
"Bagaimana bisa gadis cantik sepertimu menjadi seperti ini?"
Saat itu secercah harapan muncul dalam hati Cloe, di saat detik terakhir bulan merah akan menghilang, pria itu mengulurkan tangan padanya.
Waktu itu hanya tersisa dirinya sendiri tanpa seorang yang ingin melihat dirinya yang telah ditinggalkan.
Melihat pria tampan yang mengulurkan tangan padanya, Cloe sangat bahagia. Setelah mereka menikah, Cloe mengikuti Xu Han Bo untuk tinggal di dunia sekuler dan tidak melirik dunia yang hanya dianggap mitos bagi penduduk dunia sekuler.
Kehidupan rumah tangga mereka juga berjalan harmonis. Meski terkadang beberapa gosip dan rumor yang tidak baik beredar tentang wanita lainya yang dimiliki oleh Xu Han Bo, tapi Cloe tidak pernah percaya tentang rumor. Ia hanya mempercayai suaminya tanpa syarat.
Begitu juga dengan Xu Han Bo, karena pekerjaan Cloe yang merupakan aktris A-List. Dia beberapa kali mendengar gosip tentang istrinya dengan dengan Aktor yang menjadi pasangan main istrinya di salah satu Film.
Meski gosip yang tak enak itu beredar, Xu Han Bo tidak pernah menganggap gosip itu layak. Baginya, Cloe merupakan wanita yang dia cintai.
Ketika dia pertama menginjakkan kaki di dunia asing ini, orang pertama yang dia temui adalah Cloe yang dalam keadaan tragis.
Menangis dalam diam di bawah cahaya bulan merah dan memandang orang yang meninggalkan dirinya tanpa belas kasihan.
Hal itu juga yang menjadi salah satu alasan untuk Xu Han Bo tidak berbaur dengan dunia itu, dan memilih menetap di dunia sekuler. Memulai bisnis kecil hingga bisnis mereka berkembang pesat saat ini.
Kerja kerasa ke-duanya tentu tidak sia-sia. Terutama perusahaan milik Xu Han Bo bergerak di bidang teknologi dan farmasi.
Meski hanya dua bidang itu saja, tapi ke-dua bisnis Xu Han Bo berkembang pesat dan sangat sukses. Terkadang dia memiliki godaan untuk membukanya perusahaan di bidang lainnya, tapi dia menahan godaan itu dan mengembangkan ke-dua perusahaan hingga terkenal secara internasional.
Terbukti, nama perusahaan yang dimiliki oleh Xu Han Bo telah dikenal di seluruh dunia. Dia juga merupakan pemimpin yang baik meski wajahnya terkesan dingin.
__ADS_1
Baginya, Cloe adalah harta berharga yang harus dia jaga dengan baik, tidak membiarkan apapun yang menggores dan merusak keindahannya.
Ketika ke-duanya memiliki perbedaan pendapat, mereka akan membicarakan dengan serius untuk mencari jalan terbaik tentang pendapat masing-masing. Setidaknya begitulah keluarga yang semestinya yang mereka pikirkan. Saling percaya tanpa syarat dan mencari jalan keluar bersama ketika mereka menemukan perbedaan.
Namun, cara berpikir ke-duanya yang tidak biasa itu mengundang rasa iri pada orang-orang yang ingin menjatuhkan mereka.
Pria yang begitu tampan memiliki wanita yang tidak kalah cantiknya bak Dewi. Menjadi pasangan yang memiliki wajah rupawan itu mengundang ketidaksukaan bagi mereka yang mendambakan Xu Han Bo dan Cloe.
Namun, meski terkadang badai yang menerpa rumah tangga mereka sangat dahsyat, tapi mereka berdua tetap kokoh dengan kepercayaan terhadap masing-masing.
Seiring berjalannya waktu, mungkin karena bosan dengan rencana untuk memisahkan Xu Han Bo dan Cloe tanpa hasil, orang-orang yang iri ini akhirnya berhenti dan badai juga berlalu.
Walau terkadang rumor kecil masih sering terdengar, tapi itu tidak memiliki dampak besar dalam kehidupan rumah tangga Xu Han Bo dan Cloe.
....
Melihat hiruk pikuk kota angin, ada jejak nostalgia di wajah Mo Feng. Ya, dia pernah mengunjungi tempat ini ketika masih kecil. Saat itu dia pergi bersama ibunya tanpa menggunakan identitas keluarga bangsawan.
Bersenang-senang dan tertawa tanpa beban, membuat Mo Feng bersumpah untuk menjaga senyum ibunya. Namun, setelah beberapa hari kembali ke istana, dia menemukan ibunya meninggal.
Ketika ibunya meninggal, dia sangat sedih karena ayahnya bahkan tidak pernah melirik mayat ibunya. Dia sangat marah, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Sebelum dia menepati janji yang dibuatnya, ibunya telah terbujur kaku. Saat itu, dia yakin jika kematian sang ibu tidak sederhana yang terlihat. Hari di mana ibunya dikuburkan, hari itu juga Mo Feng mengubah sikap dan perilakunya menjadi seorang pangeran yang memilih menghabiskan uang untuk bersenang-senang.
Sikap untuk membuat pelindung untuk dirinya sendiri agar tidak terbunuh dalam peperangan untuk merebut tahta. Namun, sikap itu juga merupakan penyamaran yang baik baginya untuk berlatih diam-diam memperkuat kekuatannya. Bersumpah dengan kekuatannya sendiri, dia akan membunuh wanita keji itu.
__ADS_1
Berkeliling di kota angin, tapi dia tidak tahu di mana letak kediaman keluarga Jin itu. Memerintahkan salah satu bawahannya untuk mencari informasi, sedangkan dirinya memilih untuk berkeliling.
Sepanjang jalan, banyak tatapan memuja para gadis tertuju padanya. Namun, dia tidak peduli dan terus berkeliling.
Hal semacam itu sudah menjadi rutinitas baginya. Dengan ketampanan luar biasa dan tempramen mulia miliknya, siapapun tidak dapat mengabaikan.
Wajar jika banyak yang menatap kagum dan iri padanya, setidaknya itulah yang dia pikirkan.
Jika Jin Lien dan yang lainnya mengetahui isi pikiran Mo Feng, mereka akan mengatakan jika Mo Feng adalah pemuda cantik yang sangat narsis.
Karena dia telah terbiasa dengan hal itu, dia cukup tertekan ketika Jin Lien dan yang lainnya memiliki expresi biasa dan acuh ketika melihat dirinya.
Saat itu dia merasa jika pesona miliknya telah berkurang banyak, dan tidak dapat mempengaruhi emosi ke-tiga gadis itu. Bahkan 5 pelayan yang mereka bawa juga tidak terpengaruh.
Bayangkan betapa tertekannya dia saat itu?
Ketika mendengar jika Jin Lien dan Niu'er telah memiliki tunangan, dia merasa itu wajar. Berpikir jika tunangan ke-duanya tidak lebih rendah dari dirinya sendiri.
Namun, gadis yang bernama Xu Lan hanya meliriknya sekilas setelah itu mengabaikan.
Nah, biasanya para gadis akan menatap dan bersikap anggun dan menyanjung dirinya, tapi Xu Lan berbeda. Tidak ada tatapan kagum dan menyanjung seolah dia adalah orang biasa.
Sebenarnya itu juga wajar, sebagian seorang putri dari kekaisaran Demon, Xu Lan memiliki kebanggannya sebagai seorang putri kekaisaran.
Setiap dia melangkah keluar istana, hanya tatapan kagum dan memuja yang dia dapatkan. Dia tidak pernah menatap pemuda lebih dari 5 detik.
__ADS_1
Tidak peduli seberapa tampan pemuda itu, Xu Lan akan secara otomatis mengabaikan. Baginya pria yang paling tampan adalah ayahnya, pria yang layak mendapatkan kekaguman dirinya. Dia tidak kekurangan pria tampan dalam keluarga untuk diberi tatapan kagum dan penuh kasih sayang. Baginya, orang luar tidak layak mendapatkan perhatiannya yang sangat berharga.
.....