
Di lain tempat.
Jin Shan, Cao Xing dan Cao Jiang juga telah selesai barlatih. Mereka saat ini tengah berdiri di depan kelompok Dark Eagle dan Blood Eagle.
"Seminggu dari sekarang, dunia kecil akan terbuka. Lokasi pintu dunia kecil ada di Hutan Neraka. Siapkan diri kalian serta perlengkapan kalian! Kita akan berangkat besok.." Jin Shan menginstruksikan dua kelompok yang berjumlah 97 itu.
"Ya tuan muda.."
Segera mereka bubar dan mempersiapkan segalanya untuk mereka bawa.
Tentang hutan Neraka, Hutan Neraka juga memiliki tingkat bahaya tinggi.
Di daratan Jiangnan ada 5 hutan yang paling terkenal. Mereka mengurutkan hutan tersebut mulai dari hutan yang paling berbahaya.
Hutan yang berada di Tingkat pertama tentu saja Hutan Kematian, urutan kedua adalah Hutan Iblis, ketiga merupakan Hutan Neraka, keempat merupakan Hutan Gelap dan yang terkahir adalah Hutan Ilusi.
Kelima hutan ini memiliki tingkat bahaya masing-masing, tempat yang menjadi lokasi pintu dunia kecil terbuka adalah di hutan Neraka.
Hutan Neraka yang menduduki posisi ketiga, kerena tingkat bahaya yang dimiliki.
Meski begitu, tak ada ketakutan di wajah Jin Shan, melainkan binar semangat dan sedikit kerinduan.
Dia di kehidupan pertamanya merupakan pangeran ke-empat yang sangat dicintai Raja karena bakat yang dia miliki, sangat akrab dengan hutan Neraka.
Hutan Neraka baginya sudah seperti taman bermain. Bukan karena dia hebat atau apapun, tapi hutan Neraka adalah tempat dia melarikan diri jika ada masalah yang tidak bisa di selesaikan. Melarikan diri guna menenangkan pikiran, agar pikirannya menjadi jernih.
Dia tahu rute aman yang ada di hutan Neraka, jadi dia tidak pernah bertemu hewan buas atau tanaman karnivora.
"Xing Ge! Jiang ge! Ayo kita ke Qinglong Akademi! Aku merasa jika Jiejie memiliki sesuatu.."
"Apa maksudmu Shan'er?"
"Entahlah Xing Ge, aku hanya memiliki perasaan jika Er jie memiliki sesuatu yang berhubungan dengan dunia kecil.."
Cao Xing dan Cao Jiang mengernyit dan saling memandang.
"Apakah perasaan yang dirasakan oleh Shan'er adalah perasaan ikatan antara saudara? Tapi kenapa kita tidak memiliki perasaan seperti itu?"
Keduanya melirik dan saling berkomunikasi melalui tatapan yang entah mereka mengerti atau tidak.
"Baiklah. Kita akan pergi bersama.."
Mereka segera mengeluarkan kontraktual mereka dan langsung terbang membelah angin menuju Qinglong Akademi.
Hingga akhirnya mereka sampai dan langsung menerobos masuk ke dalam dan berhenti di depan asrama Black Dragon.
Tentu, tidak ada kejadian heboh, karena hanya mereka para murid yang dapat menembus penghalang yang melindungi akademi.
__ADS_1
Hanya untuk Di Hong Zhuang yang bisa menembus tanpa menggunakan token murid karena dirinya dan Jin Lien bisa dikatakan terhubung.
Ketiganya segera turun dari kontraktual mereka.
Jin Shan mengembalikan Little Black ke dalam dimensi kontraktual dan dengan santai berjalan masuk ke asrama Black Dragon..
"Er Jie! Da Jie! Adik paling tampan kalian datang.."
Mo Fai yang kebetulan ada di sana sungguh tidak mempercayai jika Jin Shan adalah Mo Zhuting, adik yang paling disayanginya dan tentu yang paling dingin hingga dijuluki sebagai pangeran kutub
Jin Lien dan Niu'er yang baru selesai menari tersenyum melihat tingkah Jin Shan dan kenarsisannya.
"Eh, ada apa kau kemari Shanshan?"
"Er Jie, ikut aku!"
Jin Lien mengernyit, tapi tetap mengikuti Jin Shan. Dia tidak tahu apa tujuan Jin Shan.
Ketika mereka telah berada di sudut ruangan yang sepi, Jin Shan langsung menunjukan telapak tangannya pada Jin Lien.
"Sesuatu yang berhubungan dengan dunia kecil, berikan juga padaku Er Jie!"
Jin Lien terperangah dan menatap Jin Shan dengan tak percaya.
"Dari mana kau mengetahui jika aku memiliki sesuatu yang berhubungan dunia kecil?"
Jin Lien mendesah pasrah dan mengeluarkan gulungan peta dunia kecil.
"Ini peta dunia kecil yang aku dapatkan dari seorang yang keberadaannya sangat jauh. Tolong pastikan untuk tidak jatuh pada orang yang salah. Karena ingatanmu cukup bagus, kau bisa memilih beberapa anggota dari Dark Eagle dan Blood Eagle untuk menghafal setiap lokasi yang ada di peta. Setelah itu, langsung hancurkan petanya! agar tidak jatuh pada orang yang memiliki niat buruk.."
Jin Shan menerima peta tersebut dengan binar-binar bintang di matanya. Dia segera menerjang Jin Lien dan memeluknya erat.
"Er Jie, kau sungguh ajaib dan terbaik.."
"Hn.." Jin Lien mengacak rambut panjang Jin Shan. Melihat rambut panjang dan style Jin shan yang sekarang, sangat tidak cocok.
"Ayo kita ke halaman asrama, aku akan mengubah gaya rambutmu! Itu sangat tidak sesuai dengan cara berpakaianmu tahu.."
"Mengubah gaya rambut?"
"Tentu.."
"Baiklah.."
Jin Shan hanya menurut, baginya melawan Jin Lien adalah Neraka yang tak akan pernah ada habisnya.
Begitu mereka sampai di halaman belakang Asrama, Jin Lien meminta Jin Shan untuk duduk di bangku dan dia mengeluarkan gunting dari dimensi lotus miliknya.
__ADS_1
Melihat Jin Shan dan Jin Lien keluar, semua penghuni asrama mengikuti mereka, karena ingin melihat apa yang akan dilakukan Jin Lien pada Jin Shan.
Ketika mereka melihat Jin Lien memegang gunting, mereka bergidik ngeri mengira jika Jin Lien ingin menikam Jin Shan.
Namun, ketika mereka melihat Jin Lien mengeluarkan sisir, mereka terdiam dan berusaha mencerna apa yang ingin dilakukan Jin Lien.
Sraak
Sraak
Suara gunting yang memotong rambut panjang Jin Shan terdengar di telinga mereka.
Sangat cepat rambut panjang Jin Shan yang penjang mulai memendek.
Jin Shan menangis sedih ketika Jin Lien menggunting rambut panjangnya yang indah. Namun, dia tidak berani untuk protes.
Seiring berjalannya waktu, Jin Lien akhirnya selesai memotong rambut Jin Shan. Sekarang Jin Shan lebih terlihat seperti anak 12 tahun di dunia modern, keren dan tampan.
Jin Lien mengeluarkan cermin besar yang bisa memantulkna seluruh tubuh dan menaruhnya di depan Jin Shan.
"Lihat! Bagaimana menurutmu penampilanmu saat ini?"
Jin Shan menghapus air matanya dan menatap dirinya di cermin. Dia tercengang seolah tidak mengenali sosok yang berada di cermin.
Dia kemudian berbalik menatap Jin Lien.
"Er Jie! Apakah itu aku? Kalau memang begitu, aku dengan rambut seperti ini lebih terlihat gagah dan tampan.."
"Tentu saja itu kau Shanshan..."
"Baik, terima kasih Er Jie.."
"Ya sama-sama.."
"Seandainya aku tahu jika aku akan berubah menjadi pemuda tampan, aku tidak akan menangis sedih.."
Jin Lien terkekeh dan kembali mengacak rambut Jin Shan yang telah dia ubah.
"Di dunia aku berasal, semua pemuda dan anak laki-laki serta pria, memiliki potongan rambut seperti ini. Meski ada yang panjang, itu tidak sepanjang para pria di dunia ini.."
Jin Shan menjadi cerah mendengar penuturan Jin Lien.
"Aku jadi ingin mengetahui dunia macam apa tempatmu berasal Er Jie.."
"Kalau begitu, kau harus berkultivasi hingga mencapai ranah Reinkarnasi.."
"Baik.." jawabnya cepat tanpa menyadari makna tersembunyi dari ucapan Jin Lien.
__ADS_1
....