
Bang
Segera 3 pil menerobos keluar dari Tripod. Tidak menunggu lama, Jin Lien dengan cepat membungkus ketiga pil tersebut menggunakan energi mentalnya.
Tepat saat dia telah membungkus ketiga pil tersebut dengan energi mental. Petir surgawi akhirnya menyambar.
Dhuaaaaaar
Petir surgawi pertama menyambar I salah satu pil. Ketebalan petir sendiri sangat padat, hanya dengan satu kali Sambaran saja, Jin Lien sudah sangat pucat.
Dhuaaaaaar
Petir kedua menyambar pil lainnya dan itu sukses membuat Jin Lien memuntahkan seteguk darah.
Masih ada satu pil lagi yang harus menerima pengakuan surga agar sempurna. Jin Lien terus berkonsentrasi agar energi mentalnya tidak goyah untuk melindungi pil terakhir.
Di Hong Zhuang memandang penuh kekhawatiran pada Jin Lien. Meski begitu, dia tidak berani ceroboh dan mengganggu konsentrasi Lien kecilnya.
Dhuaaaaaar
Petir terakhir langsung menyambar satu-satunya pil yang masih belum sempurna itu.
"Uhuk.." Kali ini tidak hanya seteguk darah yang Jin Lien muntahan, tapi darah yang dia muntahan cukup banyak. Kulitnya sudah sangat pucat, dia dengan cepat memasukan ketiga pil tersebut ke dalam botol giok. Jin Lien juga mengambil banyak pil pemulihan dan menelannya tanpa ragu-ragu seolah itu adalah permen.
Ketika Jin Lien memasukan ketiga pil tersebut ke dalam botol giok, dia dengan cepat memulihkan dirinya.
Hanya butuh bermeditasi sebentar dan keadaannya berangsur-angsur pulih.
Peserta lainnya hanya bisa menatap kosong pada Jin Lien yang berhasil memurnikan pil tingkat 7.
Chu Hua sendiri wajahnya saat ini sangat merah karena marah. Dia selalu berpikir jika dirinya adalah yang terbaik dan seorang jenius. Namun, Jin Lien bahkan melebihi dirinya.
Kebenciannya pada Jin Lien semakin dalam dan ingin segera membunuh Jin Lien, tapi sebelum itu, dia ingin menyiksa Jin Lien.
Melihat pil di tangannya, Jin Lien tersenyum puas. Ini pertama kalinya dia menyuling pil ini, beruntung kemurniannya berada di tahap sempurna.
Awan hitam yang mengepul juga telah bubar dan langit kembali cerah.
Ketua Asosiasi sendiri langsung turun ke panggung Arena untuk menilai pil yang baru saja Jin Lien murnikan.
"Nak, berapa usiamu?"
__ADS_1
"Menjawab tetua, Lien baru berusia 15 tahun.."
Mendengar usia Jin Lien, ketua Asosiasi mengalami shock kembali. Namun, wajahnya terlihat tenang.
"Tepatnya tingkat berapa Alkimianya?"
"Lien telah berada di tingkat tujuh selama 3 bulan ini.." Jin Lien masih menjawab dengan sopan.
"Perlihatkan padaku pil yang tadi kau suling!"
Segera Jin Lien mengeluarkan pil tersebut. Lagi-lagi ketua Asosiasi kembali terkejut dengan pil yang kini berada di tangannya.
"Ini.. bukankah ini adalah Moon Soul Ring Pil.."
"Ya tetua, ini merupakan Moon Soul Ring Pil. Namun, sangat di sayangkan Lien hanya bisa memurnikan pil ini hanya sekali karena herbal yang di butuhkan untuk menyuling satu pil sangat langkah.." tidak ada yang mengatakan jika Jin Lien membual. Mereka sendiri tidak tahu pil macam apa yang di suling oleh Jin Lien.
"Bahkan kemurnian pil ini berada di tahap sempurna. Nak, aku disebut Li Yong. Maukah kau menjadi muridku?"
Siapa yang tidak mengenali Li Yong, ketua dari Asosiasi Alchemis. Alchemis tingkat 12 pertama di wilayah tengah. Umurnya tidak di ragukan lagi telah mencapai 500 tahun ke atas. Li Yong juga tidak pernah mengambil seorang murid. Ini kali pertamanya Koin berinisiatif mengangkat murid.
Banyak yang mengajukan diri pada Li Yong untuk menjadi muridnya tapi Lin Hong selalu menolak. Alasannya juga sangat sederhana.
"Kau sama sekali tidak memenuhi kriteria untuk menjadi muridku.." setidaknya itu yang selalu dia katakan.
"Zhuang, bagaimana menurutmu? Haruskah aku menjadi muridnya?"
Mendengar telepati dari Jin Lien, Di Hong Zhuang tersenyum kecil.
"Terima saja Lien kecil, dia merupakan orang yang bisa kau jadikan tameng mu.."
"Baik, tapi aku tidak akan tega untuk menjadikan guruku sendiri sebagai tameng.."
Di Hong Zhuang tidak menjawab, dia hanya memperhatikan proses tersebut.
Jin Shan tampak bersemangat saat melihat Li Yong ingin membawa Jin Lien sebagai murid.
Mu Xue dan Jin Tian tentu sangat bahagia. Li Yong merupakan ahli alkimia yang sangat di hormati oleh Kultivator yang berada di wilayah tengah.
Huang Li Mo yang menyaksikan Jin Lien di tawari untuk menjadi murid ketua Asosiasi Alchemis merasa bangga.
Tidak di ragukan lagi jika Jin Lien lah yang menjadi pemenang di babak kedua ini.
__ADS_1
"Jin Lien menyapa guru.."
"Hahahaha Lien kecil berdirilah! Aku senang kau mau menjadi muridku. Mulai saat ini, jika ada seseorang yang memprovokasi mu, kau bisa membalas tanpa memandang siapa orang itu.." Jin Lien menyeringai. Dia dengan cepat mengangguk.
Setelah mendapat pengakuan dari Jin Lien. Li Yong segera mengumumkan pemenang pada pertandingan antara Alchemis.
"Moon Soul Ring Pil tingkat 7 merupakan pil yang telah punah beberapa ratus tahun lalu kini dapat kita lihat kembali. Bahkan tingkat kemurnian pil yang di suling eh Jin Lien berada di tahap sempurna. Maka, dengan ini aku Li Yong ketua tertinggi Asosiasi Alchemis menyatakan Jin Lien dari tim Black Dragon yang berada di bawah naungan Qinglong Akademi, aku nyatakan menjadi pemenang pada cabang Alchemis.."
Dengan pengumuman tersebut, Chu Hua merasa jika jantungnya berdarah. Dia sangat iri pada Jin Lien yang bahkan dapat menarik minat Li Yong yang bahkan dirinya saja di tolak.
"Apa bagusnya kau? Kau merebut Zhuang dariku dan kau juga merebut calon gurumu dari ku. Aku akan membunuhmu J*lang!"
Tepuk tangan kembali menggema, semua turun dari panggung Arena. Jin Lien segera di sambut lebih suka cita eh anggota tim.
Niu'er dan Jin Gaoqi memberikan Jin Lien pelukan selamat. Mo Fai sendiri mengacak rambut Jin Lien.
"Selamat.."
"Terimakasih semuanya. Karena pertandingan antara Alchemis telah usai. Mari beristirahat sejenak sebelum memulai pertandingan beladiri.."
"Tentu.."
Jin Shan sendiri yang sangat bahagia segera berdiri dari tempat duduknya dan berlari memeluk Jin Lien..
"Er Jie kau sangat keren.."
"Tentu donk.."
Segera mereka semua tertawa bahagia.
Li Yong yang telah kembali ke kursinya memandang Jin Shan penuh arti.
"Bukankah dia bocah yang beberapa hari berkunjung di Asosiasi? Ternyata bakat mereka sebagai saudara sangat baik.."
Kali ini Jin Shan tidak memamerkan Blue Feather miliknya. Dia tidak ingin musuhnya mengenalinya. Bukan karena dia takut tapi belum saatnya dia menampakan dirinya.
Terlebih dia masih belum cukup kuat. Merasakan tatapan tajam mengarah pada Jin Lien. Jin Shan segera mencari asal tatapan tersebut, segera tatapannya jatuh pada Chu Hua yang memandang Jin Lien dengan niat membunuh yang kental.
....
Terus dukung Aska dengan Like'dan Vote karya ini ya terimakasih.
__ADS_1