
Sebelum Jin Tian dan yang lainnya memandang penuh tanya pada 20 anak yang dibawa oleh anak-anak mereka.
Mereka tengah berdiskusi di ruang utama bersama Kaisar dan Permaisuri
"Kapan kalian akan menikahkan Niu'er dengan Mo Fai itu? Aku ingin memiliki cicit.."
"Ibu Kekaisaran! Mo Fai masih harus mengurus masalahnya dengan kekaisaran Xiling, jadi tolong bersabar.." Mu Jing Yu membantu Jin Tian dan Mu Xue menjawab.
"Ibu kekaisaran bisa tenang, anak ini merasa jika mereka akan membawa cucu imut untuk ku dan tentu cicit untuk anda.."
Permaisuri memandang Mu Xue dengan mata menyipit. Dia tidak ragu dengan apa yang dikatakan oleh Mu Xue, karena memang Firasat Mu Xue sangat jarang untuk meleset.
Dia segera menjadi sangat bersemangat.
"Xue'er! Aku tidak meragukan firasatnya, tapi tolong jangan buat ibu untuk berharap terlalu tinggi.."
Mu Xue langsung melototi Jin Tian dengan ganas.
"Kau tidur di luar!"
Jin Tian segera menutup mulutnya dapat dan tidak lagi protes dengan apa yang ingin di katakan oleh istrinya..
Mu Jing Yu dan dan yang lainnya terkejut melihat Jin Tian yang sangat patuh pada Istri. Padahal Mu Jing Yu pernah melihat kekejaman kakak iparnya saat memimpin perang untuk menaklukan salah satu kerajaan.
Dia sangat gagah dengan pakaian tempurnya, tapi dia tidak pernah menyangka jika kakak ipar yang Gagah dan kejam akan sangat menurut pada istri hanya karena tidak ingin tidur di luar.
Sedang asiknya mereka berbincang, mereka semua mendengar suara sayap. Semua tersenyum dan langsung berdiri dari tempat mereka.
"Anak-anak akhirnya sampai.."
"Berharap mereka semua lengkap dan sehat, dunia kecil sangat berbahaya, aku tidak ingin melihat mereka tiba dalam keadaan terluka.."
"Tenanglah! Mereka akan baik-baik saja, pergi sambut mereka! Kami akan menunggu di sini.."
"Baik ayah kaisar.."
Mereka semua berdiri dan melangkah keluar. Tepat saat sampai di pintu, mereka dibuat tercengang dengan anak-anak kecil yang mengikuti anak-anak mereka.
Jin Tian bahkan sampai mengerutkan dahinya melihat banyak anak berusia sekitar 5 tahun. Dia kemudian melirik istrinya yang kini tengah tersenyum lebar.
Sontak Jin Tian merinding dengan firasat yang dimiliki oleh istrinya.
"Insting wanita memang tidak bisa diragukan.."
__ADS_1
Jin Tian, Mu Xue, Mu Yue, Cao Yuting, Mu Jing Yu, Bai Xun dan Mu Jing Zhou beserta sang istri tengah menatap anak-anak mereka.
Tepat saat anak-anak mereka tiba, mereka segera mendapat sapaan dari semuanya.
"Kami menyapa ayah! Ibu! Bibi dan paman.."
Setelah mereka melihat anak-anak mereka menyapa, mereka segera dikejutkan oleh 20 anak kecil di depan mereka.
Di Zheng Jue maju lebih dulu dan berdiri di depan Jin Tian dan Mu Xue.
"Di Zheng Jue menyapa kakek dan nenek serta kakek paman dan nenek bibi.."
"Di Zheng Yue menyapa Kakek dan nenek serta kakek paman dan nenek bibi.."
"Di Zheng Mo menyapa Kakek dan nenek serta kakek paman dan nenek bibi.."
"Di Zheng Liu menyapa Kakek dan nenek serta kakek paman dan nenek bibi.."
Terus seperti itu hingga sampai pada Di Zheng Qing yang menyapa para orang tua.
Lagi-lagi mereka semua tercengang karena mendengar nama dari ke-duapuluh anak-anak tersebut yang memakai marga milik Di Hong Zhuang.
Mu Xue memang memiliki firasat jika dia akan memiliki beberapa cucu, tapi dia tidak pernah mengira jika akan sebanyak ini.
"I...Ini..."
Bahkan Mu Xue bergetar saking tak percayanya, 20 cucu dan itu semua memiliki usia yang sama.
"Kyaaaaa, Terima kasih Lord tertinggi. Kau memberiku banyak cucu cantik dan tampan serta lucu-lucu.."
Tidak bisa lagi menahan kegembiraannya, akhirnya Mu Xue berteriak kegirangan dan berjongkok sambil merentangkan tangannya.
"Kemari sayang, beri nenek pelukan!"
Di Zheng Jue dan yang lainnya awalnya tegang karena takut tidak di terima dalam keluarga, siapa yang menyangka jika apa yang dikatakan oleh mommy mereka adalah kebenaran.
Mereka berbalik dan menatap Jin Lien yang tengah memberi mereka senyum manis.
Dalam hati mereka mulai menetapkan jika apa yang di katakan Jin Lien adalah benar, mereka memiliki kepercayaan mutlak pada Jin Lien dan tidak akan pernah meragukan apa yang dikatakan Jin Lien.
Segera mereka berlari menerjang Mu Xue dengan pelukan. Mu Xue yang dikelilingi oleh cucunya yang imut bertambah bahagia.
"Ehem, apakah kalian hanya akan memeluk nenek saja dan mengabaikan kakek?"
__ADS_1
Di Zheng Jue dan yang lainnya segera memeluk Jin Tian yang juga membuat Jin Tian sangat bahagia.
Berbeda dengan Jin Tian dan Mu Xue yang sangat bahagia. Mu Jing Yu, Bai Xun, Mu Yue, Cao Yuting, Mu Jing Zhou dan sang istri hanya bisa menatap iri.
Mereka kemudian melototi anak-anak mereka yang masih belum memiliki pasangan.
"Setelah ini, kalian harus memiliki pasangan dan memberi kami cucu.."
Cao Xing, Cao Jiang, Mu Ye Lu, Mu Ye Mi, Mu Ye Chen dan Mu Ye Ran seketika menjadi kaku.
Bagaimana mereka ingin memberi cucu, sedangkan mereka tidak memiliki pasangan.
Mereka sontak melotot jengkela pada Di Hong Zhuang dan Jin Lien.
"Gara-gara kalian! Kami diminta untuk memberikan mereka cucu.."
Di Hong Zhuang tetap dengan wajah dingin dan datar, tapi matanya penuh tawa. Jin Lien bahkan bersiul untuk berpura-pura tidak mendengar protesan yang dilayangkan sepupunya.
"Sudah-sudah, Ayo masuk! Kalian sudah ditunggu di dalam.."
"Baik.."
Mereka semua segera memasuki istana. Tentu saja Kaisar dan permaisuri segera dikejutkan dengan banyaknya anak-anak berumur sekitar 5 tahunan memasuki istana.
Ketika permaisuri melihat wajah bahagia Mu Xue, dia kemudian tersenyum dan berdiri dari kursinya.
Dia langsung menyambut anak-anak itu..
"Kemari, berikan pelukan untuk nenek buyut kalian.."
Meski begitu, Di Zheng Jue dan adik-adiknya tidak melupakan etika.
Mereka memberi hormat sejenak lalu memeluk permaisuri yang menjadi nenek buyut mereka.
Mo Bing yang melihat kehangatan keluarga kekaisaran Chu merasa iri. Dia berpikir, kenapa ayahnya harus menikah dengan banyak selir kalau seorang istri sudah cukup.
Lihat saja, Kaisar Kekaisaran Chu tidak memiliki selir, terbukti dia bisa bahagia dan memiliki keluarga harmonis tanpa skema licik yang terus bersusun di otak.
Mo Bing mengeratkan tinjunya hingga buku-buku jarinya memutih, dia sungguh sangat iri. Dia kemudian menatap Mo Fai yang juga masih berwajah tenang.
Mo Bing berusaha menenangkan diri dan terus menghela napas. Dia berharap jika dia akan memiliki keluarga sendiri, semua akan harmonis seperti keluarga di depannya.
......
__ADS_1