
Setelah mengatakan hal yang berusaha dia tahan, Jin Shan menyimpan Blue Feather dan turun kembali duduk di tempatnya tadi.
Setelah hal tersebut selesai, segera Elder Xie mulai mengatakan pidato pendeknya
"Tidak perlu berkenalan lagi, kalian semua pasti telah mengenalku kan?"
Sontak semua orang tertawa, adapula yang hanya tersenyum..
"Tidak perlu berbasa-basi lagi, aku hanya akan mengatakan jika hari ini adalah hari terakhir pertandingan. Dengan 20 peserta, pertandingan akan cepat berakhir dengan seorang pemenang tentunya. Aturan kali ini sangat sederhana, setiap peserta akan maju mengambil undian. Bagi mereka yang mengambil undian dengan nomor yang sama, berarti mereka adalah lawan. Di dalam kotak ada 20 kertas yang menuliskan angka 1 sampai 10, kalian hanya perlu mengambil dan kembali ke tempat kalian. Kalian baru bisa membuka jika kalian telah berada di bangku kalian. Mengerti?"
Segera 20 orang tersebut hanya mengangguk.
"Jika kalian telah mengerti, maka silakan maju dan mengambil undian! Aku akan membiarkan tim Ink Turtle maju lebih dulu di susul oleh Yellow Tiger lalu Red Vermilion dan yang terakhir Black Dragon.."
Semua tentu saja tidak ada yang protes. Segera Ink Turtle maju lebih dulu dan kembali ke tempat mereka. Setelah Ini Turtle kembali, giliran Yellow Tiger dan seterusnya.
Tidak ada yang berani membuka gulungan kertas mereka ketika mereka berada di panggung Arena mengambil nomor undian.
Giliran Black Dragon akhirnya tiba, mereka dengan tenang mengambil gulungan kertas dengan santai tanpa masalah.
Setelah mengambil undian untuk dirinya, Jin Lien tidak langsung turun, tapi dia tetap tinggal di panggung dan dengan tenang membuka gulungan undian miliknya.
"Undian milikku adalah nomor 7. Selamat bagi kalian yang memiliki undian nomor 7, karena menjadi lawanku.."
Jin Gaoqi hanya menggeleng dan tersenyum. Dia langsung menarik tangan Jin Lien untuk turun dari panggung.
Jin Hua Lin menatap Jin Gaoqi yang menarik Jin Lien.
Dia mengernyit saat melihat Jin Lien yang dengan santainya memperlihatkan nomor undian miliknya (JL).
Dia menyeringai, tapi ketika dia melihat nomor undian miliknya (JHL), Jin Hua Lin segera menjadi tak bersemangat karena nomor undian miliknya tidak sama dengan nomor undian milik Jin Lien.
Namun, aura tak bersemangat segera hilang begitu dia menajamkan pandangannya dan mendapati giok setengah lingkaran tergantung di pinggang Jin Gaoqi. Dia kemudian diam-diam melirik ke pinggang Zhang Yu yang juga mengenakan giok serupa.
Tiba-tiba Jin Hua Lin merasa jika dirinya telah tertipu oleh keduanya.
Padahal kedua orang tertentu tidak berniat menipunya.
Zhang Yu memang tidak menyukai Jin Hua Lin dan sesekali mengenakan Giok pinggang itu dan memperingatkannya jika dia telah memiliki tunangan.
Sekarang, dia melihat setengah giok lainnya tergantung di pinggang Jin Gaoqi. Tentu Jin Hua Lin sangat marah, tapi Jin Gaoqi tidak pernah tahu jika giok setengah lingkarannya yang merupakan token pertunangan yang di tinggalkan bersamanya akan membawa masalah untuknya, padahal dia sendiri belum tahu pasti siapa tunangannya itu..
__ADS_1
Tinju Jin Hua Lin mengepal, dia juga menggertakkan giginya saking marahnya dia. Dia terus menatap Jin Gaoqi dengan niat membunuh melupakan tujuannya untuk membunuh Jin Lien.
[Seseorang dari arah jam 5 memiliki niat jahat pada Host]
Jin Gaoqi berhenti begitu mendengar suara Timi di benaknya. Dia melirik ke arah jam 5 dan mendapati Jin Hua Lin yang menatapnya dengan kebencian.
"Hmm?" Jin Gaoqi bahkan bingung kenapa gadis itu sangat membencinya.
Dia tidak ingin repot-repot dengan orang yang tidak jelas seperti Jin Hua Lin.
Di sisi lain, seorang gadis tengah menyeringai jahat ketika mendengar Jin Lien menyebut nomor undian.
Dia juga secara diam-diam membuka nomor undian miliknya yang menunjukkan jika dia juga memiliki nomor 7.
Niat membunuh dari kedua matanya terlihat jelas. Gadis tersebut yang memiliki niat membunuh ketika melihat Jin Lien adalah Chu Hua.
Meski dia telah menyembunyikan nomor undian miliknya, tapi Di Hong Zhuang sempat melihat walau hanya sekilas.
"Lien kecil! Kau harus bersiap menyiksa seseorang yang menjadi dalang pengiriman pembunuh bayaran malam tadi, karena dia memiliki nomor undian yang sama denganmu.."
Jin Lien melirik Di Hong Zhuang, dia menyeringai mendengar telepati yang di kirimkan Di Hong Zhuang padanya.
Jin Lien dengan tenang mangkah bersama Jin Gaoqi menuju tempat duduk mereka.
Segera Elder Xie mempersilakan nomor undian pertama untuk naik ke panggung Arena.
Keduanya saling memberi hormat lalu bersiap untuk bertarung.
[Darurat! Terdeteksi 50 ahli memiliki kemampuan tinggi mendekati arena dengan kecepatan tinggi.]
Baik Timi dan Alex berbicara bersamaan di dalam benak Jin Lien dan Jin Gaoqi.
Mereka saling melirik sejenak dan dengan cepat memiliki kewaspadaan yang meningkat.
[Darurat! Kecepatan sekelompok ahli semakin meningkat. Dapat dipastikan jika sekelompok ahli ini tidak memiliki niat baik.]
Keduanya seketika menegang mendengar peringatan kedua.
"Xiao Bai!"
"Xi Mo! Xi Qing!"
__ADS_1
Segera ketiganya memasang posisi siaga.
"Kalian yang tidak memiliki kemampuan tinggi, sebaiknya segera pergi dari sini!" Jin Gaoqi berteriak dengan kencang, dia juga menambahkan Qi ke dalam suaranya.
"Ibu! Ayah! Paman! Bibi! Guru! Dekan! Jiejie! Semua! Yang merasa kalian memiliki kemampuan tinggi, persiapkan diri kalian! Sekelompok ahli dengan kecepatan tinggi mendekat kemari dengan niat buruk.."
Huang Li Mo dan Li Yong segera menghampiri Jin Lien dan Jin Gaoqi.
"Kalian jangan bercanda!"
"Paman Dekan! Apakah selama 12 tahun kami menjadi murid di Qinglong Akademi, anda pernah melihat kami bercanda dengan kehidupan semua orang?" Huang Li Mo tidak berkata apa-apa lagi. Dia segera memanggil ketiga sahabatnya dan mulai bersiap.
Di Hong Zhuang segera mendekati Jin Lien dan memeluk pinggangnya.
Melihat keadaan sudah memanas, banyak penonton yang telah meninggalkan arena. Mereka masih menyayangi nyawa mereka.
Jin Lien bahkan telah mengeluarkan seruling giok miliknya, Jin Shan juga telah berdiri di sampingnya dengan Blue Feather yang telah dia persiapkan untuk menghadapi bahaya yang akan menghampiri mereka.
[Darurat! Semua ahli berada di ranah senior.]
Jin Lien dan Jin Gaoqi menentang sesaat, keduanya kemudian saling melirik dan menyeringai keji.
"Bibi, bisakah kita menggunakannya sekarang?"
"Tergantung situasi Lien kecil.."
"Baik.."
Semua segera berkumpul di tempat di mana Jin Lien dan Jin Gaoqi berdiri.
[Darurat! Posisi musuh 500 meter dari Host]
"Saatnya pertunjukan ufufufufu.."
Tepat setelah Jin Gaoqi mengatakan hal tersebut. Sekelompok orang dengan pakaian merah dan topeng perunggu tiba dengan pedang terbang di bawah kaki mereka.
Hua Chun Wei dan Jun Kaili menegang saat melihat topeng perunggu dan pakaian merah itu.
...
Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya terimakasih.
__ADS_1