
Deg
Deg
Yu Jian membatu di tempatnya, dia akhirnya sadar jika yang berdiri di depannya adalah Jin Shan bukan Mo Zhuting.
Namun, Yu Jian bertanya dalam hatinya. Kenapa seorang Jin Shan mengetahui panggilan yang sering disematkan oleh Mo Zhuting.
Dia mengangkat wajahnya dan memandang Jin Shan yang masih saja tetap dengan wajah kaku seperti kanebo.
Dia memandang mata Jin Shan hingga air matanya keluar. Tatapan itu, pandangan itu, dia sangat mengenalinya.
"Tuan!"
"Hmmp?"
"Anda hidup?"
"Itu tidak benar, tubuhku telah lama meninggal, tapi jiwaku hidup di dalam tubuh ini.."
Yu Jian seketika tersenyum cerah, senyum yang tidak pernah dilihat oleh 99 orang yang sedang menatapnya aneh.
"Puji syukur pada anda Lord tertinggi, tuan selama ini baik-baik saja.."
Melihat kelakuan Yu Jian, Jin Shan tertawa terbahak-bahak. Hal itu tentu membuat semua orang terperangah.
"Saudara beruang, loyalitasmu padaku. Aku sangat menghargainya. Bahkan tanpa tubuh asliku, kau masih mengenali aku.."
"Tentu saja, aku telah tumbuh bersama anda. Hal apa yang tidak aku tahu.."
"Lalu hal apa yang membuatmu bergabung dengan tengkorak merah?"
Yu Jian terdiam lama lalu dia menunduk.
"Maaf. Waktu itu seseorang datang padaku. Dia menawariku untuk menjadi anggota Tengkorak merah, dia mengatakan dapat menghidupkan anda. Tanpa berpikir panjang, aku langsung bergabung.."
Jin Shan menepuk keningnya mendengar alasan bodoh Yu Jian.
Namun, itu tidak bisa sepenuhnya disalahkan pada Yu Jian, karena loyalitas yang dimiliki Yu Jian lah yang membuat dia bergabung di tengkorak merah.
"Baik, sekarang berdiri dan ikuti aku untuk latihan.."
"Baik tuan!" Jin Shan hanya bisa menghela napas dan memimpin 100 orang yang berada di bawah kepemimpinan dirinya.
Ketika anggota Skull Eagle melihat tempat latihan, mereka bingung dan tidak mengerti.
"Pergi kesana dan pasang beban pemberat yang berwarna hijua.."
"Ya.." dengan cepat mereka semua pergi memasang pemberat tersebut, sedangkan Jin Shan sendiri memasang pemberat berwarna hitam di kaki dan tangannya.
Yu Jian yang melihat Jin Shan memakai beban berwarna hitam juga memilih mengikuti Jin Shan.
Namun, ketika dia ingin mengangkat beban tersebut, dia sama sekali tidak mampu menggerakkan beban itu.
"Kau belum bisa mengangkat beban ini, pergi pakai yang hijau. " Yu Jian tersenyum kaku dan mengangguk.
__ADS_1
Dia mengira jika beban berwarna hitam lebih ringan dari pada beban hijau.
Jin Lien membagi setiap beban menjadi 5 kelas.
Kelas pertama adalah warna merah yang memiliki bobot 10 kg, kelas kedua adalah ungu yang memiliki bobot 100 kg, kelas ketiga adalah warna Hijau dengan berat 1000 kg, kelas keempat berwarna hitam dengan bobot 10.000kg dan kelas terakhir adalah warna putih dengan bobot 100.000 kg.
Setelah memakai pemberat di tubuh mereka, mereka semua tiba-tiba menjadi kaku.
"Ayo bergerak, kita berlari 50 putaran.."
Mereka semua memandang aneh pada Jin Shan yang telah berlari. Merasa tidak ingin kalah dengan pemimpin mereka yang terbilang lebih muda dari mereka, mereka mulai berlari meski tubuh mereka sangat berat.
Mereka juga akhirnya sadar, jika gravitasi yang ada di bangunan saat mereka berada di dalam dunia kecil masih terhitung ringan dari pada beban yang mereka kenakan saat ini..
...
Niu'er yang berada di kamarnya bersama Mo Feng Yao, tengah memandang Mo Feng Yao yang saat ini tidak lagi memiliki penampilan yang berantakan.
"Berapa lama kau melakukan perjalanan kemari?"
"Satu hari tanpa istirahat.."
"Kau sangat menyayangi keluargamu, tapi kenapa kau membenci ibumu?"
Mo Feng Yao memandang Niu'er dengan mata melotot.
"Aku tidak membencinya, aku hanya tidak suka memiliki ibu keji dan paman jahat serta saudara licik seperti mereka.."
Niu'er juga berpikir hal yang sama dengan Mo Feng Yao.
Niu'er merona dan melototi Mo Feng Yao yang tengah menyeringai jahil.
Pada dasarnya Mo Feng Yao memiliki mood yang cepat berubah sesuai suasana yang dia hadapi.
"Sudah 12 tahun.." untuk sesaat, Mo Feng Yao ternganga. Dia tidak menyangka jika hubungan keduanya telah terjalin sangat lama.
"12 tahun?"
"Ya.."
"Woaaah kalian hebat.."
Niu'er tersenyum dan menggeleng.
"Hubunganku tidak bisa dibandingkan dengan hubungan Lien kecil bersama kekasihnya. Mereka bahkan telah bersama sebelum aku dan Mo Fai menjalin hubungan.."
"Maksud kakak ipar! Dia yang tadi memberiku pil?"
"Ya, dia adalah adikku. Kekasihnya bahkan adalah kakak angkat kami saat kami berada di daratan Lijing. Asal kau tahu, mereka telah bersama saat Lien kecil masih berusia 3 tahun.."
Lagi-lagi, Mo Feng Yao harus di buat terdiam dengan informasi yang dia dengar dari mulut Niu'er.
Melihat expresi Mo Feng Yao, Niu'er terkekeh pelan.
"Hebatnya lagi, mereka bahkan sanggup untuk tidak bertemu selama 12 tahun dan baru bertemu saat pertandingan persahabatan 4 akademi kemarin.."
__ADS_1
Mo Feng Yao dibuat terkagum dengan kesetiaan keduanya.
Berpisah selama 12 tahun tanpa kabar, dan hanya mengandalkan kepercayaan. Itu bukan perkara mudah.
"Benar kata Zhuting Ge, Pria hebat bukan dia yang memiliki banyak wanita di sisinya, tapi pria hebat adalah dia yang mampu menolak banyak wanita demi wanita yang berhasil menduduki tahta hatinya.."
Niu'er kembali terkekeh mendengar penuturan Mo Feng Yao.
"Aku juga berharap bisa memiliki suami yang juga bisa setia padaku dan hanya memiliki diriku seorang saja.."
"Kau akan mendapatkannya, aku yakin itu.."
"Terima kasih kakak ipar.."
"Ya.."
Tanpa keduanya tahu, jika benang merah yang menghubungkan Mo Feng Yao dengan pemuda yang kelak menjadi jodohnya telah terhubung.
"Kau tidur dulu! Aku dan yang lainnya akan berlatih. Jika kau telah kembali ke stamina penuh, kau juga bisa latihan.."
"Baik kakak Ipar.."
"Anak baik.."
Niu'er kemudian keluar, di depan pintu, dia bertemu Mo Fai yang tengah tersenyum padanya..
"Bagaimana?"
"Dia telah ku suruh tidur.."
Mo Fai mengangguk lalu kembali bertanya..
"Suka dengan iparmu yang itu?"
"Tentu, Yao'er sangat imut dan lucu.."
"Semua selalu mengatakan hal seperti itu, tapi aku tidak melihat dirinya yang memiliki pemuda yang dia minati.."
"Bukan tidak memiliki, tapi belum menemukan yang bisa membuat hatinya berdebar, seperti saat aku bersamamu.."
"Kau ya, sudah bisa merayuku sekarang.."
"Kenapa tidak? Kau adalah milikku, jadi apa salahnya merayu kekasihku sendiri.."
"Gadis nakal. Ayo kita ke kantor paman, Lien kecil dan Saudara kedua telah menunggu kita di sana.."
"Baik, tapi gendong.."
"Dasar manja.."
Mo Fai dengan senang hati menggendong Niu'er ala bridalstyle menuju kantor dekan.
Pemandangan seperti itu sudah biasa bagi mereka murid Qinglong Akademi, jadi hal tersebut tidak banyak menarik perhatian..
...
__ADS_1
Baik, 30 chapter lagi akan tamat, selamat membaca