
Markas Tengkorak Merah.
Dongfang Ye setelah mengetahui tentang kematian Jin Hao Li dan Chu Lang, suasana hatinya sangat berat.
Walaupun dia memanfaatkan keduanya, tapi tidak bisa dipungkiri jika dia tidak ingin kehilangan banyak kekuatan.
Dia terus melangkah menuju kediamannya lebih dalam hingga dia berhenti di depan ruangan yang memiliki pintu berwarna hitam.
Memasuki ruangan itu, dia melangkah mendekati peti mati kristal di mana seorang lelaki tua terbaring dengan wajah pucat.
Tempat itu bukanlah ruangan tertutup, tapi ruang terbuka. Di mana peti terletak itu secara alami berada di bawah pohon yang seluruhnya adalah hitam.
Baik akar, Batang, dan daun adalah hitam legam. Juga suasana kematian dan suram tidak bisa dipisahkan dari pohon itu.
Jika diperhatikan dengan jelas, pohon tersebut terus mengalirkan energi pada Sosok yang terbaring di dalam peti mati tanpa henti. Pohon tersebut juga adalah pohon yang menelan Jiwa para anggota Tengkorak merah yang meninggal.
Pohon hitam itu juga tampak memiliki wajah di batangnya yang besar. Ketika merasakan kedatangan Dongfang Ye, dia membuka matanya.
"Bagaiamana? Apakah berhasil?"
Juga, wajah pohon itu terlihat mirip dengan pria yang terbaring di peti mati.
"Maaf ayah, aku gagal lagi."
Untuk sesaat, pohon itu tidak berbicara. Dia hanya menatap Dongfang Ye dengan wajah dingin tanpa fluktuasi apapun.
"Gagal? Lagi?"
"Ya."
"Kalau begitu, kita perlu melakukan upaya itu, hubungi Yuan untuk memulai rencananya. Ketika tahta diambil alih, secara alami rahasia di balik tahta itu akan terungkap dan itu dapat menyelamatkan aku, dan mengembalikanku ke dalam tubuhku. Andai saja, orang yang memiliki Dantian emas dapat kita temukan, itu bahkan lebih muda."
Dongfang Ye mengerutkan dahi mendengar apa yang dikatakan ayahnya. Dia tidak mengerti.
"Dantian emas?"
__ADS_1
"Ya, orang yang memiliki Dantian emas dan telah berada di ranah God, orang itu dapat mengembalikan aku ke dalam tubuhku dan juga aku dapat menyedot semua energi kehidupan miliknya. Ketika energi kehidupan miliknya menjadi milikku, aku secara alami akan menjadi abadi dan tak terkalahkan."
Ada jejak kerinduan di dalam nada pria tua itu, juga nada keserakahan tidak dapat disembunyikan.
Menjadi abadi?
Hei, Jika Jin Lien mengetahui hal tersebut, dia akan tertawa terbahak-bahak dengan keinginan kosong pria tua itu.
Jika ingin menjadi abadi, kau hanya perlu berkultivasi hingga mencapai ranah Reinkarnasi dan kau akan menjadi abadi di dalam kekosongan.
Namun, pria tua itu melakukan kesalahan hingga jiwanya terpisah dari tubuhnya dan menempati pohon misterius hanya karena ambisi seperti itu.
Dia juga secara alami tidak mengetahui jika ada ranah di atas ranah God.
"Jadi ayah, di mana aku bisa menemukan orang itu."
Pria tua itu terdiam, dia juga tidak tahu di mana menemukan sosok pemilik dantian emas. Dia juga mengerti, jika pemilik dantian emas secara alami sangat jarang. Itu hanya akan muncul 1000 tahun sekali.
Dari sekian banyak penduduk dan kultivator di daratan Jiangnan, pemilik dantian emas tidak gampang ditemukan.
"Baik ayah. Kalau begitu aku permisi."
"Pergilah!"
Dongfang Ye meninggalkan tempat pohon itu berada, dia berjalan dengan raut wajah tanpa ekspresi, tapi pikirannya berkecamuk dan berencana untuk mencari orang yang memiliki Dantian emas.
Walaupun petunjuk yang diberikan itu sedikit, tapi itu sudah cukup. Dia juga secara alami tahu untuk mencari Pemiliki lima elemen juga sangat sulit.
.....
Kekaisaran Xiling, Istana Phoenix
Dongfang Yuan akhir-akhir ini tidak bisa tenang.
Sudah berbulan-bulan dia tidak melihat putrinya. Biasanya meski putrinya sangat jarang menemuinya, Mo Feng Yao pasti secara rutin akan mengunjunginya sebulan sekali, tapi sekarang sudah berbulan-bulan Mo Feng Yao tidak datang untuk mengunjunginya.
__ADS_1
Anak lelakinya juga tidak tahu di mana sang adik berada, tapi dia tidak peduli. Toh dia tidak memiliki kedekatan dengan adik perempuannya.
Dia telah dibesarkan dan didik untuk menjadi pribadi yang egois dan rakus serta kejam. Untuk adik perempuan, dia tidak menempatkan di hatinya.
Pikirannya hanya terfokus pada merebut tahta dan tidak ada hal lain.
Tang Tang dan yang lainnya juga yang menyamar menjadi Kaisar secara alami mendapatkan sedikit gambaran tentang rencana Dongfang Yuan ingin merebut tahta.
Tujuan dari merebut tahta tidak lain adalah rahasia yang berada di balik tahta naga. Meski Tang Tang menyamar menjadi Kaisar, dia tidak mengetahui apa rahasia tersebut.
Sudah jelas jika hal tersebut pasti sangat berharga. Sesuatu yang diinginkan oleh Dongfang Yuan yang merupakan petinggi tengkorak merah pasti merupakan hal yang sangat berharga untuknya.
Tidak mungkin Dongfang Yuan memiliki ambisi tersebut jika hal tersebut bukanlah harta berharga.
Beruntung, rahasia di balik tahta itu hanya Kaisar yang mengetahuinya, sekalipun putra mahkota, itu tidak akan diberi tahu. Jika Kaisar telah memberikan tahta dengan resmi pada penerusnya, maka kaisar baru secara alami dapat mengetahui rahasia di balik tahta naga.
Karena Tang Tang bukanlah kiasar asli, meski dia memberikan tahta pada putra kesayangan Dongfang Yuan, putra itu tidak memiliki kualifikasi untuk mengetahui hal tersebut.
Tang Tang juga akhirnya tahu jika penyamarannya ini menyelamatkan sesuatu yang penting tanpa dia dan yang lainnya sadari sejak awal.
Dia tersenyum aneh menatap jauh ke langit biru hingga seekor elang datang dan hinggap di cabang pohon yang tidak jauh dari jendela kamar Kaisar.
Elang itu perlahan mendekati Tang Tang yang dalam wujud kaisar dan mengulurkan kakinya. Tang Tang terkekeh dan melilitkan kertas pada kaki elang tersebut dan segera elang itu terbang meninggalkan Kamar Kaisar.
Tang Tang tidak tahu jika Dongfang Yuan menyadari tindakannya. Segera Dongfang Yuan memerintahkan seseorang untuk menangkap elang tersebut.
Namun, ketika Dongfang Yuan berhasil menangkap elang itu, dia hanya melihat tulisan 'Tolong bantu aku untuk menemukan putriku Mo Feng Yao'. meski beberapa tulisan di bawahnya dia tidak mengerti, tapi kalimat pertama membuatnya bernapas lega.
Setidaknya Kaisar bodoh itu sangat menyayangi putrinya sendiri. Dia segera mengembalikan kertas tersebut ke dalam bambu kecil dan mengikat kembali di kaki sang elang.
Elang itu segera terbang menuju tempat tujuannya sebelum dia di tangkap.
Melihat jika dirinya dilepas tanpa suratnya diubah, elang itu memiliki kilatan cahaya licik di ke-dua matanya.
Jika Dongfang Yuan melihat tatapan licik sang elang, dipastikan dia akan sangat marah. Karena seekor elang dengan berani menghina dirinya.
__ADS_1
.......