
Hutan Iblis
Disebut Hutan iblis karena keadaan di hutan itu sangat mencekam, tidak seperti hutan ilusi, Hutan Iblis sangat berbahaya yang dapat membunuh siapa saja tanpa mereka sadari.
Hal tersebut tentu disebabkan oleh penghuni hutan iblis yang dipenuhi berbagai binatang, mulai dari Demonic Beast, Divine Beast dan Spirit Beast. Semuanya memiliki peringkat tinggi dan tentu siapa saja yang memiliki kultivasi rendah memasuki hutan tanpa berhati-hati, maka ucapkan selamat tinggal.
Hutan iblis berdekatan dengan laut luas, jika kau berhasil keluar dari hutan iblis, kau akan melihat lautan berbentang luas.
Deburan ombak yang menyapu pasir pantai, saling mengejar dan berganti membasahi pasir pantai yang berkilauan diterpa cahaya matahari.
Pasir di pantai itu tidak seperti pasir pada umumnya, tapi warna pasir tersebut berwarna keunguan yang membuat siapa saja menjadi takjub.
Di dalam hutan, seorang pria tengah berjalan dengan santai, seolah hutan iblis merupakan halaman rumahnya sendiri.
Menyapa beberapa binatang yang ditemuinya. Terkadang dia bercengkerama sejenak lalu melanjutkan perjalanannya.
Pria itu tidak sendiri, tapi ada seorang wanita digendongannya yang tengah menutup mata rapat.
Wanita itu tidak seperti manusia pada umumnya. Dia memang cantik, tapi dari pinggang sampai ke bawah bukanlah kaki, tapi ekor yang menyerupai ikan.
Wanita itu perlahan menggeliat dan membuka matanya, memperlihatkan manik Emerald yang berkilauan.
Ketika membuka mata, pria yang familiar yang memasuki pandangannya membuatnya merasa aman.
"Kakak Jun, kapan kita akan sampai ke laut?"
Pria yang dipanggil sebagai kakak Jun yang tengah menggendong wanita setengah ikan itu, tidak lain adalah Jun Kaili, paman Niu'er.
"Bersabarlah Shu'er, sebentar lagi kita akan sampai.."
Wanita itu mengangguk sambil mencari posisi nyaman digendongan Jun Kaili.
"Terimakasih telah menyelamatkanku dari mereka yang ingin menangkapku dan memeras semua air mataku.."
"Tidak masalah. Cepat atau lambat, aku akan tetap berurusan dengan mereka, karena mereka yang menyebabkan Ras ku hampir punah.."
Langkah Jun Kaili mantap dengan wanita yang dipanggil Shu'er terus berada digendongannya.
Tidak jauh dari posisi mereka, mereka dapat mendengar suara deburan ombak yang menabrak karang.
Mata Shu'er berbinar ketika mendengar suara ombak, dia bisa memastikan jika mereka memang telah dekat dengan laut.
"Kakak Jun, bisakah aku mengetahui apa ras milikmu?"
Jun Kaili memandang Shu'er dan terdiam lama.
"Demon.." jawabnya singkat. Dia bisa merasakan jika wanita digendongannya menentang meski itu hanya sepersekian detik saja.
Dia kemudian melihat jika wanita itu tersenyum manis yang membuatnya berhenti melangkah.
Jantungnya berdetak dengan cepat memandang senyum Shu'er.
"Lain kali jangan tersenyum seperti itu! Kau bisa membuat para pria terpesona padamu.."
"Tidak apa-apa. Shu'er hanya akan tersenyum seperti ini di depan kakak Jun.."
__ADS_1
"Kau ini.."
Jun Kaili kembali melanjutkan langkahnya hingga mereka keluar dari hutan Ilusi.
Hamparan laut luas sekejap menyambut penglihatan mereka.
Masih berada digendongan Jun Kaili, Shu'er memandang laut dengan penuh kerinduan.
Ketika akan menurunkan Shu'er, Rui muncul entah dari mana.
"Master!"
Jun Kaili menyipit melihat kedatangan Rui, yang dia tahu adalah Rui selalu mengikuti Jin Lien.
"Ada apa?"
"Nona ke-dua membutuhkan bantuan anda.."
"Ada apa dengan Lien kecil?"
"Kemungkinan dia ingin mendiskusikan sesuatu yang penting tentang tengkorak merah yang ingin menyerang Ras Duyung.."
Wajah Jun Kaili menjadi sangat serius dan memandang Rui.
"Kau tidak bercanda kan?"
"Master! Mana berani saya bercanda dengan hal serius seperti ini.."
"Kembalilah dan katakan pada Lien kecil, aku akan menyelesaikan urusanku lalu akan datang menemuinya.."
Setelah kepergian Rui, Shu'er memandang Jun Kaili dengan wajah cemberut.
"Siapa nona ke-dua yang dimaksud bawahanmu tadi kakak Jun?"
Jun Kaili terdiam, dia kemudian terkekeh pelan.
"Tak perlu cemburu, yang dia maksud adalah keponakanku.."
Shu'er membuang muka dengan cemberut, ada sedikit Rona merah di pipinya.
"Siapa yang cemburu, kau terlalu percaya diri.."
Jun Kaili kembali terkekeh pelan, dia kemudian menurunkan Shu'er dari gendongannya.
Dia mengacak rambut panjang Shu'er dan mencubit hidungnya.
"Pulanglah! Cari orang yang kau percayai dan ingatkan mereka.."
"Ya. Kau juga hati-hati kakak Jun.."
Shu'er dengan pelan mendekati laut dengan ombak yang saling mengejar, saat memasuki laut, dia dengan cepat menyelam hingga tak menampakkan wujudnya.
Jun Kaili merasa jika Shu'er telah aman, dia juga segera menghilang. Namun, tidak lama setelah dia menghilang, Shu'er naik ke permukaan laut, memandang jauh tempat Jun Kaili tadi berdiri.
"Semoga kau baik-baik saja kakak Jun, aku juga akan berusaha meyakinkan keluargaku dan juga rakyatku agar mereka tetap waspada jika penyerangan terjadi. Aku tidak mungkin merepotkan dirimu untuk bertempur di dalam lautan yang tak mungkin kau lakukan.."
__ADS_1
Setelah menggumam, Shu'er kembali menyelam dan berenang menuju ke dalam laut yang tak terjangkau oleh oleh makhluk daratan.
Tempat mereka berada kembali tenang seolah mereka tak pernah muncul di sana.
....
Di ruangannya, Jin Lien sama sekali tidak memulai berkultivasi. Dia lebih memilih menulis banyak strategi untuk menghadapi tengkorak merah.
Dia harus membuat tengkorak merah gagal untuk menyerang ras duyung dan membuat mereka merasakan obat mereka sendiri ketika akan membunuh semua orang yang memasuki dunia kecil.
Sudah bertumpuk-tumpuk kertas yang dia habiskan untuk membuat strategi..
"Aaaaarrrrg.."
Dia mengacak rambutnya karena tidak bisa membuat strategi yang cocok untuk para ras duyung.
"Untuk apa membuat dirimu frustrasi Lien kecil, untuk membuat strategi melawan tengkorak merah guna membantu para duyung, kau harus bertemu mereka.."
Jin Lien berhenti dan meletakan kuasnya kembali, dia kemudian berbalik dan mendapati Jun Kaili yang tengah menatapnya dengan serius.
"Apakah paman punya jalan?"
"Aku memiliki kenalan duyung, tapi dia baru saja kembali.."
Jin Lien menunduk sedih mendengar hal itu.
"Singkirkan dulu tentang itu, apa yang kau butuhkan untuk bantuanmu hmmp?"
"Paman, aku hanya membutuhkanmu untuk mengumpulkan pasukan yang mumpuni untuk menghalau mereka agar tidak sampai memasuki laut. Apakah paman bisa menemukan mereka?"
"Tidak perlu khawatir Lien kecil! Paman memiliki banyak demon yang telah paman ciptakan dari energi gelap paman.."
"Itu bagus, kita hanya menunggu informasi tentang jalur mereka untuk menuju laut, setelah itu aku akan menyempurnakan strategiku yang aku rancang.."
"Terus apa lagi?"
"Bantu aku untuk memberikan hal ini pada Zhuang, dia akan segera mengerti!"
Jin Lien memberikan sebuah buku tebal pada Jun Kaili. Sebenarnya dia bisa saja memerintahkan Rui, tapi dia tidak ingin Rui kehilangan sedikitpun informasi, jadi dia meminta Jin Kaili.."
"Hanya itu?"
"Ya.."
"Apakah kau masih membutuhkan bawahan lebih?"
"Apakah boleh?"
"Tentu saja.."
Jun Kaili Lalu berkonsentrasi dan perlahan terbentuk sosok wanita cantik dari bayangan Jun Kaili...
....
Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya terimakasih.
__ADS_1