Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 145


__ADS_3

Mereka semua akhirnya mengerti ketika Jin Tian selesai menjelaskan pada mereka. Jin Tian juga mengeluarkan semua barang bawaan beberapa anggota keluarga Jin yang dia masukan ke dalam cincin penyimpanannya.


Setelah semua selesai, dia berpesan pada semua anggota keluarga Jin untuk mengikuti pengaturan anggota Blood Eagle dalam berlatih. Ia bersyukur ketika tidak menerima penolakan dari beberapa anggota keluarga Jin.


Merasa tak ada lagi yang harus dilakukan, Jin Tian akhirnya memilih pergi ke Kekaisaran Chu.


....


Di Hong Zhuang saat ini tengah berhadapan dengan ayah dan kakeknya. Ada juga bibinya.


Dia menatap serius pada ke-tiga orang tersebut.


"Ayah! Kakek! Bibi! Apakah kalian tahu apa ranah tertinggi?"


Hua Chun Wei tetap diam, tapi Kakek Ye dan Ye Han Hui menggeleng. Meski mereka telah berkultivasi, tapi mereka bumi mengetahui puncak tertinggi dari ranah kultivasi itu sendiri.


"Itu adalah Ranah Reinkarnasi. Tentunya ranah Reinkarnasi hanya akan memberikan dua pilihan pada kultivator yang berhasil menembus ranah tersebut. Pilihan pertama adalah untuk bereinkarnasi tanpa ingatan masa lalu dan pilihan ke-dua adalah hidup menjadi abadi, tapi kesepian di ruang hampa."


Ketika mereka mendengar pilihan ke-dua, mereka merasakan dingin di punggung mereka.


Hei, siapa yang ingin hidup abadi dalam kesendirian? Tentu tak ada.


Jadi hanya ada satu pilihan yaitu adalah bereinkarnasi tanpa ingatan.


Mereka akhirnya berpikir jika siapapun yang mencapai puncak kultivasi dan memiliki kekuatan yang terlalu kuat akan segera dikirim di tempat berbeda sehingga tidak mengacaukan keseimbangan dunia itu sendiri.


Mereka tenggelam dalam pikiran mereka hingga suara Di Hong Zhuang kembali mengisi pendengaran mereka.


"Tentu, semua orang yang telah mencapai ranah Reinkarnasi telah memilih salah satu dari mereka kecuali dua orang tertentu. Yang pertama menemukan dengan secara tidak sengaja dan yang terkahir tentu mendapat informasi dari Lien kecil. Jika mereka telah mencapai ranah Reinkarnasi, mereka bisa memilih untuk mengambil pilihan ke-tiga, yaitu memilih hidup di dunia berbeda dengan mengorbankan setengah dari kultivasi anda. Dengan rencana ini, aku dan Lien kecil telah memiliki rencana."


Mendengar jika ada pilihan ke-tiga, mereka akhirnya bernapas lega. Mengorbankan setengah kultivasi anda juga tidak buruk.

__ADS_1


"Jadi apa rencana kalian?"


"Lien kecil mengatakan untuk kita semua agar dapat berkultivasi hingga ranah Gold, tapi jangan meneruskan ke Ranah Reinkarnasi. Lien kecil akan menempatkan kita di dalam dimensi lotus miliknya, sedangkan dirinya yang akan menembus ranah Reinkarnasi itu. Meminta yang lainnya untuk berkultivasi ke Ranah gold hanya untuk berjaga-jaga jika mereka yang berada di dalam ruang juga akan dikurangi hingga setengah kultivasi mereka."


Sampai di sini, mereka bertiga akhirnya mengerti. Hua Chun Wei juga akhirnya mengetahui apa tujuan keponakannya itu menanyainya tentang seseorang yang bisa dipercaya untuk mengambil alih tahta.


Mereka merenung untuk waktu yang lama dan saling memandang, beberapa detik kemudian mereka mengangguk.


Hua Chun Wei juga ingin segera menghubungi pemuda itu. Pemuda tersebut juga merupakan anak dari sepupunya, jadi itu tidak terlalu buruk jika dia yang mengambil alih tahta.


.....


Di dunia modern, Li Yong telah berdiri di depan bangunan yang memiliki dua tingkat.


Dia telah membeli bangunan yang terbengkalai di pinggiran ibukota A, bangunan ini dirumorkan merupakan bangunan berhantu.


Meski itu berada di pinggiran ibukota, itu sangat cocok untuk membangun Akademi pelatihan dengan kedok panti asuhan.


Rumor yang beredar tentang bangunan ini bukan rumor kosong. Dikabarkan jika bangunan ini dulunya merupakan Villa dari salah satu keluarga terhormat, tapi entah mengapa keluarga itu tidak menempati Villa mewah ini dan memilih menjualnya.


Dengan kunci di tangannya, Li Yong membuka pagar dan melangkah menuju pintu Villa itu, dia kemudian menggunakan kunci lain untuk membuka pintu Villa.


Bruuuussssh


Seketika semburan hawa dingin menerpa dirinya, tapi Li Yong bertindak seolah itu bukan apa-apa baginya.


Dia terdiam sejenak sebelum melangkah masuk, karena hari masih pagi, jadi ruangan itu juga memiliki cahaya meski tanpa menyalakan listrik.


Memeriksa seluruh vila tersebut dari lantai atas hingga lantai dua, itu tampak biasa dan tidak ada yang aneh. Sekali lagi Li Yong mengernyit karena belum melihat masalah dari villa ini.


Ia kemudian melangkah ke salah satu ruangan yang dipenuhi banyak buku. Dari sekali pandang, Li Yong bisa menebak jika ruangan tersebut merupakan ruangan kerja pemilik sebelumnya.

__ADS_1


Namun, kenapa pemilik sebelumnya tidak membawa semua buku di ruangan ini dan memilih meninggalkan begitu saja hingga tertutup lapisan debu tebal, sangat aneh.


Li Yong terus memeriksa ruangan kerja itu yang menurutnya tak biasa hingga pandangannya jatuh pada satu buku di rak buku.


Buku itu tidak seperti buku lainnya, dengan santai dia menarik buku tersebut, tapi bukan saja buku itu tidak berpindah ke tangannya, itu lebih tepat hanya bergerak beberapa inci saja dan membuat rak buku bergerak memperlihatkan pintu yang disembuyikan di belakangnya.


Brussssh


Lagi, semburan hawa dingin semakin kuat, lebih kuat daripada ketika dia membuka pintu Villa.


"Hm?"


Li Yong semakin penasaran, dia melangkah melewati pintu itu. Lorong itu gelap, tapi untuk kultivator sepertinya, kegelapan seperti itu bukan apa-apa ketika ia mengeluarkan batu bulan.


Batu bulan merupakan batu yang dapat memancarkan cahaya dalam gelap. Batu bulan juga adalah lampu otomatis di dimensi pertamanya.


Ketika cahaya batu bulan menerangi lorong itu, lorong itu sangat panjang. Li Yong terus bergerak maju hingga dia berhenti tepat ketika melihat tangga yang condong ke bawah. Ia menaikan alisnya dan seringai misterius menghiasi bibirnya


"Menarik."


Jika orang biasa yang berada di villa ini. Hanya dalam 3 jam mereka sudah bisa dipastikan akan meninggal karena Yin yang begitu pekat.


Li Yong melangkah menuruni anak tangga satu persatu, jumlah anak tangga yang bisa dia hitung ada 200 anak tangga dan itu lumayan dalam.


Berhenti di ujung anak tangga, ada pintu lainnya yang tertutup rapat. Menggunakan Qi miliknya, ia membuka pintu itu tanpa menyentuh.


Ruangan di balik pintu juga sangat gelap, tapi dengan batu bulan, Li Yong dapat melihat seluruh isi ruangan itu.


Ruangan itu sangat luas, sangat cocok untuk melatih orang-orang tanpa ketahuan. Jika dia menghitung dengan benar, lebar ruangan bawah tanah ini adalah 10.000 m2. Itu sangat luas.


Namun, sesuatu yang sangat kontras terletak di tengah-tengah ruangan itu. Itu adalah 3 peti mati yang tampak kuno dengan banyak barang antik yang terletak begitu saja di sisi peti mati.

__ADS_1


......


__ADS_2