
Mo Fai menepuk pundak Cao Xing dan berkata dengan suara pelan.
"Aku puas denganmu, Aku mendukungmu."
Cao Xing menarik pandangannya dari Mo Feng Yao, ia kemudian menatap Mo Fai dengan kening yang berkerut.
Dia berpikir mengapa, apa yang dikatakan Mo Fai sama dengan yang dikatakan oleh Mo Bing.
"Kau menyukai Yaoyao kan? Maka jangan kecewakan dia, baru kali ini aku melihat dia tertarik dengan seorang pemuda."
Cao Xing kemudian menjadi serius, dan dengan mantap mengangguk.
"Aku janji tidak akan mengecewakannya."
"Bagus."
....
Tepat ketika sulur hitam berjarak 1cm dari posisi jantung Jin Tian berada, tiba-tiba Jin Tian menghilang dari tempatnya terikat.
"Jin Hao Li! Kau pikir hanya kau yang memiliki kartu truf di balik lengan bajumu? Kau terlalu naif."
Suara Jin Tian menggema, tapi sosoknya tidak terlihat di manapun.
Teknik yang digunakan oleh Jin Tian tidak lain adalah Teleportasi Ghost. Pengguna teknik ini dapat membuat penggunanya berpindah tempat dalam sekejap dan membuat tubuh pengguna tidak terlihat selama 5 menit. Teknik teleportation Ghost berada di tingkat emas, untuk menguasai teknik ini, dibutuhkan konsentrasi tinggi dan Qi Spiritual besar.
Karena membutuhkan Qi Spiritual besar, maka Teleportation Ghost tidak bisa sering digunakan.
Melihat Jin Tian tidak berada di posisi semula, Jin Hao Li menjadi panik. Teknik terkuat miliknya yang dengan paksa dia curi dari ruang rahasia keluarga Jin tidak mampu membunuh Jin Tian.
Dia mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya karena emosi.
"Tidak mungkin teknik tingkat perak milikku tidak bisa membunuhmu."
"Hmm? Tingkat perak? Menurutku teknikmu itu berada di tingkat perunggu."
Sraaaassshh
Dengan desingan pedang, kaki kiri Jin Hao Li meninggalkan tempatnya.
"Arrrggg, si*lan kau Jin Tian.."
Rui yang tadinya sangat khawatir melihat Jin Tian terjebak, akhirnya bisa bernapas lega.
__ADS_1
Dia tidak pernah berpikir jika Jin Tian memiliki teknik yang begitu kuat. Dia menyeringai dan kembali fokus untuk menghabisi anggota Tengkorak merah yang sedang bertarung dengannya.
Rui tidak lagi memperhatikan Jin Hao Li yang disiksa dengan perlahan oleh Jin Tian.
Satu persatu anggota tubuh Jin Hao Li terpisah dari badannya. Mulai dari ke-dua tangan, Ke-dua kaki, Telinga dan Hidung juga tidak luput dari pemisahan itu.
Secara perlahan, sosok Jin Tian mulai menampakkan sosoknya yang tadi tidak terlihat oleh mata t*lanjang.
Pedang di tangannya telah berlumuran darah, seringai di bibirnya semakin jahat.
"Aku ingat ketika kau memutilasi ayahku yang merupakan kakak kandungku sendiri dan ibuku yang merupakan ipar yang sangat menyayangimu layaknya adik. Memisahkan semua anggota tubuh mereka menjadi beberapa bagian. Maka kali ini, biarkan aku memisahkan semua anggota tubuhmu menjadi beberapa bagian dan aku tidak akan membiarkan kau mati dengan mudah."
Rui dan pasukan demon mendengar hal tersebut sangat shock. Mereka tidak pernah menyangka jika sosok Elf tampan dan lembut pada keluarganya begitu kejam terhadap musuh.
Jun Kaili yang baru saja sampai di tempat kejadian tampak tersenyum senang melihat Jin Tian menyiksa Jin Hao Li.
Jin Hao Li yang merasakan sakit di tubuhnya merasa ingin pingsan, tapi setiap dia akan kehilangan kesadarannya, ia akan terjaga.
Jin Tian hanya menatapnya datar dan mengambil posisi nyaman untuk menonton pertunjukan.
Satu persatu, semut mulai bermunculan dan menggerogoti daging Jin Hao Li. Tidak hanya ada semut saja, tapi beberapa jenis serangga beracun juga menghampiri tubuh Jin Hao Li yang telah menampakkan daging segar.
Membuat musuhnya melihat tubuh dan dagingnya digrogoti oleh berbagai serangga beracun merupakan hiburan tersendiri bagi Jin Tian, dan juga merupakan siksaan yang sangat kejam.
Puk
Merasakan tepukan di pundaknya, Jin Tian mengalihkan pandangannya menatap orang tersebut yang tidak lain adalah Jun Kaili.
"Saudara Tian, caramu menyiksa musuh-musuh sangat kejam." Jin Tian tersenyum dan menggeleng.
"Aku bukan orang yang kejam, aku hanya meniru caranya menyiksa ke-dua orangtuaku dengan sedikit bumbu." Melihat tampang tak berdosa Jin Tian, Jun Kaili tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahaha saudara Tian, kau memang ayah dari Niu'er dan Lien'er. Kalian sama-sama kejam dan licik pada musuh."
"Oh, aku tidak berpikir seperti itu."
"Mengapa?" Jun Kaili bertanya dengan raut wajah penasaran dan keingintahuan yang tinggi.
Jin Tian menyeringai dan melirik sedikit pada Jin Hao Li yang telah menjadi tumpukan tulang tanpa daging.
"Itu karena kau juga sama."
Jun Kaili tercengang, dia kemudian kembali tertawa terbahak-bahak mendengar lelucon Jin Tian.
__ADS_1
Melihat Jin Hao Li hanya menyisahkan tulang, Jun Kaili dan Jin Tian melirik ke arah pertempuran yang hanya meninggalkan ras demon yang tetap berdiri dengan mayat anggota Tengkorak merah berserakan di tanah.
Namun, itu tidak lama ketika para serangga beracun mengerumuni para mayat itu.
Ke-duanya saling melirik dan tersenyum.
Jun Kaili kemudian memerintahkan bawahannya untuk kembali dan hanya menyisakan dirinya dan Jin Tian.
"Saudara Tian, bisakah kau pergi bersamaku untuk melamar Shu'er?"
Jin Tian menaikan alisnya dan ada senyum kecil menghiasi bibirnya.
"Tentu. Apakah kau telah menyiapkan hadiah?"
"Ya. Salah satunya adalah menghalangi tengkorak merah untuk menghancurkan kerajaan Mermaid dan yang lainnya tentu masih menjadi rahasia."
"Kalau begitu ayo pergi!"
Ke-duanya menelan herbal yang didapat dari Jin Hao Li dan Chu Lang. Setelah itu, mereka melompat ke laut dan mulai berenang ke dalam laut menuju kerajaan Mermaid.
Setelah beberapa jam mereka berenang, mereka dapat melihat kelompok prajurit yang tengah bersiaga.
Awalnya mereka dihentikan oleh beberapa prajurit karena mengira jika ke-duanya adalah anggota Tengkorak merah yang berhasil lolos, tapi jenderal Rong datang untuk menyambut mereka.
"Selamat datang di kerajaan Mermaid para dermawan. Silakan ikuti aku." Jun Kaili dan Jin Tian saling melirik dengan alis terangkat.
Mereka mengamati jenderal Rong yang tengah menatap pada prajurit yang menjadi bawahannya.
"Kembali ke Camp dan yang memiliki jadwal untuk berpatroli, lanjutkan tugasmu! Karena saat ini kerajaan tidak lagi berada dalam bahaya."
"Ya Jenderal."
Segera mereka membubarkan diri, ada expresi lega di wajah masing-masing prajurit tersebut.
Jenderal Rong kembali berbalik pada Jin Tian dan Jun Kaili. Ia meminta ke-duanya untuk mengikuti ke aula Istana Mermaid.
Ketika mereka sampai, di aula utama telah hadir Kaisar dan Para pejabat. Mereka memandang Jun Kaili dan Jin Tian dengan keingintahuan tinggi.
Jiang Hao memandang ke-duanya dan mengangguk.
Jiang Hao berdiri dari tahtanya dan menghampiri ke-duanya.
....
__ADS_1