Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 86


__ADS_3

Seminggu berlalu dengan cepat, semua tim elit dan yang menjadi peserta untuk memasuki dunia kecil mulai berlatih dengan metode yang diterapkan..


Namun, ada juga yang telah bersiap untuk menjalankan misi untuk membunuh target mereka.


Xu Lan menatap 5 orang yang akan mengikutinya.


"Jadi, apa rencananya?


"Seperti biasa, lakukan dengan bersih tanpa meninggalkan jejak kita dan mengalihkan pada orang lain.." Xu Lan menjawab pertanyaan Xu Bao.


Setelah mendapat jawaban, mereka semua mengangguk mengerti.


"Siapkan semua perlengkapan kalian! Kita tidak boleh gagal dalam misi kali ini.."


"Ya.."


"Jika sudah siap, kumpul di restoran!"


"Baik.."


Segera mereka semua bubar dan menyiapkan peralatan mereka.


Setengah jam kemudian, mereka akhirnya semua selesai.


"Ayo berangkat!"


....


Hua Chun Wei menatap berkas di tangannya dengan aneh dan memandang Chu Hua yang tersenyum Lebar.


"Apa ini?"


"Bibi! Itu semua bukti kerjasama Tengkorak merah dan keluarga Chu.."


"Kenapa kau memberikannya padaku?"


"Hehehe kenapa tidak? Karena kakak Zhuang akhirnya memperlakukanku dengan baik. Meski aku belum bisa menyentuhnya, tapi setidaknya dia tidak pernah lagi memarahiku.."


"Oh, jadi anak nakal itu akhirnya sadar jika kau yang terbaik.."


"Itu sudah pasti bibi.."


"Baiklah. apapun itu, bibi akan mendukungmu.."


"Yeah, bibi memang yang terbaik.."


Chu Hua sangat bahagia, tapi berbeda dengan Hua Chun Wei yang tengah menyeringai dibenaknya.


Bukti sudah berada di tangannya, jadi Keluarga Bangsawan Chu tidak bisa lolos dari pembantaian.


"Bibi! Kalau begitu, aku akan kembali ke Asrama.."


"Baik, latihan dengan baik, kau juga akan memasuki dunia kecil.."


"Ya bibi.."


"Anak baik, hidupmu akan berakhir di dalam sana"


Setelah kepergian Chu Hua, Di Hong Zhuang muncul. Hua Chun Wei segera memberikan bukti tersebut kepada Di Hong Zhuang.


"Diskusikan dengan Lien kecil!"


"Ya bibi! Kau cukup mahir dalam berpura-pura.."


"Itu demi mendapatkan bukti ini. Setidaknya aku akan berpura-pura baik padanya sampai dunia kecil terbuka. Kau juga harus begitu, aku takutnya jika bukti ini tidak valid.."

__ADS_1


"Bibi bisa serahkan itu padaku.."


"Ya. Bibi percaya padamu. Kembilah!"


"Hmmp.."


Di Hong Zhuang segera menghilang dari ruangan Hua Chun Wei.


...


"Perhatikan, ini adalah pelatihan pertarungan untuk memilih siapa saja yang berhak memasuki dunia kecil. Kematian dan cedera tidak bisa dihindari. Kalian hanya bisa mengandalkan diri kalian karena tidak diperkenankan untuk saling membantu. Jika kalian sudah siap, maka kita bisa memasuki hutan belakang Akademi untuk memulai latihan bertahan hidup dan pertarungan.." Zhang Yu dengan gagah berdiri di depan semua orang yang ingin memasuki dunia kecil.


Jumlah mereka mencapai 300 orang dan tentu, jumlah itu tidak semua yang bisa terpilih, pasti ada di antara mereka yang terbunuh ataupun terluka parah..


"BAIK.."


Segera mereka berbondong-bondong menuju gerbang untuk memasuki hutan.


Jin Hua Lin juga selalu berada di sekitar Zhang Yu.


"Yang Mulia, mohon bantuannya!"


"Jangan harap aku akan membantumu. Andalkan dirimu sendiri.." ucapan menusuk itu segera membuat Jin Hua Lin terdiam dengan penuh kebencian.


Tidak mengejar Zhang Yu lagi, Jin Hua Lin mengambil rute sendiri. Dia terus menggerutu tentang kebenciannya itu.


"Lihat saja! Aku pasti bisa memasuki dunia kecil dan menghabisi tunangan buruk rupamu, Yang Mulia!"


Setengah jam saat semua telah memasuki hutan, suara pertarungan segera bisa terdengar.


Hutan belakang Akademi Baihu di kenal sangat berbahaya karena binatang buas yang berada di sana sama sekali tidak memiliki kecerdasan dan mereka semua tidak memiliki kewarasan. Menyerang apa saja yang hidup untuk mereka makan.


Zhang Yu dengan tenang berjalan di dalam hutan, sesekali binatang buas menyerangnya, tapi masih bisa dia hindari.


"Bagaimana?"


Dua orang pengawal langsung muncul di depan Zhang Yu.


"Blood Eagle telah tiba sejak tadi. Mereka hanya berjumlah 6.."


"6?"


"Ya, saya tadi bertanya dan mereka mengatakan jika 6 sudah banyak jika hanya akan berhadapan dengan Jin Hua Lin Itu.."


Zhang Yu mengangguk.


"Pergi dan lihat cara kerja mereka!"


"Baik Tuan.."


Dia penjaga itu langsung menghilang di udara tipis.


Di sisi lain, Xu Lan dan yang lainnya tengah berada di atas pohon dengan mode kamuflase mereka.


"Bagaimana?"


"Target belum terlihat.."


"Ayo tunggu sebentar lagi!"


Mereka saling mengangguk dan menunggu target dengan tenang.


Trank


Crash

__ADS_1


Suara pedang bertemu cakar dapat terdengar oleh mereka.


"Arrrggg sialan.." suara teriakan juga senantiasa memasuki indera pendengar mereka.


Namun, suara teriakan kali ini membuat mereka bersemangat. Niat membunuh ke-enam orang itu melonjak tiba-tiba.


Mereka menyeringai, karena suara tersebut tidak lain adalah suara target mereka.


"Tunggu aba-aba, baru bergerak!"


5 orang lainnya mengangguk, mereka akan menunggu aba-aba dari Xu Lan.


Mereka semakin menajamkan pandangan mereka untuk bersiap menyerang.


"Aaarggg.."


Kembali suara teriakan Jin Hua Lin terdengar.


"Cih, kapan habisnya mereka.. kenapa aku bisa sesial ini!"


Jin Hua Lin tidak hanya menghadapi satu binatang buas saja, tapi ada 3 binatang buas.


Jin Hua Lin bertarung sengit dengan ketiga binatang itu. Kemampuannya sebagai anggota elit tidak bisa di ragukan.


Groaaaaarrrr


Tusukan pedang Jin Hua Lin sukses membunuh satu binatang buas.


Meski satu sudah terbunuh, tapi masih ada dua lainnya. Jin Hua Lin mengumpat kesal melihat dua binatang buas itu seolah tidak ingin menyerah.


Xu Lan yang bersembunyi menyeringai semakin lebar ketika melihat Jin Hua Lin kewalahan.


Dia mengambil bungkusan yang entah apa, lalu menyebarkannya. Seketika, dua binatang iblis itu menjadi lemah dan jatuh.


Jin Hua Lin yang memang tidak sadar apapun mengira jika kedua binatang buas yang menyerangnya mati karena kelelahan.


"Sekarang!"


Setelah aba-aba diucapkan, segera mereka mengepung Jin Hua Lin.


Jin Hua Lin tentu menjadi waspada dan mengeratkan cengkeramannya pada pedang miliknya.


"Siapa kalian? Kenapa kalian bisa masuk ke Hutan ini?"


Namun bukan jawaban yang didapatkan oleh Jin Hua Lin, melainkan serangan mematikan dari keenamnya.


Pertarungan sengit Jin Hua Lin Terjadi lagi, tapi berbeda dengan yang tadi. Kali ini bukan binatang buas, melainkan 6 pembunuh bayaran..


Suara dentingan pedang yang saling berbenturan tidak luput dari perkelahian itu.


Dhuar


Booom


Bola api besar yang diarahkan pada Jin Hua Lin masih bisa dia Hindari, tapi luka yang dia terima juga tidak ringan.


Melihat dia tidak bisa menang, Jin Hua Lin berusaha mengaktifkan tanda di dadanya yang memang dimiliki semua anggota Tengkorak merah.


Namun, tindakannya membuat Xu Lan segera menyadarinya dan langsung menyerang di mana tanda itu berada.


Untuk mengaktifkan tanda, maka konsentrasi akan terpecah. Itu sebabnya, Jin Hua Lin tidak menyadari serangan dadakan yang diarahkan oleh Xu Lan.


.....


Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2