Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 138


__ADS_3

Tidak lagi melihat jejak kelompok Jin Shan, sosok anggun dan mulia itu perlahan menghilang seolah dia tidak pernah berada di sana.


Ketika sosok itu menghilang, barulah para pengunjung menghela napas lega seolah mereka baru saja lolos dari Kematian.


Sosok itu tidak lain adalah pangeran yang akan diculik oleh kelompok Jin Shan dan yang lainnya.


Aura mulia dan agung berbanding terbalik dengan rumor yang beredar di kekaisaran Xiling. Seorang pangeran nakal yang hanya tahu cara bermain dan menghabiskan uang.


Melihat jika dia menghilang begitu saja, bisa dipastikan jika sosok itu tidak gampang untuk diculik, terlebih lagi dia memiliki pengawal bayangan yang selalu berada di sisinya.


...


Jin Lien dan yang lainnya tiba di restauran lain dan memesan makanan, mereka makan dengan tenang tanpa gangguan sedikitpun.


"Shan'er, coba ceritakan tentang pangeran yang suka bersenang-senang itu."


Jin Shan memasukan daging ke dalam mulutnya, dia kemudian menghentikan sumpitnya.


Ia memandang Jin Lien, Niu'er dan Xu Lan yang tengah memandangnya dengan serius.


"Mo Feng merupakan pangeran ke-enam kekaisaran Xiling, ibunya juga sudah meninggal sama dengan ibu permaisuri. Mereka meninggalkan di tangan permaisuri saat ini. Dari kecil dia selalu bertindak sesuka hati, bersenang-senang dan menghabiskan uang. Selain Fai Ge yang selalu membuat dirinya terlihat lemah di depan orang lain, Feng didi juga menciptakan ilusi tentang pemuda dangkal yang suka bersenang-senang agar dapat melindungi dirinya sendiri. Jika tidak begitu, banyak dari kami yang akan meninggal tanpa kami sadari. Meski Feng didi seperti itu, dia juga memiliki kemampuan yang hebat setara dengan Bing Ge, tapi fondasi tubuhnya lebih bagus dari Bing Ge. Hanya saja, mereka Fen Didi tidak mengetahui jika aku dan Da Ge mengetahui jika dia menyembunyikan kemampuannya." Jin Lien dan yang lainnya terdiam, mereka merenungkan informasi yang diberikan Jin Shan tentang Mo Feng, mereka tidak yakin jika mereka bisa menculik pangeran Mo Feng.


"Lupakan! Sebaiknya kita menghabiskan makanan kita, lalu pikirkan bagaimana membawa Mo Feng bersama kita."


Niu'er langsung menyarankan, yang tidak mereka ketahui adalah objek yang mereka bicarakan duduk tidak jauh dari mereka dengan penyamaran yang sama sekali tidak mencolok.


Dia sangat penasaran dengan kelompok Jin Lien, terlebih Jin Shan yang memiliki kemapuan tinggi di usia muda.


Ketika dia mendengar Jin Lien bertanya apa Jin Shan, dia tahu jika dirinya merupakan objek yang tengah dibicarakan.


Dia mulai menyesap tehnya dan menajamkan indera pendengaran miliknya.


Bersiap mendengar informasi dari pria kecil itu yang menurutnya sangat tidak sederhana. Terlebih dia bisa merasakan perasaan akrab dari pemuda kecil itu.

__ADS_1


Ketika Jin Shan mulai berbicara, dia dengan tenang terus mendengarkan, awalnya dia sangat santai karena begitulah rumor yang telah tersebar. Namun, semakin lama dia mendengar, ia semakin kaku. Pemuda kecil itu dengan santai menyebut permaisuri terdahulu sebagai ibu permaisuri. Menyebut Mo Fai sebagai kakak besar, menyebut dirinya sebagai adik laki-laki dan Mo Bing sebagai kakak juga.


Dia mengaku jika dirinya merupakan salah satu pangeran yang memiliki kecerdasan yang baik, tapi mendengar ucapan Jin Shan, entah mengapa otak cerdasnya tidak mampu menghubungkan tentang siapa Jin Shan itu.


Ia juga dapat memastikan jika pemuda kecil itu dan dua gadis tertentu merupakan saudara kandung.


Semakin dia berpikir, semakin dia tidak bisa menemukan keterkaitan Jin Shan ketika menyebut dirinya sebagai adik laki-laki.


Baik, dia tidak bisa lagi menyembunyikan ketenangannya dan berdiri dari mejanya. Ia melangkah dengan anggun menuju meja Jin Lien dan yang lainnya.


Namun, sebelum dia memiliki jarak yang sangat dekat, dia bisa kembali mendengar pembicaraan mereka.


"Da Jie! Kapan kau akan menikam dengan Da Ge? Kau tahu, kau semakin tua."


Niu'er melototi Jin Shan dengan tajam, membuat Jin Shan sangat takut. meski Jin Shan memiliki aura penyendiri dan dingin, tapi dia sangat takut dan hormat pada ke-dua kakak perempuannya.


"Apakah kau tidak mendengar apa yang dikatakan ayah hmm? Kami akan menikah ketika urusan internal keluarga Jin telah diselesaikan."


Mendapat jawaban dari Niu'er, Jin Shan kemudian melihat ke arah Jin Lien yang masih dengan santai memasukan sayur ke dalam mulutnya.


"Tapi Er Jie, kalian telah memiliki 20 anak. Kalau kalian menikah di tempat itu, apa pandangan orang-orang."


Mendengar informasi mengejutkan seperti itu, Mo Feng tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Ia bisa melihat usia Jin Lien masih sangat muda, tapi mengapa bisa telah memiliki 20 anak?


"Meski begitu, mereka hanya anak angkat kami. Ya walaupun telah menjadi anak kandung kami setelah melakukan ritual darah."


"Ya berhenti berdebat, kalian membicarakan tentang pasangan dan aku yang masih tidak memiliki pasangan ini merasa jika kalian hanya pamer."


"Lan Jie! Kau merupakan seorang putri dari kekaisaran Demon, tentu tidak sulit jika kau ingin memilih pasangan."


"Terserah, aku masih ingin melanjutkan makanku."


Tidak lagi menunda untuk bertanya, Mo Feng kembali mendekat dan duduk di bangku kosong dengan anggun tanpa berkata apa-apa.

__ADS_1


"...."


"...."


"...."


"...."


Jin Lien yang ingin memasukan sepotong daging ke mulutnya, terhenti dan menatap Mo Feng yang duduk dengan anggun dan memasang wajah datar.


Niu'er mengedipkan matanya berkali-kali untuk memproses apa yang dia lihat.


Jin Shan yang baru memasukan sayur ke mulutnya hanya bisa menggigit sumpit tanpa bereaksi.


Xu Lan dengan mulut menganga menatap kosong pada Mo Feng yang duduk tepat di depannya.


Tang tang dan 4 lainnya tidak mengatakan apapun, tapi mereka mereka lebih memiliki reaksi normal daripada Jin Lien dan yang lainnya.


Mereka berlima memasang kewaspadaan tinggi pada sosok yang dengan sembarangan bergabung dengan mereka.


"Feng!" Yang memecahkan kesunyian di antara mereka adalah Jin Shan. Dia sadar jika orang yang bergabung tanpa kata-kata adalah Mo Feng.


"Kau mengenalku?" Suara bariton itu terdengar merdu membawa suhu dingin tanpa sedikitpun emosi.


Jin Shan menarik sudut bibirnya dengan lengkungan indah yang membuatnya semakin tampan, tapi sangat di sayangkan karena usianya masih 12 tahun dan tak ada gadis centil di sekitar mereka yang akan tertarik dengan ketampanannya.


"Ya."


"Kenapa kalian mencariku?"


Jin Shan melirik Jin Lien dan Niu'er dengan santai, lalu menunduk dan melanjutkan makannya.


"Apakah ada tempat yang cocok untuk kita berbicara? Di sini terlalu banyak orang."

__ADS_1


Mo Feng mengangguk, dia kemudian mengatakan pada Jin Lien dan yang lainnya untuk menghabiskan makanan mereka terlebih dahulu sebelum membawa mereka ke tempat yang menurutnya aman untuk berbicara.


....


__ADS_2