
Mo Feng Yao terkejut dengan ucapan Jin Gaoqi dan tidak dapat bereaksi untuk sementara waktu.
Melihat reaksinya yang seperti itu, Jin Gaoqi merasa jika Mo Feng Yao adalah gadis imut.
"Tidak apa-apa, pemuda yang menjadi anggota Black Dragon semuanya baik. Namun, aku tidak tahu tepatnya siapa yang menatapmu seperti itu."
"Ah." Mo Feng Yao merasa jika pipinya panas dan memerah. Dia belum pernah memiliki ketertarikan pada pemuda tertentu. Entah mengapa mendengar godaan Jin Gaoqi, wajahnya tiba-tiba memerah.
Berusaha membuat pikirannya tenang, Mo Feng Yao melanjutkan latihannya hingga pemuda tampan berlari di sampingnya.
"Ehem, Saudari Mo! Adik laki-laki ku sepertinya tertarik denganmu." Melihat pemuda tampan di sampingnya, Mo Feng Yao terlihat biasa saja.
Namun, ketika mendengar ucapan dari pemuda tersebut yang tidak lain adalah Cao Jiang, wajahnya tiba-tiba kembali memerah. Dia berbalik dan menatap Cao Xing yang memiliki jarak yang tak terlalu jauh darinya tengah tersenyum lembut padanya.
Matanya menyipit untuk memperjelas wajah orang itu. Tiba-tiba dia terkejut dengan jantungnya yang berdebar kencang.
Mo Feng Yao seketika membatu, dia sangat takut jika ada yang salah dengan jantungnya.
Wajahnya berubah pucat dan keringat dingin membasahi keningnya.
Mo Bing yang tak jauh dari posisi adik perempuannya itu hanya bisa menaikan alisnya. Dia mendekati Mo Feng Yao dan menepuk pundaknya.
"Meimei ada apa denganmu?"
Dengan gerakan patah-patah, Mo Feng Yao melirik Mo Bing dengan air mata mengalir di pipinya.
"Er ge! Aku terkena penyakit parah. Jantungku tiba-tiba berdetak sangat kencang. Aku sangat takut."
Mo Bing seketika menjadi datar memandang Mo Feng Yao. Dia mengamati adik perempuannya itu dari atas ke bawah. Dia kemudian tertawa terbahak-bahak dan mengelus kepala Mo Feng Yao.
"Hahahahaha Meimei, kau tidak sakit. Hanya saja mungkin kau tengah jatuh cinta pada seseorang. Berhenti menangis! Ayo Kembali latihan!"
Blush
Wajah Mo Feng Yao seketika memerah dan dia jatuh pingsan.
Reaksi Mo Feng Yao yang seperti itu, benar-benar membuat Mo Bing tercengang. Melihat adiknya pingsan, dia dengan cepat menggendongnya dan membawa Mo Feng Yao Kembali ke kamarnya.
Melihat Mo Feng Yao pingsan, para anggota Black Dragon serta Cao Jiang dan Cao Xing mengangkat alis mereka.
__ADS_1
Jika mengatakan Mo Feng Yao pingsan karena kelelahan, itu tidak mungkin. Karena dari awal Mo Feng Yao tampak segar dan bersemangat.
Sejujurnya Cao Xing khawatir dengan Mo Feng Yao yang tiba-tiba pingsan, dia dengan cepat menyelesaikan seluruh putaran dan berlari mengikuti Mo Bing.
Ketika dia ada di depan pintu kamar Mo Feng Yao, Mo Bing juga keluar.
Cao Xing dengan panik bertanya pada Mo Bing.
"Saudara Mo, apa yang terjadi dengan saudari Mo?"
Mo Bing menaikan alisnya dan memandang Cao Xing sejenak. Dia menilai Cao Xing dan mengangguk puas.
Perilaku Mo Bing tentu menimbulkan tanda tanya besar di benak Cao Xing.
"Aku puas denganmu. Kau mendapatkan persetujuanku. Masuk dan lihat dia!"
Cao Xing bahkan tidak mengerti dengan dua kalimat pertama Mo Bing, tapi dia tidak peduli. Dia langsung masuk dan melihat Mo Feng Yao yang tengah terbaring di ranjangnya.
Melihat gadis itu terbaring di ranjang karena pingsan, Cao Xing mengerutkan kening karena merasakan hatinya sakit.
Dia melangkah mendekati ranjang Mo Feng Yao, dia dengan lembut mengelus kepala Mo Feng Yao.
Setelah melepas semua beban di tubuh Mo Feng Yao, Cao Xing menatap Mo Feng Yao dengan lembut. Tatapan yang tidak pernah diberikan pada gadis lain.
Sejak pertama melihat Mo Feng Yao pertama kali di dunia kecil, dia telah jatuh hati pada Mo Feng Yao. Namun, tidak ada yang tahu.
"Gadis! Cepat sadar. Banyak hal yang ingin aku katakan padamu. Maaf kalau mungkin aku menakutimu."
Sekali lagi, Cao Xing melirik Mo Feng Yao yang terbaring di ranjang sebelum dia berjalan keluar.
Setelah Cao Xing keluar dan menutup pintu, Mo Feng Yao membuka matanya.
Wajahnya kembali memerah karena malu. Dia menatap pintu yang tertutup erat dengan rumit. Menaruh kedua tangannya di dadanya, merasakan jantungnya yang berdegup kencang.
Entah mengapa dia merasa bahagia, ketika tangan besar itu mengelus kepalanya dengan lembut, dia merasa seolah jantungnya akan melompat. Ketika dia merasakan pemuda itu membantunya melepas beban, lagi-lagi jantungnya seolah sedang dipacu secepat mungkin.
Namun, kata-kata yang diucapkan oleh Cao Xing tiba-tiba membuatnya tenang.
Dia ingin membuka matanya untuk memastikan, tapi rasa malunya terlalu besar.
__ADS_1
Mo Feng Yao bangun dan membersihkan dirinya. Mungkin apa yang dikatakan oleh kakak ke-duanya benar.
"Jatuh cinta? Tidak buruk." Ada senyum lembut di bibirnya.
Karena tidak tahu harus bereaksi seperti apa ketika mendengar kakak ke-duanya mengatakan hal tersebut, Mo Feng Yao tiba-tiba pingsan karena shock.
Setelah membersihkan dirinya, Mo Feng Yao keluar dari kamar miliknya. Ketika dia keluar, dia bisa melihat semua menatap ke arahnya yang membuatnya semakin gugup.
Mo Fai berdiri dan memegang ke-dua pundak Mo Feng Yao.
"Katakan! Apakah kau kelelahan dan merasa jika latihan kami berat?"
Melihat kekhawatiran kakak pertamanya, Mo Feng Yao merasa hangat. Dia kemudian tersenyum dan menggeleng.
"Untuk menjadi kuat, aku tidak keberatan dengan metode latihan kalian. Aku hanya merasa shock dan malu mendengar apa yang dikatakan Er ge tadi."
"Apa yang dia katakan padamu?" Mo Fai semakin khawatir, dia kemudian berbalik melototi Mo Bing, membuat Mo Bing berkeringat dingin.
Karena merasa jika dia ditatap oleh seisi ruangan, Mo Feng Yao mengisyaratkan agar Mo Fai sedikit menunduk.
"Da ge! Er ge mengatakan jika aku sedang jatuh cinta." Suaranya sangat pelan hingga hanya bisa didengar oleh Mo Fai.
Mo Fai membetulkan posisi tubuhnya dan menatap adik perempuannya dengan penuh minat.
"Tidak buruk, tapi aku penasaran siapa pemuda yang berhasil merebut hatimu."
Blush
lagi-lagi wajah Mo Feng Yao memerah. Dia dengan malu-malu menunduk dan mencubit perut Mo Fai.
"Da Ge jangan menggodaku!"
"Hahahahahaha. Kau sangat imut." Tawa Mo Fai pecah membuat Mo Feng Yao cemberut.
Dia menghentakkan kakinya dan meninggalkan Mo Fai, kemudian ikut bergabung dengan yang lainnya dengan bibir yang mengerucut, tidak lupa dengan ke-dua tangannya dilipat di dadanya.
Jin Gaoqi terkekeh dan mengacak rambut Mo Feng Yao. Di seberang, Cao Xing dari awal Mo Feng Yao keluar dari kamar, dia selalu menatap Mo Feng Yao penuh kelembutan.
Mo Fai mengedarkan pandangannya pada semua seisi ruangan dan mendapati tatapan tak biasa dari Cao Xing. Dia menaikan alisnya dan mengendikkan bahu lalu duduk di samping Cao Xing.
__ADS_1
....