Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 96


__ADS_3

Jin Lien yang masih berada di pundak Di Hong Zhuang, menaruh Bazoka di pundaknya sendiri.


"Hubby, berikan handycam milikku pada bibi. Biarkan dia merekam aksiku.."


"Baik Lien kecil.."


"Kuatkan pertahanan kakimu Hubby.."


"Tentu.."


Setelah Handycam berada di tangan Jin Gaoqi, Jin Gaoqi langsung merekam Jin Lien yang telah memegang Bazoka.


"Siap Hubby?"


"Dari tadi.."


"Baik.." Semua memandang aneh pada Jin Lien dan tentu pada senjata yang dipegang Jin Lien.


Segera Jin Lien membidik robot tersebut.


Swussshh


Booooom


Dhuaaaaaar


Begitu peluru Bazoka tertembak, Di Hong Zhuang nyaris goyah, tapi dia dengan cepat menstabilkan posisinya.


Suara ledakan dari tembakan bazoka tentu langsung menghancurkan robot tersebut menjadi berkeping-keping.


Hal tersebut juga mengejutkan semua orang yang masih berada di sana.


"Hahahahaha, hancurlah kau robot pengganggu.."


Mereka semua memandang Jin Lien layaknya monster yang entah muncul dari belahan dunia mana.


Tengkorak merah yang menyaksikan hal tersebut menjadi ragu, apakah mereka sanggup membunuh Jin Lien yang bahkan bisa menghancurkan monster yang tak dikenal tersebut.


Jin Lien langsung memberitahu pada kompoknya dan kelompok Jin Shan serta orang-orang yang dia sayangi melalu telepati.


"Jika kalian bertemu sosok seperti itu, apapun bentuk mereka, jika mereka menyerang, kalian cukup membekukan mereka lalu memanaskan mereka. Aku jamin, mereka akan segera hancur dan rusak.."


Mereka yang mendengar pesan Jin Lien segera mengangguk. Dia memberikan bazoka tersebut pada Jin Gaoqi.


"Bibi! Kau bawa ini!"


"Oke, ini handycam milikmu.."


"Ya, kalau begitu aku dan Hubby akan pergi lebih dulu."


"Hati-hati.."


Segera mereka berdua pergi dan yang lainnya juga mulai meninggalkan lokasi tersebut.


...


Sepanjang perjalanan menuju lokasi Air Roh Surgawi, mereka selalu bertemu robot yang memiliki bentuk aneh.


Tentunya pertarungan tidak bisa di hindari. Bertempur beberapa kali, Jin Lien dan Di Hong Zhuang mulai memilih rute aman untuk mencapai lokasi Danau Ari roh surgawi.


Sepanjang perjalanan, mereka banyak menemui mesin-mesin yang telah hancur. Jin Lien merekam sekitar hingga dia berhenti pada satu objek.


"Hubby, coba kita ke sana."

__ADS_1


"Oke.."


Ketika sampai, Jin Lien melihat bedanya tersebut yang merupakan benda mirip Drone.


"Ini Drone? Tapi dia sepertinya kehabisan daya.."


[Host letakan wadahku di atas Drone tersebut.]


Jin Lien tanpa basa-basi langsung mengeluarkan smartphone dan meletakkan di atas Drone.


Segera energi Alex tersalur pada drone tersebut dan dia kembali berfungsi.


"DN-195-10 siap menerima perintah.."


Suara DN-195-10 serak dan agak terputus. Di Hong Zhuang terkejut karena benda aneh tersebut bisa berbicara.


Mendengar jika DN-195-10 siap menerima perintah, Jin Lien tersenyum lebar.


"Apakah kau dilengkapi dengan fitur kamera?"


"Ya.."


"Kalau begitu pergi rekam semua kejadian yang terjadi di dunia kecil ini!"


"Siap tuan!"


"Sebelum kau pergi, apakah setelah pintu dunia kecil kembali tertutup, aku bisa membawamu?"


"Ya tuan.."


"Oke, pergilah rekam semua kejadian yang terjadi di dunia kecil ini!"


"Oke tuan.."


"Hubby bingung?"


Di Hong Zhuang terkekeh pelan dan mengangguk.


"Nanti aku akan jelaskan."


"Aku tunggu Lien kecil!"


Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Danau air roh surgawi.


"Dunia kecil ini meski aneh, tapi dipenuhi oleh Qi spiritual padat.."


"Ya aku juga heran. Memang kita tidak bisa berpikir jika dunia hanya selebar daun kelor.."


"Daun kelor? Apa itu?"


"Itu sejenis sayur yang memiliki daun kecil hanya ada di daerah tropis.."


"Aku mengerti.."


Mereka terus berjalan berdampingan hingga tanpa sadar mereka telah berdiri di depan danau yang tenang dan jernih.


Jin Lien mengingat rute peta dan lokasi mereka saat ini. Mereka baru saja memasuki dunia kecil selama 3 jam dan telah menemukan Air Roh Surgawi.


"Sungguh, peta itu bukan peta palsu.."


"Kau beruntung Lien kecil karena mendapatkan jackpot besar.."


"Hehehe.."

__ADS_1


Jin Lien serasa ingin segera meminum air di danau tersebut, tapi segera dihentikan oleh Lotus kecil dan Xiao Yi..


"Master berhenti! Anda tidak boleh segera meminumnya, jika tidak sesuai takaran, anda akan meledak!"


Seketika Jin Lien menegang dan langsung berhenti.


"Cepat kirim danau tersebut masuk master!"


[Terdeteksi rombongan terdiri dari 5 orang dari kekaisaran Xiling tengah mendekat..]


Jin Lien menjadi kaku dan tanpa menunggu lama, dia segera berkonsentrasi untuk mengirim danau air Roh Surgawi memasuki dimensi Lotus.


Hanya beberapa detik saja, danau itu segera menghilang dari pandangan. Setelah memasukan danau, Jin Lien menghela napas lega dan mengajak Di Hong Zhuang untuk ke lokasi selanjutnya.


Tidak lama setelah mereka pergi, orang-orang dari kekaisaran Xiling juga sampai.


Yang mereka dapat hanya tanah lapang dengan lubang besar.


"Sepertinya habis terjadi ledakan besar di sini.."


"Kau benar. Di sini sepertinya aman, mari kita istirahat dulu! Aku lelah terus bertempur dengan monster aneh.."


Semua setuju dan mereka langsung membangun tenda untuk berisitirahat.


...


Jin Lien dan Di Hong Zhuang terus melangkah di rute aman, mereka sangat bersyukur karena memiliki peta. Jika tidak, belum tentu mereka akan menemukan lokasi dengan sangat cepat.


Hanya butuh waktu satu jam untuk sampai di lokasi yang ditunjukan oleh pria misterius teresebut


Lokasi tersebut adalah gua yang entah mengapa memiliki pintu yang harus menggunakan password untuk masuk.


Jin Lien segera menangis bombai di benaknya melihat pintu dengan teknologi tinggi itu.


"Ada apa Lien kecil!"


"Hiks, Hubby kita akan butuh waktu lama untuk memasuki tempat ini.."


"Kenapa?"


"Pintunya menggunakan kode rahasia.."


[Host tenang! Serahkan semua padaku!] Jin Lien dengan cepat tersenyum lebar]


Hanya butuh beberapa detik saja untuk Alex ketika Jin Lien menempatkan wadahnya pada pintu dengan teknologi tinggi itu..


Bunyi pintu terbuka akhirnya terdengar, Jin Lien segera masuk bersama Hong Zhuang.


Ketika mereka masuk, lampu otomatis menyala.


"Selamat datang di laboratorium LT-40-25, silakan nikmati waktu kalian untuk meneliti dan berlatih.."


Suara mesin kembali terdengar dan tentu lagi-lagi mengejutkan Hong Zhuang.


Ruangan itu memiliki lantai marmer dan dindingnya terbuat dari beton berkualitas tinggi.


Ketika mereka berdua masuk, pintu kembali tertutup. Kelompok lain yang baru saja tiba saat ingin masuk, mereka terlambat.


Hong Zhuang dan Jin Lien berhenti di ruangan yang dipenuhi oleh alat memasak yang tidak lain adalah dapur.


Di dapur tersebut bahkan ada kompor listrik. Jin Lien merenung memikirkan tentang orang seperti apa yang menciptakan dunia kecil ini sedemikian rupa.


...

__ADS_1


Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya terimakasih.


__ADS_2