
Untuk sekejap, mata Jin Lien berbinar dan memegang tato di dahinya. Dia tersenyum dan berbalik menatap Di Hong Zhuang yang telah berdiri di belakangnya.
"Ini sudah malam, kenapa masih belum beristirahat hmmp?"
"Tidak apa-apa.."
Di Hong Zhuang memandang Jin Lien dengan aneh, dia merasa ada sesuatu yang ingin dikatakan oleh Jin Lien, tapi dia tahan..
"Ada apa? Jika ada sesuatu yang ingin kau katakan, katakan saja!"
Jin Lien menatap serius pada Di Hong Zhuang, dan memutuskan untuk menceritakan asal dirinya yang sesungguhnya.
"Hubby, aku memutuskan untuk mengungkap rahasia yang telah aku sembunyikan sejak lama dari semua orang kecuali Bibi dan Shanshan.."
Di Hong Zhuang memandang dalam pada Jin Lien. Dia menarik Jin Lien ke dalam pelukannya.
Lalu membawannya untuk duduk di pangkuannya, setelah dirinya duduk terlebih dulu di ranjang Jin Lien.
"Katakan saja!"
Jin Lien menarik napas dalam dan memeluk Di Hong Zhuang.
Merasa telah siap, dia akhirnya mulai berbicara.
"Seharusnya, tubuh ini telah meninggal saat berusia 1 tahun.." untuk kalimat pertama, Di Hong Zhuang langsung menegang.
Jin Lien juga merasakannya, tapi memilih untuk terus berbicara.
"Aku juga seharusnya telah meninggal tepat saat aku menyelamatkan sandera dari para *******. Namun, tuhan berbaik hati padaku dan mengirim jiwaku untuk menempati tubuh ini yang kebetulan memiliki nama yang sama denganku.."
Untuk sejenak, Jin Lien berhenti dan memandang Di Hong Zhuang yang masih diam menunggu dirinya untuk melanjutkan cerita.
"Hubby! Kau ingat waktu itu aku mengatakan jika aku pernah bermimpi, kalau aku melihat diriku hidup di dunia yang berbeda?"
Di Hong Zhuang mengangguk, dia ingat betul saat itu.
"Lanjutkan! Biarkan suamimu ini mendengar sesuatu yang kau rahasiakan.."
"Jiwaku ini bukan berasal dari dunia ini, tapi dari dunia yang berbeda. Bibi juga sama, dia berasal dari dunia yang sama denganku. Shanshan sendiri merupakan pangeran ke-empat dari Kekaisaran Dewa yang mati dibunuh oleh kakak ketiganya dan tunangannya sendiri, bukannya mati, tapi dia malah menempati tubuh seorang bayi yang Jiejie temukan ketika membantai keluarga perdana menteri saat itu.."
Di Hong Zhuang terdiam lama, dia tidak pernah berpikir jika ada sesuatu yang seperti itu. Dia kemudian perlahan mengecup kening Jin Lien.
"Lien kecil! Yang aku cintai itu adalah dirimu. Kau telah menempati tubuh ini sejak berusia 1 tahun dan kita bertemu ketika kau berusia 3 tahun. Saat itu, aku telah jatuh cinta padamu ketika aku menatap matamu dan tingkahmu serta wajah seriusmu saat mengamati berkas yang aku berikan padamu. Saat itu, aku berpikir jika kau adalah gadis dewasa yang terjebak di tubuh seorang gadis kecil. Tentu sangat tidak wajar seorang gadis kecil yang baru berusia 3 tahun memiliki kejeniusan seperti itu. Satu hal lagi, semua alat yang kau keluarkan dan pakaian yang mau kenakan sama sekali tidak ada di dunia ini, terlebih bahasa dan tulisan ini. Seberapa anehnya dirimu, aku tidak akan pernah menganggapmu aneh, untuk saat ini, kau hanya akan menjadi gadis yang selalu aku cintai dan kelak akan menjadi wanita yang akan menemaniku selamanya dan memberiku banyak bayi mungil.."
__ADS_1
Jin Lien tersenyum manis dan memberikan kecupan singkat di pipi Di Hong Zhuang.
"Terimakasih.."
"Apapun untukmu. Oh, alat macam apa lagi yang ada di mejamu itu?"
"Hehe itu hanya laptop. Mau aku tunjukkan cara menggunakannya?"
"Jika kau tak keberatan.."
"Tunggu di sini! Aku akan mengambilnya dulu.."
Di Hong Zhuang mengangguk dan Jin Lien bergerak menuju meja belajarnya untuk mengambil laptop miliknya.
Ketika dia membiarkan menyalakan laptop tersebut, Jin Lien kembali mendapatkan notifikasi.
Di sampingnya, Di Hong Zhuang mengamati dalam diam.
Jin Lien membuka pesan tersebut, dia dan Di Hong Zhuang langsung membacanya.
*Oke, aku akan menunggu konten kalian selanjutnya. Anda mengatakan jika Dunia kecil akan terbuka? Aku telah menggambar peta dunia kecil yang masih aku ingat. Aku juga ingin meminta tolong pada anda untuk mengambil sesuatu yang berharga milikku yang tertinggal di dalam sana, mungkin akan berguna untuk anda..*
Setelah membaca pesan tersebut, Jin Lien menscroll ke bawah hingga menemukan gambar peta yang sangat detail.
Di Hong Zhuang membulatkan matanya saat melihat gambar peta yang sangat rinci itu..
Keduanya menyeringai secara bersamaan.
"Hehehehe, dengan begini kita akan gampang membuat jebakan untuk tengkorak merah.."
"Kau benar.."
Jin Lien kembali mengamati peta hingga matanya berhenti pada satu lokasi yang memiliki tanda berbeda.
Di lokasi itu tertulis danau Air Roh Surgawi.
Deg
Jantung Jin Lien berdetak kencang melihat tulisan tersebut.
"Hubby, jika pintu dunia kecil terbuka. Kita akan mengunjungi lokasi ini terlebih dahulu. Lokasi danau ini juga sangat dekat dengan lokasi yang orang itu sebutkan tadi.."
"Baik, aku akan menemanimu ke sana. Aku juga telah membawa Scorpion Smoke Grass yang kau minta.."
__ADS_1
"Yei, kau yang terbaik.." sorak Jin Lien seraya memeluk Di Hong Zhuang.
"Sudah aku katakan! Apapun untukmu, tapi kenapa harus memakai kode rahasia segala.."
"Tidak apa-apa, aku hanya tidak ingin Chu Hua itu mengambilnya diam-diam dan membacanya.." Jin Lien menghirup aroma tubuh Di Hong Zhuang yang sangat manis di indera penciumannya.
"Hubby, aku sedikit haus.."
"Kau boleh meminum sebanyak yang kau inginkan.."
Jin Lien tersenyum cerah, mengangkat kepalanya dan mencium bibir Di Hong Zhuang. Di Hong Zhuang tercengang, tapi dia kemudian terkekeh dan membalas ciuman Jin Lien.
Dia menggigit lidahnya hingga berdarah dan secara otomatis, Jin Lien segera menelan darah Di Hong Zhuang.
Hingga beberapa saat, keduanya melapas ciuman mereka.
"Ugh, Lien kecil! Aku begitu menginginkanmu, tapi aku tidak ingin menodai hubungan kita dan melanggar janjiku pada ayah mertua.."
Jin Lien tersenyum, dia bersyukur mendapat Di Hong Zhuang sebagai miliknya. Pemuda yang akan teguh memegang kata-katanya.
"Terimakasih Hubby, aku akan memasukan dirimu ke dalam dimensi lotus untuk berendam di air dingin.."
Di Hong Zhuang melototi Jin Lien lalu mengangguk.
Bersamaan dengan itu, Rui juga muncul.
"Nona ke-dua!"
"Berita apa yang kau bawa Rui?"
"Tengkorak merah akan menunda penyerangan mereka pada ras duyung dan akan berkonsentrasi pada penyerangan semua orang yang memasuki dunia kecil.."
"Hanya itu?"
"Ya, hanya itu yang saya dengar.."
"Kalau begitu terus awasi J*lang buruk rupa itu.."
"Ya Nona ke-dua.."
Rui segera menghilang dari depan Jin Lien, Jin Lien menyeringai dan melihat peta serta Scorpion Smoke Grass di depannya.
"Hehehehe, dengan begitu aku akan semakin mudah menjalankan rencanaku.."
__ADS_1
....
Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya terimakasih.