Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 157


__ADS_3

Bagaimana bisa di dunia yang tidak memiliki jaringan internet ini dapat berhubungan dengan dunia itu.


Andai Ye Mi dan Ye Lu tahu jika Jin Lien dan Jin Gaoqi memiliki akun YouTube dan telah mengunggah beberapa konten ke dalamnya, mungkin mereka tidak akan bertanya-tanya seperti itu.


Ke-duanya berusaha menenangkan hati mereka yang berkecamuk hingga mereka kembali membaik, melihat dua sosok yang begitu familiar muncul di samping Liu Wu.


Air mata ke-duanya akhirnya berhasil lolos ketika melihat dua sosok yang familiar.


Mereka bisa melihat jika dua sosok itu menyapa Ye Ran dengan expresi santai tanpa penyembunyian.


"Hei ipar, sampai kapan kau menyiksa Wu kami?"


Ye Ran dengan kikuk menggaruk kepalanya dan menggeleng.


"Aku tidak tahu."


Merasakan tatapan panas di belakangnya, Ye Ran berbalik dan melihat dua sepupunya kini telah dibanjiri air mata. Ia mengernyit, tapi tidak tahu mengapa.


"Sepupu Ye Lu, Sepupu Ye Mi, kapan kalian masuk? Kenapa aku tidak mendengar? Hei, ada apa dengan kalian? Kenapa kalian menangis?"


Mendapati Ye Ran yang menyerang mereka dengan berbagai pertanyaan, sukses menyadarkan mereka dari linglung karena bahagia dapat melihat sosok yang sangat berarti bagi mereka.


Ke-duanya dengan cepat menghapus air mata mereka dan tersenyum pada Ye Ran.


"Kami dari tadi di sini, kami mengetuk pintu, tapi kamu tidak mendengarnya."


"Owgh hehehehe, aku terlalu asik memandang wajah tampan Liu Wu."


Expresi ke-duanya menjadi aneh melihat tingkah sepupu mereka.


Ke-tiga sosok yang tidak melihat Ye Ran mengernyit, tapi mereka tidak mematikan sambungan video Call dan menunggu.


Mereka juga bisa mendengar suara percakapan Ye Ran dengan dua sosok yang disebut sepupu.


"Sepupu Ye Mi, Sepupu Ye Lu, kemarilah! Aku akan mengenalkan mu pada pemuda yang berhasil mencuri hatiku."


Sontak ke-duanya menjadi gugup dan berusaha mempertahankan ketenangan mereka.


Ye Ran kembali mengambil Timi yang dia letakkan di meja kemudian menyapa Liu Wu dan yang lainnya.


"Wu! Juan! Wan! Aku akan memperkenalkan kalian pada dua sepupuku. Ini adalah Mu Ye Mi dan yang tanpa expresi itu adalah Mu Ye Lu. Panggil saja Ye Mi dan Ye Lu."


Liu Wu, Juan Axulio dan Ting Wan terdiam begitu melihat sosok kembar yang berada di samping kiri dan kanan Ye Ran.

__ADS_1


Mereka bertiga mengamati dua sosok yang memiliki wajah yang sama dengan expresi berbeda.


Alis mereka mengernyit ketika melihat mata Mu Ye Mi dan Mu Ye Lu yang entah bagaimana mengingatkan mereka pada dua sosok kembar yang telah tiada itu.


Mereka juga bisa melihat binar kerinduan di mata keduanya meski berusaha disembunyikan.


Hingga beberapa saat tubuh Juan dan Ting Wan bergetar karena rasa shock dan kegembiraan di hati mereka.


Baik Mu Ye Mi dan Mu Ye Lu berusaha menyembunyikan rasa itu, mereka ingin melihat apakah ke-tiganya dapat mengenali mereka dengan penampilan yang berbeda meski mereka tetap terlahir menjadi saudari kembar?


Melihat reaksi tiga orang itu, Ye Ran bingung dan melirik ke-dua sepupunya dengan heran. Hingga dia bisa melihat senyum di wajah tanpa expresi milik Ye Lu.


"Cantik." Ye Ran tanpa sadar bergumam. Ya meski dia sering melihat wajah tersenyum Ye Mi dan menayangkan jika wajah tersenyum Ye Lu akan sama, tapi sekarang dia menemukan jika itu berbeda.


Senyum di bibir Ye Mi dapat menularkan rasa semangat dan kebahagiaan sedangkan senyum di bibir Ye Lu dapat membuat orang merasa tenang.


Ya, itu adalah perbedaan dari senyum ke-duanya.


Dia kembali mengalihkan pandangannya ke layar milik Timi dan masih mendapati tubuh kaku Juan dan Ting Wan, tapi Liu Wu bahkan telah tersenyum lebih cerah.


"Ran, aku tidak tahu apakah ini takdir atau bukan. Ke-dua sepupumu adalah kekasih Juan dan Ting Wan."


"Hah?"


Tawa itu sukses membangunkan Juan dan Ting Wan yang tenggelam dalam rasa shok dan kegembiraan.


"Han Xiao Mi."


"Han Xiao Lu."


Segera Juan dan Ting Wan berkata dengan bersama.


"Lama tak bertemu Juan, apakah kau telah memiliki penggantiku?"


"Omong kosong." Juan langsung membantah pertanyaan yang menurutnya tidak masuk akal dari Ye Mi.


"Hei, ada apa dengan wajah marah itu? Ayolah, kau tak akan menjadi tampan lagi."


"Aku tidak peduli, karena kau masih hidup di dunia itu, aku akan menunggumu sama dengan Liu Wu yang akan menunggu Ye Ran datang."


Berbeda dengan Juan dan Ye Mi, menunggu ke-duanya diam. Ye Lu kemudian menyapa Ting Wan.


"Hai."

__ADS_1


"Lulu, syukurlah kau tidak mati. Aku sangat merindukanmu."


Ting Wan tahu betul, meski Ye Lu tidak pernah berbicara panjang, tapi dia jelas melihat kerinduan yang mendalam di sepasang mata itu.


"Aku juga merindukanmu."


Segera, Ye Ran dan Liu Wu tampak diabaikan membuat ke-duanya tersenyum pahit.


"Biarkan saja pasangan yang belum bertemu untuk waktu yang lama melampiaskan rasa rindu mereka."


Setelah berpikir seperti itu, Ye Ran kemudian memandang Ye Lu dan Ye Mi dengan terkejut.


Brak


Mu Ye Ran segera berdiri dan memukul meja kemudian berteriak.


"Sepupu, jangan bilang jika kalian sama seperti Lien kecil dan bibi Qiqi."


Mu Ye Lu dan Mu Ye Mi terkekeh pelan dan mengangguk.


"Ya kami sama dengan mereka, tapi hanya Lien kecil yang tahu. Namun, kami tidak memasuki tubuh orang lain seperti halnya Lien kecil dan bibi Qiqi, tapi kami telah memiliki kesadaran kami ketika kami lahir."


Ye Mi dengan senang menjawab pertanyaan Ye Ran, dan melupakan para pria yang berada di seberang hingga Timi langsung memutuskan kontak mereka.


Timi sendiri sudah bosan melihat tingkah Ye Ran yang selalu bermesraan dengan Liu Wu. Dia merasa seolah menjadi roda ke-tiga di antara Liu Wu dan Ye Ran.


Melihat Timi memutuskan panggilan, Ye Ran menghela napas. Dari tindakannya, Ye Mi dan Ye Lu tahu kalo panggilan sering terputus dengan sendirinya.


"Ye Ran, bagaiamana kau bisa menghubungi mereka di dunia berbeda, dan bagaimana caramu mengenal Liu Wu dan menjadi sepasang kekasih?"


Ye Lu yang tidak pernah berbicara panjang lebar bertanya dengan rasa penasaran terlihat jelas di wajahnya.


"Aku tidak tahu, tapi kalian bisa bertanya pada Lien kecil dan bibi Qiqi. Mungkin dia tahu. Karena Timi adalah milik bibi Qiqi bukan aku."


"Timi?"


Ye Mi memiringkan kepalanya tandan tak mengerti dan siapa itu Timi?


"Ya Timi, Timi adalah smartphone ini."


"Oh, itu sama seperti Alex. Baik, kami akan bertanya pada Lien kecil dan Bibi Qiqi nanti."


.....

__ADS_1


__ADS_2