
Setelah laptop On, Jin Lien langsung mencari pesan yang di tinggalkan orang misterius tersebut dan langsung menghubunginya dengan Video Call.
Begitu tersambung dan pria misterius itu mengangkat panggilan Jin Lien, Jin Lien terpaku.
Matanya berkaca-kaca melihat sosok pria tersebut, sosok yang sangat dikenalinya.
Pria itu juga memandang Jin Lien, wajahnya mengerut. Di sampingnya ada seorang wanita cantik yang tengah memeluk lengannya.
Wanita itu juga tampak bingung saat melihat wajah Jin Lien yang seolah ingin meledak dengan tangis.
Huang Li Mo dan Li Yong yang penasaran, segera mendekati Jin Lien dan duduk di sampingnya.
Mereka juga bingung dengan apa yang terjadi dengan Jin Lien.
"Hei gadis! Ada apa denganmu?"
Suara pria itu menyadarkan Jin Lien dari acara melamun dirinya.
"Kenapa belum mengopload konten baru?"
Jin Lien dengan sigap menghapus air matanya dan memandang pria tersebut. Pria yang tidak lain memiliki wajah serupa dengan kakeknya, tapi dalam versi muda.
Jin Lien menghela napas, dan kemudian memandang pria itu dengan serius.
"Perkenalkan, aku Jin Lien. Di samping kiri ku adalah dekan dari Qinglong Akademi dan yang di kanan ku, dia adalah guruku. Beliau ingin berbicara dengan anda. Mengenai aku belum mengopload konten baru, itu aku masih mengerjakan dan mengedit sedikit.."
"Oh oke.." Jin Lien memberikan laptop pada Li Yong, segera Li Yong bertanya tentang ranah Reinkarnasi pada pria tersebut.
Pria tersebut dengan santai menjelaskan semuanya meski ada seorang wanita di sampingnya.
Melihat hal tersebut, Jin Lien yakin Jika Wanita tersebut tahu tentang asal-usul dari pria yang sangat mirip kakeknya tapi dalam versi muda.
Kembali merenung, Jin Lien berpikir sebentar dan tiba-tiba spekulasi gila muncul di benaknya.
Mungkin meninggalnya kakeknya karena pria tersebut datang. Karena setiap dimensi tidak memperbolehkan seseorang dari dimensi berbeda berada satu dimensi.
"Mungkin saja seperti itu.."
Jin Lien akhirnya bernapas lega, karena tahu jika kematian kakeknya tidak ada hubungannya dengan tengkorak merah. Tatto milik sang kakek kemungkinan besar hanya ukiran semata..
Hanya alasan itu yang paling masuk akal dan dapat diterima Jin Lien.
Selama Li Yong bercakap-cakap dengan pria tersebut, Jin Lien tahu jika nama pria itu adalah Xu Han Bo, dan yang berada disisinya adalah istri tercinta yang dapat menerima jati diri Xu Han Bo.
Tidak mustahil bagi seorang Kultivator Alchemis untuk membuat pil yang dapat membuat seseorang memiliki umur panjang.
__ADS_1
Dari percakapan tersebut, Li Yong akhirnya memutuskan untuk memilih jalan guna menyebarang ke dimensi lain.
Setelah mendapat jawaban, Video Call mereka akhirnya terputus.
"Baik Lien kecil, aku akan memilih untuk hidup di dimensi lain.."
Jin Lien tersenyum mendengar keputusan Li Yong.
"Tapi guru, dimensi macam apa yang ingin anda datangi?"
"Sepertinya dimensi saudara Xu saat ini berada.."
Mendengar hal tersebut, Di Zheng Jue yang berada di dalam dimensi lotus merengek ingin keluar dan bertemu Li Yong.
"Mommy!"
"Ada apa Jue kecil?"
"Biarkan aku keluar untuk bertemu kakek guru!"
"Baik, berhenti merengek!"
"Oke.."
Jin Lien segera menuruti keinginan Zheng Jue. Begitu Zheng Jue keluar, dia segera memberi hormat pada Li Yong.
Kemunculan Di Zheng Jue membuat Huang Li Mo dan Li Yong terkejut, terlebih panggilan yang di sematkan Zheng Jue pada Li Yong..
"Lien kecil! Siapa anak kecil ini?"
"Paman dekan! Dia Jue kecil, anak pertama Lien.."
Krik
Krik
Krik
Seketika ruangan tersebut hening, Huang Li Mo dan Li Yong shock menerima kenyataan dari ucapan Jin Lien.
Hingga beberapa menit kemudian, Li Yong akhir pulih dari rasa shock yang dia alami.
"Anakmu?"
"Ya guru! Lien dan Zhuang bertemu mereka saat memasuki dunia kecil, ketika mereka membuka mata. Mereka manggil kami sebagai orang tua mereka.."
__ADS_1
"Mereka?" Huang Li Mo yang juga telah pulih merasa bingung tentang kata mereka dari ucapan Jin Lien..
"Ya paman Dekan, Lien dan Zhuang memiliki 20 anak sekaligus, dan Jue kecil adalah anak pertama kami.."
Lagi-lagi Huang Li Mo dan Li Yong terdiam untuk mencerna perkataan Jin Lien.
Dalam pikiran mereka, bertemu 20 anak dan itu langsung diangkat menjadi anak sendiri, bukanlah perkara mudah.
"Lain kali kenalkan kami pada anak-anakmu, Lien kecil!"
"Tentu paman.." Jin Lien kemudian memandang Di Zheng Jue yang masih terdiam.
"Jue kecil! Apa yang ingin kau katakan?"
"Mommy! Aku ingin meminta bantuan pada kakek guru.."
"Bantuan apa yang kau perlukan Jue kecil?" Li Yong memandang Di Zheng Jue yang menurutnya sangat imut itu.
"Begini, Kakek guru akan memasuki ranah Reinkarnasi, dan kakek guru berencana untuk pergi ke dunia di mana Mommy berasal. Jue telah memiliki banyak saham di dunia itu dan berencana membangun perusahaan, tapi Jue tidak memiliki orang kepercayaan untuk membantu Jue mengolah perusahaan.."
"Perusahaan? Apa itu?" Li Yong merasa bingung dengan permintaan Zheng Jue.
Zheng Jue sendiri segera mengambil alih laptop dan menjelaskan semua tentang perusahaan pada Li Yong.
Cukup lama Jue menjelaskan hingga Li Yong mengerti. Membuat Zheng Jue merasa lega.
"Kakek guru sudah mengerti?"
"Tentu Jue kecil. Untuk membangun perusahaan tentu harus memiliki modal besar.."
"Kakek guru tidak perlu khawatir tentang masalah modal. Jue telah mengumpulkan lebih dari cukup dari usaha jual beli saham yang Jue lakukan selama berada di dunia kecil.."
"Berapa modal yang telah kau kumpulkan Jue kecil?"
Jin Lien yang ingin tahu segera bertanya. Pasalnya dia tidak pernah tahu berapa hasil yang didapat anaknya ini selama mengawasi saham dan akun bank apa yang digunakan sang anak..
Di Zheng Jue kemudian mengakses akun bank rahasia milik Jin Lien dan memperlihatkannya pada Jin Lien.
Jin Lien yang melihat hal tersebut tentu tercengang. Dia tidak pernah berpikir jika akun bank rahasia miliknya dapat di akses dengan mudah oleh anak pertamanya.
"Jue kecil! Bagaimana kau mengakses akun bank milikku?"
"Itu rahasia mommy, tapi kenapa isi uang di akunmu itu sedikit sekali?"
Oke jangan salahkan Jin Lien yang tidak memiliki banyak uang di rekening bank miliknya, itu disebabkan karena Jin Lien lebih memilih menukar semua uangnya menjadi keping emas dan menyimpannya di dalam dimensi lotus.
__ADS_1
Namun, melihat jumlah uang di dalam rekeningnya saat ini, dia hanya memandang penuh arti pada sang anak. Jumlah yang dikumpulkan oleh Zheng Jue selama bermain saham bukan jumlah sedikit. Jumlah tersebut bisa dikatakan sangat besar, juga lebih dari cukup untuk membangun satu perusahaan.
...