Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 81


__ADS_3

Wanita cantik yang keluar dari bayangan Jun Kaili merupakan demon baru yang dibuat oleh Jun Kaili khusus hanya untuk Jin Lien.


Wanita itu sama sekali tidak memiliki expresi, wajahnya datar tanpa sedikit minat.


Jin Lien mengamati wanita itu dari atas sampai bawah. Wanita demon yang diciptakan Jun Kaili sama sekali tidak berbicara dan mengamati sekelilingnya hingga pandangannya berhenti pada Jun Kaili dan Jin Lien.


"Salam yang mulia.."


Jun Kaili mengangguk dengan puas. Setidaknya, demon yang dia buat kali ini termasuk memiliki kecerdasan tinggi.


"Mulai saat ini, kau hanya akan melayani keponakanku. Menjaganya dari semua yang ingin mencelakakan dirinya.."


"Ya yang mulia.."


Jun Kaili menatap wanita cantik nan seksi itu penuh minat, dia kemudian tersenyum kecil.


"Mulai sekarang namamu adalah Angel.."


"Terimakasih nona.."


Jun Kaili mengernyit mendengar nama asing yang di berikan pada demon wanita yang dibuatnya, tapi dia memilih diam.


Dia sudah menyaksikan keanehan Jin Lien dari usia Jin Lien 3 tahun, jadi dia tidak akan heran dengan nama asing seperti itu.


"Baik, aku akan pergi. Kau jaga dirimu baik-baik Lien kecil.."


"Baik paman Kaisar.."


"Sudah kukatakan, jangan memanggilku paman Kaisar! Cukup dengan paman saja.."


"Baik.."


Jun Kaili terkekeh pelan melihat Jin Lien yang patuh. Dia mengelus puncak kepalanya menyalurkan sedikit energi gelapnya pada Jin Lien tanpa diketahui Jin Lien.


"Paman pergi untuk menemui Niu'er terlebih dahulu, baru akan mengantar titipanmu pada Hong Zhuang.."


"Ya.."


Dengan begitu, Jun Kaili akhirnya menghilang begitu saja dari kamar Jin Lien dan hanya menyisahkan Jin Lien dan Angel.


"Angel! Apakah kau bisa bersembunyi di bayanganku?"


"Tentu Nona.."


"Bagus. Maka sembunyilah sekarang. Jika aku sudah selesai dengan segala urusan, aku akan mengajarimu cara menulis.."


"Meski saya baru diciptakan, tapi saya bisa menulis dan membaca. Kekuatan saya juga tidak bisa dikatakan lemah.."


"Aku tahu, aku hanya ingin mengajarimu cara menulis huruf asing yang hanya diketahui oleh keluarga dekatku dan kelompok Dark Eagle.."


"Baik, angel akan mendengarkan nona.."


"Bagus.."


Angel dengan cepat menyatu dengan bayangan Jin Lien. Jin Lien juga kembali melanjutkan kegiatannya yaitu membuat strategi.


Namun dia harus berhenti sejenak dan merenung.


"Lotus kecil! Apakah ada sesuatu yang bisa membuatku bernapas di dalam air?"


Lotus kecil tidak langsung menjawab dan itu membuat Jin Lien mengernyit.

__ADS_1


"Maaf master! Aku tidak tahu.."


"Ya sudah. Aku akan melanjutkan membuat strategi..."


Namun Jin Lien merasa sangat tidak bersemangat melanjutkan kegiatan-kegiatan.


Dia mengambil Smartphone miliknya. Dia membuka dan melihat aplikasi apa saja yang ada.


Dia sendiri bingung tentang Smartphone miliknya, padahal sudah beberapa hari, tapi beterai Smartphone tersebut masih full.


Dia memperhatikan sekali lagi pada smartphone tersebut, hingga ide liar muncul di pikirannya.


Dia tersenyum jahil entah apa yang membuatnya seperti itu.


Perlahan dia menyetuh panel telepon dan memasukan nomor yang sangat dia hapal.


Menunggu beberapa saat, akhirnya panggilan Jin Lien tersambung. Sontak saja jantung Jin Lien berdebar beberapa kali lipat dari biasanya.


Dia langsung memutuskan panggilan tersebut lalu mencubit dirinya.


"Argh.."


Jeritnya kesakitan.


"Alex! Kenapa kau tidak mengatakan padaku jika aku bisa menghubungi orang-orang di dunia modern.."


[Host tidak bertanya..]


Oke Jin Lien berusaha menetralkan keinginan untuk menjambak Alex dan kembali mencoba menghubungi nomor tersebut.


Sekali lagi, panggilan Jin Lien akhirnya tersambung.


Tut


Tut


Terdengar suara serak khas orang bangun tidur dari seberang. Meski serak, suara itu sangat akrab bagi Jin Lien. Suara yang tidak lain adalah sahabatnya yang merupakan Letnan Kolonel.


Tangan Jin Lien gemetar, matanya berkaca-kaca.


{Halo, bisakah anda berbicara? Ini sudah tengah malam dan aku harus tidur}


Jin Lien tidak kuasa menahan air matanya lagi. Setelah sekian lama, dia akhirnya bisa mendengar suara sahabatnya.


"Helen, bagaimana kabarmu di sana?"


{Si..Siapa kau? Hanya dia saja yang mengetahui nama asliku..}


"Ini aku sahabatmu yang tidak pernah tersenyum meski hanya sebentar, dan hanya tersenyum ketika kematian menjemputnya.."


Jin Lien bisa merasakan jika gadis di seberang sana terdiam membeku.


"Dengar! Mungkin di sana orang tahu jika aku telah meninggal, tapi kau bisa yakin jika aku masih hidup dan sehat. Tentunya aku hidup di dunia yang berbeda yang hanya bisa di temukan pada novel yang sering kau beli.."


{Jadi..}


"Ya, yang kau pikirkan itu benar. Jiwaku melalui perjalanan waktu dan berpindah pada tubuh seorang bayi manusia. Saat ini usiaku telah menginjak 15 tahun dan 5 bulan lagi akan menginjak usia 16 tahun.."


{Bagaimana bisa? Di sini kami baru akan mengadakan peringatan tahun ke-tiga kematianmu lusa nanti. Namun, peringatan tersebut tidak bisa kami lakukan dengan mengundang banyak orang dikarenakan kondisi dunia saat ini sedang tidak stabil..}


"Maksudmu tentang Virus Corona?"

__ADS_1


{Kau tahu dari mana?}


"Tidak usah pedulikan! Berarti ada perbedaan waktu di sini dan dunia modern. Oh ya Helen, bagaimana dengan rumah milikku?"


{Rumahmu aman, aku yang menjaganya..}


"Bagus, aku ingin kau menjaga rumahku. Jika memang bisa, aku akan kembali ke sana. Kau juga harus merahasiakan tentang hal ini.."


{Tentu}


"Kalau begitu aku tutup telepon ini. Selamat beristirahat.."


Jin Lien langsung memutuskan panggilannya dan menatap kembali pada smartphone di tangannya.


Jika smartphone di tangannya ini bisa menelpon, apakah bisa dia membuat medsos atau akun YouTube dan membuat konten dari hasil merekam pertarungan yang epik?"


Jin Lien menjadi bersemangat memikirkan idenya itu,cdia bahkan melupakan untuk membuat strategi dan berlari keluar dari kamarnya menuju kamar Jin Gaoqi.


Tok


Tok


Tok


"Bibi! Apakah kau di dalam.."


"Ya. Tunggu sebentar Lien'er.."


Jin Lien tersenyum sangat lebar hingga membuat anggota Black Dragon yang masih belum memulai kultivasi memandangnya dengan aneh.


Pintu kamar Jin Gaoqi akhirnya terbuka.


"Ada apa Lien'er?"


"Ayo masuk dulu! Aku memiliki info menarik.."


Jin Lien langsung mengunci pintu kamar Jin Gaoqi dan meminta Jin Gaoqi untuk duduk berhadapan dengannya..


"Sebenarnya ada apa?"


"Bibi, smartphone ini bisa digunakan untuk menelpon seseorang yang berada di dunia modern.."


Jin Gaoqi menatap aneh pada Jin Lien mengatakan apakah kau gila.


"Bibi! Jika anda tidak percaya, maka sekarang hubungi orang yang anda kenal di dunia modern. Tidak perlu berbicara, cukup dengan menelpon nomor miliknya saja.."


"Kau yakin?"


"Sangat yakin.."


"Kau yakin jika kau tidak gila?"


"Sangat yakin bibi. Eh, apa maksud pertanyaan bibi itu?"


Jin Gaoqi terkekeh lucu melihat Jin Lien yang bersemangat. Dia masih ragu, tapi dia tidak ingin membuat Jin Lien kecewa, jadi dia memilih untuk menghubungi salah satu nomor telepon yang dihapalnya.


Begitu panggilan tersambung, Jin Gaoqi membatu tak bergerak. Dia memandang Jin Lien dengan rumit, lalu memutuskan panggilan.


"Kau benar.."


....

__ADS_1


TERUS DUKUNG ASKA DENGAN LIKE DAN VOTE. TERIMAKASIH.


__ADS_2