
Kini Jin Lien berada di ruangan dekan bersama Di Hong Zhuang.
Hua Chun Wei memandang Jin Lien sejenak kemudian dia menghela napas.
"Di masa depan, kejayaan Ras Vampir akan berada di tangan kalian!"
"Ya bibi.."
"Oh ya, racun apa yang kau berikan pada Chu Hua tadi?"
"Owgh itu hanya racun ilusi yang membuat pemakannya melihat sesuatu yang tidak dia inginkan hingga dia berteriak kesakitan.."
"Jadi seperti itu. Apakah kau memiliki racun agar yang memakannya berkata jujur?"
Jin Lien terdiam mendengar hal tersebut. Bukannya dia tidak memiliki racun seperti itu, hanya saja dia belum mengujinya.
"Apakah ini untuk menginterogasi Chu Hua itu?"
"Ya. Aku sudah lama curiga jika penyerangan yang terjadi pada Jiejie dan kakak ipar kerajaan adalah ulah keluarga bangsawan Chu.."
"Aku memilikinya, tapi aku belum pernah mengujinya. Jadi, aku tidak tahu apakah racun ini berfungsi atau tidak.."
Mata Hua Chun Wei berbinar penuh harapan. Dia segera mengangkat tangannya dan muncul seorang penjaga entah dari mana.
"Bawa salah satu tahanan kemari!"
"Ya master."
Penjaga itu segera menghilang dan Hua Chun Wei kembali berbicara dengan Jin Lien dan Di Hong Zhuang.
"Kelompok yang tadi melawan kelompok berjubah merah, apakah mereka adalah bawahanmu?"
"Ya bibi, aku sendiri yang melatih mereka. Mereka tidak hanya mahir dalam pertarungan, tapi juga dalam bidang medis.."
"Sejak kapan kau melatih mereka?"
"Bibi, jangan bertanya terus! Lien kecil mulai melatih mereka saat usia 3 tahun.."
Hua Chun Wei tercengang mendengar hal tersebut.
Segera keterkejutan Hua Chun Wei kembali tenang kala penjaga bayangan yang dia perintahkan muncul bersama seorang.
"Master!"
"Letakkan dia di depan Lien kecil!"
"Baik.."
Orang yang dibawa oleh penjaga tersebut adalah seorang pria yang tampak kekar dan terlihat jahat.
"Coba berikan padanya saja Lien kecil!"
Jin Lien menatap pria tersebut sejenak lalu dia mengangguk.
"Buka mulutnya!"
Penjaga tersebut segera bergerak membuka mulut pria tersebut dan Jin Lien dengan sigap memberikan racun.
Karena dia belum tahu apa efeknya, jadi Jin Lien belum memberikan nama pada racun tersebut.
10 detik setelah pria tersebut menelan pil racun yang diberikan Jin Lien, tatapan langsung berubah kosong.
__ADS_1
"Bibi sudah bisa bertanya padanya!"
Hua Chun Wei berdiri dari kursinya dan melangkah menuju pria yang kini dalam pengaruh pil racun.
"Siapa namamu?"
"Kang Jiang.."
"Apa kau tahu penyebab kau di penjara?"
Kang Jian terdiam Lalu mengangguk
"Katakan!"
"Aku memasuki area terlarang Akademi.."
"Mengapa kau nekat memasuki area terlarang itu?"
"Ada yang mengatakan jika area terlarang memiliki harta dan Qi spiritual yang melimpah. Namun, ketika aku memasuki area terlarang itu, aku tidak merasakan adanya Qi spiritual yang pekat dan semua terlihat normal.."
"Siapa yang mengatakan hal tersebut!"
"Maaf, wajah orang itu tidak terlihat jelas. Namun, dia seorang gadis.."
Hua Chun Wei terdiam dan tampak berpikir sejenak.
"Apakah dia juga seorang murid di Akademi.."
"Ya.."
"Apakah jika kau mendengar suaranya, kau akan mengenalinya?"
"Ya.."
"Kang Jiang!"
Setelah Jin Lien menyebut nama Kang Jiang, dia segera diam..
"Apakah itu dia?"
Kang Jiang menggeleng menandakan jika bukan Jin Lien. Pada kenyataannya memang bukan Jin Lien..
Hua Chun Wei segera mengeluarkan rekaman suara Chu Hua. Setelah rekaman Chu Hua terdengar, segera reaksi Kang Jiang menjadi aneh.
"Itu suara wanita itu. Dia yang mengatakan jika ada harta di area terlarang.."
Wajah Hua Chun Wei tampak jelek. Di Hong Zhuang juga sama.
Ketika selesai berbicara dan mengatakan jika Chu Hua adalah pelakunya, efek racun juga telah habis. Namun, setelah beberapa saat kemudian, pria tersebut tampak berubah menjadi idiot.
Langsung saja si penjaga membawa Kang Jiang pergi.
"Jadi, apakah menurutmu racun tersebut berhasil?"
Jin Lien tersenyum kecil dan mengangguk.
"Baik, mari kita pergi menginterogasi Chu Hua!"
"Ya.."
Hua Chun Wei kemudian memutar sesuatu di kursinya hingga pintu rahasia di ruangan itu terbuka.
__ADS_1
"Kita lewat sini saja, karena Chu Hua berada di penjara khusus.."
"Baik.."
Mereka bertiga segera memasuki lorong rahasia tersebut dan melangkah menuju penjara khusus di mana Chu Hua di tahan.
Lama berjalan, akhirnya mereka sampai di penjara Chu Hua. Di dalam penjara, tampak Chu Hua yang terus mengerang menahan sakit.
Hua Chun Wei membuka kunci sel kemudian mengajak Jin Lien dan Di Hong Zhuang masuk.
"Hubby, berikan penawar padanya dan aku akan memasukan pil racun lain padanya.."
"Baik.."
Setelah Chu Hua diberikan penawar, dia mulai terlihat normal hingga beberapa saat kemudian dia akhirnya sadar jika dia berada di penjara.
Chua berkedip lalu memandang Hua Chun Wei. Seketika dia menangis dan memeluk lutut Hua Chun Wei.
"Bibi, tolong selamatkan aku. J*lang yang menggoda kakak Zhuang berusaha menjebakku.."
Wajah Hua Chun Wei menjadi gelap begitu juga dengan Di Hong Zhuang..
"Chu Hua, j*lang sebenarnya adalah dirimu. Yang kau sebut j*lang adalah permaisuri masa depan Ras Vampir.."
"Tidak mungkin, jelas-jelas dia adalah seorang Elf.."
"Ooh.."
Suara Jin Lien tampak dingin seolah membekukan siapa saja yang mendengar.
Pandangan Chu Hua segera teralih dan menatap Jin Lien yang tengah menyeringai.
"J*lang sedang apa kau di sini?"
"Tentu aku di sini karena undangan bibi. Aku akan tegaskan sekali lagi, seorang yang berniat meletakan tangan di atas milikku akan memiliki akhir yang buruk.
Perlahan wujud Elf Jin Lien berganti menjadi wujud Vampir miliknya. Di mana wujud Vampir tersebut menambah kecantikan dirinya.
Chu Hua tentu sangat terkejut melihat perubahan Jin Lien..
"Tidak mungkin. Kau itu Elf dan bukan Vampir.."
"Apakah wujudku ini adalah sesuatu yang bisa disebut bercanda hmmp. Kau merupakan bagian dari kelompok berjubah merah itu dan masih ingin meminta pengampunan bibi? Sungguh lucu.."
Di Hong Zhuang hanya memberikan pandangan memanjakan pada Jin Lien yang tampak berdebat mulut dengan Chu Hua.
Chu Hua mematung karena shock. Dia akhirnya sadar jika identitasnya yang merupakan anggota dari kelompok berjubah merah telah terbongkar
Dia sungguh ceroboh dan niat membunuh yang kental menguar membuat Jin Lien mengernyit.
"Aku katakan sekali lagi, kau tidak akan memiliki akhir yang baik Chu Hua.."
Duagh
Jin Lien segera menendang Chu Hua hingga mulutnya terbuka. Segera Jin Lien melempar pil racun ke dalam mulut Chu Hua.
Menunggu sepuluh detik, akhirnya Chu Hua masuk dalam pengaruh pil racun yang dia telan.
Chu Hua saat ini terlihat seolah tidak memiliki semangat hidup.
....
__ADS_1
Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya terimakasih.