Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 152


__ADS_3

Setelah beberapa menit, Mo Feng akhirnya melihat bawahannya kembali.


"Bagaimana?"


"Sudah ditemukan."


"Ayo pergi!"


Tidak lagi berkeliling dan menikmati tatapan kekaguman dan penuh cinta dari para gadis, Mo Feng memutuskan untuk segera pergi ke kediaman keluarga Jin.


Beberapa menit berjalan, mereka akhirnya sampai di depan pintu gerbang keluarga Jin.


Berdiri di luar, dia bisa melihat jika kediaman keluarga Jin ini sangat indah. Banyak pohon persik yang menghiasi setiap halaman.


Berjalan mendekat, hingga dua orang penjaga menghentikan dirinya untuk lewat.


"Bolehkah kami mengetahui siapa tuan muda itu?"


Mo Feng tetap dengan penampilan glamor miliknya dan tidak menjawab. Ia hanya mengeluarkan gulungan kertas lalu memberikannya pada salah satu penjaga.


Penjaga itu membaca gulungan yang diberikan oleh Mo Feng, wajahnya berubah menjadi hormat.


Berdasarkan surat itu, pemuda dengan tempramen mulia ini merupakan teman nona muda dan tuan muda mereka.


Mengetahui jika Mo Feng merupakan teman Jin Lien dan yang lainnya, sikap mereka langsung berubah. Salah satu penjaga segera memimpin Mo Feng untuk memasuki kediaman, mencari pengurus rumah tangga dan menyiapkan halaman untuk Mo Feng.


Mo Feng dan bawahannya memasuki kediaman dengan tenang. Melihat tata letak halaman membuat mereka takjub.


Penjaga gerbang membawa mereka ke aula utama, meminta mereka untuk menunggu. Mo Feng dan yang lainnya mengangguk.


Sebagai tamu, mereka harus menghormati tuan rumah, meski Mo Feng selalu bertingkah konyol jika berada di kota kekaisaran, tapi identitasnya sebagai pangeran juga membuatnya memiliki etiked yang baik.


Melihat mereka setuju, penjaga berbalik dan pergi mencari pengurus rumah tangga.


Setelah menemukan pengurus rumah tangga, penjaga itu segera pergi ke tempat dia berjaga, dan pengurus rumah tangga segera menuju aula utama.


Karena tidak mengetahui identitas asli tamu dan hanya tahu kalau tamu adalah teman tuan muda dan nona muda, penjaga itu bersikap sopan.


"Maaf membuat Anda menunggu, halaman untuk Anda dan bawahan Anda telah selesai disiapkan. Silakan ikuti saya!"


Mo Feng mengangguk dan berdiri mengikuti pengurus rumah tangga.


Sepanjang jalan menuju halaman yang disiapkan untuk mereka, mereka dengan jelas dapat melihat betapa indahnya kediaman keluarga Jin ini. Bahkan taman istana kekaisaran masih kalah dari keindahan kediaman keluarga Jin.

__ADS_1


Tidak hanya menikmati keindahan halaman, tapi juga mereka bisa melihat lebih dari 100 orang tengah berlatih keras di area pelatihan.


Mo Feng berhenti untuk melihat cara mereka berlatih. Metode pelatihan yang belum pernah dia lihat dan sangat kejam seperti itu membuatnya bersemangat.


Pengurus rumah tangga tersenyum melihat reaksi Mo Feng.


"Silakan ikuti saya ke halaman Anda! Setelah itu, Anda dan bawahan Anda dapat bergabung dengan pelatihan."


Mo Feng seketika menjadi cerah dan bersemangat, dia memandang pengurus rumah tangga dengan rasa terima kasih.


"Pimpin jalan!"


Pengurus rumah tangga tidak lain adalah salah satu anggota Blood Eagle secara alami bangga dengan metode pelatihan mereka yang berbeda dengan metode pelatihan para kultivator di dunia ini.


Mereka lebih mengutamakan memperkuat fisik mereka agar pondasi kultivasi mereka tidak goyah.


Banyak para kultivator yang hanya mengutamakan kultivasi dan mengabaikan fisik mereka. Meski kekuatan mereka besar, tapi jika berhadapan dengan Dark Eagle dan Blood Eagle, mereka akan kalah meski kekuatan kultivasi mereka lebih tinggi.


Cara pelatihan yang dilihat oleh Mo Feng merupakan godaan besar bagi Mo Feng dan bawahannya.


Meski mereka tidak tahu, tapi melihat adegan seperti itu, mereka yakin jika pelatihan itu sangat keras. Namun, tidak peduli apa, untuk bisa mendapatkan kekuatan, mereka harus bersedia menerima kesusahan seperti itu.


Segera mereka sampai di halaman yang telah disediakan untuk mereka. Meski tidak besar, tapi itu cukup tenang dan indah.


"Tuan muda, hanya halaman ini yang tersisa. Yang lainnya telah memiliki pemilik. Jika Anda ingin makan, Anda bisa bergabung dengan yang lain di dapur. Jika ingin latihan, aku akan memerintahkan yang lain untuk membawa pakaian latihan pada Anda."


"Kalau begitu aku permisi dulu, jika butuh apapun, silakan hubungi saya."


"Ya."


Dengan begitu, pengurus rumah tangga segera meninggalkan halaman tersebut.


Meninggalkan Mo Feng dan bawahannya. Mo Feng mengamati halaman tempatnya sekarang. Walaupun tidak besar, itu cukup nyaman untuk tinggal. Ada banyak kamar juga.


Memasuki kediaman, bawahan Mo Feng memandang Mo Feng dengan serius.


"Yang mulia!"


"Hmp?"


"Keluarga Jin ini tidak sederhana. Hanya pengurus rumah tangga saja, sudah memiliki kemapuan seperti itu, belum lagi pemilik keluarga Jin ini."


"Ya itu tidak sederhana, jangan menyinggung mereka. Meski kakak ke-4 adalah bagian dari mereka, tapi kita harus tetap menghargai mereka."

__ADS_1


"Ya."


"Pergi pilih kamar kalian dan istirahat sejenak. Setelah ini kita akan bergabung dengan mereka untuk berlatih."


"Baik yang mulia."


Mereka segera memilih kamar mereka, tidak lama setelah itu, Tang Shi datang membawa beberapa pakaian yang cocok digunakan untuk berlatih.


Dia tidak mengganggu istirahat mereka dan meletakkan pakaian di meja ruang depan lalu pergi tanpa suara.


.....


Ketika Jin Lien dan yang lainnya sampai, mereka bingung dengan suasana semarak di istana kekaisaran demon.


Melihat kedatangan mereka, beberapa prajurit dan penjaga segera memberi hormat pada mereka.


Jin Lien dan yang lainnya mengerutkan kening, tapi tidak bertanya. Mereka hanya menanyakan keberadaan Jun Kaili.


"Apakah paman ada?"


"Yang mulia ada di ruang kerja."


Salah satu dari prajurit segera menjawab dan kelompok Jin Lien segera memasuki istana dan menuju ruang kerja Jun Kaili.


Mereka sangat penasaran dengan suasana semarak ini. Ketika mereka dalam perjalanan menuju ruang kerja, mereka bisa melihat para pelayan mondar-mandir menyiapkan berbagai harta berharga.


Niu'er bingung dan dia memandang ke-tiga orang lainnya yang memiliki expresi sama bingung dengan dirinya.


Tidak bisa lagi menahan rasa penasaran mereka, mereka mempercepat langkah mereka menuju ruang kerja Jun Kaili.


Ketika sampai, Niu'er tanpa memperdulikan sopan santun seorang putri kerajaan dengan santai mendobrak pintu itu dengan tendangan.


Xu Lan yang melihat hal tersebut tercengang dan memandang adik perempuannya dengan aneh.


Dia takut jika pamannya yang sekarang menjabat sebagai kaisar akan marah.


Namun, tidak sesuai dengan dugaannya, Jun Kaili hanya menatap santai pada pintu yang tak bersalah yang kini hancur.


"Ketika hal semacam ini terjadi, aku tidak perlu menebak siapa pelakunya. Jika bukan Niu'er, itu akan menjadi Lien kecil."


Jin Shan bahkan terkekeh mendengar ucapan Jun Kaili. Ya, dia mengetahui dengan sangat jelas kelakuan bar-bar ke-dua kakak perempuannya.


Meski kakak pertama bar-bar, tapi tidak bisa dibandingkan dengan kakak ke-dua yang lebih memiliki sikap seenaknya.

__ADS_1


Sebagai anggota keluarga kerajaan, dia sangat takjub dengan ke-duanya yang bahkan tidak di hukum ketika tidak mematuhi etiked.


.....


__ADS_2