Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 42


__ADS_3

Vermilion Akademi.


Arena tantangan, Di Hong Zhuang berdiri dengan topeng yang menutupi wajah bagian atasnya. Dia menatap datar dan acuh pada lawan di depannya.


Sungguh dia sangat malas untuk menjadi ketua dari Red Vermilion, tapi bibinya sangat cerewet dan di sinilah dia.


Lawan dari Di Hong Zhuang juga merupakan seorang pemuda yang bisa di bilang cukup tampan. Hanya saja pemuda itu terlihat licik dan selalu menunjukan senyum palsu.


Dari pandangan pertama saja, Di Hong Zhuang telah mengetahui karakter orang tersebut, jika dia bisa mendapat kepercayaan orang di depannya, dia yakin jika mereka bisa menjadi sahabat.


Pemuda yang selalu menunjukan senyum palsunya tidak lain adalah Gong Ji Kang. Di tangannya hanya ada kipas yang selalu dia bawah kemanapun dia pergi.


Keduanya saling menatap satu sama lain berharap dapat melihat kemampuan lawan mereka, tapi mereka tidak dapat melihat kekuatan lawan masing-masing.


Gong Ji Kang melepaskan seluruh kekuatannya untuk mengintimidasi Di Hong Zhuang yang tidak terpengaruh efek tersebut.


Keduanya segera menghilang di arena dan hanya menghasilkan kilatan bayangan jika keduanya saling bertarung.


Kecepatan keduanya bahkan tidak dapat di lihat oleh murid biasa. Hanya anggota Red Vermilion yang berhasil melihat pertukaran tersebut.


Hingga beberapa menit kemudian keduanya kembali berdiri di tengah arena. Keduanya masih terlihat santai, tapi bila di perhatikan lebih lama. Wajah Gong Ji Kang terlihat sangat pucat.


"Uhuk.." dia bahkan terbatuk-batuk hingga mengeluarkan darah. Bisa di pastikan jika Gong Ji Kang mengalami luka internal yang cukup serius.


"Baik, mulai saat ini Saudara Di Hong Zhuang adalah ketua dari Red Vermilion.." Di Hong Zhuang melangkah mendekati Gong Ji Kang dan memberikan botol giok padanya


"Di dalamnya ada pil yang dapat menyembuhkan luka internal anda senior. Maaf, sebenarnya aku tidak masalah siapa yang memimpin tapi bibiku terlalu cerewet dan aku terlalu malas mendengar ocehannya.."


Gong Ji Kang tersenyum dan menerima pil yang di berikan oleh Di Hong Zhuang, keduanya turun bersama dari arena.


"Kami menyapa ketua baru.."


"Tidak perlu formal, anggap saja aku seperti kalian.."


Tentu mereka semua senang dengan apa yang di katakan oleh Di Hong Zhuang. Mereka tidak pernah mengira jika Di Hong Zhuang yang dingin merupakan orang yang cukup ramah.


Red Vermilion juga memiliki 20 anggota sama dengan Black Dragon dan tim elit dari 2 Akademi lainnya.


"Baik mari kembali ke Asrama, aku ingin menanyakan tentang persiapan pembukaan saat pertandingan dua hari lagi.." Di Hong Zhuang segera mengajak mereka untuk kembali ke Asrama mereka, Asrama tim Elit Red Vermilion juga berada di satu bangunan dengan banyak Kamar.


Ketika mereka sampai di Asrama, mereka semua duduk di tempat masing-masing.


"Jadi?"


"Pertunjukan saat pembukaan yang akan kita lakukan adalah memainkan lagu 'Song Of Heavenly Phoenix'. Lagu ini di mainkan menggunakan instrumen Guqin, seruling dan drum. Dengan memainkan lagu ini, kita bisa memobilisasi setiap burung Roh untuk melakukan atraksi.." Gong Ji Kang menjelaskan apa yang akan mereka tunjukan saat pembukaan.


Di Hong Zhuang merenung sejenak hingga beberapa saat dia mengangguk.


"Sepertinya pertunjukan kali ini kalian telah merencanakan sejak lama. Maka kita harus mengerahkan semua agar 3 akademi lainnya tahu jika kita adalah yang terbaik.."


"Ya.."


Semua setuju, dia dalam tim Red Vermilion. Anggota perempuan hanya ada 7 orang, selebihnya adalah laki-laki.


...


"Jadi bagaimana? Apakah kita mendapatkan tempat duduk yang bagus untuk menonton pertandingan?" Mu Xue bertanya dengan penasaran.


"Jiejie tenanglah, aku dan kakak ipar berhasil mendapat tempat duduk yang memiliki posisi bagus untuk menyaksikan pertandingan nanti..


"Itu bagus.." Bai Xun sangat puas dengan kinerja suaminya.

__ADS_1


Jin Shan sendiri hanya duduk sambil ngemil memperhatikan para orangtua berdiskusi.


"Jadi harus menunggu dua hari lagi untuk bisa melihat DaJie dan Erjie?"


"Shan'er bersabarlah.."


"Baik Bu. Bu bisakah aku keluar berkeliling? Aku bosan terus berada di penginapan.."


"Baiklah, jangan berbuat ulah.."


"Yei, ibu yang terbaik. Bu beri aku uang.." Mu Xue terkekeh dan menatap Jin Tian.


Jin Tian segera menguarkan sekantong koin emas entah berapa jumlahnya dan memberikannya pada Jin Shan.


"Ingat tetap rendah hati!"


"Baik ayah.."


Jin Shan dengan riang kelautan dari penginapan, Blue Feather selalu setia menggantung di punggungnya. Bukan dia tidak bisa menyembunyikan senjatanya itu, tapi dia dengan sengaja memamerkan Blue Feather.


Sejak keluar dari penginapan, wajah tampannya yang selalu di penuhi senyum dan banyak expresi saat bersama keluarganya seketika menjadi datar dan dingin. Tatapan mata yang dia berikan juga seolah ingin membekukan yang dia pandang.


Dia melihat kota Blaze yang tidak berubah sama sekali. Langkah kakinya berhenti di depan bangunan yang bertuliskan Asosiasi Alchemis.


"Mungkin ada herbal langkah untuk aku hadiahkan pada Erjie.." Asosiasi Alchemis bukan hanya untuk berkumpulnya para Alchemis atau mendaftar dan mengetes tingkat Alchemis, tapi beberapa orang bisa masuk untuk membeli herbal ataupun pil.


Dengan Blue Feather di punggungnya, langkah kaki Jin Shan memasuki hall utama Asosiasi Alchemis.


Dia melihat sekeliling dan akhirnya berhenti di tempat perdagangan herbal. Dia melangkah mendekati tempat tersebut guna mencari herbal langka yang tidak ada di dimensi lotus.


Tapi setelah melihat semua herbal, dia hanya menggeleng karena herbal tersebut semua tersedia di dimensi lotus.


"Apa tidak ada yang bagus? Jika begini aku harus membatalkan niatku untuk mengunjungi Jiejie.."


Jin Shan tidak menyadari jika sejak dia memasuki Asosiasi Alchemis, dia telah di perhatikan oleh kepala Asosiasi Alchemis.


Menurut kepala Asosiasi, sangat jarang pemuda dengan usia 12 tahun memiliki tingkat kultivasi tinggi. Meski hanya terlihat jika dia berada di ranah pemula, tapi dengan kemampuan matanya, dia bisa mengetahui jika remaja laki-laki tersebut berada di tingkat elit.


Dia terus memperhatikan pemuda itu hingga pemuda tersebut berhenti di tempat perdagangan herbal, ada beberapa herbal langka tapi sama sekali tidak menarik perhatian Pemuda itu.


Dia tidak mengerti hingga satu kalimat keluar dari mulut pemuda tersebut yang sukses membuatnya shok.


Hei, di situ ada dua herbal langka yang sangat sulit untuk di temukan tapi bagi pemuda itu merupakan hal biasa? Ckckckck.


Di sisi lain, Jin Shan terus melangkah mencari sesuatu untuk diberikan pada kedua kakak perempuannya dan juga bibinya.


Dia menghentikan langkahnya di tengah-tengah sesekali menggeleng.


Memberikan mereka perhiasan? Itu bukan ide bagus, karena ketiga gadis tersebut sama sekali tidak tertarik dengan perhiasan.


"Aaarggh, aku harus memberi apa pada DaJie, Erjie dan bibi.." rahangnya frustasi dan sukses ditatap aneh oleh orang-orang yang berlalu lalang.


"Masa bodoh dengan hadiah, dengan diriku datang menjenguk mereka sudah merupakan hadiah.."


Akhirnya Jin Shan memutuskan untuk membawa dirinya sendiri sebagai hadiah.


Tepat saat ingin kembali melangkah, perutnya menggerutu minta di isi..


"Tahan sebentar, di Asrama Jiejie pasti banyak makanan.."


Jin Shan melanjutkan langkahnya dan mencari lorong sepi. Dia kemudian mengeluarkan Little Black.

__ADS_1


Little Black merupakan Unicorn hitam dengan tanduk pelangi serta sepasang sayap yang cukup mengagumkan.


"Little Black ayo kita mengunjungi Jiejie dan bibi.."


"Shanshan, Qinglong Akademi tidak bisa dimasuki oleh mereka yang bukan murid.."


"Aku punya token jadi aku bisa masuk.." Lil Black akhirnya sadar, Jin Shan memiliki token murid. Token murid tersebut berasal dari kehidupan pertamanya. Saat dia berusia 5 tahun, dia akhirnya tahu jika dimensi pribadinya mengikutinya.


Jin Shan menaiki punggung Lil Black dan keduanya langsung terbang di udara. Kemunculan keduanya di udara menarik perhatian orang-orang di bawah.


Jin Shan terus terbang bersama Little Black menuju Qinglong Akademi. Qinglong Akademi memiliki pembatas yang hanya mengizinkan mereka yang merupakan murid bisa masuk tanpa terhalang tentunya menggunakan token murid mereka.


Senyum Jin Shan mereka kala melihat Qinglong Akademi berada di depannya. Dia segera meminta Lil Black untuk menambah kecepatan.


Benar saja, Jin Shan dengan gampangnya menembus penghalang tersebut dan melaju Asrama para tim elit berada.


Kepakan sayap Lil Black tentu mengejutkan mereka yang berada di dalam Asrama.


Jin Shan turun dari punggung Lil Black dan memandang Asrama tersebut dengan tatapan rumit dan kerinduan.


...


Jin Lien yang berusia selesai latihan terkejut dengan bunyi kepakan sayap yang berada di luar Asrama mereka.


Tidak hanya Jin Lien saja tapi mereka semua, mereka saling melirik dan mengecek anggota yang ternyata lengkap.


Tiba-tiba mereka mendengar suara seorang remaja laki-laki berteriak dari luar.


"Bibi, DaJie, Erjie. Shanshan datang mengunjungi kalian.."


Segera saja Jin Lien, Niu'er dan Jin Gaoqi keluar dari Asrama.


Benar saja, di depan Asrama, Jin Shan telah berdiri dengan cengkram lebar ala miliknya.


Melihat ketiga gadis tersebut, terutama Niu'er dan Jin Lien. Jin Shan sangat bahagia, dia langsung memeluk mereka.


"Didi?"


"Hmmp.."


"Kyaaaaa kau sangat tampan.."


Jin Lien dan Niu'er mencubit pipi Jin Shan dan menciumnya membuat Jin Shan merona.


Di belakang ketiga gadis tersebut, anggota Black Dragon yang lainnya hanya mengamati mereka. Mu Ye Chen dan Mu Ye Ran juga tersenyum melihat kedatangan sepupu laki-laki mereka.


Tapi tidak dengan Mo Fai yang membeku di tempatnya saat melihat Jin Shan, lebih tepatnya Blue Feather yang berada di punggung Jin Shan yang tampak penuh energi.


"Itu Blue Feather? Bagaimana senjata Zhuting berada di tangan pemuda adik Niu'er?"


Jin Shan merasakan tatapan heran dan penuh tanya diarahkan padanya. Dia mencari tatapan tersebut hingga tatapannya bertemu dengan tatapan Mo Fai.


Deg


Jin Shan membantu, ada kilatan kerinduan di kedua manik hitam tersebut. Dia kemudian berbisik di telinga Jin Lien.


"Jiejie, aku akan menceritakan semua padamu. Namun, aku minta kau membawa senior anda yang bernama Mo Fai juga Dekan Qinglong Akademi.."


Jin Lien menatap adik laki-lakinya itu dengan rumit. Dia kemudian mengangguk.


....

__ADS_1


Dukung Aska dengan Like'dan Vote karya ini ya.


__ADS_2