
"aku merupakan putra mahkota dari Kekaisaran Han yang merupakan Kekaisaran Elf. Namun, lupakan masalah gelar yang aku miliki. Cukup panggil aku dengan namaku saja.."
"Ngomong-ngomong, anda belum menyebutkan nama anda.."
Pemuda itu tersenyum malu dan mulai menyebutkan namanya.
"Aku di sebut Zhang Yu.."
"Baik. saudara Zhang, apa yang ingin anda sampaikan?"
Zhang Yu menarik napas dalam dan menghembuskannya.
"Begini, nama keluargamu adalah Jin, dan itu semua telah di ketahui oleh semua orang yang datang menonton termasuk sepasang ayah dan anak.."
Jin Lien dan Di Hong Zhuang saling memandang dengan kening yang mengernyit pertanda mereka bingung.
"Lalu?"
"Sosok yang di sebut ayah bernama Jin Hao Li dan anak gadisnya yang juga merupakan anggota tim elit di Yellow Tiger bernama Jin Hua Ling. Mereka mendengar nama keluargamu yang juga merupakan Jin, hal tersebut membuat keduanya merencanakan sesuatu yang buruk untukmu.."
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Zhang Yu, Jin Lien menghela napas dan membuka topeng miliknya. Hal yang sama juga di lakukan oleh Di Hong Zhuang.
Zhang Yu terdiam melihat paras keduanya, tapi dia tetap diam.
"Rui!" Sosok pemuda berpakaian hitam tertutup muncul di depan Jin Lien.
"Apa perintah anda nona kedua?"
"Pergi panggil ayah dan ibu serta bibi, jangan lupakan Shanshan dan Jiejie!"
"Baik Nona.." setelah menerima perintah dari Jin Lien, Rui menghilang dari hadapan semuanya.
Setelah kepergian Rui, Di Hong Zhuang menatap Jin Lien.
"Lien kecil, apakah Rui selalu menjagamu di kegelapan?"
"Tentu, itu memudahkanku untuk memerintahkannya untuk mencari informasi jika aku tidak bisa keluar dari Akademi.."
"Itu bagus, dengan Rui yang selalu menjagamu, aku tidak perlu khawatir.." Jin Lien tersenyum kecil
"Tanpa Rui, aku bisa menjaga diriku sendiri.."
"Aku tahu.." sedangkan Zhang Yu hanya memutar matanya bosan melihat pasangan yang saling mengobrol seolah dirinya tak tampak.
Tok
Tok
Mendengar suara ketukan, Jin Lien tersenyum dan berdiri membuka pintu.
"Ayah! Ibu! Bibi! Jiejie! Shanshan! Masuklah!"
"Ada apa?"
__ADS_1
"Masuk dulu! Nanti kalian akan mengerti.."
Segera kelima sosok tersebut memasuki kamar Jin Lien. Mereka mengernyit saat melihat sosok lain yang berada di kamar Jin Lien.
Sosok itu tentu sangat di kenali oleh Jin Tian. Mereka akhirnya memutuskan untuk membuka topeng masing-masing.
Zhang Yu membeku saat melihat Jin Tian. Jin Tian sendiri hanya tersenyum tipis.
"Yu bagaimana kabarmu?"
Segera Zhang Yu tersadar dan memandang Jin Tian dengan rumit.
"Aku baik-baik saja Tian Gege.." Jin Tian mengangguk dan mereka semua segera mengambil posisi nyaman di kamar Jin Lien.
"Jadi, ada apa kau memanggil kami Lien'er?"
"Ayah, aku ingin bertanya. Apakah ayah mengenal sosok yang bernama Jin Hao Li dan Jin Hua Lin?"
Segera setelah Jin Lien menyebut kedua nama tersebut, wajah Jin Tian di penuhi kemarahan.
"Jin Hao Li si br*ngsek itu yang membunuh Kakek dan nenekmu serta beberapa paman dan bibimu. Aku tidak tahu, di mana dia mendapatkan kekuatan besar sehingga menghancurkan keluarga utama. Namun, satu hal yang pasti. Aku akan merebut semuanya kembali.."
Segera kemarahan tidak hanya di rasakan oleh Jin Tian tapi juga Niu'er dan Jin Lien serta Jin Gaoqi.
"Jadi, mereka dalang di balik hancurnya keluarga utama?"
"Ya.."
"Ayah, tidak perlu kau yang turun tangan! Untuk saat ini biarkan saja dia menikmati kekuasaannya lebih lama. Jika saatnya tiba, aku dan adik-adikku yang akan merebut kembali hak kita.."
Jin Gaoqi tersenyum miring, senyumnya bahkan dapat membuat seseorang membeku ketakutan.
"Hn, hanya beberapa lalat dan ingin mengacaukan kita? Sebaiknya mereka mencuci bersih leher mereka agar tidak mengotori belati kesayanganku.."
Begitu Jin Gaoqi juga ikut berbicara, pandangan Zhang Yu beralih padanya. Dengan sekejap, Zhang Yu membeku dan jantungnya berdebar kencang.
Ada perasaan lega di hatinya menyaksikan gadis di depannya saat ini.
"Syukurlah dia selamat dari pembantaian waktu itu.."
Hanya karena Zhang Yu tidak ingin menakuti Jin Gaoqi, jadi dia memilih bertingkah seperti biasa. Dia tidak ingin terburu-buru untuk mengatakan jika mereka adalah tunangan. Zhang Yu tentu langsung mengenali Jin Gaoqi adalah tunangannya hanya dari gantungan giok yang menggantung di pinggang Jin Gaoqi.
"Tian Gege, karena kalian telah mengetahui keberadaan dan rencana keduanya. Aku pamit kembali ke penginapanku.." Jin Tian memandang Zhang Yu sejenak.
"Tapi kau.." Zhang Yu menggeleng sambil memberi senyum penuh arti. Jin Tian sendiri menghela napas dan memandang punggung Zhang Yu yang perlahan hilang di balik pintu.
Pertukaran keduanya tentu di tangkap oleh Jin Lien dan Jin Gaoqi, tapi keduanya tidak mengerti apa maksud dari keduanya.
"Jadi, apa rencananya?"
"Ibu tenang, tidak perlu terburu-buru.." Mu Xue mengangguk dan tersenyum.
Jin Lien kembali memanggil Rui.
__ADS_1
"Rui!"
"Apa...." Belum sempat Rui menyelesaikan dialognya, Jin Lien segera memotongnya.
"Pergi dan awasi gerak-gerik kedua kecoa itu! Hanya awasi tidak perlu sampai terlibat perkelahian. Aku ingin melihat, dengan siapa mereka bekerjasama.."
"Ya Nona kedua.."
Segera Rui menghilang, tugas kali ini hanya mengawasi, jadi Jin Lien tidak khawatir.
Berdasarkan keterangan ayahnya, dia tahu jika ada yang membantu Jin Hao Li untuk menjatuhkan nenek dan kakeknya.
"Nikmati waktu kalian! Kami akan kembali.."
"Ya ayah.."
"Oh ya Lien'er, jika kau memiliki waktu. Ajak Jiejiemu dan Shanshan untuk menyapa kakek kerajaan dan nenek kerajaan kalian.."
"Ya ibu.."
"Anak baik.."
Setelah kepergian Jin Tian dan Mu Xue serta Jin Gaoqi.
Niu'er dan Jin Shan memandang Jin Lien.
"Kita akan menyapa mereka besok, tapi kita tidak boleh membongkar identitas kita sebagai cucu mereka. Tentu dengan mengajak Chenchen dan Ran'er.."
"Ya Jiejie.."
"Kakak ipar, Er Jie. Nikmati waktu kalian! Kami akan pergi dulu.."
"Uhm.."
Segera di dalam ruangan hanya menyisahkan Di Hong Zhuang dan Jin Lien.
"Jadi, apa rencana kita untuk berjalan-jalan harus di tunda?"
"Tidak.." Di Hong Zhuang terkekeh pelan dan mencubit hidung Jin Lien.
Segera keduanya berdiri dan keluar dari kamar. Mereka memutuskan untuk melanjutkan rencana mereka yang sempat tertunda yaitu berkeliling kota Blaze dan menikmati waktu kebersamaan mereka sebelum pertandingan selesai.
Karena jika pertandingan telah selesai, mereka akan susah untuk bertemu kecuali pada saat-saat tertentu.
Untuk lulus dari Akademi, kau terlebih dahulu harus berusia 50 tahun. Jika usiamu belum mencapai, jangan harap untuk meminta kelulusan dengan cepat.
Dengan sumberdaya yang diberikan Akademi, siapapun tidak ingin lulus sebelum waktu yang di tentukan tiba.
Mereka juga harus memanfaatkan sumberdaya yang akademi berikan secara gratis selama mereka masihlah seorang murid.
Tentunya perawatan murid biasa dengan murid yang bergabung ke dalam tim sangat berbeda, tapi banyak murid biasa sudah merasa cukup dengan sumberdaya murah hati yang di berikan oleh akademi.
....
__ADS_1
Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya terimakasih..