
Sejujurnya mereka juga tahu jika ibunya sangat menginginkan seorang anak perempuan, tapi tidak perlu mengambil anak perempuan dengan acak kan?
Seolah mengetahui pikiran anaknya, Mu Yue mengatakan sesuatu yang lagi-lagi membuat mereka tak bisa berkata-kata.
"Kami tidak mengambil secara acak, dia adalah putri ke-dua dari Kekaisaran Demon dan kakak kandung Niu'er. Niu'er awalnya meminta ayah dan ibunya untuk menjadikan gadis itu sebagai anak mereka, tapi mereka tidak mungkin mengubah anak pertama mereka kan. Tepat saat itu kami datang dan menawarkan diri untuk menjadikan gadis itu sebagai anak kami. Kalian tidak boleh menggertak adik perempuan kalian!"
Meski mereka tidak bisa berkata-kata, tapi mereka menghela napas lega, karena orangtua mereka tidak mengambil putri secara acak.
Setidaknya apa yang dilihat sepupunya Niu'er juga sangat baik apalagi mereka adalah sepasang saudari sebelum Niu'er menjadi anak dari Jin Tian dan Mu Xue.
Mo Feng Yao juga terdiam, dia sangat penasaran siapa gadis yang menjadi saudari iparnya.
Setidaknya dia akan memiliki teman bergaul jika Cao Xing sibuk.
Tidak lama setelah itu, seorang gadis yang terlihat tampak segar dan terlihat baru saja selesai mandi muncul di ambang pintu.
Langkahnya mantap yang menandakan jika pendidikan yang dia dapat sebagai seorang putri kerajaan tertanam pada dirinya.
Sejak dia adalah Xu Lan, meski tempramennya mulia, dia tidak terlalu menunjukkan di depan umum.
Dia bergaul dengan bebas bersama yang lainnya tanpa harus memperdulikan etiked.
Meski tidak ada pelayan yang mendampingi dirinya, tetap saja tempramen mulia tidak bisa disembunyikan.
Mata hitam legamnya tampak jernih memandang beberapa sosok di dalam ruangan.
Melihat dua orang pemuda, dia yakin jika itu adalah dua kakak laki-lakinya. Bibirnya melengkung dengan indah membetuk senyum yang tampak sangat manis.
Ternyata dua kakak laki-lakinya menjadi pemuda tampan, melihat gadis lainnya, dia mengerti sedikit dan menatap sejenak sebelum yakin jika gadis itu dekat dengan salah satu kakak laki-lakinya.
Begitu dia mencapai depan Cao Yuting dan Mu Yue di membungkuk sedikit.
"Anak perempuan menyapa ayah dan ibu. Juga, Lan menyapa kakak pertama dan kakak kedua. Dan juga gadis itu."
Melihat etiked seperti itu, Mo Feng Yao juga diyakinkan oleh ucapan Mu Yue yang mengatakan jika gadis ini adalah putri ke-dua Kekaisaran Demon.
"Tidak perlu sopan, kau adalah putriku berprilaku seperti biasa, bagaiamana?"
Cao Xin Lan mengernyit sedikit dan kemudian mengangguk
"Anak perempuan patuh."
Cao Yuting dan Mu Yue tak bisa berkata-kata melihat tingkah Cao Xin Lan dan tidak bisa berkomentar.
__ADS_1
Dia kemudian memanggil Cao Xin Lan untuk duduk di sampingnya.
"Ibu! Siapa nama adik perempuan?"
Cao Xin Lan tersenyum lembut dan berkata sebelum Mu Yue menjawab.
"Cao Xin Lan, panggil saja Lan Lan."
"Baik, Meimei aku adalah kakak tertuamu dan namaku adalah Cao Jiang dan dia kakak ke-duamu, dia disebut Cao Xing dan gadis itu adalah ipar kita, dia adalah Mo Feng Yao."
"Mo? Putri kekaisaran Xiling?"
"Tepat."
Mendapat jawaban positif, Cao Xin Lan tidak lagi berbicara. Dia kemudian melihat ke arah Mu Yue.
"Ibu! Ayah! Anak perempuan akan melanjutkan pekerjaan dulu."
"Pergilah."
Meski dia telah menjadi anggota keluarga Cao, tapi dia tidak akan meninggalkan tugasnya di dalam Blood Eagle. Biar bagaimanapun juga, Jin Tian dan Mu Xue adalah dermawannya yang menyelamatkan dirinya ketika dalam situasi yang sangat putus asa.
Kembali ke kediamannya, dia mengganti pakaian resmi miliknya dengan pakaian biasa yang dia kenakan, kemudianelangkah dengan riang menuju ruangan di mana biasa dia bekerja menerima tugas dari pelanggan.
Cao Xin Lan tidak menyadari Jika sejak dia keluar dari kediaman pribadi orangtuanya, Cao Xing dan Cao Jiang mengikuti dengan diam-diam meninggalkan Mo Feng Yao bersama ibu dan ayahnya.
Mereka tercengang ketika melihat tingkah ceria adik perempuan mereka. Itu sangat jauh berbeda ketika mengucapkan salam pagi pada orangtua mereka. Di mana mereka minat tempramen anggun dan mulia yang tidak dia miliki sekarang.
Cao Xing dan Cao Jiang saling memandang dengan aneh.
"Kakak, ternyata adik perempuan bisa berubah sangat banyak. Dia lebih imut dengan sikapnya yang seperti ini daripada sikap seorang putri."
"Kau benar, sayang sekali ayah dan ibu telah menjadikannya adik perempuan kita. Jika tidak, aku mungkin akan menjadikannya gadisku."
Cao Xing tercengang dan menatap Cao Jiang dengan tak percaya. Apakah kakaknya ingin mengundang amukan sang ibu?
"Apa? Kenapa melihatku seperti itu? Tenang saja, aku tidak memiliki pemikiran seperti itu."
Cao Xing menghela napas lega, beruntung kakaknya tidak memiliki pikiran aneh.
Keduanya tidak bersembunyi lagi dan keluar mengejar Cao Xin Lan.
"Lan Lan! Kemana kau akan pergi?"
__ADS_1
Cao Xing segera menaruh tanganya di pundak Cao Xin Lan dan bertanya dengan penuh semangat.
Cao Xin Lan memandang Cao Xing sejenak dan berbalik menatap Cao Jiang.
"Ke tempat aku bekerja."
"Bekerja?"
Cao Jiang bertanya dengan bingung, dia tidak mengerti mengapa adik perempuannya masih butuh bekerja?"
"Tentu, meski aku telah menjadi bagian dari anggota keluarga Cao, aku tetaplah bagian dari Blood Eagle."
"Jadi, kau kuat?" Cao Xing bertanya dengan antisipasi.
"Tidak juga, masih ada yang lebih kuat dari aku."
"Bagaimana dengan melakukan beberapa diskusi." Cao Jiang sangat penasaran sekuat apa adik perempuannya ini.
"Baik, tapi aku akan ke tempat aku menerima pelanggan dan meminta seseorang menggantikanku sejenak."
"Kalau begitu, kita pergi bersama."
Namun, sebelum mereka bisa pergi ke tempat di mana Cao Xin Lan bekerja, di gerbang terdengar sangat ramai dan banyak bunyi petasan saling bersahutan.
Ke-tiganya saling memandang dan dengan cepat bergerak ke arah gerbang.
Tidak hanya mereka saja, beberapa orang yang juga penasaran segera bergegas ke arah gerbang.
Ketika mereka berada tidak jauh dari gerbang, mereka terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat.
Itu sangat semarak, beberapa gerbong berbaris dengan rapi dan di depannya, dua pemuda tampan berdiri dengan gagah.
Dua pemuda itu tidak lain adalah Zhang Yu dan Zhang Yichen. Setelah menempuh perjalanan panjang, mereka akhirnya tiba.
Memandang semua orang yang berdiri dengan bodoh, Zhang Yu terkekeh. Dia kemudian memandang Zhang Yichen yang berada di sebelahnya.
Karena Jin Tian tidak berada di kediaman, maka Mu Jing Yu saat ini yang datang menyambut kedatangan Zhang Yu.
"Selamat datang, silakan!"
Mu Jing Yu agak grogi karena seharusnya yang datang menyambut adalah Jin Tian, tapi dia tidak di tempat.
......
__ADS_1