
Setelah mengetahui kenyataan jika dirinya adalah setengah Elf, Jin Lien segera mengembalikan penampilannya seperti semula.
"Jiejie ayo kembali, pekerjaan kita sudah selesai dan aku ingin menghabiskan waktu bersama mereka.."
"Ayo.."
Jin Tian menghela napas, padahal dia datang ingin membawa kedua putrinya untuk pergi ke Istana Bintang tapi dia tidak ingin mengecewakan keduanya yang ingin menghabiskan banyak waktu bersama orang-orang yang tulus menyayangi mereka.
"Baiklah, kalian hati-hati.."
"Ya ayah.." ujar Jin Lien dan Niu'er berbarengan dan meninggalkan Jin Tian.
Jin Lien dan Niu'er melangkah keluar hutan hujan dengan santai ditemani 4 sosok lainnya.
Ketika di luar hutan, keduanya kembali mengeluarkan Gin dan Xi Qing dan mulai terbang menuju kota kekaisaran.
Pemuda yang mengamati keduanya tentu melihat segalanya.
"Jadi mereka memang Elf dan itu setengah Elf dan setengah manusia tapi kenapa gadis itu lebih seperti demon?" Dia sekarang bingung dan memilih kembali ke kediamannya.
Dia belum bisa mencerna semuanya terlebih dia juga melihat Jin Lien dan Niu'er mengeluarkan Demonic Beast terbang
...
Ketika mereka sampai, hari sudah malam. Segera mereka menyimpan kembali Demonic Beast terbang mereka dan melompati atap rumah menuju kediaman Ye.
"Jiejie harus singgah di kediaman perdana menteri kiri untuk menyembuhkan anak perempuannya.."
"Baiklah, kau pulanglah duluan.."
"Uhm.."
Jin Lien segera pergi meninggalkan Niu'er yang berbelok arah.
Ketika sampai, dia langsung melompat di depan halamannya sendiri.
"Huh melelahkan.." gumamnya. Ketika ingin melangkahkan kakinya memasuki kediamannya, Jin Lien segera merasa ada yang menggendongnya.
"Sudah selesai?"
Dia menatap orang yang menggendongnya yang tidak lain adalah Ye Hong Zhuang.
"Uhm kami sudah membersihkan mereka.."
"Begitu cepat?"
"Hehehehe itu Gege bisa turunkan aku? Aku ingin mandi dan tidur.."
Ye Hong Zhuang menatap adik kecilnya itu lama kemudian mengingat tulisan kecil di sudut kertas.
Dia tersenyum kecil dan mengecup dahi Jin Lien.
"Pergilah mandi setelah itu datang dan tidur bersama Gege.."
"Baik.." segera Ye Hong Zhuang menurunkan Jin Lien dan Jin Lien melangkah dengan riang memasuki kediamannya.
"Mo Yi sediakan air mandi untukku!"
"Ya Nona.."
Jin Lien berbaring di ranjang sembari menunggu Mo Yi menyiapkan air mandi untuknya.
Selang beberapa menit, air mandi telah siap dan segera Jin Lien melepas pakaiannya dan mulai mandi.
Memakai sabun dan shampo lalu membilas dan selesai. Jin Lien mengeringkan badannya menggunakan Qi spiritual dan memakai piyama miliknya.
"Mo Yi, aku akan tidur di kamar Gege.."
"Baik Nona.."
Segera Jin Lien keluar dari kediamannya dan langsung pergi ke halaman milik Ye Hong Zhuang.
"Gege.."
"Masuklah Lien.."
Jin Lien segera masuk dan mendapati Ye Hong Zhuang menyiapkan banyak makanan.
"Kau pasti belum makan kan?"
"Hehehehe.."
"Duduk sini! Mau Gege suap?"
Jin Lien mengangguk dengan semangat dan Ye Hong Zhuang terkekeh geli melihat reaksi adik kecilnya itu.
Perlahan dia menyuapi Jin Lien dan menghilangkan tulang ikan agar Jin Lien tidak tersedak hingga makan di meja hampir habis.
"Aku kenyang.."
"Baiklah, ayo tidur.."
"Uhm.." segera Ye Hong Zhuang menggendong Jin Lien menuju kamarnya dan menaruhnya di ranjang.
"Tidurlah lebih dulu, Gege ingin mengganti pakaian.."
"Uhm.."
Melihat Ye Hong Zhuang pergi, Jin Lien segera mengeluarkan ramuan pencerah akal dan satu jam tangan khusus pria..
"Belum tidur?"
"Belum, aku ingin memberikan Gege sesuatu.."
__ADS_1
Ye Hong Zhuang segera mendekati Jin Lien dan duduk di ranjang bersama.
Jin Lien memberikan ramuan pencerah akal lebih dulu.
"Gege minum ini dulu!" Ye Hong Zhuang menaikan alisnya dan tidak bertanya tapi langsung meminum cairan yang tidak dia ketahui apa itu.
Melihat itu, Jin Lien tersenyum semakin lebar.
"Sudah, lalu apa?"
"Ini hadiah untuk Gege.." ujarnya sambil memberikan jam tangan pada Ye Hong Zhuang
"Apa ini?"
"Itu namanya jam, fungsinya untuk memastikan waktu.." Jin Lien menjelaskan cara melihat waktu pada jam tangan dan cara memakainya.
Dengan cepat Ye Hong Zhuang mengerti.
"Baik segera tidur.."
"Uhm.."
Sangat cepat Jin Lien terlelap dan sama seperti biasa, Jin Lien pasti akan bertingkah aneh saat tidur.
Ye Hong Zhuang hanya menatap Jin Lien dengan pandangan rumit, entah mengapa setelah membaca 4 kata di sudut kertas, dia merasa jika Jin Lien akan pergi meninggalkannya.
Dia melihat kembali pada jam tangan pemberian Jin Lien dan menaruhnya dengan pelan.
Memperbaiki posisi tidur adiknya dan juga ikut tertidur walau mungkin itu mustahil.
...
Sangat cepat waktu berlalu, saat ini Jin Lien telah bersiap dengan pakaian resmi miliknya untuk menghadiri perjamuan ulang tahun kaisar.
Meski agak ribet dengan segala macam perhiasan yang harus dia kenakan tapi keantusiasan tidak bisa ditutupi dari matanya.
Dia juga sudah mendengar jika semalam ayah, ibu, paman dan bibinya menundukkan 3 kerajaan lainnya yang tentu kabarnya belum tersiar sampai ke kerajaan Nancheng.
Semalam tadi, Jin Lien pergi menjemput Dark Eagle yang saat ini telah berada di dalam dimensi lotus miliknya. Dia juga tidak lupa menyampaikan sesuatu pada 200.000 prajurit miliknya agar tetap berlatih dan akan ada yang datang pada mereka.
Dia tidak berhenti tersenyum tapi juga merasa sedih dan tertekan.
"Master?" Bahkan Lotus kecil merasa sedih melihat keadaan masternya.
"Lotus kecil kau tahu kan, hari ini adalah hari terakhirku bersama gege.."
"Aku tahu master.."
"Kau juga tahu kan jika aku....."
"Aku tahu master.."
Jin Lien terdiam lama menatap dirinya di depan cermin perunggu yang tidak terlalu jelas memperlihatkan dirinya.
Niu'er bisa melihat kilatan sedih di mata adiknya itu meski hanya sekilas.
Segera Ye Hong Zhuang menggendong Jin Lien, dirinya juga merasa aneh saat melihat Jin Lien saat ini.
Mereka segera pergi ke Istana menggunakan gerbong dan Jin Lien sama sekali tidak lepas dari Ye Hong Zhuang dan selalu merasa tertekan.
Niu'er melihat adiknya juga ikut tertekan tapi berusaha dia sembunyikan agar Ye Hong Zhuang tidak menyadarinya.
Sungguh dengan tingkah keduanya sudah pasti Ye Hong Zhuang menyadarinya tapi dia tidak bertanya dan berpura-pura tidak menyadari ada yang aneh dengan kedua adiknya.
Sangat cepat mereka sampai di gerbang Istana dan banyak gerbong miliki pejabat dan bangsawan yang berjejer rapi di luar gerbang Istana.
Salah satu penjaga Istana melihat kedatangan gerbong Ye Hong Zhuang, dia segera menyambut orang yang berada di kereta tersebut.
Niu'er yang lebih dulu turun dari gerbong dan tentu kecantikan miliknya membuat tuan muda menatap ke arahnya dengan pandangan ingin tahu.
Tidak lama setelah itu, Ye Hong Zhuang juga turun, dia merapikan pakaiannya lalu menggendong Jin Lien yang masih berada di dalam gerbong..
Ketiganya dengan santai memasuki istana tanpa harus memperlihatkan undangan.
Tentu para gadis muda melihat Ye Hong Zhuang dengan pandangan penuh cinta membuat aura Jin Lien semakin menggelap.
Ye Hong Zhuang terkekeh pelan merasakan aura tak mengenakan Jin Lien dan membisikkan sesuatu di telinga Jin Lien.
Jin Lien mengedipkan matanya berkali-kali dan memandang Ye Hong Zhuang yang tersenyum jahil padanya..
Dia juga memberi senyum yang paling manis pada Gege kesayangannya itu..
Cukup lama mereka berjalan hingga mereka memasuki Istana, Kasim yang menjaga pintu segera mempersilahkan mereka masuk.
Mereka segera mengambil kursi yang disediakan untuk mereka hanya saja Jin Lien masih tidak ingin lepas dari Ye Hong Zhuang yang membuat Ye Hong Zhuang hanya menghela napas dan bertanya-tanya tentang ada apa sebenarnya..
Segera para undangan mengisi tempat duduk masing-masing dan juga utusan dari kerajaan lain telah menepati kursi mereka.
Putra Mahkota dan para pangeran serta dua tuan putri juga memasuki Istana.
Semua bangsawan segera memberi hormat kecuali Jin Lien, Ye Hong Zhuang dan Niu'er yang memiliki keadaan khusus dan juga para utusan dari kerajaan lain yang hanya menyapa sebagai tanda kesopanan.
Xiao Zhan dan Xiao An tersenyum ke arah Niu'er dan mereka mengernyit saat melihat Jin Lien yang masih menempel erat pada Ye Hong Zhuang.
"Lien'er jika kau terus menempel seperti itu, gegemu tidak akan bisa memiliki seorang istri.." Jin Lien melototi Xiao Zhan dengan ganasnya membuat Xiao Zhan dan pangeran serta putri terkekeh geli tapi ada setetes keringat di dahi mereka.
"Tidak bisa, Gege milik Lien.."
Niu'er menatap adiknya dengan rumit tapi dia memberikan senyum lembutnya.
"Ya Lien'er, tidak akan ada yang merebut Gege dari mu.." Jin Lien segera memberi anggukan setuju pada Niu'er.
Sedangkan Ye Hong Zhuang tidak mengatakan apapun dan terus memanjakan Jin Lien yang berada di pangkuannya, tangannya bergerak menyuapi Jin Lien cemilan yang disediakan.
__ADS_1
Jin Lien menatap Ye Hong Zhuang sejenak.
"Gege bisakah aku ke sana sebentar?" Sembari menunjuk Zhao Zhi Kun yang berpura-pura menjadi idiot.
Seketika aura Ye Hong Zhuang memberat dan menatap Jin Lien dengan mata menyipit.
"Hanya sebentar mengerti.."
"Baik.."
Jin Lien turun dari pangkuan Ye Hong Zhuang dan melangkah dengan anggun menuju kursi Zhao Zhi Kun.
Niu'er sendiri menatap Ye Hong Zhuang terperangah saat merasakan aura hitam di sekeliling Gegenya itu hingga dia tersenyum tipis dan itu sangat tipis.
Jin Lien memberi kode pada Zhao Zhi Kun untuk menunduk tapi agak lama baru Zhao Zhi Kun merespon agar tidak di curigai.
Jin Lien segera berbisik pada Zhao Zhi Kun.
"Kakak Zhao, kerajaan Zhao telah hancur tidak hanya itu, bahkan kerajaan Zhou dan Kerajaan Ming juga. Jika aku memberi kode, langsung bunuh saja adik keduamu.."
Setelah mengatakan apa yang perlu di katakan, Jin Lien segera meninggalkan Zhao Zhi Kun yang masih tampak bodoh tapi jantungnya tak pernah berhenti berdetak dan terus menatap Jin Lien dengan rumit.
"Lien kecil sungguh tidak sederhana.."
Tapi setidaknya beban yang terasa berat di pundaknya akhirnya merasa Rilex dan dia terus menatap Zhao Zhi Chu dengan niat membunuh kuat..
"Apa yang kau bisikan padanya hmmp?"
"Tidak lama lagi Gege akan tahu kok.."
"Baiklah, kau tidak menyatakan cinta padanya kan?"
Di samping, Niu'er berusaha menahan tawanya dan Jin Lien terperangah dan langsung membantah.
"Tidak, sama sekali tidak.."
"Itu bagus.." Ye Hong Zhuang terlihat puas dan itu lebih membuat Jin Lien menganga tak percaya hingga dirinya menunduk dengan pipi memerah malu.
Ye Hong Zhuang tentu menangkap reaksi Jin Lien membuatnya sangat puas.
Tidak lama Kasim mengumumkan kedatangan Kaisar dan permaisuri dan beberapa selir..
Mereke semua langsung memberi hormat dan Jin Lien dan Niu'er hanya sedikit membungkuk untuk menghormati orang yang lebih tua dari mereka.
Setelah kedatangan Kaisar, segera perjamuan dimulai dan para penari segera keluar mnlenghibur para tamu undangan.
Begitu penari selasai, Kaisar kembali berbicara.
"Zhen senang karena masih diberi umur panjang, hari ini selain perjamuan ulang tahun Zhen, Zhen juga berniat memilih gadis muda berbakat untuk mendampingi Putra Mahkota dan Pangeran ke-tiga.."
Segera para nona muda menjadi heboh dan Ming Su Yue menyeringai mendengar hal tersebut.
Putra mahkota dan pangeran Ke-tiga saling melirik dan tersenyum misterius.
"Pertunjukan bakat akan dilakukan setelah pemberian hadiah untuk Zhen.."
Para pejabat mulai maju satu persatu memberi hadiah pada Kaisar yang membuat Kaisar sangat puas dengan hadiah yang mereka berikan.
Hingga terakhir Ye Hong Zhuang maju memberikan hadiah miliknya..
"Sangat baik Zhuang, apakah kau akan ikut berpartisipasi dalam memilih pasangan.."
"Terimakasih Yang Mulai, pejabat ini telah memiliki seorang yang mengisi hati pejabat ini hanya saja harus menunggu beberapa tahun lagi.."
Kaisar tersenyum dan sedikit mengernyit dia ingin bertanya tapi dia berusaha menahannya.
"Bagus kalau begitu, kembalilah!"
"Terimakasih Yang Mulia.."
Kaisar segera mamandang Jin Lien dan Niu'er yang masih tak bergerak untuk memberikan hadiah untuknya.
Niu'er melangkah maju dan menyapa Kaisar tanda kesopanan..
"Paman Kaisar, hadiah kami agak spesial jadi mohon terima.."
Niu'er menepuk tangannya 3 kali. Jin Lien sendiri semakin mempererat pelukannya pada Ye Hong Zhuang dengan badan yang agak gemetar.
Dari arah pintu, Jin Tian dan Mu Xue melangkah dengan anggun dan elegan dengan 3 orang pengawal membawa 3 nampan yang di tutupi dengan kain berwarna merah.
Kaisar dan permaisuri menegang melihat kedua sosok tersebut. Tidak hanya Kaisar tapi juga para utusan sangat mengenali sosok keduanya.
"Tian.."
"Yo lama tak bertemu Jin.."
"Kau hidup.."
"Tentu. Aku sangat sehat dan menyembunyikan diri hanya untuk hari ini.."
"Xue'er?" Mu Xue tersenyum lembut dan mengangguk pada permaisuri dan beberapa selir.
Kaisar kemudian menatap Niu'er dan Jin Lien penuh tanya.
"Paman Kaisar, kami baru mengetahui jika kedua orangtua kami masih hidup beberapa hari yang lalu.."
Niu'er tidak mengatakan kebenarannya. Sedangkan Jin Lien memasang wajah datar tapi tidak bisa dipungkiri jika tubuhnya gemetar menahan tangis karena akan berpisah dengan Ye Hong Zhuang dan yang lainnya.
"Kakak Xiao Jin, ini adalah hadiah dari keluarga kami untukmu.."
Segera ketiga pengawal yang datang bersama Jin Tian dan Mu Xue maju dan mereka membuka kain penutup.
....
__ADS_1