat, apakah mereka memiliki kemampuan itu.."
Di Hong Zhuang kembali membalik halaman, kali ini bukan pesan yang ditinggalkan Jin Lien, tapi halaman tersebut berisi teknik elemen. Dia terus membalik, dan dia hanya menemukan beberapa teknik saja..
Setelah melihat semua isi buku tersebut, Di Hong Zhuang menyeringai.
"Kau terlalu cerdik Lien kecil, andai kau tidak memberiku ramuan itu, belum tentu aku mengetahui maksud dari pesan sebenarnya yang ingin kau sampaikan.."
Di Hong Zhuang berdiri dari posisinya dan langsung menghilang dari tempatnya berdiri. Tujuannya adalah Istana Kekaisaran Vampir.
Di Istana Vampir, Di Hong Zhuang muncul dan langsung disambut dengan penjaga istana dan pelayan.
"Selamat datang kembali yang mulia.."
Di Hong Zhuang hanya mengangguk untuk menanggapi.
"Panggilkan aku tetua Ye!"
"Baik Yang Mulia.."
Segera penjaga itu pergi untuk memanggil penatua Ye yang tidak lain adalah Ye Han Hui.
Tepat ketika Di Hong Zhuang sampai di ruang kerjanya, Ye Han Hui Juga tiba.
"Ada apa Zhuang'er?"
"Ayah! Bagaimana keadaan kakek?"
"Kakekmu masih berkultivasi, mengembalikan tubuhnya seperti semula tidaklah gampang Zhuang.."
Di Hong Zhuang mengangguk dan memandang serius pada Ye Han Hui.
"Ayah! Aku telah bertemu Lien kecil.."
"Benarkah?"
"Ya, dia dan Niu'er tumbuh menjadi gadis cantik. Niu'er juga telah memiliki kekasihnya sendiri.."
"Itu bagus. Lalu, kenapa kau datang kemari? Bukankah kau harus belajar di akademi?"
"Aku ada sesuatu yang penting. Ayah! Tolong perintahkan pada orang-orang kepercayaanmu untuk memanen semua Scorpion Smoke Grass! Lien kecil membutuhkannya untuk sesuatu yang penting.."
"Semua? Kau tahu betapa banyaknya tumbuhan itu di sini. Tentu akan membutuhkan waktu untuk memanen semuanya.."
"Jika tidak bisa semuanya, panen sebanyak apapun yang mereka bisa.."
"Baiklah Nak, kau tunggulah sebentar! Aku akan menyuruh mereka untuk memanen sebanyak mungkin Scorpion Smoke Grass untuk Lien kecil.."
__ADS_1
"Ya ayah.."
Setelah kepergian Ye Han Hui, Di Zhong Zhuang menyeringai dingin.
"Ingin membunuh semua peserta yang memasuki dunia kecil? Hohohoho tidak akan semudah itu.."
"Keluarga Chu, nikmati sisa hari damai kalian sebelum datang hari aku menghancurkan kalian!"
Sangat cepat, Ye Han Hui telah kembali. Dia memberikan satu cincin penyimpanan pada Di Hong Zhuang.
"Zhuang'er, mereka hanya bisa memanen seperempat saja. Untuk sementara berikan ini pada Lien kecil! Jika masih kurang, kau datanglah lagi.."
"Baik.."
Di Hong Zhuang mengambil cincin tersebut dan mengucapkan selamat tinggal pada Ye Han Hui.
Setelah mendapatkan yang dia perlukan dia segera kembali ke Akademi.
...
Pria yang mengetahui betul latar belakang dibuatnya konten yang diunggah oleh akun YouTube Dua Jiwa, tengah menatap layar laptop miliknya.
Bukan hanya berasal dari dunia tersebut, tapi juga dia dulu merupakan bagian dari Qinglong Akademi. Jadi, dia sangat mengenali tempat itu.
"Ternyata Qinglong Akademi tidak berubah.."
Dia bergerak dan memutuskan untuk menghubungi Dua Jiwa melalu pesan pribadi.
*Halo! Aku sangat tertarik dengan konten pertama kalian. Sekarang di sini tengah dihebohkan dengan konten kalian. Banyak yang mengatakan jika teknologi yang kalian pakai pasti sangat canggih. Ada pula yang mengatakan jika konten kalian asli, tapi mereka merasa jika itu di luar logika. Aku sendiri dapat dengan pasti mengatakan jika konten yang kalian buat memang adalah asli tanpa editan. Aku tidak tahu, bagaimana cara kalian sampai terhubung ke dunia modern, tapi aku ingin kalian tidak akan berhenti membuat konten agar kerinduanku pada dunia itu bisa terobati. Hidup di dunia modern juga tidak buruk. Setidaknya di sini kehidupan manusia masih berharga, tidak seperti di sana yang setiap hari harus salinge membunuh hanya karena ego semata..*
Dia langsung mengirimnya. Melihat jika pesannya terkirim, pria itu tersenyum seraya memainkan air yang tengah melayang di telapak tangan kanannya.
"Tidak ada yang pernah mengira jika mereka yang berada di ranah Reinkarnasi bisa memilih pilihan ketiga selain dua pilihan lainnya. Aku cukup beruntung karena mengetahui rahasia tersebut sebelum aku mencapai Ranah Reinkarnasi..."
....
Jin Lien yang sibuk bermain game di smartphone miliknya harus berhenti ketika suara Jin Gaoqi terdengar di luar kamarnya.
"Ya bibi, sebentar.."
"Lien'er, ada sesuatu yang penting!"
"Aunty, bisakah kau tidak seheboh itu.."
Pletak..
"Kau bisa heboh, sedangkan aku kenapa tidak boleh.."
Jin Lien mengusap kepalanya yang dijitak oleh Jin Gaoqi.
"Masuk dulu!"
Ketika mereka masuk, Jin Gaoqi langsung membuka laptop yang mereka pakai tadi.
__ADS_1
Laptop tersebut memang tidak dibawa oleh Jon Lien dan meninggalkannya pada Jin Gaoqi.
"Aunty ada apa?"
"Diam dulu!"
Jin Gaoqi membuka akun mereka dan memperlihatkan pesan yang tertulis di sana. Lalu, memperlihatkannya pada Jin Lien.
Raut wajah Jin Lien sangat serius, dia kemudian memandang Jin Gaoqi.
"Bibi, berarti apa yang dikatakan oleh Alex dan Timi adalah kebenaran. Kita bisa kembali ke dunia modern jika telah mencapai ranah Reinkarnasi.."
"Tentu, tapi kita memiliki banyak orang yang kita cintai di dunia ini.."
"Aku punya solusi tentang itu, yang perlu kita lakukan saat ini hanya berlatih lebih giat lagi.."
"Ya. Kalau begitu, aku akan menyimpan laptop ini padamu. Aku akan kembali ke kamarku.."
"Oke.."
Ketika Jin Gaoqi pergi, Jin Lien kembali menerima notifikasi.
Dia membuka pesan tersebut dan membacanya.
Setiap kata dari pesan tersebut membuat Jin Lien memiliki banyak expresi.
*Oke, aku dan Aunty akan membuat konten lain. Mungkin saat dunia kecil terbuka. Karena saat ini kami lagi fokus untuk berlatih..*
Jin Lien langsung mengirim pesan yang dia ketik dan menutup laptopnya.
....
Pria tersebut telah kembali menerima balasan dari Jin Lien langsung membuka dan membacanya.
"Dunia kecil? Jadi, dunia kecil akan terbuka lagi. Mungkin aku bisa membantu mereka sedikit.."
Segera pria itu menggambar peta dunia kecil di laptop miliknya. Segala sesuatu di dalam dunia kecil masih tersimpan dengan jelas di kepalanya.
Dia mengambarkannya dengan detail untuk setiap bagian dan sudut. Mulai dari gunung hingga sungai dan goa serta tempat aman untuk bermalam jika malam tiba.
Semua letak lokasi di peta itu tentang seluk beluk dunia kecil sangat jelas. Hingga pria itu berhenti.
"Apakah aku harus menggambarkan lokasi Air Roh Surgawi?"
Setelah lama berpikir, dia akhirnya memutuskan untuk menggambarkan juga lokasi Air Roh Surgawi. Dia tersenyum lembut dan kemudian menambahkan satu lokasi lagi yang tidak jauh dari Air Roh Surgawi
Begitu dia selesai menggambar peta, dia segera mengirimnya pada Jin Lien. Setelah pesan terkirim, dia menutup laptopnya dan bersiap untuk pulang.
Seorang wanita cantik muncul dari balik pintu dan menggandeng lengan pria itu.
"Ayo! Anak-anak telah menunggu di mobil. Mereka menunggumu menepati janjimu pada mereka.."
"Baiklah Cloe, aku juga sudah siap untuk pergi bersama mereka.."
__ADS_1
.....
Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya terimakasih.