Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 179


__ADS_3

Ketika fajar mulai terbit, Kekaisaran Xiling tidak seramai seperti biasanya. Rakyat yang selalu membuka toko sebelum matahari terbit, sekarang tidak terlihat.


Seolah mereka telah lenyap hanya dalam semalam.


Kota kekaisaran seperti kota mati tanpa kehidupan. Bahkan burung kecil enggan berkicau.


Di istana naga, Tang Tang yang tidak tidur selama semalam memandang kota dengan mata dingin. Dia tahu, jika bos telah mengirim seseorang untuk datang dan membawa rakyat ke tempat aman. Dia hanya tidak pernah berpikir jika kecepatan mereka sangat cepat.


Hintung saja berapa banyak rakyat yang ada di Kota Kekaisaran, jika itu bukan orang yang memiliki posisi tinggi, tidak mungkin mereka akan bergerak dengan cepat untuk membuat rakyat percaya.


Bibirnya melengkung dengan senyum kejam dan mengangkat tangannya. Segera beberapa sosok berpakaian hitam muncul di depannya.


"Beritahu yang lain untuk bersiap, begitu tengah hari, pernah akan pecah."


"Ya Yang Mulia."


Beberapa sosok itu segera menghilang dan Tang Tang berjalan keluar dari kediamannya menuju tempat tertentu di mana dia berjanji untuk bertemu dengan Tang Lee, Tang Xi, Tang Luo, dan Tang Xu.


Tempat itu ada di tempat terjauh dari istana utama dan sangat terpencil. Sangat jarang seseorang datang untuk melihat.


Setelah beberapa belokan untuk menghindari setiap bawahan Dongfang Yuan, Tang Tang akhirnya sampai di tempat tujuannya.


Gubuk kecil itu sangat kontras dengan istana yang megah. Di dalamnya empat orang sudah menunggu Tang Tang untuk datang.


"Bagaimana?"


"Tang'er, semua rakyat yang tak bersalah telah diungsikan. 15 teman anggota Dark Eagle lainnya juga sudah tiba bersama Tuan besar, Tuan muda, Putri Yao dan Pangeran Bing. Ada juga 10 anak bos."


Tang Tang mengangguk mendengar informasi dari Tangan Luo. Pantas saja, semua bergerak sangat cepat. Itu karena ada Putri Yao dan Pangeran Bing yang memiliki reputasi baik di kalangan rakyat.


Namun, alisnya berkerut ketika mendengar ada 10 orang anak bos datang untuk berpartisipasi.


"Kau yakin jika anak bos juga datang?"


Seolah tak percaya, Tang Tang bertanya untuk memastikan.


"Kami yakin." Tang Xi tersenyum. Mereka juga terkejut ketika melihat 10 sosok kecil itu yang juga bergerak membantu rakyat untuk mengungsi tanpa berisitirahat.


"Baik, ayo bersiap-siap! Tepat tengah hari, mereka akan menyerang. Sampaikan pada Tuan Besar juga untuk bersiap."


"Oke."


Segera mereka meninggalkan gubuk kecil itu dan pergi ke tempat masing-masing mereka bertugas. Menunggu tengah hari dan mereka akan memusnahkan Tengkorak merah hingga tak tersisa.

__ADS_1


....


Jin Lien, Hong Zhuang dan lima sosok kecil tengah berdiri di depan pohon kematian seribu milenium.


Tubuh mereka telah dipenuhi luka. Penampilan Jin Lien dan Hong Zhuang tidak lagi rapi dan itu sangat berantakan.


Lima sosok kecil juga tidak bergerak dan hanya menatap pohon kematian seribu milenium dengan dingin seolah inginembakar pohon itu hingga tak tersisa.


Beraninya pohon jelek itu melukai Mommy dan Daddy, mereka akan memotong pohon jelek itu menjadi beberapa bagian.


Namun, mereka sangat tertekan, karena baik Jin Lien dan Hong Zhuang tidak mengizinkan mereka untuk bergerak dan hanya menonton.


"Kalian Vampir busuk, berani sekali datang untuk menyerang Tuan ini. Tuan ini akan menguburkan kian di sini dan menghisap jiwa kalian. Terlebih lima jiwa muda, itu pasti sangat lezat."


Tangan Hong Zhuang bergerak membentuk simpul rumit dengan sangat cepat. Qi spiritual berwarna merah tebal mengelilingi Hong Zhuang.


Qi Spiritual tebal itu perlahan berkumpul di satu tempat dan membetuk bola api besar yang yang panas.


Hell Fire Ball


Suara Hong Zhuang terdengar serak ketika meneruskan nama seni bela diri miliknya. Segera bola api besar yang menyala-nyala itu menyerang pohon kematian seribu milenium.


Booom


"Hahahaha, sekuat apapun seranganmu, itu tidak akan melukaiku."


Di sudut bibir Hong Zhuang mengalir darah merah segar karena penggunaan Qi spiritual berlebihan.


Melihat hal tersebut, Jin Lien dan lima sosok kecil sangat tertekan.


Mengalihkan pandangannya pada pohon kematian seribu milenium, Jin Lien tidak tahu apakah dia harus menggunakan jurus itu atau tidak.


Pohon Kematian Seribu Milenium ini sangat kuat. Terlalu sulit untuk dikalahkan. Namun, Jin Lien tidak akan menyerah. Seberapa sulit lawannya, dia akan memusnahkannya.


....


Di tempat Mo Feng, Mo Feng dan yang lainnya memandang di kejauhan mereka dengan jelas bisa melihat titik hitam yang merupakan Dongfang Ye dan pasukannya.


Bibir mereka melengkung membentuk seringai kejam.


"Datang dan mati."


"Semua bersiap di tempat kalian dan kita akan menjatuhkan mereka."

__ADS_1


"Ya."


Karena Jun Kaili yang paling senior, secara otomatis dia yang menjadi pemimpin di pasukan kecil itu.


Melihat pasukan musuh di kejauhan, darah Mo Feng dan yang lainnya mendidih karena kegembiaraan.


Suasana hati mereka sangat baik, karena dalam beberapa menit lagi, mereka akan membunuh musuh yang sangat merisaukan para kultivator di daratan Jiangnan ini.


Semakin dekat Dongfang Ye, semakin bersemangat mereka.


Lima sosok kecil telah berada di posisi mereka untuk menembak musuh yang akan melintas di atas mereka.


Tidak hanya sosok kecil saja, tapi juga Jin Gaoqi. Mereka berenam telah berada di posisi yang tepat untuk menembak.


Masing-masing dari mereka berenam memegang Bazoka yang telah mereka siapkan semalam.


Sedangkan Mo Fai, Niu'er, Mo Feng, dan Jun Kaili juga berada di posisi masing-masing untuk menyerang musuh yang telah di kejutkan oleh tembakan Jin Gaoqi dan lima sosok kecil.


Meski badan mereka kecil untuk mengendalikan Bazoka, tapi kekuatan fisik mereka sangat kuat untuk menahan beban dari setiap tembakan.


Ketika Dongfang Ye dan pasukannya telah berada tepat di atas mereka, Jin Gaoqi, Zheng Jue, Zhen Yue, dan tiga lainnya segera menekan pelatuk pada Bazoka dan menembak kelompok Tengkorak merah yang lewat di atas mereka.


Booooom


Dhuaaaaaar


Suara enam temabkan yang berasal dari enam bazoka berbeda segera mengenai target mereka.


Senyum puas terbentuk di bibir masing-masing ketika melihat banyak anggota Tengkorak merah yang jatuh.


Dongfang Ye yang awalnya penuh percaya diri tentang rencananya tidak menyangka jika dia dan pasukannya akan di sergap ketika akan memasuki wilayah Kekaisaran Xiling.


Melihat banyak pasukannya yang mati, dia segera mendarat di tanah untuk melihat siapa yang berbau menyergap dirinya.


Tanpa diduga, ketika binatang terbang mereka mendarat di tanah, mereka langsung di hujani banyak serangan hingga membuat seperempat dari mereka tewas tanpa perlawanan.


Boooom


Dhuaaaaaar


Suara ledakan akibat serangan seni bela diri yang sangat kuat menghancurkan tanah di sekeliling.


Melihat banyak pasukannya yang mati, Dongfang Ye sangat marah.

__ADS_1


.....


__ADS_2