Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 134


__ADS_3

Liu Wu terkekeh pelan, gadis yang tengah berdiri di depannya sangat pandai mengembalikan kata-katanya.


"Lupakan, aku hanya akan memanggilmu sebagai kekasihku. Ayo pergi!"


Senyum lembut menghiasi bibir Mu Ye Ran, tapi dia tidak bergerak dari posisinya.


"Maaf, untuk saat ini aku tidak bisa mengikutimu." Expresi murung seketika menggantikan expresi lembut di wajah Liu Wu.


"Mengapa?"


"Belum waktunya aku datang padamu.."


Expresi murung di wajahnya dengan cepat dia sembunyikan dan ia melangkah mendekati Mu Ye Ran lalu menariknya ke dalam pelukannya.


"Maka biarkan aku memelukmu untuk beberapa saat."


Mu Ye Ran merasa tersambar petir ketika Liu Wu memeluknya seolah dia akan menghilang.


Jantungnya yang berdegup kencang tidak bisa disembunyikan. Dengan wajah merona, dia mendongak menatap pemuda tampan yang tengah memeluknya.


"Uhm." Mu Ye Ran hanya mengangguk dan membalas pelukan Liu Wu, ia menyenderkan kepalanya di dada bidang pemuda itu.


Seiring berlalunya waktu, mereka hanya berdiri di tempat semula dan saling berpelukan.


Merasa enggan untuk melepas pelukannya, Liu Wu melepas tangan kanannya dan mengangkat wajah Mu Ye Ran.


Sejenak dia terpesona, gadis yang sedang berada di pelukannya memiliki wajah imut dan memikat. Kecantikan yang sangat berbeda dengan gadis lainnya.


Wajah cantiknya tidak memiliki noda makeup, dan itu alami. Menatap mata hitam itu, Liu Wu seolah tenggelam di dalam samudera yang tak terlihat dasarnya.


Tanpa sadar, perlahan dia menunduk dan mengecup bibir lembut gadis yang tengah berada di pelukannya.


Awalnya hanya kecupan saja, tapi perlahan itu menjadi ciuman yang panas dan dalam.


Mu Ye Ran tentu sangat terkejut dengan aksi tiba-tiba Liu Wu, tapi dia tidak menolak dan memilih mengikuti keinginan Liu Wu.


Meskipun itu hanya mimpi, dia dapat merasakan bibir lembut Liu Wu yang menyentuh bibirnya, lidah panjang yang tengah menginvasi isi mulutnya.


Hingga beberapa saat ketika Liu Wu sangat menginginkan oksigen, saat itu pula dia melepaskan ciumannya.


Dengan wajah yang merona, Mu Ye Ran memaksakan untuk menatap wajah tampan pemuda yang telah merebut ciuman pertamanya.


"Kemarikan ponselmu!"


Merasa aneh dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya, Mu Ye Ran kembali mengernyit. Namun, dia dengan cepat normal ketika Liu Wu memberikan benda kotak yang juga serupa dengan miliknya.

__ADS_1


Dia berpikir, jadi benda kotak itu namanya ponsel?


Mengambil ponsel di tangan Liu Wu, dia mencari aplikasi kamera. Dia tersenyum dan menjinjit mengecup pipi Liu Wu.


Cekrek.


Dia berhasil mengambil satu foto mereka berdua. Puas dengan hasilnya, Mu Ye Ran mengembalikan ponsel pada Liu Wu.


Liu Wu terkekeh dan dengan lembut mengelus kepala Mu Ye Ran. Dia menyetel foto itu menjadi wallpaper ponselnya.


"Baiklah, aku akan pergi sekarang. Tunggu aku dan jangan melirik gadis lain!"


"Oke."


Tanpa keberatan, Liu Wu langsung mengiyakan keinginan Mu Ye Ran.


"Ingat ini! Namaku Mu Ye Ran."


Saat itu lah Mu Ye Ran terbangun dengan wajah yang merona merah.


Menaruh tangannya di dadanya, dia bisa merasakan jantungnya berdegup kencang.


"Apa itu tadi? Siapa Liu Wu? Kenapa aku tidak menolaknya ketika dia menciumiku? Dan dunia macam apa itu?"


Hal yang tidak diketahui oleh Mu Ye Ran dan Liu Wu adalah ketika Liu Wu bangun keesokan harinya setelah begadang menelpon ke-dua sahabatnya, Liu Wu akan dikejutkan dengan Wallpaper ponselnya di mana foto Mu Ye Ran tengah mengecup pipinya terpampang jelas di ponselnya.


....


Wajah datar milik Ting Wan dan Juan memiliki setitik kesedihan. Setiap mereka telah menyelesaikan misi yang mereka ambil, mereka akan mengunjungi makam tersebut.


"Sudah 3 tahun, kalian berdua harus hidup dengan baik."


Ting Wan dan Juan mengangguk, mereka meletakan bunga Spider Lily di ke-dua makam itu dan beranjak pergi.


Bunga yang melambangkan kematian itu, adalah bunga favorit ke-dua orang yang tengah terbaring di dalam makam.


Misi yang mereka lakukan juga berjalan sukses, sepanjang jalan meninggalkan makam, Liu Wu tampak selalu linglung. Melihat itu, Ting Wan dan Juan merasa aneh.


Dari pertama mereka bertemu, Liu Wu selalu linglung, beruntung misi mereka berjalan lancar.


Memasuki mobil, Ting Wan dan Juan menatap serius pada Liu Wu.


"Wu apa yang terjadi padamu?"


Suara Juan terdengar khawatir membuat Liu Wu tersentak.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa, hanya merasa aneh."


"Aneh kenapa?" Oke, Ting Wan juga tidak bisa menekan rasa penasaran miliknya.


Hingga mereka melihat gerakan Liu Wu yang mengeluarkan ponselnya dan memberikan ponsel tersebut pada Juan dan Ting Wan untuk dilihat.


"Ada apa dengan ponselmu?"


Liu Wu merasa jengkel dengan pertanyaan ke-dua sahabatnya yang bergantian.


Dia bertanya tentang kemana kejeniusan ke-duanya?


"Coba lihat wallpaper di ponselku? Itu foto yang diambil Ye Ran di dalam mimpiku dan aku membuatnya menjadi wallpaper di dalam mimpiku, tapi ketika aku bangun, wallpaper ponselku juga berubah dan membuatku sangat terkejut."


Juan dan Ting Wan mengikuti instruksi Liu Wu dan melihat Wallpaper ponsel Liu Wu.


Seketika mereka merinding hingga merasa dingin ke tulang-tulang mereka.


Ke-duanya dengan aneh melirik Liu Wu.


"Yang lebih aneh lagi, aku tidak bisa mengubahnya."


Oke, Juan dan Ting Wan mulai ketakutan dengan kejadian yang dialami oleh sahabat mereka.


Gadis di dalam mimpi Liu Wu tidak hanya meminta Liu Wu untuk menunggunya, tapi juga menegaskan jika Liu Wu hanya miliknya.


Gadis yang belum pernah mereka temui telah menyatakan kepemilikannya terhadap sahabat mereka, sungguh di luar logika mereka.


Meski Liu Wu selalu Linglung, ada kelembutan tak berdasar di matanya ketika melihat sosok gadis di wallpaper ponselnya.


Mengingat rasa bibir gadis itu ketika dia menciumnya di dalam mimpi, wajahnya perlahan merona tipis.


Meski hanya mimpi, tapi dia merasa jika itu adalah nyata. Mengingat kembali, tiba-tiba dia sangat merindukan gadis itu.


Liu Wu merasakan kehilangan di dalam hatinya, merasa jika dia tidak ingin jauh dari gadis itu dan ingin menjaganya untuk tetap berada di sisinya.


Melihat ke-dua sahabatnya yang telah memiliki wajah pucat, dia mengambil ponselnya dan mengirim email pada Duo Soul.


*Mayor Jin, tolong sampaikan pada Ye Ran jika aku sangat merindukannya.*


Baik, Liu Wu merasa jika dirinya telah gila. Ia tidak menyangka jika dia dengan berani mengirim pesan pada Mayor Jin.


Dia tidak ingin tahu bagaimana reaksi mayor Jin ketika membaca pesannya. Dia kemudian menatap ke-dua sahabatnya dan dengan serius berkata.


"Mari berharap jika mereka juga."

__ADS_1


....


__ADS_2