Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 95


__ADS_3

Zhang Yu melihat pemuda tersebut dengan pandangan intimidasi dan merendahkan.


Dia mengacungkan jempolnya hingga pemuda itu merasa sombong, tapi perlahan Zhang Yu menggerakkan jempol miliknya menghadap ke bawah.


Segera pemuda itu menjadi marah dan mendang Zhang Yu dengan Niat membunuh.


Mo Fai dan Di Hong Zhuang hampir tertawa terbahak-bahak melihat cara Zhang Yu yang merendahkan saingan cintanya.


...


Di kelompok milik Jin Shan, Jin Shan membagikan semua yang dia dapat pada anggotanya.


"Pertama! Kalian konsumsi pil ini dulu!" seraya membagikan botol putih.


Setelah Dark Eagle dan Blood Eagle mengonsumsi pil di botol putih, diikuti oleh Cao Jiang dan Cao Xing serta dirinya. Jin Shan kemudian membagikan setiap orang botol hitam yang berisi 3 pil racun darah kalajengking asap.


"Jika kalian bertemu tengkorak merah, segera hancurkan satu pil menjadi bubuk!"


"Ya tuan muda.."


"Bagus!"


Cao Jiang dan Cao Xing yang penasaran langsung bertanya pada Jin Shan.


"Racun apa itu Shan'er?"


"Aku tidak tahu Jiang Ge, Er Jie hanya mengatakan jika ini racun, tapi tidak mengatakan racun jenis apa ini.."


"Tidak apa-apa, yang jelas Lien kecil telah mengatakan seperti itu, maka kita harus mengikutinya.."


"Ya, jika kalian tidak menurut, kalian akan berada di dalam neraka yang tidak berkesudahan.."


"Tuan muda, anda terlalu melebihkan master.." protes Tang Yi.


"Aku tidak melebih-lebihkan, Tang Yi. Dia jelas lebih galak dariku.."


"Meski begitu, itu demi kepentingan kita sendiri.."


"Ya, itu sisi baik milik Er Jie.."


...


Perlahan bulan mulai bergerak menutupi matahari. Meski lambat, tapi suasana di hutan neraka yang tadi kisruh mulai diam membisu.


Jin Lien tentu tidak ingin kehilangan kesempatan dan merekam Fenomena tersebut.


Semakin bulan menutupi matahari, bumi juga mulai menggelap. Perlahan pintu dunia kecil juga mulai terbuka sedikit demi sedikit.


Di Hong Zhuang melangkah mendekati Jin Lien dan memeluk pinggangnya dari belakang.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan Wifei?"


"Aku hanya merekam kejadian yang tak terlupakan ini.."


Dari jauh, Chu Hua sangat marah melihat Di Hong Zhuang yang memeluk Jin Lien.


Terlebih ketika dia meminta dan mengeluh pada Hua Chun Wei, dia hanya diabaikan dan tak dihiraukan


Perlahan dia mulai menyesal memberikan semuanya pada Hua Chun Wei, tapi dia tidak berani memberitahu ayahnya. Jika ayahnya mengetahui kalau dia mencuri semua bukti kerjasama mereka dengan kelompok tengkorak merah, terlebih mereka adalah anggota, dia pasti akan di mutilasi oleh ayahnya sendiri.


Ayah Chu Hua adalah Chu Lang yang tidak akan segan membunuh siapa saja yang berkhianat di dalam keluarganya, termasuk anak kandungnya sendiri.


Chu Hua mengepalkan tangannya dan memandang benci pada Di Hong Zhuang dan Jin Lien.


Namun, dia segera merasa aneh dengan tubuhnya. Sudah beberapa Minggu ini, kultivasinya tidak pernah meningkat, tapi semakin menghilang.


Chu Hua tidak sadar jika darah keluar dari hidungnya. Hingga seorang menegurnya.


"Shimei, ada darah keluar dari hidungmu!"


"Hah?" Chu Hua reflek memegang hidungnya. Seketika di shock saat melihat darah di tangannya.


Dia dengan panik mengedarkan Qi miliknya untuk menghentikan darah yang keluar.


Namun, itu hanya sia-sia karena dia merasa jika tubuhnya semakin lemah.


Menunggu beberapa menit, dia akhirnya mulai merasa baik. Baru saat itu, Chu Hua merasa lega.


Dia perlahan mundur dan menjauh dari kelompok Vermilion Akademi, begitu dia merasa jika tidak ada yang melihatnya, dia langsung mengambil seragam tengkorak merah dan memakainya dan bergabung ke arah kelompok tengkorak merah.


Segera, Chu Hua disambut di sana.


Tentunya karena mereka adalah sesama tengkorak merah.


Langit perlahan mulai menghitam dan Bulan sudah hampir menutupi matahari secara keseluruhan. Pintu menuju dunia kecil juga semakin lebar dan mengeluarkan cahaya terang.


Tepat saat matahari mulai tertutup sempurna. Kelompok yang pertama sampai yang masuk terlebih dahulu.


Hal tersebut tentu menjadi aturan tak tertulis yang harus dipatuhi oleh mereka yang ingin memasuki dunia kecil.


Kelompok yang memasuki dunia kecil ada 9 kelompok termasuk kelompok tengkorak merah.


Ada kelompok dari Kekaisaran Qing (Manusia), Kekaisaran Chu (manusia), Kekaisaran Han (Elf), Kekaisaran Xiling (Dewa), Qinglong Akademi, Vermilion Akademi, Baihu Akademi, Black Turtle Akademi dan Tengkorak merah.


Aturan tak tertulis tentu tidak bisa dilanggar karena pintu dunia kecil tidak akan mengizinkan mereka untuk tidak menaati peraturan tersebut, jika ada yang bersikeras melanggar, maka mereka akan terlempar hingga terluka parah.


Satu demi satu setiap kelompok mulai masuk. Jin Lien terus merekam semua momen yang terjadi, sedangkan Di Hong Zhuang masih anteng dengan memeluk Jin Lien.


"Ayo! Giliran kita.."

__ADS_1


"Oke, tapi aku mau digendong di pundak, boleh?"


Di Hong Zhuang tersenyum dan mencubit hidung Jin Lien.


"Tentu, apapun untukmu Wifei.."


"Hehehehe, kau yang terbaik.."


"Aku akan selalu menjadi suami terbaik untukmu.."


"Berhenti bermesraan! Ayo masuk!" Mo Fai segera mengejar mereka, padahal dirinya sendiri juga sedang bermesraan dengan Niu'er..


Sontak semua memandang Mo Fai dengan aneh.


Tidak memperdulikan semua pandangan, Mo Fai menggenggam tangan Niu'er dan melangkah memasuki pintu dunia kecil.


Jin Lien sendiri langsung naik ke pundak Di Hong Zhuang dan masih asik merekam momen yang akan menjadi konten terlaris dan terpanas.


Ketika mereka memasuki Dunia kecil, pemandangan yang mereka saksikan sangat berbeda dari yang mereka bayangkan.


Lihat saja, hutan yang mereka lihat semua adalah pohon besar denga duri tajam. Selain itu, mereka juga melihat tumpukan mesin yang telah terpisah dan tak berbentuk.


Jin Lien seketika merasa ragu dengan peta yang diberikan, tapi ketika mengingat lagi, lokasi saat mereka memasuki pintu, memang benar adanya.


"Apakah dunia kecil adalah dunia mesin?" Jin Lien memandang Jin Gaoqi yang juga tercengang melihat pemandangan tersebut.


Berbeda dengan mereka berdua, yang lain merasa jika dunia kecil adalah dunia neraka. Karena sama sekali tidak ada pohon atau apapun yang terlihat normal.


Sebagian besar semua adalah mesin.


"Apa-apaan ini? Ini hanya neraka.."


"Wajar jika ini neraka, karena kita berada di hutan neraka sebelumnya.."


Segera perdebatan terjadi, Jin Lien juga langsung pamit dan memisahkan diri. Berjanji akan bertemu dalam waktu seminggu di lokasi yang mereka tentukan.


Namun, sebelum mereka sempat pergi. Satu robot berbentuk manusia datang dan menyerang mereka dengan tembakan.


"Woaaah, robot mengarang gays.." segera Jin Gaoqi mengeluarkan bahasa gaul jaman modern yang hanya dimengerti oleh anggota Balck Dragon.


Semua tentu segera membuat perisai agar mereka tidak di hujani peluru.


"Cih mengganggu saja! Hubby pegang handycam milikku dan arahkan pada robot tersebut.."


"Oke Lien kecil.."


Jin Lien menyeringai dan mengeluarkan bazoka dari dimensi lotus.


....

__ADS_1


__ADS_2