Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 124


__ADS_3

Di Istana Kekaisaran Chu, kediaman Mu Xue dan Jin Tian.


Keduanya pasangan itu tengah mengobrol bersama cucu mereka, mengajarkan 18 cucu mereka tentang tata krama seorang pangeran dan putri.


18 dari mereka juga belajar dengan serius. Hingga seekor elang datang dan hinggap di jendela. Melihat hal itu, Jin Tian mendekati elang tersebut dan mengambil kertas yang berada di kaki si elang.


Dia membuka isi kertas yang merupakan surat dari Jin Lien.


Seringai yang tampak menyeramkan menghiasi bibirnya. Membaca isi surat tersebut, tentu Jin Tian sangat bahagia dan ingin segera membunuh Jin Hao Li.


Menyimpan surat tersebut, Jin Tian melangkah ke arah Mu Xue.


"Xue'er!"


"Hmmp?"


Mu Xue memutar kepalanya menghadap Jin Tian dengan bingung.


"Aku akan pergi ke pantai di mana Jun Kaili berada dan akan membunuh Jin Hao Li dengan tanganku sendiri.."


Mu Xue memandang suaminya dalam. Ada kilatan kecemasan dan secara bersamaan juga dia sangat bersemangat.


Dalam hati Mu Xue berpikir, Jika Jin Hao Li telah dibereskan, dan suaminya mengambil alih token yang menjadi identitas seorang kepala keluarga, maka dia akan melihat anak tertuanya menikah.


Anak tertua tentu adalah Niu'er, dia tidak sabar ingin menggendong cucu pertama yang memiliki darah miliknya dan Jin Tian.


Tentu, Jin Lien juga tidak terhindarkan, jika Lien kecilnya bersedia, dia secara otomatis sangat menerima.


"Suami! pergi dan rebut token kepala keluarga dari keluarga bangsawan Elf Jin dari tangan si penghianat itu!"


Melihat istrinya yang bersemangat, Jin Tian tentu mengetahui apa yang ada dipikiran wanita yang teramat dia cintai itu.


"Apapun untukmu. Tinggal di rumah dan jaga cucu kita! Aku akan pergi saat ini juga.."


"Ya."


...


Di dalam dimensi lotus, Zhen Jue tengah menatap dan mengawasi laptop tanpa bosan.

__ADS_1


Saham yang telah dia miliki di berbagai perusahaan besar tidaklah sedikit. Meski dia tidak berada di dunia modern, dia masih tahu dan terus mengawasi naik dan turunnya harga saham.


Sebenarnya saham yang dia miliki saat ini hanya untuk menambah uang dan modal dia membangun perusahaannya sendiri.


Tentu, saham yang dia miliki juga kalau tidak menguntungkan, langsung dijual tanpa berpikir panjang.


Zhen Jue juga tidak ingin membagi saham di perusahaanya dengan orang luar kalau perusahaan tersebut berhasil dia bangun.


Zhen Jue tidak hanya ingin membangun perusahaan semata, tapi dia ingin membangun kerajaan bisnisnya sendiri. Di mana Perusahaan tersebut akan mencakup di berbagai bidang yang tentu akan dia bagikan untuk saudara dan saudarinya.


Saking seriusnya dia mengamati laptop di depannya, dia dikagetkan dengan sebuah pesan yang masuk di email miliknya.


Zhen Jue membuka pesan tersebut yang ternyata itu dari Li Yong. Dengan adanya pesan dari Li Yong, Zhen Jue tahu jika kakek gurunya telah sampai di dunia modern.


Dia membaca pesan tersebut hingga senyum kecil tersungging di bibir mungilnya.


Senyum mempesona itu juga jatuh di mata Zhen Ruan yang tengah membayangkan suatu adegan untuk ceritanya.


Melihat senyum kakaknya, Zhen Ruan sampai dibuat terpesona.


"Dage sungguh tampan, siapapun yang mendapatkannya kelak ketika kami dewasa, dia akan menjadi perempuan yang paling beruntung.."


"Ruan'er ku juga adalah gadis cantik, pemuda yang kelak bisa menyentuh hatimu tentu akan menjadi pemuda paling beruntung.."


Blush


Wajah Zhen Ruan merona merah, dia kemudian menatap Zhen Jue dengan serius.


"Dage! Apa yang membuatmu tersenyum seperti itu?"


"Bukan apa-apa, hanya kabar dari kakek guru yang mengatakan jika dirinya telah sampai di dunia modern.."


Mata acuh milik Zhen Ruan dengan cepat memancarkan kilaunya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Zhen Jue.


"Benarkah, dengan begitu Dage akan mudah membangun perusahaan.."


"Tentu, Dage tidak hanya membangun satu perusahaan tapi Dage berencana membangun kerajaan bisnis yang masing-masing dari kita bersaudara memiliki andil di dalamnya.."


Zhen Ruan sangat bahagia mendengar hal tersebut, ternyata kakak tertuanya tidak melupakannya dan saudara serta saudarinya yang lain.

__ADS_1


"Dage! Kau yang akan mengelola kerajaan bisnis kita kelak dan aku akan berdiri di belakang untuk mengelola organisasi dunia bawah. Dunia bisnis adalah Medan pertempuran tanpa asap, persaingan tentu akan sangat ketat. Katakan pada Kakek Guru untuk mencari anak-anak tanpa orangtua untuk dilatih, ketika kita tiba, aku akan mengambil posisi pemimpin.."


Melihat ambisi di mata adiknya itu, Zhen Jue tersenyum dan mengelus dengan sayang rambut adiknya. Dia tidak menyangka jika adiknya yang suka menulis ternyata memiliki pikiran untuk menjadi penguasa dunia bawah.


Adiknya yang cantik dan lembut serta acuh itu membuatnya sangat tidak terduga.


Zhen Jue kemudian mengangguk menatap Zhen Ruan dengan sikap memanjakan.


Tidak ada yang tahu jika persetujuan diam-diam ke-dua saudara itu terbentuk.


Zhen Jue yang akan mengelola kerajaan bisnis secara terang-terangan dan Zhen Ruan yang akan mengambil alih untuk mengelola organisasi yang akan menggetarkan dunia bawah.


Jika orang dewasa normal mendengar pembicaraan kedua anak yang tampak berusia 5 tahun, mereka akan dibuat mati berdiri dengan percakapan keduanya.


Di usia yang sangat belia, kedua bocah itu bahkan telah memiliki pemikiran layaknya orang dewasa yang sama sekali tidak dimiliki oleh anak seusianya.


Tidak menunggu lama, Zhen Jue langsung membalas pesan yang dikirim Li Yong. Setelah itu, dia kembali mengawasi sahamnya dengan wajah yang serius.


Selama pulang dari dunia kecil, Jin Lien belum mengunggah konten apapun selain konten terakhir yang dia unggah, jadi Zhen Jue masih dengan senang dan tenang menggunakan laptop tersebut.


Dia berencana akan memberitahukan jika kakek guru telah sampai di dunia modern ketika Jin Lien memasuki Dimensi Lotus.


....


Mo Fai, Mo Bing dan Mo Feng Yao saat ini tengah berkumpul di kamar Mo Fai. Hanya mereka bertiga yang ada.


"Dage! Bagaimana caranya kita menyelamatkan ayah dan saudara serta saudari kita yang tidak bersalah? Aku tidak akan pusing berurusan sama saudara dan saudari yang tidak memiliki cinta keluarga.."


"Aku sudah membahasnya dengan Lien kecil dan Niu'er. Mereka berdua akan menyusup ke kekaisaran Xiling untuk menyelamatkan ayah dan saudara serta saudari kita yang tidak bersalah tepat saat perang pecah antara pasukan Jin Hao Li dan pasukan Chu Lang dengan Kerajaan Mermaid.."


"Benarkah?"


"Tentu, tidak masalah jika kerajaan diambil alih oleh mereka, karena setelah kita mencapai Ranah Reinkarnasi, kita akan pergi meninggalkan dunia ini untuk pergi ke dunia yang berbeda.."


Mo Fai tidak merahasiakan hal tesebut dari ke-dua adiknya itu.


Karena dia sudah berencana untuk mengikuti Jin Lien dan membawa Niu'er serta keluarga yang dia sayangi.


...

__ADS_1


__ADS_2