Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 55


__ADS_3

Niu'er tidak pernah berpikir jika Mo Fai mengetahui identitasnya sebagai ras demon.


Namun, dia masih merasa hangat di hatinya karena meskipun Mo Fai tahu jika dia merupakan ras demon, tapi Mo Fai masih memilih untuk berasamanya.


Jun Kaili bahkan tidak mengatakan apapun lagi karena Mo Fai telah mengatakan apa yang ingin dia katakan.


"Itu bagus. Aku tidak keberatan dan akan menyerahkan keponakanku padamu tentunya juga harus melalui persetujuan orangtuanya.."


Setelah berbicara cukup lama, mereka akhirnya berjalan menuju penginapan.


Secara kebetulan, penginapan mereka semua berada di penginapan yang sama.


...


Seorang pria Elf yang masih lumayan tampan untuk usianya yang telah melebihi 400 tahun tengah duduk di kamar penginapan yang dia sewa.


Dahinya mengernyit dan terus berpikir.


"Jin Lien? Kenapa dia memiliki nama keluarga Jin? Apa mungkin dia anak dari Jin Tian anak b*jingan yang sempat lolos?"


Dia terus berpikir hingga tanpa sadar dahinya berkeringat.


"Tidak, tidak bisa di biarkan lolos. Aku harus membunuhnya agar posisi pemimpin keluarga tidak direbut olehnya.."


Sosok tersebut tidak lain adalah paman Jin Tian yaitu Jin Hao Li. Jin Hao Li tidak akan membiarkan siapapun membahayakan posisinya.


Hanya posisi seorang pemimpin keluarga, tapi dia begitu menjaganya seolah posisi tersebut adalah anaknya sendiri.


Di kepalanya saat ini berisi bagaimana cara menyingkirkan Jin Lien. Dia tidak menyadari bahaya sebenarnya bukanlah Jin Lien tapi Jin Tian.


Bahkan bukan hanya Jin Tian, tapi semua yang melindungi Jin Lien. Terutama Di Hong Zhuang, dia tidak akan membiarkan pujaan hatinya terluka meski hanya kehilangan sehelai rambut.


12 tahun berada di dalam pintu tertutup, siapapun tidak akan mengetahui tingkat kultivasi sebenarnya Di Hong Zhuang kecuali dirinya sendiri.


Tiba-tiba mata Jin Hao Li menyala saat menyadari jika putrinya juga lolos untuk maju ke babak selanjutnya.


Dia menyeringai dan kemudian berdiri dari posisinya bertujuan mencari putrinya itu.


Dengan langkah besar dan bersemangat, Jin Hao Li akhirnya sampai di penginapan putrinya.


Dia mengetuk pintu kamar putrinya itu, hingga sosok Elf cantik membuka pintu.

__ADS_1


Sosok tersebut tidak memiliki wajah baik dan tampak frustasi.


"Ayah, kau datang?" Tanpa membuang waktu, sosok tersebut segera memeluk Jin Hao Li.


"Ada apa Lin?"


Sosok cantik tersebut merupakan putri dari Jin Hao Li yaitu Jin Hua Lin.


"Ayah, yang mulia putra mahkota selalu mengabaikanku. Aku bahkan tidak tahu apa kekuranganku hingga dia sama sekali tidak pernah melirikku dan hanya menganggapku sampah.."


Mendengar penuturan putri kesayangannya membuat Jin Hao Li merasa geram, tapi dia harus menyampingkan semua hal tersebut dan memandang putrinya dengan serius.


"Lin, dengar! Kau harus menyampingkan urusan untuk memenangkan hati yang mulia putra mahkota terlebih dahulu. Ada sesuatu yang lebih penting.." wajah Jin Hua Lin yang sangat buruk bertambah buruk tapi berangsur-angsur menjadi serius.


"Apa sesuatu itu yang bahkan lebih penting dari yang mulia putra Mahkota?"


"Apa kau tidak mendengar jika seorang ahli alkimia mengangkat seorang murid?"


"Aku tahu ayah, aku bahkan menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri.."


"Apa kau tidak menyadari nama keluarga gadis yang di jadikan murid oleh master Li Yong?" Mata Jin Hua Lin menyala dan Mandang ayahnya dengan serius. Dia langsung menarik ayahnya memasuki kamarnya dan berbicara serius.


Pemuda itu menyeringai dan berbalik menuju ruangannya sendiri.


"Aku tahu kalianlah yang merupakan dalang kehancuran keluarga utama Jin. Lihat saja, jika aku sudah mengumpulkan bukti, aku akan membongkar kebusukan kalian. Kalian jugalah merupakan dalang yang membuatku kehilangan 'dia'..."


Sosok tersebut memasuki kamarnya dan mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanan miliknya.


Benda tersebut tidak lain adalah sebuah gantungan giok yang hanya menampilkan setengah lingkaran. Giok tersebut tentu harus menjadi hiasan yang selalu menggantung di pinggang pemiliknya.


Karena itu hanya setengah lingkaran, berarti giok tersebut memiliki pasangan yang berada di tangan orang lain.


Dia memandang giok tersebut lama lalu bergumam pada dirinya sendiri.


"Aku selalu merasa jika kau masih hidup. Bagaimanapun caranya, aku harus menemukanmu karena itu janjiku pada bibi untuk menjagamu sebagai permaisuri ku.."


Jujur saat dia mendengar nama keluarga Jin Lien, dia awalnya berpikir jika Jin Lien merupakan permaisuri masa depannya yang dia berjanji untuk melindunginya.


Namun, ketika dia mengingat jika Jin Lien telah memiliki kekasih dan telah berpisah selama 12 tahun, dia yakin jika Jin Lien bukanlah orang yang dia cari, tapi dia berpikir jika orang yang dia cari memiliki hubungan dengan Jin Lien.


Mengingat kembali percakapan mencurigakan sepasang ayah dan anak tersebut, dia segera berdiri dari posisinya dan berjalan keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Dia sebenarnya bisa saja memerintahkan penjaga bayangannya untuk pergi memberitahu sesuatu itu, tapi dia tidak ingin jika informasi sepenting ini tidak sampai pada seorang yang tepat.


Kebetulan juga dia tahu penginapan mana peserta dari Black Dragon di tempatkan. Dia langsung berjalan ke sana tanpa membuang waktu.


Ketika dia akan sampai, dia melihat Jin Lien dan Di Hong Zhuang sedang bergandengan tangan ingin meninggalkan penginapan.


Tanpa membuang waktu, dia segera menghampiri keduanya.


"Hei, maaf mengganggu waktu kalian berdua.." Di Hong Zhuang dan Jin Lien berhenti dan saling berpandangan. Keduanya menatap pemuda tersebut penuh tanya dan penilaian. Dari seragam pemuda tersebut, mereka tahu jika pemuda itu merupakan peserta dari Yellow Tiger.


"Ya, ada apa?" Di Hong Zhuang bertanya dengan nada monoton tanpa terdengar apa maksud dari ucapannya.


"Aku memiliki urusan penting dengan gadis di samping anda. Jika anda tidak keberatan, bolehkah aku meminjamnya sebentar? Aku janji tidak akan melakukan hal buruk padanya.."


"Tentu, tapi aku harus selalu berada di sisinya. Kerena semua urusannya adalah urusanku juga.." sebenarnya Di Hong Zhuang agak kesal dan sedikit cemburu tapi tidak dia perlihatkan.


Jin Lien sendiri hanya menatap dan terus diam tak berbicara.


Meskipun pemuda tersebut tidak menyatakan penolakan, tapi dia masih agak enggan dengan keinginan Di Hong Zhuang. Namun, dia tidak melakukan protes.


"Kalau begitu mari berbicara di tempat yang lebih cocok.."


"Tentu.." Jin Lien segera mengajak sosok tersebut sambil menggandeng tangan Di Hong Zhuang.


"Hanya kita berdua.."


"Tidak, dia adalah tunangan ku, jadi tidak masalah.."


"Uhm, baiklah kalau begitu.."


Jin Lien dan Di Hong Zhuang kembali memasuki penginapan di ikuti oleh pemuda Elf tersebut.


Mereka akhirnya berhenti di depan pintu kamar Jin Lien. Beberapa saat berhenti, mereka memutuskan untuk masuk.


"Silakan duduk di mana anda merasa nyaman.."


"Terimakasih, pertama aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu.."


....


Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2