
Di Hong Zhuang hanya menatap datar pada Chu Hua yang selalu berkeliaran padanya.
Ketika Chu Hua ingin menyentuh atau menggandeng dan bergelayut manja padanya, dia dengan cepat menghindar.
"Berhenti mengikutiku! Atau kau tidak melihat hari esok!"
Chu Hua yang diperingati seperti itu hanya bisa cemberut dan mengumpat. Dia tentu tidak bodoh untuk tetap berada di samping Di Hong Zhuang ketika Di Hong Zhuang telah mengeluarkan peringatan.
"Aku akan melapor pada bibi. Hmmp.."
"Silakan saja, aku tidak kan takut. Satu-satunya yang akan berada di sampingku hanya Lien kecil.."
Di Hong Zhuang dengan dingin meninggalkan Chu Hua yang tengah menggeram marah.
Tangannya terkepal menampakkan buku jarinya yang memutih dan kuku menancap pada daging di telapak tangannya.
"Lagi-lagi Jin Lien. Apa bagusnya Jin Lien itu? Lihat saja, aku akan membuatmu bertekuk lutut dan membunuh Jin Lien, toh bibi juga mendukungku untuk mendapatkanmu.."
Chu Hua dengan marah menghentakkan kakinya meninggalkan tempatnya berdiri..
Ketika Chu Hua telah pergi, Hua Chun Wei keluar dari kegelapan dengan seringai terbentuk di bibirnya.
"Ternyata apa yang dikatakan Lien kecil adalah kebenaran, pelan-pelan aku akan mengorek informasi darinya tentang tengkorak merah.."
Hua Chun Wei melirik ponakannya yang muncul di sampingnya..
"Jangan terlalu lama bibi! Lien kecil mengatakan jika pil racunnya semua pasti akan memiliki efek sama yang akan menghancurkan organ internal secara perlahan..."
"Tenanglah, kau juga bantu aku. Setidaknya bersikap agak baik padanya agar semua lancar, tapi jangan biarkan dia menyentuhmu karena Lien kecil akan tahu.."
"Aku tahu itu, kalau aku bersikap baik dengannya sekarang, yang ada dia malah curiga.."
"Terserahmu sajalah. Pergi dan berlatihlah lagi! Dunia kecil memiliki peluang bagus dan bahaya yang juga sama.."
"Baik. Kalau begitu, aku pergi.."
Di Hong Zhuang segera menghilang dari sana disusul dengan Hua Chun Wei yang kembali ke ruangannya.
...
Di Hong Zhuang tidak langsung kembi berlatih tapi menemui anggota Red Vermilion.
Ketika semua telah berkumpul, dia sweatdrop melihat dua anggotanya yang memiliki tampang serupa tapi berbeda expresi.
Yang satu datar dan yang satu selalu memiliki banyak expresi di wajahnya.
__ADS_1
Di Hong Zhuang mengernyit dan memandang keduanya.
"Ye Lu! Ye Mi! Nama keluarga kalian adalah Mu kan?"
"Ya Ketua.."
"Hn.."
"Apakah kalian dari keluarga kekaisaran Chu?"
Keduanya kembali mengangguk dan menimbulkan pertanyaan di benak yang lainnya.
Mengapa pemimpin mereka menanyakan hal keluarga pada si kembar.
"Kalau aku menebak, kalian anak dari putri ke-dua kekaisaran Chu kan?"
"Ya ketua, silakan ke intinya!"
Ye Lu hanya mengangguk menyetujui Ye Mi yang tampak sudah gemas dengan pertanyaan Di Hong Zhuang.
"Karena aku sudah mengkonfirmasi, aku akan memberitahu kalian jika bibi kalian putri pertama dan paman kalian pangeran Ke-tiga telah kembali dan kalian memiliki 5 sepupu tambahan.."
Keduanyaenjadi blank mendengar apa yang dikatakan oleh Di Hong Zhuang, begitu juga dengan yang lainnya yang hanya menatap ingin tahu.
"Kalau boleh tahu, kenapa ketua mengetahui jika bibi kekaisaran dan paman kekaisaran telah kembali?"
"Wajar jika aku tahu, itu karena bibi kekaisaran kalian adalah ibu dari tunanganku.."
Mu Ye Mi mendengar hal tersebut menjadi berbinar bahagia.
"Jadi gadis yang anda datangi saat pertandingan adalah sepupu kami?"
"Ya. Tidak hanya dia, tapi juga ada Jin Niu, Mu Ye Ran, Mu Ye Chen dan Jin Shan. Namun, Jin Shan saat ini masihlah 12 tahun jadi dia belum memasuki akademi.."
"Jika memang begitu, berarti Xing Ge dan Jiang Ge telah bertemu mereka.."
Di Hong Zhuang mengangguk meski dia tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Ye Mi, tapi satu hal yang dia yakini, kedua pemuda itu adalah sepupu mereka.
"Jadi, apakah yang kita lakukan hingga berkumpul seperti ini?"
Salah satu dari anggota Red Vermilion bertanya. Di Hong Zhuang terdiam sejenak, dia lalu melambaikan tangannya dan 18 botol pil muncul di depan mereka semua.
"Setiap orang ambil satu, ini untuk membantu kalian meningkatkan kultivasi kalian.."
Seketika mereka berbinar melihat hal itu, segera saja mereka semua mengambilnya dan langsung masuk ke kamar masing-masing untuk berkultivasi.
__ADS_1
Seharusnya ada 19 botol, tapi Di Hong Zhuang tidak akan pernah memberikan hal berharga tersebut pada Chu Hua.
Buatan Lien kecilnya tidak akan pernah diberikan pada Chu Hua.
Melihat semua telah mengambil dan memasuki kamar masing-masing, Di Hong Zhuang juga kembali ke kamarnya. Dia mengunci pintu dan mulai berkultivasi.
....
Jin Lien yang baru ingin menutup mata untuk berkultivasi harus menunda karena kedatangan Rui.
"Nona ke-dua.."
"Laporan apa yang kau bawa?"
"Jin Hao Li dan Jin Hua Lin merupakan anggota Tengkorak Merah, mereka merupakan dalang penghancuran keluarga utama Jin. Tengkorak merah juga berencana menghancurkan Ras terkuat yang menguasai laut. Tidak hanya itu, mereka telah menyusun rencana untuk membunuh semua orang yang memasuki dunia kecil. Satu hal lagi, Jin Hua Lin menjalin hubungan khusus dengan ayahnya sendiri. Saya telah merekam aksi mereka di batu memori ini.."
Jin Lien terdiam ketika Rui menyampaikan laporan yang didapatnya. Ketika Rui memberinya batu memori, dia langsung mengambil dan menyimpannya.
"Ras terkuat bawah laut?"
"Ya, mungkin anda tidak tahu. Ada Ras terkuat bawah laut, mereka adalah duyung. Duyung merupakan penguasa lautan, dapat mengontrol semua yang berada di laut. Saya tidak tahu cara apa yang akan mereka gunakan, tapi jika mereka berhasil, maka laut akan menjadi neraka bagi para Nelayan dan mereka yang berada di sekitar laut.."
Wajah Jin Lien mengeras, kekejaman tengkorak merah tidak bisa lagi ditolerir.
Dia harus mencegah semua itu terjadi, jika tidak, akan banyak nyawa yang tak berdosa mati sia-sia.
Selain itu, Jin Lien semakin frustrasi memikirkan rencana lain tengkorak merah yang akan membunuh semua orang yang memasuki dunia kecil.
Perlahan seringai terbentuk di bibirnya pink miliknya.
"Ingin membunuh mereka yang memasuki dunia kecil? Aku tidak akan membiarkan mereka!"
Sedangkan Rui masih setia berlutut di depan Jin Lien dan menjadi merinding ketika melihat seringai Jin Lien.
"Tengkorak merah, bersiaplah karena kau telah mengusik nona ke-dua.."
Jin Lien kembali memandang batu memori di tangannya, dia menyimpan batu memori itu lalu menatap Rui.
"Rui, sampaikan pada paman Kaisar. Katakan padanya, jika aku membutuhkan bantuannya!"
"Ya Nona muda, saya akan menyampaikan pesan anda pada yang mulia. Kalau begitu saya permisi.."
"Ya.."
...
__ADS_1
Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya terimakasih.