Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 132


__ADS_3

Juan dan Liu Wu terdiam, dan mereka dengan cepat melihat pada layar laptop masing-masing, dan memperhatikan sosok gadis yang mungkin masih berumur 15 tahun itu.


Ketika ke-duanya menatap mata Jin Lien, mereka membeku. Sungguh, tatapan milik Jin Lien sangat akrab bagi mereka.


"TIDAK SALAH LAGI, GADIS ITU ADALAH MAYOR JIN." Juan dan Liu Wu berteriak bersama mengagetkan Ting Wan.


Ting Wan terkekeh geli melihat reaksi sahabatnya.


***Bagaimana? Apa kalian berpikiran sama denganku?***


Mereka bertiga adalah seorang pemuda yang elegan dan berkelas, tapi mereka bertiga memiliki hobi yang menurut mereka hanya berlaku untuk para gadis, jadi tidak ada yang tahu jika mereka suka membaca novel.


"Sepertinya jiwa mayor kita berpindah dimensi seperti di beberapa novel yang kita baca."


Setelah mengatakan itu, Juan tersentak kaget. Tidak hanya dia, tapi juga Ting Wan dan Liu Wu.


Apa artinya?


Apakah seorang yang menulis novel tentang berpindah dimensi merupakan orang dari dimensi lain atau mereka mengalami yang namanya kelahiran kembali di tubuh orang lain?


Oke, sampai di sini mereka ketakutan dengan pemikiran mereka.


Jika itu benar, berarti mereka belum memahami dunia dan misteri yang dimiliki oleh dunia.


**Aku akan mengirim email pada Mayor Jenderal Jin, sekaligus aku akan mengirimkan dokumen penyelidikan kita tentang kematian dirinya.**


Juan dan Ting Wan saling melirik lalu mengangguk.


"Lakukan jika menurutmu baik. Ayo hentikan panggilan video kita dan berisitirahat. Sesuatu yang besar menunggu kita besok."


Setelah panggilan Video berakhir, Liu Wu segera mengirim email pada akun Duo Soul.


Menatap nama 'Duo Soul', Liu Wu mengernyit.


Otak jeniusnya bekerja dengan cepat hingga matanya berbinar.


"Mungkinkah?"

__ADS_1


Dia memiliki tebakan liar di pikirannya, tidak hanya jiwa idolanya saja yang berpindah dimensi, tapi juga ada jiwa lain yang mungkin gadis yang berada di samping idola mereka adalah salah satunya.


Dengan cepat, ia mengetik pesan di keyboard laptop miliknya.


*Mungkin jika orang lain, mereka akan berpikir jika kami gila. Namun, kami masih waras. Kami tahu jika anda adalah Mayor Jenderal Jin yang merupakan idola kami. Awalnya kami tidak menyadari hal tersebut, tapi setelah melihat dengan jelas, kami sadar ketika menatap mata anda. Kami langsung tahu itu anda. Ada pepatah mengatakan jika mata adalah jendela hati. Mata akan selalu jujur. Kami tidak masalah jika anda mengatakan jika kami bertiga gila, kami mengerti, tapi anda tidak bisa berbohong pada kami bertiga yang merupakan fans fanatik anda. Kami juga diam-diam menyelidiki tentang kematian anda waktu itu. Ini adalah hasil penyelidikan kami.*


Setelah mengetik pesan, Liu Wu juga menyertakan file dokumen penyelidikan tentang kematian Mayor Jenderal Jin.


Merasa tidak ada yang salah, Liu Wu segera mengirim pesan tersebut. Melihat pesan terkirim, Liu Wu tersenyum puas. Dia kemudian memadamkan laptopnya dan berisitirahat.


...


Masih di dalam dimensi lotus. Laptop masih berada di tangan Zhen Jue.


Melihat ada email masuk di akun Duo Soul, Zhen Jue segera memanggil Jin Lien yang telah keluar dari dimensi lotus.


Dia merasa tidak sopan membuka pesan yang bukan ditujukan padanya.


Setelah mendengar panggilan Zhen Jue, Jin Lien Segeran memasuki dimensi Lotus.


"Ada apa Jue kecil?"


"Ada email masuk di akun Duo Soul, mommy baca dulu."


"Terima kasih anak mommy yang tampan." Zhen Jue merona tipis dan membuang mukanya.


Jin Lien terkekeh dan mengambil alih laptop dari Zhen Jue.


Dia membuka email tersebut dan membaca kata demi kata tanpa terlewat.


Saat membaca kalimat pertama, Jin Lien hampir tertawa, tapi ketika dia membaca kalimat ke-tiga, tubuh Jin Lien kaku. Ia terus membaca hingga expresi wajahnya berubah serius.


Jin Lien tidak pernah menyangka, jika dia memiliki 3 fans fanatik di kehidupan pertamanya, hingga mereka mengenalnya dengan sangat baik. Terbukti dengan hanya melihat matanya saja, mereka dapat mengenalinya.


Memang benar, dia bukan hanya sekedar jenderal kecil saja. Namun dia telah menjadi seorang mayor Jenderal di usia yang begitu muda.


Untuk menyandang gelar Mayor Jenderal, Jin Lien menyelesaikan banyak misi berbahaya yang mengharuskannya mati kapan saja.

__ADS_1


Tanpa sadar bibirnya melengkung dengan senyum indah. Namun, dia kembali mengernyit melihat kalimat terakhir.


Ia dengan cepat membuka dokumen penyelidikan yang juga dia terima bersama dengan pesan tersebut.


Dia membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat hingga dia membaca sampai dokumen berakhir.


Setiap membaca hasil penyelidikan tersebut, dia memiliki raut wajah tak percaya. Terkadang ada kesedihan juga melintas di matanya. Ada pula kemarahan di hatinya.


Jin Lien mengepalkan tangannya dengan kuat. Ternyata kematiannya bukan kebetulan, tapi rancangan dari sahabat baiknya. Sahabat yang sangat dia percayai.


Hatinya sakit mengetahui semuanya, tiba-tiba dia menyesal telah mengenal gadis itu.


Beruntung, dia tidak mempercayai gadis tersebut seperti dia mempercayai Helen. Hanya Helen satu-satunya yang mengetahui semua rahasia Jin Lien.


Helen juga pernah mengatakan jika dia tidak boleh terlalu dekat dengan gadis itu, tapi dia tidak mendengarkan.


Jin Lien tersenyum pahit, di dalam lubuk hatinya, ia sangat berterima kasih pada fans clubnya kecilnya.


Di samping, Zhen Jue terus mengamati expresi Jin Lien, ia juga terkadang mencuri baca pada pesan yang diterima Jin Lien.


"Mommy!"


Jin Lien berbalik dan mendapati Jue kecilnya tengah menatap khawatir padanya.


"Mommy tidak apa-apa. Jue kecil! Hubungi kakek gurumu dan katakan padanya untuk membuka panti asuhan. Panti asuhan ini nantinya hanya kedok luar, tapi fungsi nyata panti asuhan adalah melatih anak-anak itu untuk menjadi anggota organisasi Ruan kecil. Katakan pada guru juga untuk merawat tubuh anak-anak yatim yang dia temukan Samapi tubuh mereka kuat, setelah itu baru melatih mereka."


Zhen Jue memandang ibunya dengan senyum geli di matanya. Dia tahu, jin Lien sangat menyayangi mereka dan hanya mereka berdua yang dekat dengannya. Secara alami, Jin Lien bias terhadapnya dan Ruan kecil. Namun, bukan berarti dia tidak menyayangi saudara dan saudari yang lainnya, hanya saja dia tidak dekat dengan 18 saudaranya yang lain.


"Baik Mommy, Mommy bisa kembali melakukan kegiatan mommy yang tertunda, tapi aku tidak pernah menyangka jika mommy Jue yang cantik merupakan seorang Mayor muda. Aku bangga memiliki mommy sebagai mommy kami."


Jin Lien terkekeh dan mengacak rambut Zhen Jue.


"Ingat Jue kecil, kau adalah yang tertua. Tugasmu untuk merawat 19 saudaramu yang lain dan memberinya contoh bukanlah perkara mudah. Mommy hanya menginginkan kalian hidup bahagia dan kau dapat memberi contoh yang baik pada adik-adikmu."


"Mommy tidak perlu khawatir, adik-adik Jue semua sangat masuk akal dan patuh."


Sekali lagi Jin Lien sangat bahagia dan langsung keluar.

__ADS_1


....


__ADS_2