
Saat mereka menikmati makanan mereka, sekelompok pria dengan penampilan seram mendekati meja mereka.
Sejujurnya tidak hanya kelompok itu saja yang telah mengincar kelompok Jin Lien, ada beberapa kelompok lainnya.
Orang-orang ini sangat meremehkan Jin Lien dan yang lainnya, karena hanya memiliki Jin Shan yang berusia 12 tahun sebagai laki-laki di dalam kelompok, sedangkan yang lainnya adalah para gadis.
Gadis dengan kulit putih lembut selembut sutra itu sangat menarik bagi kaum pria buas yang terus menatap seolah mereka adalah santapan siang mereka.
Jin Lien dan yang lainnya masih dengan tenang makan, meski toko itu penuh dengan orang-orang seperti itu, tapi makanan mereka sangat aman tanpa racun di dalamnya.
"Hohohoho nona cantik, izinkan kami bermain dengan kalian."
Salah satu pria besar mulai berbicara omong kosong pada Jin Lien dan yang lainnya.
Namun, Jin Lien dan yang lainnya tidak menanggapi dan terus makan. Merasa di acuhkan, pria tersebut menjadi marah.
Dia mengangkat pedang besarnya dan mengayunkan ke arah Tang Tang yang sedang meminum teh.
Bang
Suara meja yang hancur, dengan jelas dapat didengar di ruangan makan itu. Untuk sekejap, tempat Jin Lien makan menjadi sangat kacau.
Hal tabu bagi Niu'er adalah gangguan saat sedang makan. Dia menatap meja yang hancur dengan mata menyipit. Meski wajahnya masih tanpa expresi, tapi aura gelap di sekitarnya sudah sangat pekat.
Matanya tidak hitam lagi dan telah berubah menjadi merah. Dia menatap tajam pada sekelompok pria besar yang kejam tengah menyeringai menatap mereka.
"Membuat marah nona pertama, kalian tidak akan selamat."
"Hal tabu bagi nona pertama adalah gangguan saat makan, persiapkan diri kalian untuk bertemu raja Yama."
Tang Xu dan Tang Lee dengan nada merendahkan mencemoh kelompok pria besar itu. Sekelompok ******** kecil bukan apa-apa bagi mereka, terlebih bagi nona pertama.
Ketika Niu'er akan bergerak, Jin Shan menahan tangannya.
"Da jie! Serahkan mereka padaku!"
Suara Jin Shan serak dan dalam, jika itu hanya mengganggu makan siang mereka, dia tidak akan sangat marah.
__ADS_1
Namun, dia menemukan beberapa orang menatap pada ke-dua saudarinya dengan tatapan penuh nafsu. Dia tidak bisa menerimanya.
Merasakan aura Jin Shan yang menjadi gelap, Tang Lee, Tang Xu dan dan 3 anggota Dark Eagle meneguk ludah mereka dengan paksa.
Pasalnya mereka tidak pernah melihat Jin Shan marah dengan aura yang mengerikan seperti itu. Itu tidak hanya mencekam, tapi sangat dingin seolah kau akan mati hanya dengan menatap matanya.
Dia tidak menggunakan Qi spiritual namun menggunakan langkah cepat dan dengan efisien menjatuhkan salah satu orang dari kelompok yang mengganggu makan mereka
Bang
Orang dengan tubuh besar itu telah terbaring di tanah oleh bocah laki-laki berusia 12 tahun. Bahkan mereka tidak melihat fluktuasi Qi dari laki-laki kecil itu.
Melihat salah satu teman mereka jatuh, pria lainnya sangat marah dan langsung menyerang Jin Shan.
Ketika sebuah pedang akan mengenai tepat di Jantungnya, Jin Shan menghindari ke Samping dan dengan santai mengangkat kakinya kemudian menendang pria yang akan menikamnya. Tidak berhenti sampai disitu, pria lainnya mengangkat pedang besar dan ingin memotong Jin Shan menjadi dua, Jin Shan dengan Santai melompat ke atas dan berdiri dengan santai di atas pedang besar itu.
Kraaaak
Suara retakan baja dapat terdengar. Dengan suara keras seperti itu, semua orang sangat yakin jika pedang besar di mana Jin Shan berdiri telah mengalami kerusakan serius.
Trannk
Memanfaatkan lawannya yang linglung, dia dengan cepat menyerang titik vital lawannya dengan jari telunjuk dan jari tengahnya membuat gerakan menusuk ke jantung.
Darah dengan cepat memercik dan mengotori wajah tampan Jin Shan yang memiliki expresi sedingin es.
Melihat orang yang memegang pedang besar telah jatuh, Jin Shan kemudian menatap beberapa orang yang tersisa dari kelompok pengganggu itu.
Berani menatap ke-dua kakak perempuannya dengan tatapan seperti itu, maka pergi ke neraka.
Tanpa belas kasihan, Jin Shan berniat membunuh semua orang dalam kelompok tersebut. Dia tidak menyadari jika tatapan tertegun dan tak percaya di arahkan padanya.
Tanpa sadar, seorang menyelinap ingin menyerangnya, tapi karena kewaspadaan Jin Shan yang tinggi, ketika senjata telah berjarak 1 cm lagi, dia melengkungkan tubuh bagian atasnya ke belakang dan mengarahkan kakinya ke atas dan kakinya dengan lincah segera menjepit leher pria itu.
Kraaaak
dengan gerakan sedikit memutar kakinya, bunyi kraaak yang mematahkan leher lawannya dapat terdengar.
__ADS_1
Tidak ada yang pernah mengira jika anak berusia 12 tahun akan memiliki haus darah yang begitu kuat. Bahkan ketika dia membunuh, tidak ada expresi ketakutan di wajahnya.
"Kalian terlalu lancang memandang ke-dua kakak perempuanku dengan tatapan lapar? Maka mati."
Jika mereka berada di dunia modern, orang-orang akan menganggap Jin Shan mengindap penyakit Siscom yang sangat protektif pada ke-dua kakak perempuannya.
Segera tidak ada yang bersuara di restoran itu, karena masih lapar dan semua pengganggu telah dibereskan. Jin Shan berencana melanjutkan makan, tapi dia ditarik keluar oleh Jin Lien.
"Erjie aku masih lapar."
"Kita cari Restauran lain."
"Baik."
Niu'er berbalik untuk membayar tagihan mereka dan mereka semua pergi meninggalkan tempat yang telah menjadi area pembunuhan oleh Jin Shan.
Ketika mereka pergi, beberapa orang keluar dari kamar pribadi dengan aura bangsawan yang kuat.
Salah satu dari mereka melihat mayat yang belum dibersihkan dan dia mengeluarkan botol transparan berisi cairan yang tak diketahui.
Orang itu dengan santai membuka tutup botol dan menuangkan cairan itu pada tubuh mayat hingga tubuh mayat perlahan larut dan menjadi debu. Itu hanya menyisahkan pakaian mereka.
Dia mengangkat tangannya hingga muncul beberapa orang entah dari mana.
"Bersihkan area ini."
"Ya Lord."
Mata emasnya menyala dengan cahaya aneh, dia memandang kepergian Jin Shan dengan yang lainnya.
Dengan sosok anggun dan mulia itu, pengunjung di restauran tidak dapat bernapas dengan normal.
Tidak hanya karena wajah tampan tanpa cacat, tapi aura yang menguar dari tubuhnya sangat dingin. Itu keji dan sangat dipenuhi oleh aura pembunuhan haus darah.
Awalnya dia penasaran dengan tindakan yang akan diambil oleh Niu'er, gadis Elf yang memiliki mata merah layaknya bangsa demon.
Dia telah melihat aura mencekam di tubuh gadis itu ketika dia sangat marah, tapi yang tak terduga adalah tindakan bocah laki-laki berumur 12 tahun bahkan tak berkedip saat sedang membunuh lawannya.
__ADS_1
Terlebih, dia tidak melihat kekhawatiran dari wajah para gadis itu yang menandakan jika mereka tahu jika bocah laki-laki yang bersama mereka dapat mengatasinya.
....