
Tanpa menunda lebih lama, Di Hong Zhuang segera meminta izin pada Hua Chun Wei dan bergegas ke tempat Jin Lien berada saat ini, dia ingin melihat perubahan apa yang terjadi pada Jin Lien hingga membuat Niu'er dan Jin Shan tidak ingin melepas tangannya.
Tidak butuh waktu satu hari untuk Di Hong Zhuang sampai di Kekaisaran Demon, para penduduk demon juga mengenali Di Hong Zhuang, mereka segera menyapa dan membiarkan Hong Zhuang untuk memasuki istana.
Tidak melihat keberadaan Jun Kaili, Di Hong Zhuang langsung menuju kamar Jin Lien.
Dia bisa melihat pintu kamar Jin Lien tidak tertutup, dia melangkah masuk tanpa ada yang menghalanginya.
Ketika dia masuk, dia bisa merasakan perubahan di udara, dia juga melihat wajah Jin Shan dan Niu'er yang cemberut dan tidak lagi memegang tangan Jin Lien.
Sedangkan Jin Lien terus menatap mereka tanpa ekspresi.
Di Hong Zhuang dapat dengan jelas melihat cahaya keemasan berpendar di tubuh Jin Lien, itu sangat jelas. Dia juga sangat nyaman ketika memasuki kamar Jin Lien.
"Wifei!"
Jin Lien yang tanpa expresi menatap Jin Shan dan Niu'er segera mengalihkan pandangannya pada suara yang sangat akrab itu. Dengan cepat ekspresi datar itu berubah menjadi sangat cerah.
Dia segera menghampiri Hong Zhuang dan melemparkan dirinya ke dalam pelukan Hong Zhuang.
"Hubby, kau akhirnya di sini?"
Di Hong Zhuang dengan lembut membalas pelukan Jin Lien, sejak awal memasuki kamar, dia tahu jika ilusi itu adalah benar dan penampilan Jin Lien dengan rambut pirang keemasan ini lebih memancarkan auranya sebagai seorang Ratu.
Namun, ketika Jin Lien memeluk dirinya, dia juga merasa jika Qi spiritual dengan pelan memasuki tubuhnya. Awalnya dia terkejut, tapi mengingat apa yang dikatakan Jin Lien melalui telepati, dia tenang. Namun, ekspresinya berubah sangat serius. Dia kemudian memandang Jin Shan dan Niu'er yang cemberut.
Jin Shan dan Niu'er yang ditatap seperti itu, tentu tahu apa yang dipikirkan oleh Di Hong Zhuang.
"Gege! Sejak Jin Lien mengalami terobosan, dirinya berubah seperti ini. Kami berdua bahkan tidak bisa menahan godaan untuk menempel padanya, kami takut jika Lien kecil keluar, dia hanya akan menjadi target buruan para ahli yang serakah itu."
Meski Hong Zhuang adalah adik iparnya, tapi Niu'er telah menganggap Hong Zhuang adalah kakak laki-lakinya.
Dia berpikir tidak ada yang aneh tentang dia memanggil Hong Zhuang dengan sebutan Gege, lagi pula Hong Zhuang juga tidak keberatan.
__ADS_1
"Ya kakak ipar, Erjie benar-benar berubah menjadi pemasok Qi spiritual nyata bagi kita para kultivator. Aku bahkan harus menekan keinginanku untuk terus menempel pada Erjie."
Mendengar hal itu, rasa krisis perlahan menyusup ke dalam hati Hong Zhuang. Jin Lien juga terdiam dan mendengar apa yang dikatakan oleh Niu'er dan Jin Shan. Dia merasa tak berdaya, setelah memakan buah aneh dan pohon emas memasuki tubuhnya.
Dia bahkan telah berusaha menekan aura itu, tapi tetap saja dia tidak mampu dan aura emas tetap keluar dari tubuhnya.
Bahkan aura emas itu memiliki vitalitas yang sangat besar dan dia samar-samar merasakan jika aura itu membawa energi kehidupan yang begitu besar.
"Hubby, apa yang harus aku lakukan?"
Hong Zhuang juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia baru kali ini menemukan fenomena seperti itu.
Dia kemudian memandang Niu'er dan Jin Shan.
"Kalian berdua keluar dulu!"
Niu'er dan Jin Shan segera keluar begitu Hong Zhuang meminta mereka.
Pintu kamar kembali ditutup dengan rapat dan hanya menyisahkan Jin Lien dan Di Hong Zhuang di kamar.
Liontin berbentuk hati itu di leher Hong Zhuang dan Jin Lien segera terbang dan melayang di depan Jin Lien.
Ke-duanya tidak tahu apa maksud dari liontin tersebut, tapi tetap diam dan mengamati apa yang akan dilakukan oleh liontin mereka.
Dengan cepat, sepasang liontin segera memutari tubuh Jin Lien, semakin lama semakin cepat kecepatan putaran dua liontin itu.
Melihat hal itu, Hong Zhuang dan Jin Lien terkejut, Hong Zhuang juga bisa melihat dengan jelas jika aura emas yang berada di tubuh Jin Lien perlahan memudar dan digantikan oleh aura kematian.
Namun, aura kematian itu hanyalah penyamaran. Meski begitu, jika seseorang menyentuh Jin Lien, mereka tidak akan merasakan apapun kecuali Jin Lien berkultivasi menggunakan Ketenangan hati sembilan surga.
Setelah menutupi aura Jin Lien, ke-dua liontin itu kembali ke kalung yang masih melekat di leher Hong Zhuang dan Jin Lien. Juga, liontin tersebut dengan cepat kembali menyatu dengan tubuh Hong Zhuang dan Jin Lien.
Melihat hal tersebut, Hong Zhuang akhirnya bernapas lega. Dia kemudian menyentuh tangan Jin Lien dan dia benar-benar lega sekarang.
__ADS_1
Dia tidak merasakan Qi spiritual memasuki tubuhnya dan itu terasa biasa saja.
Ctak
"Hiiissss."
Dengan jentikan di dahinya, Jin Lien mendesis dan memandang Hong Zhuang dengan ekspresi cemberut.
"Lain kali jangan terlalu ceroboh! Rasa sakit setelah kau menelan buah itu, aku juga merasakannya. Ini mungkin juga merupakan tindakan kalung Pusaka kita."
Setelah melihat tindakan liontin hati itu, Hong Zhuang memiliki pikiran jika rasa sakit yang dia rasakan adalah campur tangan dari liontin mereka, dia takut jika liontin itu tidak membagi sebagian rasa sakit kepada dirinya, apa yang akan terjadi pada Jin Lien?
Sejenak ketakutan merasuki Hong Zhuang. Namun, dia lega karena ketakutannya tidak terjadi.
Dia kembali menarik Jin Lien ke dalam pelukannya. Memeluk Jin Lien seolah dia adalah harta berharga miliknya.
"Untungnya, rasa sakitnya dikirim setengah padaku. Jika tidak, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu."
Mendengarkan Hong Zhuang, Jin Lien sadar jika kejadian yang dia alami dua minggu terakhir berakibat fatal.
"Maaf, lain kali aku tidak akan ceroboh."
Rasa bersalah tentu dirasakan Jin Lien, bukan hanya membuat Hong Zhuang kehilangannya, dia mungkin tidak mampu memenuhi janjinya pada tiga gurunya.
"Tidak apa-apa."
Mengangkat kepalanya dan menatap Hong Zhuang yang masih memeluknya, Jin Lien mengatakan sesuatu pada Hong Zhuang.
"Hubby, karena kekuatanku telah mencapai Ranah God, aku ingin kembali ke dimensi lotus untuk membatu penyatuan roh guru dengan wadahnya."
Hong Zhuang memandang Jin Lien sejenak dan kemudian mengangguk. Segera Jin Lien membawa Hong Zhuang ke dalam dimensi lotus.
Ketika mereka masuk, segera Zhen Jue dan Zhen Ruan menghambur ke pelukan Hong Zhuang.
__ADS_1
"Daddy, kami merindukanmu."
.......