
Sebelum duduk, Di Hong Zhuang menyempatkan mengecup kening Jin Lien.
Hua Chun Wei sendiri mengernyit saat melihat Di Hong Zhuang tidak keberatan ketika dipeluk oleh Niu'er, bahkan Jin Lien tidak menunjukan tanda-tanda kecemburuan.
"Apa-apaan ini, bukankah Zhuang sangat anti untuk disentuh, bahkan olehku. Namun, saat Niu'er memeluknya, dia malah memperlakukannya seolah itu sudah biasa.."
Oke, Hua Chun Wei tidak bisa mengerti tentang keadaan yang dia lihat..
"Gege, bagaimana keadaan ayah dan kakek? Apakah mereka sehat? Sudah lama tidak melihat mereka, aku sangat merindukan mereka.."
"Ayah saat ini sehat, dia sekarang ada di kerajaan Vampir dan menjabat sebagai penasehat ku. Sedangkan kakek, dia sedang berkultivasi untuk mengembalikan penampilan mudanya.."
"Begitu, aku sudah lama tidak bertanding catur dengan kakek dan ayah. Jadi, aku sangat merindukan mereka.."
"Jiejie, bukan hanya kau yang merindukan ayah dan kakek. Aku juga sama.."
"Ya, nanti kalau ada kesempatan, aku akan membawa kalian untuk bertemu mereka.."
"Benarkah?"
"Tentu saja.."
"Hurrrraaaa, Gege kau yang terbaik. UPS, apa perlu aku mengubah panggilanku untukmu? Gege atau Ipar?" Di Hong Zhuang terkekeh mendengar pertanyaan Niu'er.
"Sesukamu saja.."
"Baik.."
"Ehemmm." Tidak ingin diabaikan, akhirnya Hua Chun Wei berdehem hingga menyadarkan ketiganya, jika masih ada seorang lagi di ruangan itu..
"Jadi?"
Jin Lien mengeluarkan bukti yang telah diselidiki oleh Rui dan menaruhnya di meja.
"Semua bukti di sini adalah kebenaran. Tidak ada rekayasa dalam bukti ini.."
"Kau serius Lien kecil?"
"Ya. Rui merupakan pencari informasi dan pasti semua yang dia dapatkan adalah fakta.."
"Baiklah kalau begitu, karena sudah ada bukti asli di tangan kita, maka setelah keluar dari dunia kecil, kita akan membantai keluarga itu.."
Di Hong Zhuang terlihat sangat dingin, niat membunuh sangat kental terlihat di matanya.
"Hubby, tenang! Oke?"
Barulah Di Hong Zhuang kembali seperti semula.
"Bibi, karena ini semua adalah kebenaran. Jadi, berhentilah berpura-pura baik padanya.."
"Aku akan mengikuti apa maumu saja Zhuang'er. Karena semua sudah jelas, bawa mereka untuk bertemu Lulu dan Mimi!"
"Baik.."
__ADS_1
Di Hong Zhuang kemudian menatap kedua gadis yang tengah duduk dengan santai.
"Ayo!"
"Gege bisakah kau menggendongku?"
Sontak Hua Chun Wei tercengang dengan permintaan Niu'er.
Jin Lien sendiri berusaha menahan tawanya sedangkan Di Hong Zhuang menjadi datar mendengar permintaan Niu'er.
"Hei, kau sudah dewasa. Aku tak ingin pangeran pertama milikmu cemburu padaku.."
"Hahahahahahaha"
Akhirnya tawa Jin Lien pecah, dia tidak bisa menahan tawanya saat melihat expresi Hua Chun Wei dan ucapan Di Hong Zhuang.
"Ayolah Gege, sekali-kali kau menggendongku.."
"Hubby turuti saja!"
Di Hong Zhuang akhirnya hanya menghela napas dan langsung berjongkok di depan Niu'er.
"Naik!"
"Horrraaaa..."
Niu'er dengan senang menggantung di punggung Di Hong Zhuang. Jin Lien sendiri hanya terkekeh sembari melangkah dengan santai
Hua Chun Wei tidak tahu harus bertindak bagaimana melihat ketidak normalan Di Hong Zhuang yang bahkan tidak mengizinkan siapapun untuk menyentuh.
Jin Lien seketika memandang aneh pada Niu'er dengan wajah tanpa expresi.
"Tidak, terima kasih. Aku sudah puas terus digendong sejak berumur 3 tahun.."
Dan drama mereka akhirnya selasai ketika mereka keluar dari ruangan dekan.
Hua Chun Wei hanya menghela napas sambil mengelus keringat di keningnya saat melihat keabsurdan ketiga orang yang entah dia kenal atau tidak.
Sepanjang perjalanan menuju Asrama Red Vermilion, banyak murid Vermilion Akademi yang tidak fokus ketika melihat Di Hong Zhuang sedang menggendong Niu'er.
Jin Lien sendiri berjalan dengan santai di samping Di Hong Zhuang, tidak ada senyuman di bibirnya dan itu hanya wajah tanpa expresi. Langkahnya mantap dengan dagu terangkat membuat kesan Jika dia merupakan seorang bangsawan.
Jin Lien dan Niu'er saat ini tidak memakai topeng dan menunjukan wajah cantik mereka.
Banyak yang terpesona oleh wajah mereka, tapi tidak ada yang berani mendekat karena di sana ada Di Hong Zhuang.
Di Hong Zhuang baru menghela napas lega ketika mereka sampai di depan Asrama.
"Turunkan aku di dalam Asrama Gege!"
"Hn.."
Jin Lien tersenyum kecil dan membuka pintu asrama.
__ADS_1
Ketika pintu asrama dibuka, seisi ruangan menatap mereka dengan expresi aneh, terlebih pada Di Hong Zhuang yang tengah menggendong Niu'er di punggung.
"Sekarang kau bisa turun kan?"
"Uhm. Terima kasih Gege tampan.."
Cup
Bahkan Niu'er menyempatkan mengecup pipi Di Hong Zhuang.
Di Hong Zhuang terkekeh pelan dan dengan lembut mengacak rambut Niu'er yang memiliki mahkota bunga itu.
Jin Lien yang melihat itu hanya cuek tak bergeming, tapi berbeda dengan Chu Hua yang telah memiliki aura hitam di sekelilingnya.
"Siapa pula gadis j*lang yang digendong Zhuang Ge? Berani sekali mencium calon suamiku.."
Sedangkan untuk anggota lainnya, mereka hanya menatap sejenak lalu mengalihkan tatapan mereka.
"Perkenalkan, mereka berdua adalah adik angkatku saat kami berada di daratan Lijing. Dia Jin Niu dan telah memiliki tunangan, sedangkan yang ini adalah Jin Lien. Dulu dia adalah adik kecilku, tapi sekarang dia adalah tunanganku dan kami akan segera menikah dalam waktu dekat.."
Sontak semua menatap Chu Hua yang saat ini telah memiliki expresi jelek di wajahnya.
Wajar mereka memandang Chu Hua, itu karena Chu Hua selalu menyombongkan diri jika dia adalah calon tunangan Di Hong Zhuang.
Mereka seketika memandang Chu Hua dengan rendah dan penuh penghinaan.
Meskipun Di Hong Zhuang tidak pernah membantah ucapan Chu Hua, tapi dia juga tidak pernah mengatakan iya.
Sekarang semua akhirnya jelas, ketika Di Hong Zhuang memperkenalkan tunangan sekaligus calon istri masa depannya.
Mu Ye Lu dan Mu Ye Mi terkejut begitu mengetahui nama keduanya. Sebelumnya, Di Hong Zhuang pernah mengatakan jika mereka mempunyai sepupu.
Jika itu benar, maka dua orang gadis Elf di depan mereka saat ini adalah sepupu mereka.
Namun mereka mengernyit saat menatap Niu'er yang memiliki mata merah yang hanya dimiliki oleh seorang demon.
Segera Mu Ye Mi berdiri dari posisi duduknya dan langsung menarik Jin Lien dan Niu'er menuju kamarnya, dia juga memberi kode pada Mu Ye Lu untuk mengikuti.
Setelah mereka berempat pergi, Chu Hua juga berdiri dari kursinya dan mendekati Chu Hua.
"Zhuang Ge, bukankah kau berjanji akan menjadikanku tunanganmu?"
Di Hong Zhuang menatap tajam pada Chu Hua.
"Aku tidak pernah mengatakan hal seperti itu padamu. Kau sendiri yang membuat dirimu berada diposisi itu tanpa persetujuan dariku.."
"Tapi...."
"Tunanganku dan wanitaku hanya akan menjadi Jin Lien seorang.."
"Lalu kenapa kau membiarkan gadis lain selain Jin Lien menciummu dan kau juga bertindak memanjakan dirinya?"
"Apa salah jika seorang kakak menyayangi dan memanjakan adiknya sendiri? Jika ada saudara dan saudari yang saling bermusuhan, maka bisa dipastikan jika tidak ada kasih sayang keluarga di dalam keluarga itu dan hanya ada persaingan perebutan posisi semata.."
__ADS_1
.....