Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 61


__ADS_3

Puas dengan tahu busuk miliknya, Jin Gaoqi kembali memesan 5 porsi besar tahu busuk untuk dibawa pulang.


"Bibi, aku pesan 5 porsi besar untuk dibawa pulang.."


"Baik, gadis silakan tunggu!"


Meskipun Jin Gaoqi mengenal Zhang Yu yang duduk di sampingnya, dia terlalu malas menegur atau menyapa.


Zhang Yu sendiri tengah asik menikmati tahu busuk miliknya dengan Jin Hua Lin yang selalu menempelnya membuatnya risih.


"Jin Hua Lin, berhenti mengikutiku!"


"Yang Mulia, aku menyukaimu jadi aku akan terus mengikutimu.."


Sontak Zhang Yu memandang tajam pada Jin Hua Lin, dia kemudian menyeringai..


"Baik, kalau kau memang menyukaiku. Setelah ini, kita akan pergi bertemu ayah kaisar dan ibu Ratu. Aku akan melepas jabatanku dan menjadi rakyat biasa. Apakah kau bersedia?"


Mendengar penuturan Zhang Yu membuat Jin Hua Lin melotot tak suka padanya.


"Itu kalau kau memang menyukaiku dan bukan gelarku.."


Jin Hua Lin di buat tak bisa berbicara sepatah kata, dia hanya menggertakkan giginya. Karena sekali Zhang Yu berkata, dia akan membuktikan ucapannya.


Di samping, Jin Gaoqi hanya mendengar dengan tak tertarik sambil menunggu tahu busuk miliknya selesai di kemas oleh bibi pedagang.


Tiba-tiba, Jin Hua Lin mengajaknya berbicara.


"Hei Nona!" Jin Gaoqi tidak berbalik dan hanya duduk santai menatap bibi pedagang..


"Nona yang duduk di sebelah yang mulia, aku berbicara padamu.." Jin Gaoqi melirik malas.


"Anda mengajakku berbicara?"


"Ya, aku hanya ingin bertanya padamu.."


"Apa itu?"


Zhang Yu yang berada di tengah mengernyit dan menajamkan pendengarannya tapi wajahnya tampak tak peduli.


"Aku hanya ingin bertanya, misalnya anda menyukai seorang pemuda dan pemuda itu tentu bukan pemuda biasa. Kemudian dia mengatakan jika dia rela melepas gelar miliknya hanya untuk bersama anda. Itupun jika anda memang benar-benar menyukainya.."


Jim Gaoqi memandang Jin Hua Lin seolah dia adalah idiot gila..


"Mengapa tidak, yang aku sukai adalah pemuda tersebut dan bukanlah gelarnya. Jika dia rela melepas gelarnya dan memilih hidup dengan sederhana. Itu lebih dari cukup untukku. Setidaknya kami bisa memulai semuanya dari nol dengan bersama-sama.."


Cara berpikir Jin Gaoqi tentu berbeda dengan cara berpikir Jin Hua Lin. Dia yang memiliki jiwa berasal dari jaman modern tentu akan menerima semua kondisi, asal dia dan pasangannya saling mencintai dan berjanji tidak saling menghianati..


"Apa bagusnya gelar putra mahkota, jika dia akan memiliki banyak selir. Aku lebih memilih hidup sederhana dengan hanya aku sebagai satu-satunya wanita dalam hidup pasanganku.."


Jin Hua Lin tidak tahu harus berkata apa lagi. Dia hanya menatap Jin Gaoqi seolah dia adalah idiot. Berbeda dengan Zhang Yu yang tersenyum tipis mendengar jawaban Jin Gaoqi.

__ADS_1


"Buat apa gelar tinggi dan sebagainya jika gelar tersebut hanya akan membuatku memiliki saingan untuk mendapatkan cinta suamiku. Itu tidak akan pernah, aku akan mengatakan dengan lantang, jika aku memiliki suami kelak, hanya akan ada aku dalam hidupnya dan tidak ada wanita J*lang yang akan menjadi selirnya.."


Jin Hua Lin terdiam, Zhang Yu tercengang, bibi pedangan hanya memberi senyum tulus.


"Gadis, cara berpikir kita sama. Jadi, aku akan memberikan bonus satu porsi tahu busuk untukmu.."


"Woaaah bibi kau yang terbaik.."


Setelah mengambil semua pesanannya, Jin Gaoqi membayar tahu busuk miliknya. Bayaran yang dia berikan melebihi harga yang di tentukan bibi pedagang..


"Untuk bibi, tidak perlu sungkan. Lain kali aku akan datang lagi.."


Dengan begitu, Jin Gaoqi menyimpan tahu busuk miliknya di cincin penyimpanan dan mengeluarkan sepedanya.


Dia melambai pada bibi pedangan dan pergi tanpa menghiraukan Jin Hua Lin dan Zhang Yu.


"Nah Jin Hua Lin, aku akan bertanya padamu, apakah kau bisa melakukan hal seperti gadis tadi. Jika kau bisa, kita akan segera menikah.."


Jin Hua Lin menggertakkan giginya dan pergi sambil menahan emosi.


"Dalam mimpimu.."


Melihat hal itu, Zhang Yu terkekeh. Dia tahu jika Jin Hua Lin hanya mengincar posisi ratu masa depan dan bukan dirinya.


Dia kemudian menatap punggung Jin Gaoqi yang perlahan menghilang di balik kerumunan.


"Hanya ingin menjadi satu-satunya wanita heh


Setelah menghabiskan makanannya, Zhang Yu juga membayar makanannya lalu pergi dengan wajah penuh senyum.


...


Jin Gaoqi dengan santai menggoes sepedanya kembali ke penginapan, tidak menyadari bau busuk yang menguar darinya akibat memakan banyak tahu busuk tadi.


Ketika sampai di depan penginapan, Jin Gaoqi bertemu Di Hong Zhuang dan Mo Fai.


Keduanya mengernyit saat melihat sesuatu yang di kendarai oleh Jin Gaoqi. Ketika keduanya ingin bertanya, tiba-tiba mereka melangkah mundur menghindari Jin Gaoqi.


Jin Gaoqi memasang wajah tanpa expresi memandang kedua keponakan menantunya.


"Kenapa kalian menghindariku?"


"Bibi, bau anda terlalu menyengat.."


"Owh hehehehe, aku tadi habis makan tahu busuk 5 porsi besar.." sontak kedua pemuda tampan itu memandang Jin Gaoqi dengan aneh.


Hingga suara cempreng menggelegar terdengar.


"Bibi kau curang, kenapa tidak mengajakku?"


Suara tersebut tidak lain adalah milik Jin Lien.

__ADS_1


"Oh Lien kecil, ayo ikut bibi! Bibi punya sesuatu untukmu.."


"Baik. Eh, bibi dapat sepeda dari mana?"


"Nanti bibi jelaskan, bibi juga ada membelikan tahu busuk untukmu.."


"Sungguh?"


"Hu'um.."


"Yeiii, bibi kau yang terbaik.."


Jin Gaoqi tersenyum kecil dan masukan sepeda ke dalam cincin penyimpanannya dan mereka melangkah menuju kamar Jin Gaoqi tanpa memperdulikan dua pemuda Yang terkucilkan..


"Saudara Zhuang, mungkin sebaiknya kita pergi menemui Niu'er dan Jin Shan. Sepertinya mereka berdua memiliki pembicaraan penting.."


Di Hong Zhuang memandang Mo Fai dan kemudian mengangguk.


"Idemu sepertinya bagus.."


Keduanya kemudian memasuki penginapan berniat ingin menemui Niu'er dan Jin Shan.


Hal yang tak terduga saat mereka membuka pintu kamar Niu'er, keduanya mendapati Niu'er, Jin Shan, Mu Ye Ran dan Mu Ye Chen tengah bermain catur hingga wajah mereka terlihat kotor akibat di oleskan arang.


Keduanya saling memandang dan kembali menutup pintu.


"Saudara Fai, apakah kita salah kamar?"


"Tunggu!"


Mo Fai kembali mengamati pintu kamar milik Niu'er dengan serius.


"Kita tidak salah kamar, ayo kita masuk lagi!"


"Baik.."


Keduanya kembali membuka pintu, dan suasana masih tetap sama.


"Hei, apa yang terjadi dengan wajah kalian?"


Jin Shan berbalik dan tersenyum.


"Oh kakak ipar, kalian akhirnya datang. Ayo gabung bermain dengan kami! Yang kalah akan di oleskan arang di wajahnya.."


Keduanya saling melirik dengan seringai di bibir mereka.


"Sepertinya menarik. Baik, tambahkan kami juga ke dalam permainan.."


...


Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2