Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 58


__ADS_3

Di ruang pribadi lainnya di restoran itu, Hua Chun Wei menatap menantu keponakannya dengan senyum kecil.


"Terlalu posesif.." dia setuju dengan apa yang di katakan oleh Huang Li Mo.


Jin Lien terlalu posesif dengan miliknya.


Sebenarnya itu wajar bagi Jin Lien. Di kehidupan sebelumnya dia telah mengalami banyak kehilangan.


Mulai dari kehilangan kedua orangtuanya lalu kehilangan kakek yang sangat dia sayangi.


Karena rasa kehilangan itulah yang membuat Jin Lien tidak ingin merasakan hal yang sama


"Jadi sudah dipastikan jika liontin sang ratu berada di tangan Lien kecil?"


"Itu sudah jelas kakak Mo, bahkan dari awal Zhuang'er telah mengenali Jin Lien.."


"Lalu bagaimana dengan Chu Hua itu? Aku tahu kau memiliki niat lain selain menjodohkan mereka kan atau dengan kata lain menjadikan dia sebagai orang ketiga untuk melihat siapa orang yang berada di belakang keluarga Chu. Dari awal kau sudah curiga dengan keluarga bangsawan Chu.." Hua Chun Wei terkekeh pelan mendengar tuduhan Feng Ruan sahabatnya yang juga merupakan. Seorang perempuan.


"Kau tidak salah menebak. Aku curiga, bangsawan Chu bekerja sama dengan orang luar untuk menyerang kakak Ipar dan Jiejie. Meski kami tidak menampakkan diri di dunia luar, tapi dengan bangsawan Chu itu, sudah pasti keberadaan kami masih di ketahui oleh orang itu.."


"Sudahlah, tidak perlu berpikir banyak. Sebaiknya kita awasi Chu Hua itu.."


"Tidak perlu, mari serahkan dia pada Lien kecil.." semua menatap Huang Li Mo penuh tanya.


"Kau begitu yakin dengannya kakak Mo.."


"Ruan'er! Tentu saja aku yakin dengannya. Dia bahkan lebih dari cukup untuk mengatasi Chu Hua.."


"Bagaimana Jika Chu Hua memiliki kartu truf?"


Huang Li Mo memandang semua sahabatnya dengan senyum aneh.


"Lien kecil memiliki banyak kartu truf. Aku bahkan tidak tahu di ranah apa kultivasinya yang sebenarnya. Dia sangat pandai menyembunyikan tingkat kultivasinya.."


Ketiganya langsung mengangguk menyetujui usulan Huang Li Mo. Hua Chun Wei sangat penasaran sehebat apa kekuatan calon ratu masa depan Ras Vampir..


....


Ketika malam tiba, Jin Lien telah berganti pakaian dengan piyama tidur miliknya. Namun, saat dia ingin tidur, suara ketukan terdengar.


Dia dengan malas membuka pintu kamarnya dan mendapati Di Hong Zhuang berdiri di depan pintu.


Jin Lien menatap Di Hong Zhuang dengan alis terangkat.


"Boleh tidur bersama?"

__ADS_1


Jin Lien tidak menjawab dan melangkah kembali ke tempat tidurnya. Sebelumnya dia berpesan pada Di Hong Zhuang untuk menutup pintu kembali.


Jin Lien yang pada dasarnya sudah mengantuk, tentu langsung terlelap begitu kepalanya menyentuh bantal.


Menyaksikan Jin Lien yang seperti itu, Di Hong Zhuang terkekeh pelan dan juga ikut naik ke Ranjang dan berbaring di samping Jin Lien.


Dia mengamati wajah tidur Jin Lien sejenak lalu mengecup keningnya.


"Mimpi indah Lien kecil.."


Setelah menggumam seperti itu, Di Hong Zhuang berbelok dan memeluk Jin Lien. Dia takut jika Jin Lien akan berperilaku tidak normal seperti saat dia masih tiga tahun.


Namun, kekhawatiran Di Hong Zhuang tidak berdasar karena selain Ranjang yang sempit tidak mendukung pergerakan Jin Lien, ada juga Di Hong Zhuang yang terus memeluk Jin Lien. Dia juga akhirnya terlelap..


Ke esokan harinya, Jin Lien terbangun dan berada di dalam pelukan Di Hong Zhuang. Dia mengerjakan beberapa kali kemudian melepas pelukan pemuda itu. Dia memasuki dimensi Lotus guna membersihkan diri dan berpakaian.


Di Hong Zhuang yang sudah bangun tentu terkejut saat melihat Jin Lien menghilang di udara tipis. Dia panik tapi berusaha tetap tenang.


Hingga beberapa saat kemudian, Jin Lien kembali muncul dengan pakaian yang rapi. Di Hong Zhuang memandang Jin Lien dengan rumit.


"Lien kecil, dari mana?"


Jin Lien berbalik dan menunjukan. Senyum manisnya.


"Lain kali jangan menghilang tiba-tiba. Aku panik tadi.."


"Hehehe maaf.."


"Baiklah, aku pergi dulu. Aku juga ingin bersiap.."


"Uhm.." sebelum Di Hong Zhuang keluar dari pintu, Jin Lien melempar botol pil ukuran besar pada Di Hong Zhuang.


"Jangan tanya apa itu! itu hanya pil pengumpul Qi dan pil pembekuan darah.."


Di Hong Zhuang tersenyum lalu keluar sambil memegang botol pil yang diberikan Jin Lien..


Ketiak matahari mulai terbit, Jin Lien keluar mencari Niu'er, Jin Shan, Mu Ye Ran dan Mu Ye Chen.


Mereka berniat untuk bertemu Raja dan Ratu Kekaisaran Chu.


Ketika kelimanya berkumpul, mereka langsung pergi mencari penginapan di mana kakek dan nenek mereka berada.


"Aku gugup.." 4 sosok tertentu memandang Mu Ye Ran yang tampak gelisah..


"Santai, kita juga gugup..." Mu Ye Ran mengangguk pasti dan mereka berlima melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


Di kota Blaze banyak toko dan kedai kecil. Untuk menghilangkan kegugupan, mereka kadang singgah untuk membeli jajanan kecil seperti tanghulu dan yang lainnya.


"Woaaah ini enak.." Jin Shan sangat bersemangat.


"Paman, bungkus 20 tusuk untukku.." seketika semua menatap Jin Shan.


Setelah beberapa saat mereka juga langsung memesan puluhan tusuk tanghulu untuk diri mereka sendiri.


Penjual tanghulu? Tidak perlu ditanya. Sudah pasti dia sangat bahagia, karena hari masih pagi dan dagangannya sudah habis di borong.


Puas dengan membeli tanghulu, mereka juga singgah di toko perhiasan pinggir jalan dan membeli beberapa jepitan. Terkadang, Jin Lien usil dengan mengambil tanghulu saudaranya dan tertawa terbahak-bahak.


Pagi itu cukup bahagia untuk mereka berlima. Tanpa mereka sadari, jika Raja dan Ratu Kekaisaran Chu juga sedang berada di pasar dengan pakaian sederhana mereka.


Keduanya tersenyum lembut melihat ke-lima sosok yang tampak akur.


"Er Jie! Kau curang.."


"Hahahaha Shanshan, aku tidak curang hanya mengambil satu tusuk saja.."


"Tetap saja.." ketika Jin Shan ingin berteriak lagi, Mu Ye Chen memasukan satu tusuk tanghulu di mulut Jin Shan..


"Jangan teriak! Orang-orang menatap kita aneh.."


"Biao Ge, kau sama saja.."


"Sama apanya? Lien kecil itu cewek sedangkan aku cowok tampan dan terkeceh.."


Seketika Jin Shan menjadi datar memandang Mu Ye Chen dengan pandangan mencemoh..


"Apa? Aku ini Mu Ye Chen, sepupumu yang paling tampan.." dengan lantang Mu Ye Chen berkata dengan percaya diri.


Jin Lien, Niu'er dan Mu Ye Ran memalingkan wajah berpura-pura tidak mengenali Mu Ye Chen.


Berbeda dengan ketiga sosok tertentu. Raja dan Ratu Kekaisaran Chu mematung di tempatnya ketika mendengar perkataan penuh percaya diri Mu Ye Chen.


Mereka mematung saat mendengar Mu Ye Chen dengan kencang menyerukan nama lengkapnya.


Raja dan Ratu Kekaisaran Chu saling memandang dan memilih mengikuti kelima sosok tersebut.


"Jelas kau yang tampan di antara sepupuku. Itu karena Biao Jie adalah seorang gadis.."


...


Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya, Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2