
Sehari sebelum Tengkorak Merah melakukan rencana mereka.
Mo Feng, Jun Kaili dan pasukannya, Mo Fai, Niu'er, Jin Gaoqi dan lima buah tertentu akhirnya tiba di tempat yang menjadi tujuan mereka.
Mereka melihat sekeliling dan itu sangat cocok untuk penyergapan.
Tentu, hal tersebut merupakan ide Jin Lien, ketika mereka mengunjungi Kekaisaran Xiling waktu itu, dia telah mengamati medan di sana sehingga itu tidak akan sulit jika mereka akan melakukan penyergapan.
"Ini tempat yang cocok."
Niu'er melirik Mo Feng dengan santai dan terkekeh.
"Tentu saja, lokasi ini telah ditandai Jin Lien ketika Kami berkunjung beberapa waktu lalu."
Jun Kaili yang melihat sekitar sangat puas, dia kemudian mengatur pasukannya untuk bersembunyi di kegelapan menunggu mangsa datang.
"Ayo buat perangkap untuk mereka!" Mo Feng menyarankan, tapi dia terdiam ketika melihat lima bocah kecil telah melakukan hal tersebut tanpa ada yang meminta.
Seketika dia terdiam dan merasa seolah dirinya tak sebaik lima sosok kecil itu.
"Santai, biarkan mereka yang melakukannya. Kita hanya perlu menyiapkan apa saja untuk menantikan kedatangan mereka."
Mo Fai menepuk bahu adiknya pelan dan membiarkannya untuk santai sejenak.
"Ya, kita harus rileks, karena pertarungan besok akan sangat melelahkan."
......
Markas Tengkorak merah.
Melihat pasukannya yang sudah siap, Dongfang Ye sangat puas. 8000 pasukan utama miliknya sudah banyak untuk menjatuhkan Kekaisaran Xiling.
"Persiapkan diri kalian, kita akan berangkat ketika malam tiba sehingga kita bisa sampai di kekaisaran Xiling tepat besok siang."
"Ya Tuan."
Dongfang Ye berbalik memasuki ruang kerjanya dengan senyum kejam.
"Besok Kekaisaran Xiling akan jatuh dan ayah akan kembali ke tubuhnya."
.....
Istana Kekaisaran
Dongfang Yuan yang berada di kamarnya tersenyum senang, dia sedang berbicara dengan anaknya.
__ADS_1
"Liu'er, setelah besok, kau akan mewarisi tahta dan Kekaisaran Xiling ini akan menjadi milik kita."
"Ya ibu, tidak ada yang akan meremehkan kita. Selain itu, kakek juga bisa sembuh dan kita bisa berkumpul."
"Sayangnya adik perempuanmu tidak berpihak pada ibu dan memilih untuk pergi dari Kekaisaran Xiling. Ibu bahkan tidak tahu di mana dia berada."
"Ibu, untuk anak yang tidak berbakti seperti itu tidak layak untuk Anda khawatirkan."
"Biar bagaimanapun, Yao'er adalah putriku. Putri yang aku lakukan dan dia juga adik perempuanmu."
"Bu, tolong jangan khawatir lagi. Setelah kita berhasil merebut tahta. Aku yakin adik perempuan akan kembali pada kita. Siapa yang akan menolak kemewahan? Dia pasti juga sangat menginginkannya. Dia hanya tidak ingin melihat ayah dan ibu saling bertarung."
"Kau tetap yang terbaik."
"Karena Anda adalah ibuku, tentu aku yang terbaik."
"Bocah, mulutmu semakin manis."
"Ya hanya untuk ibu."
Dongfang Yuan memandang putranya penuh kepuasan, ini adalah putra yang dia lakukan.
Melihat senyum Dongfang Yuan, Liu juga ikut tersenyum dengan corak kemerahan menghiasi pipinya.
Corak kemerahan itu bahkan telah menjalar ke cuping telinganya, membuatnya terlihat seperti pemuda yang tengah mengamati gadis yang dia cintai.
Cahaya memanjakan terlihat jelas di dalam matanya, dan itu tampak tidak normal untuk seorang aman menatap ibu kandungnya sendiri seperti itu.
Wajar Jika Liu berpikir jika ibunya adalah wanita tercantik, selama dia bersama pamannya, dia tidak pernah bertemu seorang wanita sekalipun dan itu hanya berinteraksi dengan Dongfang Yuan saja.
Menyadari tatapan dan kemerahan putranya, Dongfang Yuan terkejut.
Dia seorang Wanita yang telah lama tinggal di istana dan menjadi pemimpin dari para wanita istana, dia tentu tahu apa maksud dari tatapan putranya.
Hanya saja kenapa tatapan seperti itu di arahkan padanya dan bukan gadis yang seusia dengannya.
"Nak!"
"Ibu! Putramu menginginkanmu."
Bahkan Liu tidak menyembunyikan keinginan dan kecintaannya pada Dongfang Yuan.
Dongfang Yuan mengamati putranya untuk waktu yang lama, dia merasa tertekan.
Mengamati fitur wajah putranya, Dongfang Yuan tidak memungkiri jika putranya adalah salinan Kaisar dan itu sangat tampan.
__ADS_1
Dia juga tahu mengapa putranya menjadi seperti ini, itu juga adalah salahnya karena tidak membiarkan putranya untuk keluar. Dia khawatir jika Liu akan mengalami kecelakaan jika dia keluar karena tubuh lemahnya.
Dongfang Yuan menghela napas berat dan memandang Liu dengan serius.
"Nak, aku adalah ibumu. Tidak pantas untuk dirimu menginginkan ibu."
Mendengar itu, Liu merasa pahit. Dia juga mengerti jika hubungan seperti itu tidak diperbolehkan, tapi dia terlanjur sangat mencintai wanita di depannya yang sayangnya adalah ibunya sendiri.
"Ibu, aku tahu jika ini tidak boleh, tapi aku terlanjur mencintaimu. Apa salahnya aku menginginkanmu? Paman Jin Hao Li juga menjalani hubungan seperti ini dan putrinya tidak keberatan. Bu, jika laman Jun Hao Li bisa, kenapa kita tidak?"
Melihat wajah sedih putranya dan penuturan putranya, dia kemudian teringat dengan hubungan aneh Jin Hao Li dan Jin Hua Lin. Pasangan ayah dan anak itu juga menjalin hubungan layaknya suami dan istri.
"Tapi nak, kita berbeda."
"Bu! Tolong jangan buat aku sakit untuk terus memikirkanmu. Bu! Aku sungguh-sungguh."
Melihat tak ada respon dari Dongfang Yuan, Liu kembali berbicara.
"Bu! Besok adalah hari kita melakukan rencana kita, aku menginginkanmu sebagai hadiahku."
Masih tidak melihat respon Dongfang Yuan, Liu berdiri dari posisinya dan melangkah mendekati Dongfang Yuan yang berada di ranjangnya.
"Bu! Bolehkan?"
Tidak menunggu jawaban Dongfang Yuan, Liu memulai langkah berani dengan mencium bibir Dongfang Yuan.
Awalnya itu hanya sekedar mengecup, tapi entah mengapa dia merasa jika bibir ibunya terasa sangat manis dan dia mulai menciumi ibunya dengan kuat.
Dongfang Yuan yang telah tenggelam dalam pikirannya terkejut ketika putranya dengan berani memulai langkah seperti itu.
Ketika dia ingin menolak dan mendorong Liu, dia merasa jika dirinya tidak bisa bergerak di dalam ciuman kuat anak yang dia banggakan.
Ciuman putranya memang tampak seperti seorang yang baru pertama kali berciuman, dan Dongfang Yuan mau tak mau akhirnya menyerah.
Berpikir lagi, jika dia memulai dengan putranya, tentu jika dia bisa mengandung anak dari putranya dan penerus akan jatuh pada keluarga mereka sendiri.
Memikirkannya lagi, Dongfang Yuan tidak lagi memiliki perlawanan dan menanggapi ciuman Liu. Liu yang merasa jika ciumannya direspon oleh wanita yang begitu dia cintai, dia menjadi bersemangat.
Tidak pernah memikirkan jika keinginan terbesarnya untuk bersama ibunya berjalan dengan sukses. Meski di awal dia menerima penolakan ibunya, tapi dia percaya jika dia tidak menyerah. Ibunya akan luluh dan menjadi miliknya.
Memikirkan jika ayahnya telah menjelajahi tubuh ibunya, Liu merasa marah di hatinya dan dengan agresif menunjukan sisi dominan dirinya sendiri.
Dan hari itu, hubungan terlarang antara ibu dan anak terjalin hanya karena salah mendidik anaknya sendiri.
......
__ADS_1