Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 161


__ADS_3

Seni bela diri tingkat emas sangat jarang bahkan seni bela diri ini sangat unik. Dari nama seni bela diri itu saja sangat mendominasi.


"Ketenangan Hati Sembilan Surga"


Beberapa kata itu tanpa sadar terucap dari bibir Jin Lien. Ketenangan hati sembilan surga tidak lain ada seni bela diri yang baru saja menyerbu masuk ke dalam pikiran Jin Lien.


Ketengan hati sembilan surga ini bukan seni bela diri yang digunakan dalam pertarungan, melainkan digunakan dalam kultivasi.


Jika memasuki kultivasi ketenangan hati sembilan surga, itu juga akan mempengaruhi orang-orang di sekitar dan membantu mereka untuk tenang. Tidak hanya itu, bahkan mereka bisa menyerap Qi spiritual yang memancar di sekitar pengguna.


Pengguna tidak hanya menyerap Qi untuk memasuki Dantian milik mereka, tapi juga dapat memancarkan Qi lembut untuk diserap oleh orang lain.


Masih tenggelam dalam pikirannya, Jin Lien dikejutkan dengan tangan kecil yang menggenggam tangannya.


"Mommy?"


Suara imut Zhen Ruan memasuki telinga Jin Lien. Suara imut itu mengandung pertanyaan yang tak terbatas.


Jin Lien berjongkok menyamakan tingginya dengan Zhen Ruan.


"Ada apa? Kenapa wajahmu sangat bengkak?"


Melihat sesuatu yang tak biasa di wajah anaknya, Jin Lien terkejut. Dia kemudian memandang 3 sosok lainnya yang juga memiliki wajah bengkak.


"Hei, ada apa dengan kalian?"


Bukannya mendapatkan jawaban, tapi Jin Lien malah dikejutkan dengan tangisan 4 sosok mungil.


Tangisan yang dapat mengguncang hatinya. Manyaksikan itu, Jin Lien merasa sedih untuk mereka.


"Jangan menangis?"


Tidak tahu cara menghibur, Jin Lien juga ikut menangis bersama mereka. Sedangkan tiga sosok transparan hanya menggeleng tak berdaya menyaksikan mereka.


Mereka bertiga juga lega melihat Jin Sekarang tidak lagi dalam bahaya, melainkan telah kembali sehat seperti sebelum memakan buah aneh itu.


Setelah beberapa menit mereka menangis, emlat sosok kecil segera memeluk Jin Lien.


"Kami sangat takut, sangat takut kehilangan dirimu?"


Baru saat itu Jin Lien sadar, empat sosok mungil ini kemungkinan menyaksikan penderitaannya setelah memakan buah yang tidak dia ketahui jenisnya.

__ADS_1


"Tenang, bukankah aku tidak apa-apa sekarang."


"Ya, mommy jangan membuat kami khawatir lagi." Zhen Jue berbicara dengan manja. Sangat jarang dia bersikap seperti ini.


"Baik, tapi berapa lama aku berada di sini?"


"Tuan, anda berada di sini selama 2 Minggu."


Mendengar Lotus kecil berbicara, Jin Lien terkejut dan dengan kecepatan tercepat, dia mengecup dahi ke-empat sosok mungil itu.


Dia kemudian luar dari dimensi lotus dan muncul di kamar miliknya yang berada di istana demon.


Tepat setelah dia muncul, dia mendengar suara ketukan dari luar.


"Masuk."


Segera pintu terbuka menampakkan sosok Jin Shan dan Niu'er.


"Kau akhirnya kelu......" Ucapan Niu'er terputus ketika melihat rambut Jin Lien yang tidak lagi berwarna hitam, bahkan aura miliknya membuat mereka berdua menjadi tenang.


Samar-samar Niu'er dan Jin Shan bisa melihat cahaya emas berpendar di tubuh Jin Lien.


"Rambutku? Memang apa yang terjadi?"


Merasa bingung, Jin Shan segera melangkah dan membawa Jin Lien ke meja rias.


Melihat pantulan dirinya di dalam cermin perunggu, Jin Lien sangat Shock. Dia membatu karena terlalu terkejut dengan warna rambutnya yang saat ini tidak lagi hitam, tapi berubah menjadi pirang keemasan.


Sontak dia menjadi ketakutan, dia kemudian memandang Jin Shan dan Niu'er dengan wajah memohon pertolongan.


Wajah itu terlihat sangat menyedihkan bahkan Jin Shan dan Niu'er merasa kasihan melihat Jin Lien yang seperti itu.


"Jiejie, aku tidak tahu apa yang terjadi. Kenapa aku bisa berubah tidak normal seperti ini?"


Melihat Jin Lien yang sedih dan tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya sendiri, Jin Shan dan Niu'er mendekat dan memeluk Jin Lien dan berusaha menenangkannya.


Perlahan Jin Lien mencerna kejadian yang dia alami setelah memakan buah yang dia tidak tahu apa jenisnya. Bahkan tulang dan darahnya juga berubah menjadi emas.


Jin Lien akhirnya sadar jika perubahan rambutnya mungkin juga dipengaruhi oleh efek buah itu. Dia akhirnya lega karena hal tersebut tidak berpengaruh buruk pada dirinya.


Ketika Jin Shan dan Niu'er memeluk Jin Lien, mereka merasakan Qi spiritual perlahan memasuki tubuh mereka tanpa harus mereka berkultivasi.

__ADS_1


Mereka perlahan merasa nyaman, tapi kemudian mereka terkejut lalu melepaskan pelukan mereka dari tubuh Jin Lien.


Ketika pelukan itu lepas, mereka tidak lagi merasakan apapun, itu hanya perasaan hangat.


Kemudian mereka berdua memandang Jin Lien Lien dengan penilaian.


Niu'er yang awalnya masih mampu mendeteksi kekuatan Jin Lien karena berada di tingkat yang sama, saat ini dia tidak mampu melihat kekuatan Jin Lien yang sebenarnya.


Ada kejutan menyenangkan di matanya ketika menyadari jika Jin Lien telah meningkat sangat banyak.


Selama dua minggu, dia selalu mendatangi kamar Jin Lien, tapi tidak menemukan keberadaan Jin Lien. Namun, dia tahu jika sosok Jin Lien tidak terlihat kemungkinan dia berada di dalam dimensi lotus.


Dia tidak khawatir sama sekali tentang hilangnya Jin Lien, karena Kekaisaran Demon hanya ada mereka sendiri dan tidak ada orang lain.


Terlebih siapa yang berani menculik Jin Lien di Istana Kekaisaran Demon?


Tidak seperti mereka yang dengan santai menculik Kaisar Kekaisaran Xiling.


"Lien kecil, sudahkah kau menerobos?"


Jin Lien tersenyum hangat dan mengangguk. Dia kemudian menjelaskan tentang bagaimana rambutnya berubah, tapi dia tidak memberitahu buah yang telah dia makan untuk meningkatkan kekuatannya.


"Ya Jiejie, saat ini kekuatanku telah mencapai Ranah God Puncak."


Terkejut.


Jin Shan dan Niu'er sangat terkejut. Kemarin setelah kembali dari Kerajaan Mermaid, mereka tahu jika Jin Lien baru saja menerobos ke Ranah Senior puncak, dan sekarang telah mencapai Ranah God Puncak?


Wajah mereka menjadi pucat, kecepatan Kultivasi Jin Lien membuat mereka sangat terkejut.


Melihat wajah mereka, Jin Lien tahu apa yang mereka pikirkan, tapi dia tidak menjelaskan apapun. Jika dia menjelaskan, dia takut jika Jin Shan dan Niu'er akan sangat khawatir.


Niu'er dan Jin Shan tentu tidak bertanya lebih banyak, mereka menghargai privasi milik Jin Lien. Meski mereka saudara, mereka berhak memiliki rahasia kecil mereka sendiri.


Baik Niu'er dan Jin Shan juga tentu memiliki rahasia mereka sendiri, jadi mereka menghargai apa yang dilakukan Jin Lien untuk tidak mengatakan apapun pada mereka.


Mereka juga yakin, jika perubahan Jin Lien akan sangat mengejutkan keluarga mereka. Berpikir lagi, mereka masing-masing mengambil tangan Jin Lien untuk dipegang.


Kejutan menyenangkan kembali mereka rasakan. Hanya dengan menyentuh Jin Lien, mereka bisa merasakan Qi Spiritual mengalir di Meridian mereka dan perlahan masuki Dantian milik mereka.


........

__ADS_1


__ADS_2