
"Aku sarankan pada kalian untuk tidak bersedih tentang kematian mereka, orang lemah tidak pantas berada di tengkorak merah ini.."
Yang tidak diketahui pemimpin tengkorak merah adalah 100 anggotanya tidak meninggal melainkan berhasil menghapus segel yang ditanamkan pada mereka.
Tentunya, dirinya juga tidak tahu jika segel tersebut bisa terhapus hanya dengan menempelkan kelopak teratai emas pada segel tersebut.
Semua yang mendengar hal tersebut berusaha menahan amarah mereka karena pemimpin mereka terkesan tidak menghargai mereka.
"Aku juga ingin mengatakan pada kalian, kita akan mempercepat serangan kita pada Kerajaan Mermaid. Rencana menjadikan Putri Mahkota Kerajaan Mermaid sebagai sandera telah digagalkan oleh seorang yang tidak dikenal, maka secara otomatis rencana tersebut tidak bisa jalan..."
Dia kembali terdiam, dia bisa melihat wajah bersemangat bawahannya tersebut dan membuatnya menyeringai kesenangan di dalam benaknya.
"Aku akan menunjuk Chu Lang dan Jin Hao Li untuk memimpin anggota mereka menuju pantai guna menyerang kerajaan Mermaid.."
"Kami bersedia.."
"Bagus. Ambil ini!"
Pria tersebut mengeluarkan kotak brokat dan melemparkan pada Chu Lang dan Jin Hao Li.
"Telan itu! Sehingga kalian bisa bernapas di dalam air.."
Keduanya saling melirik dan mengangguk. Mereka membuka kotak brokat tersebut yang ternyata berisi rumput laut 3 warna.
Rumput laut tersebut termasuk herbal langka, tapi tidak selangka Teratai emas.
"Berikan juga pada bawahan kalian!"
"Ya tuan.."
"Persiapkan perlengkapan kalian! 3 hari dari sekarang, kalian berdua harus bergerak!"
"Ya tuan.."
"Semua bisa keluar dan kembali ke ruangan kalian masing-masing.."
Segera, semua yang berada di ruangan tersebut berdiri dari tempat mereka dan berjalan keluar.
Tidak ada dari mereka yang berani protes atau menyela apa yang dikatakan oleh pemimpin mereka.
Menyela sama dengan kematian. Tentu, mereka masih menyayangi nyawa mereka.
...
__ADS_1
Jin Lien dan yang lainnya tidak tinggal lebih lama lagi di istana. Mereka harus segera kembali ke Akademi.
Dia dan Di Hong Zhuang meninggalkan 18 anak mereka di dalam pengawasan Jin Tian dan Mu Xue.
Di Zheng Jue dan Di Zheng Ruan saja yang mengikuti Jin Lien karena alasan tertentu.
Tentunya mereka berdua dikirim Jin Lien ke dalam dimensi lotus.
Setelah berpamitan, mereka semua kembali ke Akademi masing-masing. Di Hong Zhuang, Mu Ye Lu dan Mu Ye Mi kembali ke Vermilion Akademi.
Zhang Yu sendiri juga kembali ke Baihu Akademi. Sisanya adalah Cao Xing, Cao Jiang, Jin Lien, Jin Gaoqi, Niu'er, Mo Fai, Mo Bing, Mu Ye Ran dan Mu Ye Chen. Ke-Sembilan orang tersebut juga kembali ke Qinglong Akademi, sedangkan Jin Shan sendiri, dia kembali lebih dulu ke kota Angin untuk melatih 100 yang akan menjadi bawahannya.
Menjadikan Mo Gao Zhan dan Gu Haiyun hanya seonggok sampah, tidak membuatnya puas. Orang yang membunuh ibunya tentu harus merasakan hal yang sama.
Ketika sampai di asrama, segera Jin Lien memasuki kamar miliknya dan mengunci pintu dengan rapat.
Merasa aman, dia segera memasuki dimensi Lotus. Segera dia di sambut oleh 4 sosok kecil dan imut.
"Master!/Mommy!" Ke-empatnya segera berseru dan mendekati Jin Lien
"Master! Apakah anda akan membuat patungnya sekarang?"
"Uhm, kalian berdua kumpulkan bahan dan alat untuk membuat patung."
Jin Lien kemudian memandang ke-dua anaknya yang juga kini menatapnya.
"Mommy! Sebenarnya ada di mana kita?"
"Jue kecil! Saat ini kita berada di dalam dimensi pribadi mommy. Dimensi pribadi ini disebut dimensi lotus.."
Zheng Jue mengangguk mengerti, begitu juga dengan Zheng Ruan.
"Kalian kerjakan apa yang kalian lakukan. Mommy akan membuat patung untuk guru mommy.."
"Ya mommy.."
Tidak ingin mengganggu Jin Lien, Di Zheng Jue dan Di Zheng Ruan memilih menjauh dan mencari tempat nyaman untuk mereka sendiri.
Begitu menemukan tempat nyaman untuk mereka, Di Zheng Ruan segera melanjutkan aktifitas menulisnya.
Deskripsi dan Cover yang dia kirim telah lulus Review, sekarang saatnya untuk mengirim bagian setiap chapter.
Di Zheng Jue sendiri, hanya duduk di depan laptop mengawasi naik dan turunnya saham.
__ADS_1
Jika dia melihat ada prospek tinggi pada saham tertentu, dia akan membelinya. Begitu juga dengan saham yang dia miliki sekarang, jika saham yang sekarang dia miliki memiliki tanda-tanda penurunan, dia tidak ragu untuk menjualnya.
Begitu terus hingga uang yang dia hasilkan perlahan mulai menumpuk di rekening rahasia milik Jin Lien.
Senyum puas terpatri bibir mungilnya membuat Di Zheng Ruan mengerutkan dahi.
"Gege! Tumben kau tersenyum.."
"Tidak apa-apa A Ruan, Gege hanya mengumpulkan biaya hidup kita jika kita tiba di sana. Bagaimana dengan dirimu?"
"Aku masih harus berjuang untuk mendapatkan kontrak dari pihak Mangatoon.."
"Kenapa tidak langsung kau masukan saja beberapa chapter dan langsung ajuin kontrak!"
"Woah Gege, kau terbaik. Aku menyayangimu.."
Melihat tingkah semangat adiknya itu, Zheng Jue kembali tersenyum.
"Pergilah dan ketik chapter yang telah kau tulis di kertas.."
"Baik.."
Sementara keduanya sibuk dengan kegiatan masing-masing, Jin Lien sendiri telah memulai membuat patung yang akan menjadi wadah ketiga master terdahulu yang menjadi gurunya saat ini.
Berbicara tentang guru, Jin Lien sendiri telah melupakan jika dia memiliki seorang guru yang merupakan pemimpin Asosiasi Alchemis.
Li Yong yang merupakan guru Jin Lien hanya bisa menangis sedih di dalam ruangannya karena selama mengangkat Jin Lien sebagai murid, dia seolah terlupakan oleh muridnya itu.
"Apa aku yang terlalu cuek atau muridku yang melupakanku.."
Kata itu yang terus dia gumamkan selama beberapa hari ini.
Mengangkat murid jenius seperti Jin Lien, belum tentu menjadi hal baik buat Li Yong. Li Yong mungkin bisa saja kecipratan ketenaran Jin Lien, tapi tidak ada hal yang bisa dia ajarkan pada Jin Lien sebagai Guru.
Di tangan Li Yong saat ini ada sebuah buku dengan judul '1000 Jenis Pil pengobatan'. Buku yang tidak dimiliki Jin Lien yang merupakan pasangan dari buku Jin Lien yang berjudul '1000 Jenis Pil beracun'.
Dari buku tersebut, Jin Lien mampu mempelajari racun dan mengenal semua jenis tanaman beracun yang tidak dikenali oleh beberapa Alchemis yang memang bergerak di bidang racun.
"Jika aku bertemu dengannya, aku akan menyerahkan buku ini padanya. Toh aku tidak lama lagi akan mencapai ranah Reinkarnasi.."
Dia kembali bergumam dan merenung untuk waktu yang lama. Li Yong kemudian berdiri dari posisinya dan berjalan keluar ruangan.
Tujuannya saat ini adalah Qinglong Akademi untuk menemui Jin Lien, murid yang telah melupakannya..
__ADS_1
...