
Kabar tentang pintu yang menghubungkan ke Dunia kecil akan terbuka telah menyebar di seluruh daratan Jiangnan.
Namun, banyak dari mereka yang harus kecewa, karena dunia kecil hanya mengizinkan siapa saja yang memiliki umur di bawah 50 tahun bisa masuk.
Di atas 50 tahun, secara alami akan di keluarkan secara paksa. Walaupun harus menggunakan penyamaran atau benda untuk mengurangi umur, tapi dunia kecil tidak akan tertipu. Sebab usia tulang seseorang dapat menunjukkan segalanya.
Di Istana Kekaisaran Chu.
Kiasar dan Ratu saat ini tengah mengumpulkan semua anak-anak mereka. Mereka mengumpulkan semuanya guna menyambut dan memperkenalkan pada yang lainnya jika dirinya masih memiliki 2 menantu.
"Ayah Kaisar, ada apa mengumpulkan kami?"
Yang bertanya adalah putri Ke-dua, Mu Yue. Dia datang bersama suaminya yang merupakan seorang Jenderal di kerajaan Chu. Jenderal tersebut tidak lain adalah Cao Yuting. Tidak hanya mereka berdua, tapi juga bersama dua anak mereka Cao Jiang dan Cao Xing. Keduanya merupakan pemuda tampan dan gagah, ketampanan mereka tentu diwarisi dari ketampanan ayah mereka dan kecantikan ibu mereka.
Namun, kedua pemuda itu terlalu terobsesi dengan militer hingga belum memiliki pendamping di usia mereka yang telah menginjak 25 tahun dan 27 tahun.
Maklum, di usia seperti itu, banyak yang belum memikirkan untuk mencari pendamping, karena usia seorang kultivator sangatlah panjang.
Terlebih mereka merupakan bagian dari Qinglong Akademi, tapi mereka tidak memasuki tim elit. Bukan karena mereka tidak memiliki kualifikasi, tapi mereka sendiri yang menolak dan memilih untuk menjadi murid biasa. Meski begitu, perlakuan mereka sama dengan murid yang berada di tim elit.
Adanya mereka, karena mereka baru saja selesai menjalankan misi dan pulang ke rumah untuk menemui orangtua mereka sebelum kembali ke Akademi. Siapa yang menyangka jika kakek dan nenek mereka memanggil mereka untuk berkumpul.
"Kami mengumpulkan kalian di sini hanya untuk mengatakan jika Putri Pertama dan Pangeran Ketiga telah kembali bersama suami dan istri mereka sendiri. Mereka juga telah memiliki anak-anak yang tampan juga cantik.."
Mu Yue dan Mu Jing Zhou melebarkan mata mereka tak percaya. Mereka sejujurnya sangat merindukan keduanya, tapi mereka sama sekali tidak menemukan jejak keduanya di daratan Jiangnan selama bertahun-tahun.
"Da Jie dan San Ge ada di sini?" Kaisar mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan putra keempatnya itu.
Raja dan Ratu Kekaisaran Chu hanya memiliki 4 anak, dua orang putri dan dua orang putra. Tidak seperti Kekaisaran Qing yang Rajanya memiliki banyak selir, Raja Kekaisaran Chu hanya memiliki Ratu sebagai istri satu-satunya.
"Lalu di mana mereka?"
"Tenanglah! Mereka akan segera kemari.."
Cao Jiang dan Cao Xing saling melirik tapi tidak berbicara. Mereka melihat paman keempat mereka dan istri dari paman keempat mereka, tapi tidak dengan kedua sepupu mereka.
"Bibi! Apakah Lu'er dan Mi'er tidak ikut?"
__ADS_1
"Tidak perlu kalian bertanya kan? Mereka saat ini berada di Akademi.."
"Oh maaf, Jiang melupakan itu.."
Sepupu yang dimaksud oleh Cao Jiang adalah Mu Ye Lu dan Mu Ye Mi, keduanya merupakan seorang gadis cantik. Tidak hanya sekedar cantik, tapi keduanya merupakan kembar.
Meski Mu Ye Lu dan Mu Ye Mi kembar, tapi sangat gampang untuk membedakan keduanya.
Mu Ye Lu yang tertua memiliki wajah datar dan selalu cuek pada sekitar, berbeda dengan Mu Ye Mi yang memiliki kepribadian ceria dan hangat.
Mu Ye Lu dan Mu Ye Mi memilih menuntut ilmu di Vermilion Akademi ketimbang akademi lainnya. Hal tersebut di karenakan mereka memiliki Luan Bird sebagai Spirit Beast mereka. Mu Ye Lu memiliki Burung Luan Es sebagai kontraktualnya dan Mu Ye Mi memiliki burung Luan api. Meski burung Luan hanya Spirit Beast, tapi mereka adalah Spirit Beast tingkat tinggi yang sangat sulit di taklukan.
Mendengar jika kedua sepupunya berada di Akademi, Cao Jiang dan Cao Xing tidak lagi berbicara dan memilih duduk dengan tenang sambil menunggu bibi pertama dan paman ketiga mereka.
Mereka tidak sabar ingin melihat wajah Bibi dan paman mereka terlebih mereka ingin melihat wajah sepupu mereka yang lain.
Ketenangan mereka akhirnya buyar kala mendengar suara seorang Kasim yang mengumumkan kedatangan Mu Xue dan Mu Jing Yu bersama suami dan istri mereka serta Jin Shan yang berjalan dengan elegan.
Mereka tidak memakai pakaian modern seperti biasanya, tapi memilih memakai hanfu yang cocok untuk bertemu Kaisar dan Ratu.
Segera, Mu Jing Yu dan yang lainnya menyapa Kaisar dan Ratu lalu duduk di tempat mereka.
Mu Yue dan Mu Jing Zhou berdiri dari kursi mereka dan berjalan menuju kedua saduara dan saudari mereka dan memeluknya.
"Kalian akhirnya pulang!"
"Zhou'er, kau tumbuh menjadi pria tampan rupanya.."
"Apa maksud Da Jie? Aku selalu menjadi yang paling tampan.."
"Apa kau melupakanku yang selalu menjadi lebih tampan darimu.."
Ke-empat saudara itu melepas rindu dan melupakan orang-orang yang berada di ruangan yang sama.
"Ehem.."
Akhirnya suara deheman Raja menyadarkan mereka yang terlalu larut dalam melepas rindu.
__ADS_1
Jin Shan hanya duduk di tempatnya dan menatap data pada ibu dan pamannya.
"Ayah, tidakkah mereka berlebihan? Aku yang tidak ketemu Da Jie dan Er Jie selama 12 tahun, biasa aja kok.."
Untuk beberapa saat, Jin Tian blank mendengar pernyataan putranya itu.
"Memangnya di usiamu yang beberapa bulan, kau bisa mengingat kedua Jiejiemu?"
"Aku sangat ingat ayah, bahkan saat pertama aku membuka mataku dan melihat mereka, aku telah mengenali mereka.."
Pletak
Jin Tian dengan tidak berperasaan menjitak kepala Jin Shan.
"Ayah! Kenapa kau menjitakku?"
"Kau terlalu banyak bicara, ayah tau jika kau itu memiliki ingatan tajam, tapi tidak perlu kau pamerkan juga. Kau hanya tidak bertemu kedua Jiejiemu selama 12 tahun, tapi ibu dan pamanmu tak pernah bertemu saudara dan saudarinya selama puluhan tahun, apa kau mengerti?"
"Ya.."
Jin Shan tidak lagi peduli pada Jin Tian dan meringkuk kepelukan Bai Xun.
"Bibi! Ayah jahat, dia menjitak kepalaku!" Bai Xun tidak tahu harus tertawa atau menangis untuk menanggapi Jin Shan. Sedangkan Jin Tian berpura-pura tidak mendengar.
Cao Jiang dan Cao Xing ingin tertawa melihat kelakuan sepupu mereka itu, tapi mereka berusaha menahan hingga wajah mereka memerah.
Keduanya kemudian mendekati Jin Tian yang masih meringkuk dipelukan Bai Xun.
"Hei sepupu kecil! Ayo ikut kami! Biarkan orangtua kita berbicara lebih dulu.."
Jin Shan mengangkat matanya dan melihat dua pemuda tampan yang memanggilnya sepupu.
"Baik.."
....
Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya terimakasih.
__ADS_1